Budak Cinta Tuan Casanova

Budak Cinta Tuan Casanova
Perubahan Alea


__ADS_3

Pagi ini Tuan Maximo tidak memiliki agenda apapun, dan rencana nya ingin menghabiskan waktu bersama Alea. Dia ingin menyenangkan wanita itu dengan mengajak ke pusat perbelanjaan dan mengunjungi tempat wisata yang ada di kota ini.


"Sayang, bersiaplah. Aku akan mengajak mu ke suatu tempat." Wajah Tuan Maximo terlihat memancarkan aura kebahagiaan saat mengatakan nya, tetapi tidak untuk Alea. Wanita itu hanya menanggapi perkataan itu dengan tatapan datar yang membuat Tuan Maximo mengerutkan dahi.


"Apa kau tak senang?" Tuan Maximo sebenarnya sudah melihat perubahan sikap wanita itu sejak bangun tidur. Tapi Tuan Maximo tak memikirkan terlalu jauh karena menurut nya dia tak melakukan kesalahan apapun. Tuan Maximo tahu semalam memang Alea sempat cemburu karena ada aroma lain yang menempel di bajunya, tapi setelah menjelaskan wanita itu mulai luluh kembali dan sudah tak ada masalah apapun yang mengganjal di antara mereka.


"Mana mungkin, Tuan? Tentu saja saya senang." Meski mengatakan demikian, raut wajah Alea tanpa ekspresi tidak mencerminkan kalau dia bahagia membuat beban tersendiri bagi Tuan Maxim. Perubahan Sikap Alea yang seperti ini semakin membuat Tuan Maximo sangat tidak senang. Jika biasanya bersikap ketus saat marah, tapi ini berbeda. Dia tidak ketus tidak juga ramah, membuat Tuan Maximo kebingungan dengan sikapnya.


"Kalau memang tidak suka katakan saja! Aku tidak akan memaksa!" Tuan Maximo benar-benar dibuat kesal dengan nada suara Alea yang terkesan dingin dan itu sangat menjengkelkan baginya.


Alea menyadari kesalahan, dia segera mendekati Tuan Maximo dan mengalungkan kedua tangan di leher Tuan Maximo. "Mana mungkin, Tuan. Saya sangat senang, bagaimana Anda menyimpulkan kalau saya tidak senang?" Alea kembali berkata dengan nada ceria dengan tatapan menggoda. Sangat berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya, hal itu membuat Tuan Maximo senang.


"Benarkah? Lalu kenapa tadi ekspresi mu terlihat tidak ceria?" Tuan Maximo menarik pinggang Alea agar hingga tubuh keduanya semakin merapat.


Cup


Tuan Maximo tidak tahan untuk tidak mengecup bibir mungil Alea yang merekah berwarna merah muda terlihat sangat menggoda saat terus mencebikkan bibir.


"Itu karena kau tak bilang sejak semalam, jika begini aku tidak bisa menyiapkan gaun yang harus ku pakai." Adu nya seraya mencebikkan bibir. Untung saja Alea cepat-cepat mendapatkan ide setelah merubah raut wajah nya sebelum Tuan nya tahu perubahan sikap nya tadi karena telah mengetahui rencana nya yang akan menikahi wanita lain.


"Rupanya hanya masalah gaun kau bersikap seperti itu? Bahkan aku sudah menyiapkan gaun spesial untuk mu yang sebentar lagi akan di antar pelayan."

__ADS_1


"Benarkah?" Alea melebarkan matanya bahagia.


Tuan Maximo terkekeh melihat nya, dia jadi tak tahan untuk tidak mencium seluruh wajah wanita nya yang terlihat begitu menggemaskan.


"Tentu saja, sayang."


"Aaaaa.... Thank you,"


Cup cup cup.


Kini giliran Alea yang menghadiahi ciuman bertubi-tubi di seluruh wajah Tuan Maximo.


"Tuan, aku ingin menghadiahkan sesuatu untuk mu," Bisik Alea seraya meraba tubuh Tuan nya, membuat sesuatu yang di raba itu seketika menegang.


"Tentu, saya tahu, Tuan. Kali ini saya ingin menyenangkan Anda." Bisik Alea dengan tangan nya yang sedang melepaskan satu-persatu kancing kemeja yang dipakai sang Tuan.


"Izinkan saya untuk melakukan apapun pada tubuh Anda, Tuan. Saya menginginkan Anda." Lidah Alea sudah menjilati permukaan dada bidang yang sudah terekspos. Dan dalam satu dorongan Alea mampu menghempaskan tubuh Tuan nya ke atas ranjang dan langsung menindih nya. Alea mencium bibir Tuan Maximo penuh kelembutan, Tuan Maximo yang masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan Alea hanya menikmati apa yang di lakukan wanita nya.


"Apa ini benar Alea ku yang pemalu?" Gumam Tuan Maximo dalam hati masih tak percaya namun dia juga sangat senang karena akhirnya wanita nya ini mau berinisiatif menyenangkan nya.


Sedangkan Alea yang tak mendapati balasan dari ciuman nya mendadak berhenti. "Apa Tuan tidak senang?" Tanya Alea sedikit murung setelah mendongakkan kepala dengan kedua tangan yang masih berada di atas dada bidang Tuan Maximo sebagai tumpuan.

__ADS_1


"Mana mungkin aku tidak senang? Bahkan saking senangnya aku masih tak percaya kalau kamu adalah Alea ku yang pemalu." Di detik itu juga Tuan Maxim mencium bibir Alea menggebu-gebu dengan tangan nya meremas benda yang menjadi mainan favorit nya. Alea membiarkan Tuan nya bermain pada tubuh nya seraya menahan desahhan saat lidah nya sudah bermain di salah satu puncak dada nya.


"Lepaskan Alea, mendesaah lah sekeras yang kau mau." Alea mulai mengeluarkan suara-suara indah nya yang semakin memancing gairah sang Tuan. Namun ada yang beda di percintaan kali ini, Alea tidak lagi memanggil namanya, wanita itu kembali memanggil nama dengan sebutan tuan. Tapi dia tak ingin mempermasalahkan karena gairah nya sedang melambung tinggi.


Saat Tuan Maximo ingin melakukan kegiatan inti tiba-tiba saja Alea menghentikan membuat nya bertanya-tanya dalam hati, namun itu hanya sebentar karena selanjutnya dia justru sangat senang karena Alea tiba-tiba berinisiatif melakukan sesuatu yang belum pernah dia lakukan.


Alea mengulum batang keras miliknya yang membuat nya dibuat yak karuan. Alea benar-benar berbeda, tapi Tuan Maximo sangat menyukai nya.


Setelah Alea merasakan gelombang besar akan datang, dia segera menghentikan aksinya. Alea tidak ingin Tuan nya mendapatkan kenikmatan begitu cepat.


"Kenapa berhenti?" Padahal Tuan Maximo sudah menantikan kedatangan gelombang besar itu, tapi malah Alea menggagalkan.


"Aku tidak ingin kau keluar di mulut ku, Tuan. Aku hanya ingin ini aahh..," Sahut Wilia dibarengi dengan gerakan nya yang sedang memasukkan benda tumpul itu ke dalam intinya.


Dan bukan hanya Alea yang mendesaah, Tuan Maximo pun dibuat mendessah saat tiba-tiba milik nya tertanam sempurna di inti Alea tanpa sepengetahuan nya.


"Kau hebat, sayang. Tubuh mu sangat nikmat, aku sangat menyukai mu."


Tapi sayangnya kau hanya menyukai tubuh ku sementara waktu, dan tidak pernah memikirkan hati ku Sahut Wilia dalam hati dengan senyum miris nya yang tak diketahui Tuan Maximo karena sedang memejamkan mata menikmati gerakan pinggul Alea yang sedang menari di atas nya.


"Alea...," Tuan Maximo benar-benar dibuat tak berdaya. Selama ini dia tak pernah menikmati tubuh wanita hingga merasa sebahagia ini. Bahkan dia tak pernah menggunakan wanita dalam tempo lama. Sebelumnya Tuan Maximo adalah seorang casanova yang tak pernah puas hanya dengan satu wanita, tapi entah kenapa selama hampir satu bulan ini dia masih betah dengan satu wanita yaitu Alea. Bahkan saat melihat wanita lain pun dia sudah tak tertarik lagi.

__ADS_1


Aku akan membuat percintaan terakhir ini sangat berkesan untuk mu. Setidaknya aku bisa memberikannya kenangan indah, Tuan. Maaf, aku meninggalkan mu karena aku tidak mungkin tahan jika terus-terusan berada disamping mu yang selalu dikelilingi banyak wanita. Alea meneteskan air mata yang langsung dihapus kasar karena tak ingin Tuan Maximo menyadari.


__ADS_2