Budak Cinta Tuan Casanova

Budak Cinta Tuan Casanova
Pergi


__ADS_3

Tuan Max akan segera melakukan perjalanan bisnis selama beberapa hari ditemani Alea. Wanita itu tidak membawa apapun ke sana karena itu sesuai perintah Tuan Max. Tuan Max memang menyuruh Alea untuk tak membawa benda apapun selain ponsel yang kemarin diberikan. Di ponsel itu hanya ada dua kontak, yaitu nomor Tuan Max dan nomor Petro si kaki tangan Tuan Max yang sangat setia.


Sebenarnya ini bukan perjalanan bisnis biasa. Tuan Max memang memiliki bisnis besar tapi itu bukan sumber kekayaan nya. Yang membuat nya menjadi sekuat ini karena dia memiliki bisnis gelap. Dia adalah seorang mafia kelas tinggi yang sudah sepuluh tahun ini menjalankan bisnis nya meneruskan sang ayah.


Dan kali ini dia akan menemui salah satu rekannya yang ada di Florida. Tuan Albert, seorang casino kelas kakap yang menjadi teman baiknya dalam menjalani bisnis. Tuan Max memiliki usaha produksi minuman keras ilegal yang kemudian di distribusikan ke tempat hiburan malam nya.


Bukan hanya itu, mereka juga menjalani beberapa bisnis lain. Seperti perdagangan manusia. Tuan Maximo sering menjual budak-budak nya ke tempat bordir milik Tuan Albert, sedang tuan Albert akan menjual kembali para pelacur yang sudah tak berguna kepada Tuan Maximo untuk dimanfaatkan organ dalamnya. Tuan Maximo juga memiliki rumah sakit besar di kota ini, dia yang menjadi pemasok organ dalam di rumah sakit sendiri dan kadang di jual ke rumah sakit lain. Itu lah sebabnya kekayaan Tuan Maximo tak tertandingi siapapun.


"Ayo, kita berangkat." Tuan Maximo mengambil tangan kanan Alea dan di genggam erat. Mereka menaiki kuda besi yang telah disiapkan para pengawal menuju bandara.


Sepanjang perjalanan, Alea tampak merenung. Entah kenapa dia merasa cemas dengan perjalanan pertama dengan Tuan Max. Dia seperti mendapatkan firasat buruk entah apa itu.


Beberapa kali Tuan Maximo memperhatikan Alea yang masih saja duduk diam dengan tatapan kosong.


"Ada apa? Apa kau takut?" Akhirnya Tuan Maximo tak mampu lagi menahan rasa penasaran nya. Dia benar-benar tak tahu dengan pemikiran gadis disampingnya, biasanya para wanita yang diajak pergi itu pasti senang. Tidak tahu kenapa wanita yang satu ini tampak berbeda.


"Ti-tidak, Tuan." Alea segera tersadar dari lamunannya. Dia sedikit membenarkan posisi nya. Di tatap seperti ini membuat Alea tidak enak.


"Kemari lah," Tuan Max menepuk-nepuk paha nya mengisyaratkan Alea agar duduk disana.


Tak memberi penolakan, Alea segera duduk di pangkuan sang Tuan sesuai perintah nya. Dan seperti biasa, Tuan Max melakukan kegiatan seperti sebelum-sebelumnya. Dia membuka beberapa kancing baju yang dikenakan Alea dan menenggelamkan wajahnya di sana. Bukan hanya itu dia mencium rakus bibir Alea hingga bengkak.

__ADS_1


Sang sopir yang tahu dengan adegan selanjutnya segera berinisiatif menekan tombol sekat penutup jok depan dan belakang.


Alea sama sekali tak memberontak karena dia sadar tak ada gunanya pula menolak meski tubuhnya merasa sangat letih karena semalam Tuan Maximo sudah membuat nya tak berdaya dan begadang semalaman.


"Kenapa pakai celana?" Tanya nya dengan suara serak. Dia menggeram kesal saat kesulitan menurun kan celana jeans yang dipakai Alea.


"besok lagi kau harus selalu memakai rok supaya mudah," Lanjut nya.


Astaga, pipi Alea yang memang sudah merah ini semakin merah mendengar penuturan frontal Tuan nya. Sebenarnya sih bukan sulit, tapi Tuan Max saja yang selalu tidak sabaran. Jika Alea memakai rok bahan biasa mungkin sudah terkoyak karena mudah di robek, tapi kini dia memakai jeans, walaupun Tuan Max terkenal kuat tapi tetap kesusahan kalau harus merobek jeans dari bahan yang sangat kuat.


Srekk


Srekk


"Tuan," Alea terkejut bukan main ketika baju atasan nya ikut dirobek. "saya tidak membawa baju ganti," Cicitnya yang sudah tak dihiraukan lagi karena Tuan Max sedang fokus mencari pengait penutup dada nya.


Srekk


Sekali lagi, Tuan Max merobek pakaian Alea saat tak sabar mencari pengait itu, kini keadaan Alea sudah setengah telanjang. Tuan Max segera melancarkan aksinya tanpa menatap Alea yang sudah kebingungan akan memakai apa nanti nya jika ingin keluar.


Andai saja dia memperkirakan akan hal ini sebelum nya, pasti Alea lebih memilih melanggar perintah Tuan nya dengan membawa satu stel baju ganti.

__ADS_1


"T-tuan," Alea sudah tak karuan saat tangan dan lidah Tuan Maximo sudah tak bisa dikondisikan lagi. Dan saat ini Tuan Max sedang memposisikan diri untuk menerobos memasuki Alea.


"T-tuan.." Panggil Alea lagi. Dia kembali terlena saat Tuan nya memperlakukan nya seperti ini. Alea bahkan sudah tak ingat lagi kalau mereka sedang melakukan di mobil berjalan. Apalagi saat Tuan Maximo terus memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Alea lupa akan segalanya.


"Panggil terus nama ku, Alea." Sahut Tuan Max.


"Aaaa..!" Alea menjerit saat tiba-tiba Tuan Max menggulingkan tubuh nya menjadi di bawah sedang laki-laki itu kini berada di atas tanpa melepaskan penyatuan.


Tuan Maximo kembali bergerak naik-turun dengan tempo lebih cepat dar sebelum nya. Saat ini dia merasa lebih leluasa dalam menggoyangkan tubuh nya karena tak ada Alea dibawah nya.


Namun tanpa disangka, Tuan Max kembali membawa Alea duduk di atasnya tanpa aba-aba. Hal itu membuat Alea kembali terkejut.


"Tuan..," Dessah Alea lagi.


"Bergerak lah, sayang. Panggil terus nama ku dengan suara indah mu," Perintah Tuan Max yang langsung di turuti Alea. Kini Alea yang bergerak naik-turun sesuai permintaan. Tapi ini bukan paksaan, pada dasarnya Alea juga menikmati percintaan. Kini memang Alea tidak lagi berberat hati saat Tuan nya menyuruh melayani karena pada akhirnya dia juga menikmati. Bahkan Alea diam-diam belajar agar bisa menyenangkan Tuan Maximo. Dia membaca beberapa artikel tips menyenangkan lawan jenis saat berhubungan. Namun sampai sekarang Alea belum pernah mempraktekan nya karena dia belum memiliki kesempatan menggoda Tuan Max. Bahkan belum menggoda saja Tuan Max sudah lebih dulu bergairah, itu sebabnya Alea kesulitan untuk menyenangkan Tuan.


"Ya, bagus sekali, Alea. Kau semakin pintar." Racau Tuan Max. Dia sangat senang karena Alea bisa memberinya kepuasan yang teramat.


"Apa saya boleh memberi tanda di sini?" Tanya Alea. Jari-jari nya menari-nari di dada bidang nya dengan begitu lihai yang semakin membuat Tuan Max tak berdaya.


"Lakukan sesuka mu, sayang." Sahut nya dengan suara serak yang terdengar seperti geraman tertahan. Tuan Max memang sedang menahan suaranya agar tak keluar yang nantinya pasti akan sangat menggangu pengguna jalan lain jika mendengar.

__ADS_1


__ADS_2