Budak Cinta Tuan Casanova

Budak Cinta Tuan Casanova
Bab. 24


__ADS_3

"Dasar tidak becus! Mencari satu wanita saja tidak bisa!"


Prank prank prank...,


Barang-barang di ruangan ini berhasil di luluh lantahkan Tuan Maximo. Amarah nya begitu menggebu-gebu hingga tak ada satu orang pun yang berani menenangkan.


"Sebenarnya kalian niat mencari tidak?! Kenapa mencari seorang wanita lemah saja tidak bisa, hah?!!"


Pyarr..!


Vas bunga yang menjadi hiasan meja kerjanya itu hancur berkeping-keping setelah menghantam lantai dengan sangat keras.


"T-tuan, kami sudah berusaha mencari ke seluruh penjuru kota namun sama sekali tidak ada jejak." Meski dengan suara gemetar, laki-laki berbadan besar dan berkepala plontos itu memberanikan diri berkata. Karena menang kenyataan nya seperti itu, "sepertinya ada seseorang yang membantu nya sembunyi dari Anda."


Rahang Tuan Maximo semakin mengeras, dia berjalan ke arah pengawal yang tadi berkata dengan tatapan yang semakin menggelap.


Tuan Maximo mencengkeram kuat kerah pakaian yang dipakai laki-laki itu hingga terbatuk-batuk karena kesulitan bernapas. "Apa katamu? Jadi kau mengatakan ada seseorang yang berniat membantu nya?" Tanya Tuan Maximo dengan tatapan sinis penuh kesombongan. Dia tidak yakin ada seseorang yang berani berbuat hal demikian, karena jika sampai itu terjadi maka itu artinya orang itu sedang mengantarkan nyawanya sendiri.


"I-iya, Tuan. Bukankah ini-"


Brakk..


Tendangan keras yang berasal dari arah pintu mampu mengalihkan perhatian semua orang termasuk Tuan Maximo. Laki-laki itu menggeram menahan amarah saat mendapati seorang pria yang baru saja menendang pintu ruangan nya ternyata adalah sahabat buruknya.

__ADS_1


"Hei, dude. Aku dengar wanita mu kabur?" Tanya nya diiringi tawa menjengkelkan menurut Tuan Maxim, hal itu semakin menyulutkan amarah Tuan Maximo.


"Diam, kau! Pergilah, jangan ganggu jika masih ingin melihat matahari terbit." Walaupun tidak membentak, tapi nada suara Tuan Maximo terkesan sangat dingin menandakan benar-benar tak ingin diganggu oleh makhluk yang baru saja datang itu.


"Keep calm, Dude. Aku kesini bukan untuk ber bela sungkawa atau menertawakan mu, aku kesini hanya ingin memastikan apakah teman gila ku masih waras atau tidak setelah ditinggal budak yang menjadi kesayangan nya."


"Sialan, kau!"


Plak..


Akhirnya satu kepalan tangan tuan Max berhasil mendarat di kepala Jack.


Auws.. Jack meringis merasakan kepalanya seperti ditimpa batu besar yang membuatnya nyut-nyutan.


"Hey, apa yang kau lakukan?! Kenapa kau melukai ku?!" Sahut nya bersungut-sungut seraya mengusap-usap kepalanya yang menjadi korban kekerasan.


"Sudah ku bilang, aku sedang tidak ingin di ganggu siapapun!" Tuan Maximo menatap nyalang teman baiknya. Dia tak perduli siapa yang berada dihadapan nya akan menjadi pelampiasan amarah jika berani menentang perintah nya.


"Tapi aku kesini berniat baik, aku hanya ingin kau sembuh dari kegilaan mu mencari satu wanita yang sudah kau pakai berkali-kali. Dan aku memiliki banyak wanita yang tak kalah cantik dari Alea juga masih perawan. Kau bisa mencobanya satu persatu untuk membuktikan." Sahutnya merasa bangga karena memiliki solusi dari masalah sahabat nya. Dia memang sudah bekerja keras merekrut banyak perempuan yang masih perawan dan memiliki tubuh hampir mirip Alea.


Namun yang ada justru tatapan Tuan Maximo semakin menggelap, nafasnya naik turun tak teratur membuat para pengawal merasa aura di ruangan ini semakin tak terkendali. Dia sangat tidak terima jika Alea diganti wanita lain. Alea ya Alea, tak ada siapapun yang mampu menggantikan posisi nya.


"PENGAWAL..! Seret dia! Jangan biarkan dia mendekati ku lagi!" Amarah Tuan Max ternyata sudah berada di ujung tanduk, dan akhirnya yang menjadi pelampiasan adalah saja sahabat nya sendiri. Para pengawal merasa nasib mereka masih beruntung karena diselamatkan oleh Tuan Jack.

__ADS_1


Mata Jack membulat sempurna hingga bola matanya hampir keluar dari tempatnya. Dia tak menyangka sahabat nya akan sekejam ini mengusir diri nya. Padahal niatnya sangat baik tadi, dia kesini ingin membantu Tuan Maximo yang sedang gila karena kehilangan wanita nya. Dan dia datang kesini untuk menawari wanita-wanita cantik bahkan ada juga yang masih perawan sebagai pengganti Alea. Tapi malah niat baiknya ini dibalas dengan keburukan yang teramat. Sungguh, dunia ini terlalu kejam bagi dirinya yang ingin menuntut keadilan.


"Apa yang kau lakukan, dude? Seharusnya kau berterima kasih padaku karena telah mencarikan banyak wanita perawan untuk mu bukan seperti ini yang mmpphh...!" Jack meronta-ronta saat beberapa orang berbadan kekar itu menutup mulut nya lalu menyeret nya keluar dari tempat ini.


Mereka menyeret laki-laki itu sampai ke gerbang depan setelah melucuti seluruh pakaian Jack hingga laki-laki itu dalam keadaan tak memakai satu helai kain pun.


Mereka tertawa keras melihat betapa mengenaskan nya sahabat Tuan nya ini, jarang-jarang mereka memiliki kesempatan mengerjai Jack. Oleh karena itu, salah satu diantara pengawal itu mengabadikan kejadian ini dengan memvideokan dan memfoto Jack yang sudah polos seperti kembali menjadi bayi baru lahir.


Dan sesuai perintah Tuan Maximo, mereka tak memberi kesempatan Jack bisa kembali kesini.


.


.


.


"Alea, kanapa sejak kita bertemu kau banyak melamun?" Tanya seorang pria yang berumur 3 tahun lebih tua darinya seraya menyentuh lengan Alea. Hal itu membuat Alea menoleh kearah laki-laki itu.


"Kau berkata apa?" Tanya Alea yang memang tak berkonsentrasi hingga tak mendengar apa saja yang sejak tadi laki-laki ceritakan.


Pria itu menghela nafas lemah, ingin sekali marah tapi ini adalah pertemuan pertama mereka setelah hampir satu bulan wanita itu menghilang. Bahkan diri nya hampir frustasi mencari nya, namun untung saja nasib baik masih berpihak hingga tanpa sengaja dia dapat menemukan gadis yang menjadi cinta pertama nya di sini.


Niat nya hanya ingin mengurusi pekerjaan, siapa sangka jika kedatangan nya kesini juga menjadi tempat pertemuan nya dengan Alea.

__ADS_1


"Sejak tadi aku menceritakan betapa khawatir nya aku saat Paman Smith mengatakan kau menghilang. Aku sudah mencari mu kemana-mana tapi tak kunjung menemukan mu. Alhasil aku bertemu kau disini. Sebenarnya kau ada masalah apa sampai kabur dari rumah? Kau tahu? Paman Smith sangat sedih karena kau tak pulang, bahkan kesehatan nya sampai memburuk, beberapa kali drop dan harus dirawat di rumah sakit."


Alea merasa tersayat-sayat hatinya mendengar ayah nya sakit. Dia tahu seberapa besar rasa cinta ayahnya terhadap diri nya, dan dia bisa merasakan seberapa besar rasa khawatir ayahnya saat dirinya tak pernah pulang ke rumah. Tapi semua ini karena perbuatan keji saudara tirinya. Andai saja ayahnya tak menikah lagi dengan wanita sihir itu mungkin Alea akan hidup bahagia bersama ayahnya karena tak mungkin diri nya dijual ke rumah bordir hingga bernasib sebagai budak Tuan Maximo.


__ADS_2