Budak Cinta Tuan Casanova

Budak Cinta Tuan Casanova
Perkara Pramugari


__ADS_3

Tanpa mereka sadari, kuda besi yang berharga ratusan juta dollar itu sudah parkir rapi berjejer pada beberapa mobil lainnya.


"Tuan, kita sudah sampai." Kata Alea mengingatkan setelah mereka baru saja mencapai kepuasan.


Tuan Max memang selalu tak puas hanya dengan sekali puncak, dan takut nya kali ini dia juga akan meminta lagi.


"Shitt," Umpat Tuan Max saat menyadari mereka telah sampai di Bandara.


"Tuan, saya tidak ada baju lagi." Cicit nya takut-takut. Alea benar-benar takut akan menaiki pesawat tanpa memakai pakaian. Secara Tuan Max itu pemaksa dan urat kemaluaan nya telah putus.


"Tidak usah pakai baju, aku lebih suka." Sahut nya dengan seringai tipis dibibir nya membuat Alea meneguk ludah nya kasar. Dia tak tahu harus berkata apa kali ini, dia tak mungkin mengiyakan perkataan konyol Tuan nya tapi jika menolak pun dia tak akan mampu.


Wajah Alea yang sangat memerah dan tampak kepanikan itu benar-benar menjadi kesenangan tersendiri.


"Hei, kau ini berpikir apa? Mana mungkin aku membiarkan tubuh wanita ku dilihat orang lain?" Tanya nya seraya mengambil jas milik nya yang sudah teronggok di bawah jok.


"Kau pakai ini dulu," Tuan Max kembali mendekati tubuh polos Alea dan memakaikan ke tubuh mungil wanita itu tanpa menggunakan pakaian dalam lebih dulu.


Setelah selesai mengancingkan seluruh nya, Tuan Max beralih memakai baju diri sendiri yang juga masih telanjang bulat. Dia hanya mengenakan celana hitam serta kemeja warna hitam karena jas yang dipakai sudah dikenakan Alea.


Saat pintu terbuka dan Alea akan turun, tangan nya ditarik Tuan Maximo lebih dulu.


"Sebentar, kau tidak boleh berjalan dengan keadaan seperti ini."

__ADS_1


Fyuuhhh ... Syukurlah, Alea merasa lega rasanya. Andai tuan Max membiarkan dia berjalan hanya mengenakan jas kebesaran yang bahkan dua dada nya tak tertutup sempurna, bahkan bagian bawah belakang nya itu terdapat belahan di sana sehingga membuat bokong mulus Alea terlihat jika bergerak.


Alea tak menyahuti perkataan Tuan Max, tapi bibir nya menampilkan senyum. Dia juga sudah mengira pasti akan ada orang yang mengirim baju untuk nya.


"Ayo," Ajak Tuan Max mengagetkan Alea yang tiba-tiba muncul dari pintu samping tempat duduk nya.


"Ha..?" Alea melongo dengan wajah cengo. Dia kira ramai tuan Max keluar karena ingin mengambilkan baju untuk nya, tapi kenapa dia tak memberi baju malah mengulurkan tangan?


"Baju saya mana, Tuan?" Tanya Alea yang masih loading memikirkan pemikiran Tuan nya.


"Baju? Untuk sementara kau memakai ini dulu. Sekarang kita segera pesawat. Sudah waktunya jam terbang." Sahut Tuan Max seraya mengulurkan dua tangan lalu membawa Alea ke dalam gendongan.


Astaga, Alea tak pernah mengira akan seperti ini akhirnya. Mereka berjalan dengan posisi Alea dalam gendongan Tuan Maximo ala-ala koala dengan disaksikan banyak orang yang sedang berlalu lalang melintas di sini.


Alea hanya bisa pasrah dan menyembunyikan kepala nya di dada bidang Tuan Maximo. Meski dia tak mengenal orang-orang yang sedang berlalu lalang tapi dia juga tetap memiliki rasa malu, malah seperti ingin menghilang saja jika dia memiliki kekuatan seperti jin.


Setelah menyembunyikan kepala yang menurut nya sudah terlalu lama, akhirnya dia bisa bernafas lega serasa mengamati sekeliling dengan hati was-was.


Alea segera menyembunyikan kepala nya kembali saat mendengar suara seorang perempuan yang sedang memberi instruksi, padahal itu hanya suara pramugari yang sedang menyapa Tuan Max di belakang Alea.


"Pergi dari sini. Wanita ku tidak nyaman ada orang lain." Perintah Tuan Max pada pramugari yang belum selesai bicara. Dia hanya tak ingin membuat Alea tak nyaman.


Pramugari itu tampak ketakutan mendengar suara tegas Tuan Max yang terdengar begitu menyeramkan. Dia menunduk memberi hormat dan segera berlalu dari sana. Tidak tahu kenapa Tuan nya ini sangat berbeda dari biasanya. Padahal jika perjalanan biasanya Tuan Max justru sering memakai tubuh pramugari itu atau terkadang menggunakan tubuh temannya dan seringkali menggunakan kedua-duanya.

__ADS_1


Dua pramugari itu memang pramugari khusus yang disewa saat mereka melakukan perjalanan bisnis menggunakan pesawat pribadi milik nya.


Wanita yang dipilih disini sudah diseleksi da dipilih langsung oleh Tuan Max. Dua wanita itu termasuk yang paling handal saat menyenangkan Tuan nya dan paling cantik diantara pramugari lain.


"Sudah tidak ada, jangan terus menyembunyikan wajah mu, Aku ingin melihat wajah menggoda mu." Tuan Maximo sedikit mengarahkan kepala Alea agar tidak lagi menyembunyikan wajah. Dan tatapan mereka bertemu, wajah Alea nampak bersemu mendengar kata-kata Tuan Max tadi.


"Tadi siapa?" Tanya Alea seperti tidak terlalu suka mendengar suara wanita yang mengajak Tuan Max bicara. Alea adalah seorang wanita, dia tahu bagaimana cara bicara wanita biasa dengan wanita yang memiliki maksud tertentu, dan wanita tadi sepertinya ingin sekali menggoda Tuan Max. Alea harus mencegah nya sebelum ini terjadi. Bagaimana pun Tuan Max sudah menyetujui persyaratan Alea, dan kesatria sejati harus memegang janji ya bukan?


"Hanya pramugari. Kenapa?" Sahut Tuan Max yang menyadari ada yang berbeda dengan nada ucapan Alea.


"Tidak ada, hanya bertanya." Sahut nya ketus. Membuat Tuan Maximo mengerutkan dahi. Tidak biasanya Alea berani ketus pada nya. Lalu apa masalahnya sampai membuat nya berubah seperti ini? Padahal tadi masih biasa-biasa saja.


"Kau, kenapa?" Tanya nya lagi untuk memastikan. Tuan Max menyentuh pipi Alea dan memberi usapan lembut.


"Apa benar dia hanya sebatas pramugari?"


Tuan Max semakin mengerutkan kening, dengan rahang sedikit mengeras. Sejak dulu dia tak suka jika ada siapa pun yang ikut campur kehidupan nya.


"Kenapa memang nya kalau dia tidak hanya sebatas pramugari?" Tanya nya menggeram menahan amarah.


Alea yang bahkan melihat amarah Tuan di matanya, dia tak merasa takut sedikitpun. Entah kenapa dia merasa hal ini perlu diklarifikasi.


"Tuan, kau tidak lupa dengan syarat yang saya ajukan bukan?" Tanya Alea sedikit ketus meski amarah Tuan Maximo hampir meledak tapi rupanya Alea tak merasa takut. Dia bukan nya cemburu jika Tuan Max berhubungan dengan wanita lain, Alea hanya jijik jika harus melayani tubuh yang sering bergonta-ganti wanita.

__ADS_1


"Ya ampun, Alea. Saat ini aku tidak membutuhkan wanita mana pun selain dirimu. Asal kau sanggup melayani ku dengan baik dan tak pernah menolak, kau akan menjadi satu-satunya wanita ku selama aku menginginkan mu." Jelas nya yang membuat hati Alea sedikit berdenyut nyeri. Perkataan Tuan Max sungguh memberi tamparan keras padanya. Tanpa sadar Tuan Maximo mengingatkan akan posisi nya yang hanya sebagai budak sekks, dan jika dia sudah bosan maka bisa diganti yang lain.


Alea tak lagi berkata apapun. Dia sedikit memalingkan wajah ke samping agar pandangan nya tak beradu dengan mata tajam Tuan Max yang akan semakin membuat nya terluka.


__ADS_2