Budak Cinta Tuan Casanova

Budak Cinta Tuan Casanova
Bab. 25


__ADS_3

Sudah sepuluh hari, waktu Tuan Maximo hanya dihabiskan untuk meneguk minuman beralkohol. Botol-botol minuman berserakan dimana-mana yang mampu memenuhi ruangan itu, kondisi tubuhnya sangat kacau dan tidak terawat. Laki-laki itu terus meracau menggumamkan nama Alea. Terkadang menangis, kadang pula tertawa mengingat kenangan indah yang diberikan Alea sebelum pergi. Dimana mereka melakukan percintaan hingga lima jam, dan ternyata itu adalah percintaan terakhir mereka. Tega sekali wanita itu, padahal hati tuan Maximo sudah melambung tinggi saat Alea memperlakukan nya begitu manis, nyatanya itu hanya perlakuan sekejap sebelum dia menjatuhkan sedalam-dalamnya hati Tuan Maximo.


Dia bahkan merasakan kalau dirinya sudah kehilangan jati dirinya. Tuan Maximo menyadari kalau dirinya benar-benar sangat membutuhkan Alea berada di samping nya bukan hanya sekedar penghangat ranjang, melainkan lebih dari itu. Tetapi dia sendiri masih ragu untuk mengekspresikan perasaan ini, dia tidak tahu apa-apa perihal hati. Selama ini dia mengira kalau dirinya memang manusia tak berhati karena tak pernah merasakan perasaan sakit hati, nyatanya dia belum pernah merasakan sakit hati karena memang belum pernah dikecewakan siapapun. Dia hanya memiliki perasaan dendam dan ambisi yang membara, selebihnya Tuan Maximo hanya menyenangkan diri dengan bermain-main banyak wanita sebagai penghilang penat akibat aktifitas pekerjaan.


"Alea, kau dimana? Pulang lah kemari, aku berjanji akan memperlakukan mu dengan baik. Aku janji tak akan pernah membuat mu menangis, aku janji tak akan menyakiti mu lagi. Kembali ke sini, Alea." Racau Tuan Maximo di sela-sela dirinya meneguk alkohol.


Meski dirinya sudah seperti orang tidak waras, tapi tak ada satu pun orang luar yang mengetahui. Petro menjaga ketat Tuan nya agar berita ini tak sampai melebar ke musuh yang nantinya akan semakin memperkeruh keadaan jika para musuhnya menyerang disaat Tuan nya sedang dalam kondisi tak baik-baik saja.


"Sudah, Tuan. Ini adalah botol ke dua puluh selama sehari ini. Jika kebanyakan minum, tidak akan baik untuk kondisi lambung." Seorang pengawal yang bertugas menjaga Tuan nya itu sedang membujuk orang setengah sadar itu untuk berhenti minum yang reaksinya seperti biasa, meski sudah dibujuk ratusan kali jika belum berhenti sendiri maka Tuan Maximo tak akan bisa berhenti minum. Terhitung sudah ke sepuluh kalinya dia membujuk Tuan Maximo namun tak membuahkan hasil dan dirinya sudah menyerah. Dia menelepon Tuan Petro agar dia sendiri yang membujuk Tuan Maximo. Setelah panggilan itu berakhir, pengawal itu akhirnya bernafas lega karena tugasnya cukup sampai disini dan dia dipersilahkan keluar dari tempat ini.


"Tuan, apa kau benar-benar sudah menyerah? Kau tak ingin mencari Alea? Bagaimana kalau wanita itu ternyata hidup bahagia bersama pria lain? Apakah kau akan membiarkan begitu saja?" Pancing Petro agar membangkitkan amarah Tuan Maximo. Hanya dengan begini Tuan Maximo akan kembali menopang tubuh dan bersemangat hidup.

__ADS_1


"A-alea bersama pria lian? Tidak! Aku tidak akan membiarkan itu sampai terjadi!" Sahut nya menggebu-gebu. Dia segera bangkit dari lantai dengan tubuh sempoyongan dan langsung di tangkap Petro.


"B-biarkan aku pergi, aku ingin mencari Alea. Aku tidak ingin Alea bersama laki-laki lain, dia adalah milikku dan selamanya tetap menjadi milikku!"


"Ya, kau benar, Tuan. Kau harus mencarinya, tapi melihat keadaan mu yang seperti ini aku jadi meragukan mu." Petro menatap remeh tuan nya dengan tujuan untuk kembali memancing amarah nya.


"Apa maksud mu? Apa menurut mu aku ini lemah, hah?!" Meski dengan tubuh sempoyongan tuan Maximo berusaha meraih kerah Petro dan mencekik nya. Petro tak berkutik, dia masih ingin melihat sejauh mana reaksi sang Tuan.


Nafas Tuan Maximo berubah berat dengan dada naik turun tak beraturan. Ternyata Tuan Maximo belum teler sepenuhnya, dia masih mendengar perkataan Petro hingga membuat gejolak amarah nya meningkat.


"Kau mengatai diriku pria lemah karena kau tak berada di posisi diriku!" Tuan Maximo semakin mencengkram kuat kerah Petro hingga laki-laki itu hampir kehilangan nafas jika dirinya tak segera mendorong tubuh sang Tuan hingga tumbang ke lantai.

__ADS_1


"Tentu saja aku tak akan pernah berada di posisi mu karena aku tak akan pernah jatuh cinta seperti dirimu! Jatuh cinta itu membuat manusia gila! Seperti kau kali ini, kau benar-benar sudah gila, Max!" Petro tak lagi berkata formal, kali ini dia sedang memposisikan diri nya sebagai sahabat Tuna Maximo. Petro memang tak berkeinginan memiliki hubungan apapun terhadap wanita kecuali hanya untuk senang-senang. Dan untuk mengantisipasi terjadinya perkara hati, Petro tidak akan meniduri wanita dua kali. Setiap Petro bermain-main selalu berganti-ganti pasangan bukan karena dia tak puas dengan satu dua wanita, tapi karena tak ingin terjadi jalinan cinta yang hanya akan membuat hidup nya semakin menderita saat patah hati.


"Siapa yang jatuh cinta?! Aku tidak jatuh cinta pada siapapun! Aku hanya menginginkan Alea selalu berada disisi ku karena itu membuat ku bahagia."


"Itu namanya jatuh cinta bodoh! Sebelumnya aku sudah memperingatkan mu untuk tak dekat-dekat dengan wanita, dan kau lihat sendiri akibatnya? Kau menjadi mengenaskan seperti ini hanya karena seorang wanita!" Petro menggelengkan kepalanya beberapa kali memandangi tubuh Tuan Maximo yang kembali merosot ke lantai dengan keadaan tubuh acak-acakan dan kotor.


"Hahahaha, kau belum tahu saja bagaimana rasanya dekat dengan seorang wanita. Kau akan merasa hidup mu lebih bermakna. Hari-hari mu terasa lebih menyenangkan saat ada yang menunggu mu pulang. Kau akan merasakan kedamaian saat menatap wajah nya yang sangat cantik, tubuhnya begitu membuat ku candu hingga aku ingin terus-terusan menidurinya." Sahutnya yang merupakan racauan tak jelas dari mulut beo nya.


Cinta itu memang indah, tapi disaat yang bersamaan juga mendatangkan rasa perih yang teramat dahsyat nya saat ditinggalkan. Entah itu ditinggalkan karena tak saling mencinta atau karena adanya penghalang yang tak bisa dihindari seperti kematian.


"Cih, Tapi faktanya kini hidup mu bahkan lebih menyedihkan dari sebelumnya. Sebelum mengenal Alea kau bisa bersenang-senang dengan banyak wanita tanpa takut dikekang, kau akan melakukan apapun tanpa mempertimbangkan karena hidup mu masih bebas. Tapi ingatlah setelah kau bersama Alea, apapun yang ingin kau lakukan bahkan selalu kau pertimbangkan lebih dulu karena takut Alea mu akan sedih. Cih, benar-benar menyebalkan!"

__ADS_1


__ADS_2