Bukan Cinta Sesaat

Bukan Cinta Sesaat
BCS - Kemarahan Bian


__ADS_3

Bian melangkah cepat ke divisi staff dan administrasi bersama dengan Dika yang tergopoh di belakangnya.


BRAK.. Pintu kaca terbuka kasar. Sontak semua karyawan menatap heran ke arahnya. Aura dingin tampak di wajahnya yang tampan. Tidak biasanya, Bian terlihat marah entah apa sebabnya.


"Dimana Robert?" pertanyaan itu ditujukan pada siapa saja di ruangan itu


"Pak Robert, dia sedang meeting dengan client Pak." ujar Sherly menjawab dengan takut-takut.


"Diantara kalian? Siapa yang ikut campur dalam pemecatan Casey?" tanya Bian tanpa basa basi


Semua karyawan saling pandang. Tertunduk dan tidak berani berkata apapun.


"Dika cek kamera pengawas. Jika ku temukan salah seorang dari kalian ikut serta dalam pemecatan Casey. Maka aku pastikan divisi ini akan dinonaktifkan! Aku akan mengganti kalian semua dengan orang yang lebih berkompeten." ancam Bian meninggalkan ruangan.


"Pak Dika, apa yang terjadi?" tanya Sherly memberanikan diri bertanya


"Nona Valencia bukan orang sembarangan. Dia wanita istimewa untuk Pak Bastian. Jadi, sekecil apapun hal yang mengusiknya pasti akan berakhir tidak baik!" ujar Dika mengikuti Bian ke ruang pertemuan.


"Jadi, rumor itu benar? Surat cinta yang Casey tulis memang untuk Pak Bastian?" tanya Sherly menatap ke arah semua rekannya.


"Dan konyolnya Pak Bastian menerima semua itu dengan mudah. Apa Casey terang-terangan menembaknya?" tebak Putri


"Gadis itu, sudah pergi masih meninggalkan masalah!" gerutu Willy dengan tangan mengepal.


"Mey, ayo kita susul Pak Bastian ke ruang pertemuan. Aku penasaran dengan apa yang terjadi setelah ini." ajak Sherly


Bian mengetuk pintu dengan sopan. Tampak Bu Beny dari K.A Corp duduk berhadapan dengan Robert.


"Selamat datang di F.H group Bu Beny. Maafkan saya yang terlambat menyambut anda." Basa basi Bian disambut ramah oleh wanita paruh baya di hadapannya.


"Saya senang akhirnya bisa melihat anda secara langsung Pak Bastian. Setelah sakit yang papa anda derita, saya hanya mendengar kabar dan berita tentang anda." tukas Beny sama ramahnya


"Bagaimana dengan proyek perluasan pabrik Bu Beny? Apa sejauh ini berjalan lancar?" tanya Bian


"Pak Robert memang ahli dalam perhitungan biaya. Berkat dia saya mendapat harga dan kualitas yang bagus. Dia hebat sekali!" puji Beny ditanggapi dengan tatapan bangga oleh Pak Robert.


"Baiklah kalau begitu, tapi sepertinya ini sudah lewat jam makan siang. Sebagai ucapan terima kasih saya, karena anda telah mempercayakan proyek besar ini pada kami. Biarkan asisten saya mentraktir anda makan siang." ujar Bian

__ADS_1


" Wah kebetulan sekali, saya memang belum makan." balas Beny


"Dika, tolong antarkan Bu Beny ke restoran seafood langganan saya." ujar Bian menyerahkan blackcardnya pada Dika


"Baik Pak. Saya permisi dulu." pamit Dika sedikit membungkuk lalu melangkah pergi.


Sementara Bian masih di ruangan yang sama dengan Robert. Bian menyilangkan kakinya lalu menyandar pada sofa panjang di hadapan Robert. Berusaha bersikap santai sambil terus menatap Robert. Robert merasa sedikit salah tingkah dengan tindakan Bian.


"Pak Robert, apa map merah yang ku titipkan pada kekasihku, Casey sudah anda terima?" Sengaja menambahkan kata kekasih untuk melihat respon Robert.


"Map merah? Maksudnya.." tanya Robert sedikit kebingungan


"Proporsal pengajuanmu tentang proyek taman di kota B. Aku juga menambahakan catatan untuk segera kau revisi. Apa Casey belum memberikannya padamu?" pertanyaan yang sama masih Bian ajukan


Robert terdiam. "Itu.. tadi Casey meminta cuti dadakan Pak." bohong Robert


Bian tersenyum. Perlahan memperbaiki posisi duduknya. Menatap tajam ke arah Robert.


"Meminta cuti atau kau pecat secara sepihak?" tanya Bian


"Saya hanya .. Melakukan hal yang benar Pak." tukas Robert


"Anda tahu kan, Casey sudah mengacaukan meeting dengan dewan direksi kemarin. Dan hari ini, dia bahkan menggemparkan kantor dengan surat cintanya yang aneh. Saya juga mendengar dari beberapa bawahan saya. Kalau dia berniat menggoda anda Pak Bastian. Itu kesalahan fatal bagi saya." Dengan percaya diri Robert menerangkan kesalahan Casey pada Bian


Bian tertawa lalu sedetik kemudian memandang sinis ke arah Robert.


"Apa kau mengabaikan kalimatku barusan? Bukankah sudah ku katakan bahwa Casey kekasihku.Tidak perduli seberapa cerobohnya dia, dia tetaplah kekasih atasanmu Robert! Jika kau masih sayang dengan posisimu, bawa dia kembali ke hadapanku. Sekarang!" Kalimat sekarang Bian ucapkan penuh penekanan.


Robert bergetar. Dalam hatinya tidak menyangka bahwa gadis yang tidak kompeten itu adalah kekasih atasannya. Selama ini mereka tidak pernah terlihat bersama. Bahkan saling acuh ketika bertemu. Namun kenapa tiba-tiba?


"Cepat Robert!" teriak Bian membuyarkan lamunannya.


"Ba.. Baik Pak."


Bian mengumpat kesal. Segera dia menekan beberapa nomor di ponselnya.


"Johan, apa kau tahu dimana Casey tinggal?" tanya Bian tanpa basa basi

__ADS_1


"Saya pernah mengantar ke rumah orang tuanya. Tapi belakangan ini, Casey bercerita kalau dia memilih untuk tinggal di kamar sewa Pak." balas Johan


"Apa kau tahu dimana itu?" tanya Bian lagi


"Maaf Pak. Saya juga belum pernah kesana." balas Bian


"Tinggalkan lokasi proyek dan kembali ke kantor secepatnya!" titah Bian tak terbantahkan


Kaki panjangnya melangkah keluar, kembali menuju ke Divisi Staff.


"Diantara kalian? Apa ada yang tahu dimana Casey tinggal?" tanya Bian begitu pintu terbuka


Semua orang terdiam. Tidak ada satupun yang tahu. Bahkan tidak ada yang peduli dengan itu.


"Ah sial! Temukan Casey dan bawa dia kembali. Jika tidak, kalian semua akan ku pecat!" teriak Bian dengan amarahnya.


Bian mengusap wajahnya kasar. Kakinya melangkah gusar kembali ke ruangannya. Tampak Alex terkejut melihat betapa murkanya Bian atas pemecatan Casey.


"Sudah ku bilang, kau harus bertindak cepat. Sekarang kau bahkan kehilangan dia lagi, sebelum sempat menyatakan cintamu." ledek Alex


"Diamlah Alex! Jangan memancing emosiku!" ujar Bian


"Tapi kau sudah membuatnya terjebak dengan one night stand denganmu? Bukankah itu cukup untuk menebus rasa rindumu?" tanya Alex dengan tawa mengejek


"Tidak akan pernah cukup! Perasaan ini, tidak berbatas waktu Alex! Berhentilah meledek dan bantulah aku berpikir." ujar Bian mencengkeram kerah baju Alex


"Apa kau sudah memeriksa mejanya? Siapa tahu ada sesuatu yang tertinggal disana." ujar Alex dengan tenangnya


Perlahan cengkeraman Bian mengendur.


"Ini, hasil rekaman kamera pengawas yang kau inginkan. Dika memberitahuku untuk memintanya, ku harap kau tidak bertambah marah." uajr Alex memutar laptopnya


Bian mengamati dengan seksama, bagaimana Robert mengintimidasi Casey, juga ejekan rekan kerjanya yang menyebalkan. Dan satu yang menjadi fokus Bian. Saat mereka kegirangan begitu Casey meninggalkan ruangan.


"Keterlaluan!" umpatnya


"Kristina, pecat seluruh karyawan yang bekerja di divisi staff dan administrasi. Suruh mereka berkemas dan jangan beri pesangon!"

__ADS_1


__ADS_2