
"Pak Bastian, saya menemukan ini di meja Casey." ujar Dika tanpa mengetuk pintu
Bian memutar kursinya, menatap kotak kecil berwarna silver yang Dika bawa. Bian mengambilnya lalu perlahan membukanya. Beberapa foto curian saat Bian masih sekolah dulu telah Casey koleksi di kotak tersebut. Ada beberapa foto yang sengaja dipotong dan disandingkan menggunakan lem. Tertulis *Cinta sejati* Bian menarik sudut bibirnya ke atas. Terbentuk lengkungan indah yang menambah sempurna ketampanan Bian. Bian megeluarkan semua isinya dan tampak sepucuk surat yang diletakkan di paling bawah.
*Jika kau menemukan ini, itu tandanya aku sudah berhasil menemukanmu*
Bian tertawa hambar. "Aku sudah menemukanmu Casey, tapi keterlambatanku membuatmu terlepas lagi."
Bian menutup kembali kotak itu dan memasukkannya ke dalam laci.
"Dika temani aku minum."
Casey bisa terbangun dengan segar. Rasa lelah dan kesedihannya kemarin telah berganti hanya dalam semalam saja. Casey mendapati notifikasi web kantor yang terus berbunyi. Kedua matanya membulat sempurna saat sebuah headline muncul paling atas.
"DIVISI STAFF DAN ADMINISTRASI TELAH DINONAKTIFKAN. Seluruh pekerjanya di PHK secara bersamaan"
"Apa yang terjadi? Kenapa bisa begini?" gumam Casey menscroll pengumuman itu ke bawah. Ada laman yang memberitakan tentang pencarian karyawan baru untuk divisi baru di F.h Group. Divisi Pengelolaaan. Begitu tertulis di bawahnya
"Hah! Setelah memecatku dan menertawakanku kemarin. Akhirnya kalian mendapatkan karmanya. Hah! Biar saja. Yang penting aku sudah dapat pekerjaan baru.
Setelah meninggalkan ponselnya di nakas, ada notifikasi baru yang muncul.
"SIAPAPUN YANG BISA MEMBAWA CASEY VALENCIA KEMBALI. Akan mendapat bonus tambahan 10x lipat dari gaji" Sayangnya Casey bahkan tidak sempat membacanya.
Seusainya mandi, Casey memilih pakaian yang paling nyaman untuk berkendara. Hotpant pendek dan kaos oversize berwarna putih, membuat kakinya terlihat jenjang. Casey mengambil tas selempangnya dan meninggalkan kamar sewa.
Casey berada di halte yang sama, masih pukul 8 pagi. Seperti biasa sepasang earphone bertengger di telinganya. Samar-samar Dika yang kebetulan lewat di daerah itu, melihat ke arah Casey.
"Pak Bastian, sepertinya wanita yang duduk di halte itu adalah Casey." tukas Dika berbisik pelan ke arah Bian
Bian menghela napasnya. "Kemarin aku juga melihat pemandangan yang sama. Sempat ku ikuti kemana bus itu pergi. Tapi sesampainya di tujuan, dia bukan Casey." balasnya pasrah.
Dika terdiam sambil terus mengamati wajah yang tak asing itu. Lampu hijau menyala, bersamaan dengan datangnya bus umum yang Casey tunggu.
Casey duduk di deretan paling belakang. Bersebelahan dengan pria aneh yang memakai topi beret dan kacamata hitamnya. Casey menatap pria itu, terasa tak asing.
"Apa ada yang aneh dari wajahku?" suara bass pria itu terdengar.
Casey menoleh. Tampak pria itu membuka kacamatanya.
"Bos.." pekik Casey melihat Satoo juga naik bus umum
"Mobilku rusak, jadi aku menumpang agar tiba tepat waktu." tukas Satoo tanpa Casey bertanya
"Bukankah tuan pemiliknya, dan bisa datang pergi semau tuan?" tanya Casey
__ADS_1
"Aku harus memberi contoh pada karyawan baruku." Satoo tersenyum simpul
Casey terdiam. Menikmati musik sepanjang perjalanan. Casey dan Satoo turun bersamaan. Namun tetap membayar sendiri-sendiri.
"Masuklah lebih dulu. Biar ku siapkan kendaraan yang kau gunakan nanti." tukas Satoo berjalan ke samping resto.
Casey membuka restoran dan menyapa ramah karyawan yang lain.
"Ah, kau masih sangat muda. Siapa namamu." tanya Yamada, seorang koki gendut yang sedikit lebih tua dari Satoo
"Iya Pak, nama saya Casey." Casey memperkenalkan diri
"No! Jangan memanggilku Pak. Panggil kak saja ya!" tukas Yamada
"Baik Kak."
"Mau saja kau diperdaya olehnya Casey. Panggil saja dia kakek!" seloroh Nanda, kasir di resto itu.
"Ah.. Kakak bisa saja!" Casey tertawa mendapat ledekan itu
"Pesanan pertama!" teriak Sindy dari depan.
"Tugas pertamamu, mengantar pesanan ke F.h Gorup." tukas Satoo sekembalinya dari garasi
"F.h Group?" Casey memastikan
"Matilah aku!" gumam Casey
Casey sudah siap di sepeda motornya. Bersama pesanan di box belakang. Casey memakai masker dan sarung tangan lengkap.
"Baiklah, aku harus kembali ke tempat sialan itu! Tapi mau bagaimana lagi, setidaknya mereka yang menertawakanku kemarin sudah lenyap dari perusahaan!" Casey tertawa sinis. Dinyalakannya mesin motor lalu mulai berkendara.
Bian termenung selama rapat berlangsung. Samuel menerangkan progress projek bagian timur kota B. Dika yang sedari tadi mengamati ketidakfokusan Bian, memilih untuk menyimak materi dengan baik. Sementara Alex masih tersenyum samar.
"Ehem, Pak Bastian. Bagaimana pendapat anda mengenai Comic Apartemen yang pembangunanya sudah 60% ini?" tanya Alex
Bian bergeming. Tidak sedikit pun menanggapi pertanyaan Alex.
"Pak Bastian?" panggil Samuel
Bian tergagap. "Sampai mana bahasan kita tadi?"
Dika berdeham. "Progressnya sudah sampai 60% Pak Bastian. Sejauh ini belum ada kendala. Pak Samuel berniat menambah beberapa taman baru di sekitar apartemen."
"Owh, bagaimana jika kita makan siang dulu?" tanya Bian
__ADS_1
Semua saling pandang.
"Saya pesankan ke restoran langganan Bapak." tukas Dika minta ijin untuk keluar
Tak sampai satu jam, Casey sudah sampai di depan F.h Group. Dengan gugup, Casey memarkirkan kendaraannya. Casey mengendap layaknya seorang pencuri, berjalan melewati koridor kantor. Casey melihat kantor yang ramai lalu lalang pekerja yang hendak makan siang.
"Permisi, saya dari Samune Resto. Ingin mengantarkan pesanan atas nama Rahardika." ujar Casey semakin menekan ke bawah topinya
"Mari saya antar ke ruangan meeting." ujar Celline, karyawati bagian informasi.
Casey mengekor di belakang Celline.
"Tunggu disini sebentar ya!" ujar Celline mengetuk pintu dan masuk ke dalam
"Permisi Pak Dika, ada kurir dari Samune resto ingin mengantar makanan." tukas Celline sopan
"Akhirnya yang ditunggu tiba juga!" Ujar Alex meregangkan badannya.
"Suruh dia masuk Celline." ujar Dika
Celline undur diri. Lalu memanggil masuk Casey.
"Silahkan masuk." ujar Celline mempersilakan
Casey masuk ke ruangan meeting yang terang. Lampu telah dinyalakan tanda meeting sudah selesai. Lalu berjalan memberikan pesanan sesuai yang Dika sebutkan. Casey memutari meja. Menurunkan isi tas deliverynya dengan hati-hati. Tak lupa dengan sendok dan sumpitnya.
"Ini pesanan anda tuan. Okonomiyaki dan Shoga-Yu." ujar Casey menyerahkan pesanan Alex.
Mata Alex memicing, merasa tak asing dengan gadis pengantar makanan di sebelahnya.
"Siapa namamu nona?" tanya Alex
Casey melirik ke arah Alex.
"Cia. Nama saya Cia tuan." ujar Casey
Seketika Bian mendongakkan kepalanya. Entah kenapa begitu familier dengan suara Casey.
"Kau cantik." puji Alex membuka kotak makanannya
"Ini Shasimi dan Gyoza. Untuk minumannya Yuzu Cha." ujar Casey meletakkan makanan di hadapan Bian.
Bian menatap ke arah Casey. Rambutnya yang diikat kepang kuda menampilkan leher jenjang bernoda seperti yang pernah Bian lihat sebelumnya.
"Apa Satoo yang menyuruhmu kemari?" tanya Bian
__ADS_1
"I.. Iya tuan." Casey semakin kikuk.
"Bisakah kau melepas topimu? Sepertinya aku pernah mengenalmu."