
"Aku berpikiran sama denganmu Alex, apa ada kabar baik yang kita lewatkan?" imbuh Dika menatap ke arah Bian dengan seulas senyum
"Bian, apa ini?" tanya alex menyingkap kerah baju Bian.
"Ah ini..."
"Tidak mungkin kan ada harimau kecil yang masuk ke kamar hotelmu?" goda Alex mengedipkan sebelah matanya
"Ehem.." Dehaman Dika mengalihkan pandangan Alex.
"Ah, Nona Valencia sudah tiba." tukas Alex menatap ke arah Casey yang mematung bersama Maya
Bian menoleh, menatap lekat Casey dari bawah ke atas. Sempurna. Hanya di mata Bian, Casey kian cantik dan seksi. Di mata orang lain, Casey hanya gadis biasa. Bian memalingkan mukanya, debaran jantungnya semakin kacau.
"Kemarilah nona. Kami sudah menyiapkan tempat istimewa untuk anda." ujar Dika menarik kursi di samping Bian
"Eee Pak Dika, bisakah kita bertukar tempat? Aku merasa tidak nyaman duduk di sebelah.." Casey melirik ke arah Bian yang memainkan ponselnya
Dika melirik ke arah Alex dan mendapat anggukan kepala.
"Baiklah silahkan." Dika menarik mundur kursi yang dia duduki.
"Tidak ada yang mengijinkanmu duduk di sebelah pria lain Nona Valencia." ujar Bian tanpa menoleh
"Tapi, ini hanya tempat duduk untuk sarapan. Apa salahnya?" protes Casey
"Dan ini juga tempat duduk. Apa bedanya?" balas Bian menarik kursi sebelahnya untuk Casey
Casey membuang napas kasar dan membanting pantatnya di kursi yang Bian sediakan.
"Apa sudah tidak sakit lagi? Kau duduk dengan kasar tadi." bisik Bian
Wajah Casey memerah. Teringat kejadian konyol semalam dan pertanyaan sarkastik Bian membuatnya semakin merasa malu.
"Silahkan tuan dan nyonya." dua orang waitress datang menurunkan makanan dari baki.
Dua potong waffle, setumpuk pancake bersiram madu, salad sayur dan buah, juga beberapa potong sandwich dihidangkan. Casey menelan ludahnya mendapati keju yang meleleh diantara potongan sandwich di hadapan Alex.
"Kau mau ini?" tanya Bian menyadari arah pandangan Casey
"Jika diperbolehkan." ujar Casey
"Selera kita sama. Aku juga pecinta keju nona Valencia." ujar Alex sengaja menggoda Bian
"Tidak ada keju untukmu Alex." Bian menarik piring sandwich itu ke hadapan Casey.
"Nikmatilah, kau butuh banyak tenaga untuk pekerjaan hari ini." ujar Bian membuka bungkusan tisu yang menutupi sendok makannya.
__ADS_1
Casey mengambil sandwich itu dengan tangan. Menggigit dengan potongan besar dan mengunyahnya perlahan.
"Enak sekali. Aku dengar menu sarapan di hotel berbintang itu istimewa. Ternyata lebih dari yang ku bayangkan." Casey melahap habis sisa potongannya hingga kejunya meluber ke sekitar mulutnya.
"Pelan-pelan." Bian mengusap sudut bibir Casey.
Seketika dua orang ini saling menatap. Casey tertegun. Tiba-tiba pandangannya fokus pada bibir Bian yang merah. Casey menelan ludahnya, ingatan kejadian semalam menghantuinya lagi.
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Bian.
Cepat-cepat Casey mengambil tisu dan mengelap mulutnya sendiri.
Alex berdeham. Saling pandang dengan Dika yang mengulum senyum.
"Setelah ini aku dan Dika akan meninjau pembangunan ruko di pinggiran kota. Kau bisa ke kantor bersama Maya." tukas Bian
"Kau bisa berangkat bersamaku Nona Valencia, kebetulan hari ini aku harus menggantikan atasanmu untuk meeting di kantor!" tawar Alex yang dibalas dengan mata melotot oleh Bian.
Alex tertawa. "Lihatlah atasanmu ini, sama sekali tidak bisa diajak bercanda."
Casey menoleh ke arah Bian. Memang Bian menatap tajam ke arah Alex. Tapi kenapa? Toh dia hanya berangkat bersama? Tanpa pikir panjang, Casey menghabiskan susu hangat miliknya.
"Saya harus pergi sekarang. Ini sudah sangat terlambat." tukas Casey lalu berdiri membungkuk hormat.
"Bawa ini!" Bian memberikan map merah tebal kepada Casey.
"Berikan ini pada Pak Robert. Sampaikan padanya, proporsal yang dia ajukan sudah ku teliti. Aku juga menambahkan tulisan merah yang harus direvisi. Jika dia berani memarahimu karena terlambat, katakan. Kau diminta mengambil dokumen ini ke rumah. Mengerti?" ujar Bian
Casey mengangguk paham. "Ah jadi pria ini berusaha menggunakan otoritasnya untuk melindungiku? Baiklah. Ku anggap ini sebagai permohonan maafnya." batin Casey
"Mari nona." Maya menawarkan kembali lengannya. Casey mengamitnya seolah sudah terbiasa berjalan di sisi Maya.
"Apa Pak Bastian selalu seperti itu?" tanya Casey begitu tiba di dalam mobil
"Maksud anda nona?" Maya balik bertanya
"Sikap suka memerintahnya, apa dia juga begitu padamu?" tanya Casey
Maya tersenyum. "Anda belum mengenalnya dengan baik nona. Dia keras di luar tapi lembut di dalam. Sebenarnya dia bos yang sangat pengertian. Jika di luar pekerjaan, sikap bossynya tidak akan berlaku lagi. Dia menganggap kami seperti saudara."
"Tapi soal semalam...." gumam Casey
"Apa dia juga sering seperti itu?" lanjut Casey
Maya mengernyit. Terdiam beberapa saat, lalu Casey berkata lagi, "Lupakan!"
Maya tersenyum. "Percayalah Nona, Pak Bastian bukan tipe pria seperti itu. Dan setahu saya baru nona.."
__ADS_1
Mobil mereka berhenti di depan kantor.
"Terima kasih." tukas Casey
"Jadi dia tidak seperti itu, mungkin yang semalam memang murni kecelakaan." batin Casey
Casey menarik napas dalam-dalam, manguatkan mentalnya untuk masuk ke dalam kantor. Tatapan aneh dari karyawan lain masih sama seperti kemarin. Ditertawakan tanpa sebab dan digunjing sana sini karena surat cinta sialan yang kemarin dia sebarkan.
"Orang-orang ini. Jika saja aku bisa, aku akan meminta Pak Bastian memecat kalian semua." gumam Casey berjalan cepat menuju ruangannya.
Pintu kaca itu terbuka.
DAMN!!! Sorak sorai terdengar menyambutnya.
"Owh penulis surat cinta terbaik datang terlambat rupanya." sindir Sherly
"Setelah membuat kekacauan di meja rapat dan mempermalukan divisi kita, masih berani datang kemari?" imbuh Willy dengan pertanyaan pedasnya
"Apa kau kira ini kantor nenekmu? Kau terus saja berbuat kesalahan Casey!" ujar Robert yang datang dari arah belakang
Casey berbalik sedikit membungkuk untuk menyapanya.
"Berapa kali kau terlambat dalam seminggu ini?" tanya Robert
"Saya... Saya lupa." balas Casey ketakutan
"Saking seringnya Pak!" ujar Meylani dari meja kerjanya
"Apa maumu Casey? Setelah mempermalukanku di depan dewan direksi, sekarang kau malah menyebarkan surat cintamu itu ke web perusahaan?" tanya Robert dengan garang
"Web perusahaan? Saya tidak..." tanya Casey tak mengerti
"Baca ini baik-baik Casey!" Willy memberikan ponselnya.
Casey membaca tiap kata yang diupload oleh akun miliknya.
"Saya tidak pernah mengirimkan ini Pak Robert. Pasti ada kesalahan." gumam Casey
"Sudah jelas akunmu lah yang membagikannya Casey, apa kau berniat main-main denganku?" tanya Robert
"Tapi bukan saya yang..." Casey menoleh ke arah Meylani
"Kau lah yang membagikannya!" tuduh Casey pada rekan kerjanya itu
"Apa untungnya bagiku Casey? Kau sendiri tahu, aku sibuk dengan pekerjaanku. Jangan asal menuduh!" tukas Meylani
Casey menyalakan PC nya. Membuka laman email yang terhubung ke ponselnya. Mencari histori kapan tulisannya beredar. Pukul 10 malam diperbarui dari ponsel. Casey membuka ponselnya. Kedua matanya membulat sempurna. Wajahnya tampak pucat dengan keringat dingin bercucuran.
__ADS_1
"Sekarang kau tahu bukan, siapa pelakunya?