Bukan Cinta Sesaat

Bukan Cinta Sesaat
BCS - Cia ada dua?


__ADS_3

"Bisakah kau melepas topimu? Sepertinya aku pernah mengenalmu." ucapan Bian membuat Casey membeku.


Casey menunduk semakin dalam, takut dipermalukan lagi untuk kedua kalinya di ruangan ini.


"Permisi Pak Bastian, Pak Anton telah menunggu di ruangan anda." tukas Terry memberitahukan kedatangan paman Bian.


"Aku akan kesana. Dika nanti tolong rapikan ini ya!" titah Bian lalu pergi mengikuti Terry


"Syukurlah. Identitasku aman." batin Casey


"Saya permisi dulu Pak." pamitnya segera meninggalkan ruangan


Alex masih menatap lekat ke arah Casey sampai gadis itu menghilang di balik pintu.


"Apa kau memikirkan hal yang sama denganku Dika?" tanya Alex setengah berbisik


"Aku juga mencurigainya Pak. Apa bapak berniat melakukan penyelidikan diam-diam?" Balas Dika


Alex berdeham. "Besok setelah perekrutan selesai. Aku akan ke tempat Satoo. Sampaikan pada Bian, aku pergi mengunjungi ibuku."


Dika mengangguk paham.


Sementara di ruang CEO, Bian menghampiri Anton yang tengah duduk di sofa dengan teh manis di hadapannya.


"Paman, apa kabar?" tanya Bian menjabat tangan Anton


"Aku baik. Bagaimana denganmu Bian? Lama sekali kau tidak mengunjungi papamu." tukas Anton


"Aku baik paman. Hanya saja.. Ah, bagaimana keadaan papa?" tanya Bian


"Tidak ada kemajuan yang signifikan. Kondisinya masih sama dengan yang terakhir kau lihat. Papamu baru bisa menggerakkan jarinya. Hanya beberapa jari tangannya." terang Anton


Bian menghela napas.


"Kapan kau akan menikah Bian? Tidakkah kau khawatir, jika wanita ular itu melakukan sesuatu?" tanya Anton


"Sebenarnya aku sudah bertemu gadis itu paman. Hanya saja, dia kembali menghilang karena kecerobohanku." balas Bian dengan raut sedih


"Sudah coba melacak nomor ponselnya? Semestinya, dia meninggalkan kontak saat melamar pekerjaan disini dulu. Kau bisa melacaknya Bian." terang Anton


Bian terdiam. Di dalam hati merutuki kebod*hannya sendiri. Kenapa tidak dia lakukan sejak kemarin, padahal dia mampu untuk hal ini. Bian hanya membalas Anton dengan senyum simpul. Dalam hati, tersirat kembali harapan untuk menemukan Casey.


Casey telah tiba kembali di Samune Resto. Setelah memarkirkan motor dengan benar, Casey melangkah masuk. Namun terhenti ketika melihat seorang gadis bertubuh kurus dengan tinggi yang sama dengannya tengah mengobrol bersama Nanda.


"Casey, masuklah. Sekarang kau dapat rekan baru." Ujar Nanda


Gadis berambut pendek itu menoleh. Senyumnya seimut anime Jepang. Matanya berwarna cokelat cerah dengan poni depan yang berserakan.

__ADS_1


"Kak Casey, kenalkan namaku Cia!" ujar Cia mengulurkan tangannya


Casey tertegun sejenak. Baru saja dia menyamar dengan nama itu di F.H Group, sekarang sudah ada Cia sungguhan di hadapannya.


"Aku Casey." balas Casey dengan senyum manisnya


"Kak Casey cantik sekali ya! Pasti pacarnya tampan." ujar Cia polos


Casey hanya mampu mengulum senyumnya. Buru-buru punya pacar. Menyukai satu orang saja, Casey tidak tahu dimana keberadaannya.


"Kalian bisa sharing mengenai pekerjaan ini Casey, dan pastinya kau tidak akan terlalu kelelahan." tukas Satoo yang keluar dari ruangannya.


"Baik Boss!"


"Casey, antarkan pesanan di perumahan Darwis ya!" teriak Shindy


"Aku datang!"


Bian hanya menatap malas pasta yang ada di hadapannya. Makan malam yang tidak menyenangkan ini sepertinya akan berakhir di tempat sampah. Entahlah, sejak kepergian Casey mood Bian mendadak turun drastis. Tidak ada lagi semangat, bahkan otaknya hanya dipenuhi spekulasi aneh untuk menemukan Casey.


Dika berdeham, "Pak Bastian. Apa anda berniat pulang sekarang?"


"Menurutmu, kenapa Casey memalsukan data karyawannya? Apa dia sedang dalam kesulitan? Atau diincar penagih hutang?" pertanyaan yang sama Bian lontarkan untuk ketiga kalinya.


Dika hanya tersenyum, sadar bosnya tengah patah hati. Dika tidak lagi banyak bicara.


"Apa kau butuh wanita juga, Bian?" tanya Alex


Bian menatap tajam sepupunya.


"Kau sudah tahu apa jawabanku kan?" BLAM.. Pintu ditutup dengan kasar.


Sebotol Campagne menemani Bian di ruangan VIP bersama dua pria yang terus saja menggodanya. Bian bergeming, mengabaikan ejekan Alex yang terasa panas di telinganya.


"Pasti gadis itu merasa tertekan Bian. Harga dirinya terluka karena perbuatanmu!" seloroh Alex


"Apa dia akan memaafkanku? Apa dia akan kembali padaku? Apa dia masih menyimpan perasaannya untukku atau malah membenciku? Aku harus apa?" racau Bian yang mulai mabuk


Tiba-tiba seorang wanita malam menghampiri mereka. Wanita seksi dengan dandanan menor mendekati Bian yang tampak frustasi.


"Tarif khusus untuk pria tampan sepertimu, Tuan." ujarnya menggoda Bian


Pandangan Bian beralih, matanya yang kabur membayangkan sosok Casey tengah duduk berhadapan dengannya.


"Casey, kau kembali? Apa kau ingin bersamaku? Menghabiskan seluruh hidupmu denganku?" tanya Bian


"Tentu saja tuan! Ayo nikahi aku!" ujar wanita itu meraba-raba dada Bian yang beberapa kancingnya terbuka.

__ADS_1


Dika bergegas mendorong wanita itu menjauh.


"Jangan menyentuhnya *******! Tangan kotormu ini tidak pantas." ujar Dika dengan tatapan tajam


"Owh jadi kalian berdua ini adalah pasangan gay? Ih dasar menjijikkan!" seloroh wanita itu sambil melenggang pergi.


"Huft... Huahahahahaha." tawa kencang Alex suguhkan


"Mulutnya itu, aku ingin mengikatnya dengan karet!" gerutu Dika


"Casey kenapa kau pergi lagi? Jangan tinggalkan aku Casey! Aku mencintaimu." teriak Bian


"Dia bukan Casey Pak. Sadarlah!" Dika menepuk-nepuk pelan pipi Bian


"Casey.." tubuh Bian ambruk kembali ke kursi.


Dika dan Alex saling tatap.


"Sepertinya tingkat kebucinan bosmu, sudah diambang batas kewarasan Dik!" seloroh Alex


Kali ini Dika yang tertawa. "Ayo kita bawa Pak Bastian ke apartemennya."


Alex dan Dika membopong tubuh kekar Bian. Sedikit kesulitan karena minimnya pencahayaan di bar dan keramaian pengunjung malam itu. Alex membuka pintu mobil dan membaringkan Bian. Sementara Dika bersiap menyetir.


"Besok aku akan mencari gadis itu sebelum Bastian benar-benar gila!"


Bian terbangun di ranjangnya, kepalanya berdenyut beberapa kali sebelum akhirnya dia memuntahkan semua isi perutnya. Bian memukul pelan kepalanya, ada kilasan singkat muncul saat peraduan panas terjadi dengannya dan Casey. Seketika tubuhnya menegang.


"Ah Sial! Semua itu membuatku semakin frustasi saja!"


Tiba-tiba Bian teringat pada gadis kurir yang bertemu dengannya kemarin di kantor.


"Dia benar-benar mirip dengan Casey. Tapi... Kenapa aku tidak membuka topinya? Kau bod*h Bian!" makinya pada diri sendiri


[Dika, tolong pesankan aku ramen di tempat kemarin. Aku ingin gadis itu yang mengantarkannya kemari!] ujarnya setelah panggilannya tersambung.


Sementara Alex sudah datang di Samune Resto. Shindy yang tengah sibuk membersihkan ruangan terkejut dengan kedatangan Alex yang tiba-tiba.


"Pelanggan pertama!" teriak Shindy memperingati Yamada


"Aku datang untuk menemui Satoo." terang Alex


"Owh, anda teman tuan Satoo ternyata? Sebentar saya panggilkan" ujar Shindy


Tak lama kemudian, Satoo datang dengan dua kaleng bir di tangannya.


"Alex kau datang untuk menyelamatiku? Mari bersulang!" ujar Satoo memberikan satu untuk Alex

__ADS_1


"Sebenarnya, aku sedang mencari seseorang."


__ADS_2