Bukan Istri Yang Kau Inginkan

Bukan Istri Yang Kau Inginkan
Bab 8, Sampai kapan?


__ADS_3

Dua minggu sudah Ayla menikah dengan Alex. Dan dia berusaha melupakan kejadian menakutkan beberapa waktu yang lalu. Dan selama dua minggu ini tidak ada hari yang berkesan untuk Ayla selain perkembangan janinnya. Pasalnya Alex semakin hari semakin bersemangat menyakiti batinnya. Bahkan hampir setiap malam Alex membawa wanita penghibur ke rumahnya. Tentu dengan wanita yang berbeda setiap harinya.


Tujuan Alex, satu. Membuktikan jika dia bisa membayar wanita murahan seperti Ayla. Dan Alex ingin menunjukan pada Ayla, betapa dia membenci seorang Ayla dan tidak akan pernah menginginkan seorang Ayla. Dan dia juga ingin melihat Ayla menangis penuh penderitaan di depannya. Tapi sayang, usahanya selama dua minggu ini belum juga melihat sosok Ayla menangis. Tanpa dia sadari, Ayla selalu menangis dalam diamnya.


Dua minggu hidup dengan Alex bagaikan hidup di neraka. Bagaimana tidak, biar pun Alex memanggil salah satu ART-nya kembali itu hanya di bekerjakan dari pagi hingga sore hari saja. Tapi tetap saja Ayla lah yang mengerjakan pekerjaan rumah. Dan ART hanya khusus membereskan kamar dan ruang kerja Alex saja. Pagi hari dia selalu melakukan tugasnya bebenah dan segala macam pekerjaan rumah. Setelah beres barulah dia akan bersiap-siap dan pergi bekerja.


Ayla tetap saja bertahan walau Alex selalu menyakitinya. Dia bertahan semata untuk anaknya dan demi menjaga nama baik Keluarga Lewis, tidak lupa dengan adanya cinta dihatinya. Tanpa pedulikan perasaanya yang sudah hancur berkeping-keping.


Seperti malam ini, Alex pulang membawa wanita penghibur lagi. Membuat Ayla memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Alex.


“Alex!” Pekik Ayla saat Alex tidak mendengarkan panggilannya sedari tadi.


“Why?” Teriak Alex membalikkan badannya dan menatap Ayla dengan tatapan tajam.


“Siapa lagi mereka?” Tanya Ayla dengan menunjuk lima wanita berpakaian sexy yang mengekori Alex.


“Ya jelas mereka itu wanita-wanitaku!” Jawab Alex datar.


“A-apa yang akan kamu lakukan bersama mereka?” Tanya Ayla, padahal dia sudah tahu apa yang akan Alex lakukan dengan wanita-wanita itu, tapi tetap saja dia berlagak bodoh dengan bertanya seperti itu.


“Itu bukan urusanmu! Urus saja dirimu sendiri!Jangan ganggu kesenanganku! Sudah aku katakan untuk mengerti batasan!”

__ADS_1


“Tega kamu, Lex!”


Alex hanya tersenyum penuh ejekan pada Ayla. Meninggalkan wanita yang diam mematung di tempatnya tanpa mengalihkan pandangan dari lelaki yang dia cintai. Cinta, cinta yang membuatnya bodoh.


“Sampai kapan, Lex? Sampai kapan kamu akan terus menyakitiku? Sampai kapan kamu akan terus membawa perempuan nggak jelas kerumah ini?.” Alex yang hendak membuka kamar tamu menghentikan aksinya untuk menatap Ayla yang berteriak.


“Selamanya aku akan melakukan ini. Selama-lamanya. Karena selamanya kau tidak akan pernah sadar jika kau lebih murahan dari para wanitaku! Terlebih kau itu sama seperti mereka, jadi jangan pernah mengolok-olok mereka dengan kata-kata murahan dari mulut kotormu!” Ucap Alex yang begitu menohok. Lalu melanjutkan aksinya, meninggalkan Ayla dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan.


Ayla memilih pergi ke luar rumah. Ya, ini pertama kalinya dia keluar rumah di malam hari. Jika biasanya dia hanya keluar saat sedang bekerja dan akan pulang sore hari setelah itu dia akan istirahat dan tidak pernah pergi malam hari. Maka tidak untuk malam ini, dia ingin meluapkan segala rasa sesak di dadanya.


Dia menahan air matanya, dan menunggu taksi yang dia pesan datang. Dan saat mobil berhenti tepat di depannya dia langsung membuka pintu dan masuk begitu saja.


“Nona, ma--”


“Jalan, Pak!” Ucap Ayla sekali lagi. Dia hanya ingin diam dan tidak ingin di ganggu siapa pun. Termasuk supir taksi itu. Kini air matanya meluncur bebas tanpa permisi. Dia mengeluarkan semua emosi yang bergejolak di dadanya. Menangis sekencang-kencangnya.


“Aish...” Umpat sopir itu. Dia hanya diam tanpa mau mengganggu orang yang tiba-tiba masuk ke dalam mobilnya tanpa permisi. Ya, Ayla salah masuk ke dalam mobil orang yang tadi hendak bertanya padanya. Namun tiba-tiba saja orang yang mau dia tanya justru nyelonong masuk dan menyuruhnya seperti dia seorang sopirnya.


“Aish, sampai kapan dia akan menangis seperti itu. Nggak sadarkah dia sudah menangis satu jam, dan nggak sadarkah dia sudah menumpang tanpa tau tujuuannya!” Sungutnya dan dia langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan.


“Maaf, Nona. Sebenarnya anda mau numpang sampai mana?”

__ADS_1


“Jangan ganggu saya, Pak. Jalan saja terus, saya akan bayar berapa pun, jadi jangan khawatir tidak saya bayar!” Jawab Ayla sesegukan.


“What, memangnya saya sopir taksi?” Sungut pria itu dengan kesal yang sedari tadi dia tahan, membuat Ayla menatap pada orang yang duduk dibangku sopir.


“Hah?” Ayla menelisik dalam mobil tersebut, mobil mewah yang terlihat nyaman. Yang kini dia sadari bukanlah mobil taksi. Dia merutuki dirinya yang bodoh karena emosinya yang tak tertahan sampai dia salah masuk ke mobil yang salah.


“Ma-maaf, saya kira tadi taksi yang saya pesan. Maafkan saya!”


“Aish, asal Nona tahu. Waktu saya sampai terbuang sia-sia karena tidak mau mengganggu anda menangis. Bahkan--” Dia terdiam sejenak menghela napasnya dengan perlahan untuk bisa menahan emosinya. “Sudahlah, sekarang coba anda lihat jam!” Perintah pria tadi sembari menunjukkan jam di mobilnya. Dia tadi berniat mengumpat Ayla karena membuatnya membuang waktu keliling perumahan tanpa tujuan. Namun tidak tega.


“Satu jam!” Pekiknya. “Maafkan saya, sudah membuat waktu anda sia-sia. Tapi kenapa tadi anda tidak menjelaskan jika saya salah masuk mobil. Kenapa anda diam saja?” Kini Ayla malah menyalahkan pria yang sudah dia buat susah tadi.


“What, anda menyalahkan saya? Bagaimana saya mau bertanya, sedangkan anda saja langsung menangis sampai teriak histeris.” Ucap pria itu dengan nada frustasi.


“Maafkan saya, sekali lagi saya minta maaf!” Ucap Ayla dengan menunduk dengan perasaan menyesal.


Dia kembali merutuki dirinya yang bodoh karena sudah masuk ke mobil yang salah. Bahkan tanpa sadar merepotkan pria tampan tersebut. Bahkan sempat-sempatnya menyalahkan pria yang sudah berbaik hati padanya itu.


Kini Ayla sudah sampai di depan gerbang rumahnya. Ya, pria baik tadi bahkan mau mengantar Ayla kembali ke rumahnya meski sudah di repotkan. Dan Ayla hanya bisa mengatakan terima kasih dan kata maaf karena sudah merepotkan pria tadi.


Lalu dia memasuki pekarangan rumah, dan terlihat dari luar rumah jika ruangan dalam rumah sudah gelap. Itu tandanya para wanita panggilan Alex sudah tidak ada di rumah mewah itu. Dan Alex, mungkin dia sudah kembali ke kamarnya dan mungkin lelaki itu sudah tidur. Jadi Ayla bisa bernapas dengan lega.

__ADS_1


__ADS_2