Bukan Istri Yang Kau Inginkan

Bukan Istri Yang Kau Inginkan
Bab 9. Mutiara


__ADS_3

Dengan langkah pasti, Ayla memasuki rumah. Setelah pintu terbuka dia menelisik keseluruh ruangan yang gelap tersebut, memastikan jika sudah tidak ada orang asing atau pun pemilik rumah disekitar ruangan. Setelah yakin tidak ada seseorang, Ayla melangkah menuju kamarnya.


“Dari mana saja kau?!” Suara berat Alex membuat Ayla terlonjak kaget dan menghentikan langkahnya yang akan menuju kamarnya. Kini Alex tengah duduk di ruang tamu dengan tatapan yang entah tidak bisa dilihat oleh Ayla karena ruangan yang begitu gelap.


Ayla membalikkan tubuhnya pada sumber suara. “A-Alex!” Ucap Ayla dengan menelan salivanya dengan susah payah. Alex beranjak dari duduknya dan melangkah menghampiri Ayla.


“Dari mana kau!” Bentak Alex yang berhasil membuat Ayla terlonjak. Dia masih diam tidak menjawab. “Apa mulut dan telingamu tidak berfungsi?” Teriak Alex kembali dengan jarak yang semakin dekat dengan Ayla.


“A-aku hanya keluar sebentar mencari udara segar!” Jawab Ayla dengan suara gemetar sedang Alex tertawa dengan juwama. Ia melihat Alex semakin maju dengan perlahan mendekatinya. Dia melangkah mundur untuk bisa menghindari Alex.


“Dasar wanita murahan, pasti kau habis menemui lelaki yang bisa kau perdaya seperti Jonathan! Alasan saja mencari udara segar” Alex tersenyum sinis. “Padahal kau pasti habis bersenang-senang dengan lelaki tidak jelas diluar sana. Apa jangan-jangan Ayah dari anakmu itu bukan hanya Joe!” Ucap Alex yang entah sudah keberapa kali merendahkan harga diri seorang Ayla.


“Cukup Lex. Aku tidak serendah yang kau tuduhkan, Lex!” Ucap Ayla berusaha tenang, dan dia terus memundurkan langkahnya kala Alex terus maju menghampirinya.


Walau dalam gelap dan tidak terlihat jelas sosok wajah Alex, namun sudah dapat di pastikan oleh Ayla jika pria itu pasti sedang menatapnya tajam dengan ekspresi yang sangat menakutkan. Bahkan hawa diruangan tersebut terasa sangat dingin hingga membuatnya bergidik.


“Sekali ******, tetap ******. Jadi diam dan jangan sok suci dan membela diri!” Teriak Alex yang membuat Ayla terlonjak dan tubuhnya terasa gemetar.

__ADS_1


Dia terus memundurkan langkahnya hingga kini tubuhnya menabrak dinding, dan Alex dia tersenyum penuh seringai di dalam gelapnya ruang tamu. Kini Ayla sudah berada di dalam kungkungan Alex. Tidak ada sela untuk dirinya bisa menghindar dari jeratan Alex. Entah apa lagi yang akan Alex lakukan padanya.


“Berani kau keluar malam tanpa seijinku!” Kini Alex mencengkram rahang Ayla dengan kuat. Membuat wanita itu mendongak dan sulit untuk berbicara.


“A-lex,” ucapnya dengan suara tercekat dan mata yang begitu terlihat merah jika saja lampu ruangan menyala.


“Diam kau, jika sampai kau mengulangi kesalahan seperti ini lagi. Jangan harap aku bisa bersikap sebaik ini!” Alex menghempaskan wajah Ayla dengan kasar hingga dia terhuyung-huyung.


Ayla tersenyum getir. “Bersikap baik?” Ucap Ayla dengan menyunggingkan bibirnya. “Apa pernah sedikit saja kamu memperlakukanku dengan baik? Bahkan memperlakukanku selayaknya seorang istri pun kamu tidak pernah, Lex!” Ucap Ayla dengan suara bergetar. Entah keberanian dari mana dia sampai bisa berani berkata seperti itu.


Alex hanya tersenyum sinis. “Dengan menikahi wanita bekas orang lain dan mengandung anak yang jelas bukanlah anak dariku, apa itu bukan dari kebaikanku!” Teriak Alex dengan penuh penekanan disetiap kata-katanya.


“Memperlakukanmu selayaknya seorang istri? Cih... Jangan mimpi, karena tu tidak akan pernah terjadi, sampai kapan pun aku tidak akan pernah sudi menyentuhmu bahkan menikmati tubuh jalangmu! Jadi jangan pernah kau mengharap lebih dari pernikahan gila ini!” Tegas Alex dengan menunjuk tegas pada Ayla.


“Lalu kenapa kamu mau menerima pernikahan ini? Padahal kamu bisa menolaknya dan aku bisa pergi jauh bahkan sejauh mungkin agar tidak merusak nama baik keluarga Lewis. Bukankah sebelum menyetujui pernikahan ini, aku sudah mengatakan ini padamu!” Ucap Ayla mencoba mengingatkan kembali tentang rencana pernikahan mereka.


“Apa kau bodoh, jika aku menolak pernikahan ini. Itu sama saja membawaku masuk kedalam jurang yang dalam. Asal kau tahu, orang tuaku mengancamku dengan membuangku hanya demi wanita ****** sepertimu!” Teriak Alex.

__ADS_1


Ayla hanya terdiam karena apa yang dikatakan Alex benar adanya.


“Dan yang pasti jika kau pergi, aku tidak ingin orang tuaku sedih. Dengan menghilangnya kau, mereka akan terluka harus kehilangan anak sialanmu itu!” Ucap Alex dengan penuh emosi. “Jonathan, kau bodoh. Sialan kau. Brengsek. Dasar pecundang!” Teriak Alex yang terdengar begitu frustasi. “Argh....” Alex mengacak-acak rambutnya frustasi.


“Cukup, Lex. Hentikan umpatanmu pada Kak Joe, dia sudah tenang disana.”


“Jangan mengguruiku, wanita ******.” Alex kembali mencengkram rahang Ayla, kali ini lebih kuat dari sebelumnya.


“Lepas, Lex!” Tangan Ayla kini mencoba untuk melepas cengkraman Alex, namun itu tidaklah berhasil mengingat tenaga Alex lebih kuat darinya.


“Dengar baik-baik wanita sialan. Kenapa kau tidak ikut menyusul kematian Joe? Dan kenapa kau tidak menggugurkan anak sialan itu saja? Jika itu kau lakukan dari awal, aku tidak perlu menikahimu dan terjebak dipernikahan gila ini!” Ucap Alex dengan penuh penekanan, tangannya terus mencengkram rahang Ayla dengan kuat. Ayla tidak menyangka dengan apa yang dilontarkan Alex. Karena sekejam-kejamnya Alex ucapan itu sungguh lebih kejam dari semua tindakan dan perlakuan kasar Alex.


Ayla berusaha melepaskan cengkraman Alex dengan sekuat tenaganya. Meskipun awalnya dia begitu kuwalahan, tapi akhirnya dia berhasil terlepas dari cengkraman Alex. “Plak...!” Sebuah tamparan mendarat tepat dipipi Alex. Sebuah maha karya dari seorang Ayla itu membekas sempurna dipipi Alex.


“Kau....!” Alex terlihat marah dan tidak terima dengan sebuah tamparan yang Ayla berikan. “Berani kau menamparku!” Alex menjambak rambut Ayla dengan kasar.


“Anak ini sebuah anugerah dari Tuhan, dan anak ini sama sekali tidak memiliki dosa. Dan aku masih punya hati nurani untuk tidak membunuhnya. Jadi aku ingatkan sekali lagi, jangan pernah kamu menghina anakku. Sebesar apa pun dosaku dan ayahnya, bagiku dia adalah mutiara yang akan terus aku jaga walau kau tidak akan pernah menyukainya!” Dengan berani Ayla melepaskan jambakan Alex pada rambutnya. Dan dia menghempaskan tangan Alex dengan kasar. Lalu ia pergi menuju kamarnya meninggalkan Alex yang kini terdiam ditempat. Tapi sebelum dia membuka pintu kamar dia menoleh kembali pada Alex.

__ADS_1


“Dan satu lagi, jika menyakiti aku adalah sebuah kebahagiaan untukmu, maka puaskanlah kau menyakitiku selama kita masih bisa bersama. Tapi aku tidak akan tinggal diam jik kau menyakiti mutiaraku!” Tegas Ayla sebelum menghilang dari balik pintu kamarnya. Bodoh, Ayla benar-benar wanita bodoh. Tidak ada didunia ini wanita yang ingin disakiti demi kebahagiaan orang yang dia cintai, terlebih seorang suami seperti alex.


__ADS_2