
Dirumah kakek dan nenek Jaemin dimana Eunbi dengan semangat memberikan kado untuk mereka
“Haraboji…ini kado untukmu dan ini untuk Haemoniku yang sangat cantik”Eunbi memberikan mereka kado dengan senyuman manis
“Terimakasih sayang”Haemoni berkata
“Kalian akan tinggal disini?”
“Hmm iya kami akan tinggal disini sekitar 3 atau 4 hari”Jaemin berkata
“Eunbi-ya kamu akan tidur bersama Haemoni?”
“Tentu saja Haemoni”Eunbi mengenggam tangan nenek Jaemin
“Hari ini sangat indah,bagaimana jika kita membuat api unggun”Nenek Jaemin memberikan ide
“Api Unggun?”
“Benar,api unggun nanti kita bisa bakar jagung dan barbeque.Kalian bisa lihat bintang yang sangat indah dimalam hari”
Eunbi dan Jaemin pun tersenyum dengan ucapan sang nenek.
Nana duduk melamun memandang sebuah foto yang tak lain adalah foto Jaemin yang terlihat bahagia.
Omma Nana pun masuk kedalam kamar Nana,ia melihat sang putri yang terlihat sedih
“Nana-chan”Omma nana pun memeluk Nana
Nana pun tersadar dari lamunannya
“Mama…”
“Apa yang kamu fikirkan sayang?”Mata sang Omma tertuju pada foto Jaemin
“Kamu memikirkan dia lagi?”
“Hmm Jaemin dia pemuda yang baik,dia tidak bisa aku miliki”
“Sayang lebih baik kamu melepaskannya dan mencari yang lain”
“Aku sudah berusaha,ma tapi semakin aku melupakannya semakin aku menginginkannya”
Omma Nana memeluk putri tunggalnya
Ternyata papa Nana mendengar percakapan putri dan istrinya.
Tak lama ada yang menekan bel rumah Nana,papa Nana pun membukakan pintu rumah mereka dan terkejut dengan kehadiran seseorang dirumahnya.
__ADS_1
Jaemin bersama dengan kakeknya mempersiapkan api unggun sesuai dengan keinginan sang nenek.
Mereka mengumpulkan ranting kayu sementara Eunbi dan nenek Jaemin mempersiapkan makanan untuk mereka
“Eunbi-ya,Haemoni sangat senang kalian datang kesini”
“Aku juga sangat senang bertemu dengan Haemoni dan haraboji”
“Eunbi-ya,ada yang ingin Haemoni tanyakan kepadamu”
“Apa?”
“Apa kamu menyukai Jaemin?”
Eunbi terkejut dengan pertanyaan sang nenek
“Apakah kamu menyukai Jaemin?”
“Tentu saja aku menyukainya dia sahabatku”
“Tidak,Haemoni bertanya apakah kamu menyukai Jaemin bukan sebagai sahabat tapi sebagai seorang pemuda”
Eunbi terdiam dengan pertanyaan sang nenek
Jaemin bersama dengan kakeknya mengumpulkan beberapa kayu dan membuat api unggun didekat pantai.Jaemin terlihat sangat menikmati pantai yang tenang walaupun terkadang terdengar deburan ombaknya
Jaemin tersenyum memandang sang kakek
“Aku sudah lebih baik,haraboji jangan khawatirkan aku”
“Mengejar mimpi boleh tapi jangan tidak memperdulikan kesehatanmu.Jaemin-ah,bagaimana hubunganmu dengan Eunbi?”
Jaemin bingung dengan ucapan sang kakek
“Hmm Haemoni mu sangat menyukai Eunbi bahkan dia menyayangi Eunbi daripada dirimu.Kamu tahu Haemoni mu hanya menginginkan yang menjadi cucu menantunya adalah Eunbi.Tapi Haraboji akan selalu memikirkan pilihanmu walaupun bukan Eunbi.Jadi kamu harus berbahagia”
“ndeee gumawo haraboji….”
Eunbi datang bersama dengan nenek Jaemin membawakan jagung dan beberapa ubi untuk dibakar juga bahan barbeque yang telah mereka persiapkan.seperti biasa Eunbi memiliki kebiasaan tidak memakai alas kaki sehingga Jaemin memberikan alas kaki nya untuk Eunbi.
“kamu selalu tidak membawa sandal”
Eunbi pun memandang cemberut kepada Jaemin
Sementara Haemoni sangat senang sikap perhatian Jaemin kepada Eunbi.
“Jaemin-ah ambil selimut agar kalian tidak kedinginan”
__ADS_1
Jaemin pun mengikuti perkataan sang nenek dan mengambilkan beberapa selimut untuk mereka.
Jaemin pun memberikan selimut kepada nenek dan kakeknya walaupun kakek dan nenek
Jaemin adalah pasangan lansia tapi mereka masih menunjukan rasa cintanya.
Kakek jaemin memeluk sang istri dan mereka saling berpelukan didalam satu selimut
Jaemin dan Eunbi pun hanya bisa tersenyum melihat sang kakek dan nenek
“Hmmm iri nya”Eunbi mendengus kepada sang nenek
“Kenapa kamu harus iri bukankah ada Jaemin yang akan memelukmu”Nenek Jaemin menggoda Eunbi
Jaemin pun memeluk Eunbi dan memberinya selimut mereka bersama dalam satu selimut
Eunbi menatap Jaemin dengan tatapan yang sangat dalam
Pada akhirnya Jaemin pun juga memandang Eunbi
Kakek dan nenek Jaemin hanya bisa tersenyum dengan sikap Jaemin kepada Eunbi.
Jaemin pun mengambil ubi bakar untuk kakek dan neneknya,ia juga memberikan Eunbi ubi bakar.
Jaemin masih menunjukan kepeduliannya kepada Eunbi.Ia membuka ubi bakar untuk Eunbi agar tidak kepanasan.
“Gumawo…”Eunbi mengambil ubi bakar pemberian Jaemin
Eunbi menikmati udara laut yang bertiup dengan tenang.
“Hmm benar benar indah jika bisa tinggal disini”
“Kamu suka tinggal disini,sayang?”Nenek bertanya kepada Eunbi
“Aku pasti akan tinggal didaerah dekat sini jika aku menikah,Haemoni”
Jaemin memandang Eunbi
“Kamu akan menikah dengan Jaemin?”Haemoni kembali bertanya
Jaemin dan Eunbi terbatuk dengan pertanyaan sang nenek
“Hmmm Haemoni bagaimana jika kita foto bersama”Jaemin mengalihkan pembicaraan sang nenek
Eunbi tersenyum dengan sikap Jaemin kepada sang nenek
“Baiklah…”Haemoni menyetujuinya.
__ADS_1
Mereka foto bersama dan foto itu menampakan kebahagian bagi Jaemin dan Eunbi.Mereka bisa merasakan kebersamaan yang sudah lama tidak mereka jalani.