Cacat Pergaulan

Cacat Pergaulan
Chapter 2 Geng Kalajengking Merah


__ADS_3

"HAHAHAHAHA!!!!! Kalian ngomongin kita ya, dasar geng cupuk! Sukanya ngomongin orang di belakang, dan di depan gak bisa ngapa-ngapain. Huuu! Ayo gengs! Kita duduk di pojok sana, nanti ketularan virus mereka iuhhhhh...!virus orang orang cupuk!" Sindir Rose.


"Ettdah! Sombong banget lu, neng! Cuman sekolah disini aja sombong..." Bentak, ilma.


"Hah? Sombong? Biarin kale, emang masalah buat loh!" Sindir Jisoo.


"Hihhhh!! Ngeselin! Sini gue tarik rambut lu, yang kayak kuda itu!!!!!!" Teriak ilma, sebari ingin menarik rambut Jisoo


"Astaghfirullahalazim! Ilma kamu jangan membentak orang dong, itu gak baik! Kalau begitu, antum sama aja kaya mereka!" Teriak Khairunnisa.


"Noh! Temen lu aja tau, kalo gak boleh bentak orang. HAHAHAHAH! Makannya pelajar Sono sama temen lu, ilma!" Sindir Jeenie.


"Huh..." Rose meniup kukunya, yang berwarna ungu.


"Ayo Genks, jangan kebanyakan ketemu sama mereka! Nanti kita jadi Misqueen, hahahaha!" Rose, sebari pergi dari tempat duduk mereka bertiga.


"Iiihhh! Awas aja nanti, kalian!!!" Teriak ilma.


"Udah, ilma...jangan di tanggapin orang kaya begitu..nanti juga mereka kecapean sendiri..." Khairunnisa, sebari memegang bahu ilma.


•••


Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi. Siswa-siswi telah sampai di kelas masing-masing.Di lapangan SMP Padang bulan, semua siswa-siswi di kumpulkan untuk acara halal bihalal. Mereka disana akan di cerahkan dengan ceramah Sri Mulyati, peserta aksi yang berasal dari Majalengka. Setelah itu akan ada acara bersalam salaman antar kelas, dan guru-guru maupun staf di sekolah. Dengan shalawat Nariyah. Semua siswa, dan siswi bersalam-salaman.


•••


"Ehh......fris, liat noh. Geng kalajengking merah mau menuju kesini, kita jatuhin mereka aja gimana? Hahaha!" Cerdik, ilma.


"Bener! Yuk!" Friska.


Di saat Rose Akan bersalam salaman dengan Ilma tiba tiba kaki Friska menendang kaki rose, sehingga rose terjatuh. Bersamaan dengan Jisoo, jeenie, dan Lisa yang mendubruk satu sama lain. Sontak para siswa-siswi terkekeh melihat Geng kalajengking merah, terjatuh dengan konyolnya di depan semua orang. Seketika itu rose, pergi ke kelas. Dengan perasaan emosi, dan sangat marah. Di selang oleh Lisa,Jisoo, dan Jeenie.


•••


"Bener-bener!!! Mereka!!! Somplak banget!!" Rose, sebari melihat kakinya yang nampaknya tergores oleh lantai lapangan.


"Iya! Papipolontongeun pisann!!" Jisoo.


Glorosorium Sunda:


- papipolontongeun : Sangat menyebalkan, Usil.


- pisan : banget/sangat.


•••


"Tau, tuh!!!! Dasar geng cupuk!! Gak tau malu!!! Kita laporin aja ke BP!" Teriak Lisa.


"Jangan! Kalo sampai masalah ini ke BP, orang tua gue bakalan tau!" Rose.


"Kita pokoknya harus balas dendam!! Jangan sampe nggak!" Lisa, yang sangat emosi.


"Tapi gimana?" Jeenie, bingung.


"HAHH!! Gue tau!!" Rose.


"Apa?" Tanya mereka ber-tiga, pada rose yang sering di panggil kak Ros.


"Kita singkirin salah satu dari mereka aja! Gimana?" Tanya rose, ide.


"Apa? Kalo kita ketauan?" Lisa.


"Tenang!"


"Oh, ya! Gue punya ide supaya mereka itu tersingkir dari sekolah ini agar semuanya gak tau, kalo itu perbuatan kita!" Rose, yang licik.


"Apa tuh, kak Ros??" Tanya Jisoo.

__ADS_1


Rose membisikkan sesuatu kepada mereka bertiga, dan mereka berempat akhirnya senyum licik bersamaan.


"HAHAHAHAHAHA!!!!!!! BIAR PUAS TUH, MEREKA BERTIGAK!" Teriak Lisa.


•••


11.40


"Kringgggggggg......Semua siswa, dan siswi harap berada di dalam kelas karena guru baru akan segera masuk ke kelas...harap rapihkan duduk, meja, kursi, dan buku yang berserakan terimakasih... Kringgggg....."


"Huhu.....semoga aja wali kelasnya, bukan buk mentari! Kalo buk mentari....waduh....galak banget...!" Ilma, takut.


"Iya, moga aja. Bu Chika, dia baik bener loh!" Friska.


"Siapa saja gurunya, kita nikmati saja." Khairunnisa.


"Yyyy" Ujar Ilma.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh!!!! Salam sejahtera!!"


Belum saja Khairunnisa menyelesaikan pembicaraan nya. Tiba tiba suara Bu mentari, guru fisika paling galak, dan paling di takuti oleh semua siswa, dan siswi muncul di kelas 8A. Lalu duduk di meja guru, yang di sediakan.


"Waalaikumsalllam...Salam sejahtera, Bu..." Teriak semua murid.


"Halo semuanya! Selamat siang? Ibu disini akan menjadi wali kelas kalian! Nah, kalian tau dong apa yang harus kalian lakukan sekarang?" Ujar Bu mentari.


"Apa, Bu!?" Tanya murid-murid.


"Ohhhh, membuat struktur organisasi, kah?" Tanya Friska.


"Betul, Friska! Nah kalian tahu sendiri sekarang harus bagaimana?" Tanya Bu mentari.


"Tahuu,Bu!" Teriak murid murid.


"Lakukan! Siang ini harus selesai!" Teriak Bu mentari, sebari memperlihatkan wajah garangnya.


"Tapi tunggu sebentar, katanya disini ada geng kalajengking merah si pembuat onar itu!!!" Mentari Rahayu, menatap wajah Rose, Jeenie, Jisoo, dan Lisa dengan tajam.


Mereka ber-empat menunduk.


"Ouhhh! Jadi kalian! Awas, ya! Ini kelas ibuk mentari! Jadi kalo kalian buat onar, atau ulah yang macem-macem..siap-siap, ibuk akan laporkan ke orang tua kalian!! Kalian ingat dengan kasus yang menimpa Rehan? Kalian ingat?"


"Ingat, Bu!"


"Rehan, sampe ibu keluarkan gara gara dia salah pergaulan! Dan selalu membuat hal yang aneh-aneh! Apa kalian mau seperti Rehan? Yang sekarang menjadi tukang tahu keliling itu!?" Tanya mentari.


"Tidak!!"


"Kalau tidak, turuti semua perkataan ibuk! Apa yang kau tuang, maka itu yang akan kau dapatkan!"


••••


Mading, dan struktur organisasi telah selesai di buat oleh kelas 8A. Dengan rapih, dan sangat indah. Bu mentari, menjadi bangga kepada anak muridnya. Sekarang ilma, dan Khairunnisa akan bekerja kelompok di rumah Friska. Rumah Friska sederhana, Tetapi di samping rumahnya yang dahulu adalah garasi mobil. Sekarang di jadikan perpustakaan oleh Friska, karena sekarang mobil ayahnya di jual.


Perpustakaan Ochobot, Itu adalah nama perpustakaan milik Friska. Di dalamnya terdapat banyak sekali buku, dari buku anak-anak sampai buku remaja. Terdapat dongeng, novel, ensiklopedia, Wikipedia, Kamu, cerpen, cermin, dan buku lain seperti fiksi, dan non-fiksi. Di perpustakaan Ochobot, setiap hari ramai pengunjung. Karena banyak sekali anak-anak, dan remaja yang menghabiskan waktu untuk membaca berbagai macam buku komik, dan novel. Di perpustakaan Ochobot juga terdapat les privat untuk menulis cerbung, dan cerpen yang di gurui oleh Friska, dan pembantunya yang bernama Ahmad Jaelani. Dari pagi hingga malam perpustakaan itu di jaga oleh Ahmad Jaelani, dan Friska. namun saat Friska ada tugas, atau sekolah. Perpustakaan itu di jaga oleh Ahmad Jaelani, laki laki paruh baya yang sering di panggil Mimi peri.


"Yaampun..selamat datang, para remaja bumi yang manjahhh...Salam sapa manjahh, dari Mimi peri..." Ujar Ahmad Jaelani, sebari memperagakan gerakkan peri.


"Wah...Iya makasih, Mimi..." Friska, sebari duduk di bangku depan meja perpustakaan.


"Mau minjem buku apa? Atau kalian mau baca buku??" Tanya Ahmad Jaelani.


"Mau kerja kelompok,mi...ummm..dimana ya tempat yang kosong?" Tanya ilma.


"Kayanya di meja 30, paling ujung Deket jendela itu kosong...silahkan duduk disana ya...." Ujar Ahmad Jaelani.


"Wahhh...Deket jalan raya ya, jadi kita bisa liat kendaraan yang lalu lalang dong?" Tanya Khairunnisa.

__ADS_1


"Iya, silahkan hehe"


•••


"Nah..sekarang kita belajar apa?" Tanya ilma.


"Apa, yah?" Ujar Friska.


"EHHH.. liat nohhhh!!!!" Teriak Khairunnisa, menunjuk ke jalan raya.


Mereka bertiga melihat para remaja laki-laki, dan perempuan dengan pakaian Kumal, dan memakai anting di hidung, dan di mulut. Sedang menaiki truk tronton.


"Astaghfirullahalazim! Mereka ngapain, sih?" Khairunnisa.


"Itu namanya ngompreng, mereka itu anak punk!" Ujar ILMA.


"Ohh... Astaghfirullahalazim...bener-bener, mau apa coba masa depan mereka nanti?" Heran Khairunnisa.


"Iya, bener-bener!"


"Mendingan Geng kalajengking merah, deh dari pada mereka! Bener-bener iwhhh banget...." Jijik,ILMA.


"Gedubbrakkk!!!!!! Duaaarrrr!!!!"


Terdengar suara dentuman dari truk yang dinaiki oleh beberapa anak aliran hitam, terjungkir hingga menyebabkan ledakan yang sangat dahsyat. Sontak semua yang berada di perpustakaan shock, dan kaget. Melihat, dan mendengar kejadian itu.


"Astaghfirullahalazim!!!! Kita liat dari sini aja!!!" Teriak Khairunnisa.


••


"Astaghfirullahalazim!! Ada apa, nih!!!" Teriak Ahmad Jaelani, sebari keluar dari perpustakaan bersamaan dengan keluarnya semua remaja remaja yang sedang membaca buku di perpustakaan.


Terlihat di jalan raya pinggir mall itu, para pemuda pemuda yang Khairunnisa lihat sekarang terkapar dengan bersimbah akan darah, dan gosong. Karena ledakan, dan dentuman itu. Untung saja para pengendara lain yang sedang lalu lalang disana, tidak ada yang terkena luka. Ambulance, dan polisi   segera datang, di panggil oleh Ahmad Jaelani.


"Astaga! Bener-bener!! Kasihan banget!!!!" Tangis ILMA, yang nampaknya fobia dengan darah.


"Ihhhh....udah-udahhh...kita tutup jendelanya, pake gorden...!" Friska, menenangkan ilma yang duduk di kursi.


"Udah, ILMA...antum jangan nangis..." Khairunnisa.


•••


To be continued 💕


- > Cuplikan Chapter Selanjutan


"Apa? Ternyata adik lu yang jatuh dari truk? Astaghfirullahalazim!" Friska, histeris.


"Iya....fris, tolong izinin gue ke buk mentari ya. Soalnya gue sedih banget, dilema!" ILMA, yang menangis.


"Kamu berdoa aja ya, ILMA....semoga adikmu selamat! Kita akan bantu doa kok dari sini!" Ujar Khairunnisa, kepada ILMA melalu video call di laptop Friska.


•••


"Nah, ayo kita masuk ke markasnya..." Ujar rose.


"Tapi....gue takut!!!" Jisoo, yang geli.


"Ntar kalo kita menghirup rokok yang penuh sama karbondioksida, sama zat adiktif gimana? Iw tak sehat!!!" Ujar Jeenie.


"Ntar kita kena virus gimanaaa!" Lisa, yang sangat geli.


"Kalian mau geng mereka bubar, GAKKK?" Teriak rose.


"Mau, sih..tapi kita tunggu disini Aja, deh. Gue takut, bener!" Takut Jeenie.


•••

__ADS_1


__ADS_2