Cacat Pergaulan

Cacat Pergaulan
Chapter 5 Ilma Membakar Markas


__ADS_3

"Syalalalalaa......" Terdengar suara Ahmad Jaelani, yang sedang berjalan di pinggir jalan. Sebari menenteng sayuran, yang baru ia belanja-kan di super market, dekat markas laba-laba hitam.


"Kangkung udah....Tempe udah.....Tahu udah.....Hummmm....Apa lagi Yach, Yaampun! Susu vanilla, kelupaan! Aduh! Terredor banget, sih! Balik lagi, dech!" Ujar Ahmad Jaelani, sebari memutar balik, langkah-nya.


"Sreeettttttt....." Mobil kalajengking merah, yang berwarna merah tua. Melaju cepat di pinggir Ahmad Jaelani, seketika Ahmad Jaelani berteriak sekencang mungkin. Karena ia ketakutan, bagai kucing yang akan di mandikan.


"Huaaaaaaaa!!!!!!!"


Rose langsung menekan rem, ia takut jika orang yang ia lihat, tertabrak oleh-nya. Rose, Lisa, Jennie, dan Jisoo langsung keluar dari mobil. Terlihat Ahmad Jaelani terkapar pingsan, mungkin karena kaget. Karena disekujur tubuh-nya, tak ada luka. Akhirnya dengan ide Jennie, rose membawa Ahmad Jaelani ke mobil. Dan mengantarkan-nya ke rumah Friska.


Di dalam mobil mereka terus sebal, dengan rose. Karena Ahmad Jaelani, adalah orang yang paling mereka benci. Karena dia selalu berperilaku menyebalkan, kepada geng kalajengking merah. Saat masuk ke perpustakaan Ochobot.


"Aduhhh..Ros, lu ngapa juga, nyetir mobil kayak orang kesetanan! Nah, sekarang kita yang kena batuk-nya! Dasar lu" Sebal, jisso.


"Iya, huh! Nasib aja, nih orang kagak ketabrak n kagak ada orang yang ngeliat! Kalo ada yang ngeliat, bisa-bisa kita ada di kantor polisi sekarang! Dasar lu" Gumam jennie, kesal.


"Eits...Tapi tenang aja, begini-begini juga. Rencana kita akan berhasil! Karena cepat, atau lambat. Si Ilma itu bakalan di jadiin anak buah, Abang gue! HAHAHAHAH!!" Rose, licik.


"Hah? Emang gimana cara abang lu, untuk jadiin si Ilma anak punk? Kan si Ilma itu bebal banget! Terus keras kepala! Apa lagi pas marah! Dia bakalan, kayak kucing kepanasan! Kalo rencana ini ketauan sama dia, wah!! Kita bakalan habis, dia bakar!" Takut Lisa, yang nampak-nya agak tak setuju dengan rencana rose.


"Ah, gampang! Kalo dia berani macem-macem...gue laporin ke pihak sekolah! Biar dia di keluarin dari SMP favorit, hahaha!" Licik, rose.


"Astaghfirullahalazim....Ternyata mereka ada niatan buruk sama Ilma....! Ya ampun! Aku harus gimana!" Ujar Ahmad Jaelani, yang berada di bagasi mobil. Nampaknya ia sudah sadar.


"Ah! Iya, Lis! Ngapain juga, kita takut sama si Ilma! Dia kan cupukk! Hahaha!" Jennie, terkekeh.


"Kalo rencana ini kecium sama Ilma, gawat!" Takut Lisa, lagi.


"Eh, bener juga, sih! Kalian tau gak siapa yang bikin Azhar, kek sekarang?" Tanya Jisoo, serius.


"Siapa?" Tanya mereka ber-tiga, kompak.


"Abang lu, Ros! Abang, lu! Gue liat video ini, nih! Dari Facebook!" Ujar Jisoo.


Jisoo memperlihatkan kejadian yang telah terjadi tadi siang, dan ternyata benar! Bahwa abang-nya rose, yang bernama Rizky. Yang telah menjatuh-kan Azhar ke aspal, lalu Rizky, dan kawan-kawan-nya selamat, dan berhasil kabur.


"Ihhh!!! Kalo Ilma tau gimana!" Nampaknya Jennie, sudah mulai takut.


"Waduh! Gue kok deg-deg'an! Cepat-atau lambat.......video ini jadi viral!" Takut Lisa.


"Helehhh! Ilma mana berani sama Abang gue! Abang gue itu berotot! Liat aja tato-tato yang ada di otot tangan kiri-nya! Pas tadi!" Rose.

__ADS_1


"Tapi....Ilma itu bagai bom waktu!!! Yang cepat atau lambat, meledak! Hati-hati lu, Ros!" Ujar Lisa.


"Iya juga, sih! Gimana, jadi?" Tanya rose, nampak-nya ia mulai ketakutan dengan perkataan teman-temannya.


"Kita tunggu aja tanggal mainnya!" Lisa, takut.


•••


Khairunnisa tergeletak pingsan di kamar Azhar, baju Khairunnisa bersimbah akan darah yang mengalir dari pergelangan tangan-nya. Ilma, dan Friska langsung memanggil pak Ujang. Untuk membawa Khairunnisa ke rumah sakit. Saat di rumah sakit, badan Ilma, dan Friska bergemetar. Mereka bingung, dan bimbang. Mereka tak tahu harus berbuat apa, Ilma sesekali membuka media sosial. Friska sesekali juga membuka gadget, sebari memainkan game. Untuk menghilang-kan rasa bosan.


Saat Ilma sedang mengulik Facebook-nya, ia melihat video kejadian tadi siang. Karena penasaran ia pun membuka video itu, dan alangkah kaget-nya Ilma. Saat melihat Azhar tak jatuh dari truk itu sendiri, namun di jatuh-kan oleh seseorang remaja yang berbadan kekar. Tak-lain dan tak-bukan itu adalah Rizky nazar, kakak dari rose.


Ilma langsung shock, panik, amarah membuat-nya kehilangan arah. Dan tak bisa berkata-kata. Ilma langsung berlari menuju markas gengs laba-laba hitam, dengan membawa obor yang tergelatak di depan rumah sakit. Friska, hanya bungkam. Ia bingung dengan sikap Ilma, yang seperti ini. Friska dengan cepatnya, mengikuti Ilma secara diam-diam. Melihat Ilma, akan ke-mana. Lebih kaget-nya adalah saat Ilma membawa obor dengan api yang membara. Friska menggaruk-garuk kepala-nya meskipun kepala-nya tak gatal, ini sangat aneh! Akhirnya ia mencoba menghubungi Irene, dan baskara. OSIS SMP Padang bulan, kakak kelas-nya. Irene, dan baskara langsung bergegas menuju jalan-jalan yang telah di beritahu-kan Friska. Karena saking paniknya, Irene, dan baskara sampai tepat waktu. Dan terperangah kaget melihat, Ilma membawa obor dengan api yang menyala-nyala.


"Ada apa!!!!" Teriak baskara, panik.


"Gak tau, kak! Itu tadi Ilma ngeliat video, terus dia langsung lari! Gak tau kemana! Tambah lagi dia bawa obor! OMG!!!!" Panik, Friska.


"Astaga! Ini gak bisa di biarin! Takut-nya Ilma mencelaka-kan diri sendiri! Bahaya, kan!!" Teriak Irene, yang sangat panik.


"Yaampun!! Kita ikutin aja! Kita lari aja, ngajar ilma-nya gimana?" Usul, baskara.


"Iya" Irene.


"Ini...markas si Rizky!" Teriak baskara, kaget.


"What? Rizky, kakak-nya si rose?" Tanya Friska, kebingungan.


"Iya!" Jawab Irene.


•••


Ahmad Jaelani, berpura-pura pingsan. Ia sengaja berpura-pura pingsan, untuk mengetahui apa yang geng kalajengking merah lakukan malam-malam begini. Sesampainya di rumah Friska, Tante Yana. Yaitu ibu dari Friska, kaget melihat Ahmad Jaelani di gotong oleh geng kalajengking merah.


"Ehhh! Itu Mimi, kenapa di gotong? Ada apa!?" Tanya Yana, kaget.


"Ini, Tan. Tadi kami gak sengaja nabrak, Mimi. Tapi untung kita gak nabrak dia beneran, mungkin Mimi cuman kaget, shock aja!" Jelas, rose kepada Yana.


"Ohh.... Yaudah, atuh. Makasih, ya!" Yana.


"Iya, Tante. Tapi kami juga minta maaf, ya! Sebagai imbalan-nya, kami belanja-kan sayuran, yang catatan-nya ada di tangan Mimi saat pingsan. Tadi sih Mimi udah belanja, tapi belanjaan-nya kelindes ban. Maaf, ya!" Sesal, rose.

__ADS_1


"Iya, gak apa-apa! Tapi kalian kok keluyuran malem-malem? Ngapain?" Tanya Yana.


"Anu......Ummmm....Kami baru aja kerja kelompok, di rumah buk guru" bohong, rose.


"Ohhh......"


"Yaudah, Tan. Kami pamit, ya! Salam untuk fris!"


"Iya, bye!"


••••


"RIZKYYYYY!!! KELUAAARRRRR, LOOOEEEE!!!!" Teriak ilma, yang berada di luar markas.


"Apaaann!!!" Teriak Rizky, yang keluar dari markas. Dengan memakai baju Lekbong, yang berwarna hitam.


"Astaghfirullahalazim!!! Ilma ternyata nyari, si Rizky?" Bingung, baskara. Yang berada di semak semak.


"APAAN, LU!! ANAK CUPU, DI LARANG MASUK KE MARKAS ANAK JAMAN NOW!!! HAHAA!" Teriak Rizky nazar, sombong.


Dari markas geng laba-laba, keluar banyak sekali perempuan liar aliran hitam. Yang memakai anting di kuping, hidung, dan juga lidah-nya. Dan tak lupa, ada banyak laki-laki yang Kumal, dan sangat jorok.


"HAHAHAHAH"


"OHHH...GUE CUPU? YA SILAHKAN, LU NGEHINA GUE! TAPI JANGAN SESEKALI LU, BIKIN ADEK GUE CELAKA YAAA!!!!" Teriak ilma, sebari mengarahkan obor-nya ke kepala Rizky.


"EITS....SANTAI DONG!" Gegas, Rizky.


"HEHHHH LU SEMUA, JANGAN BERANI CELAKAIN ADEK GUE!!!! ATAU KALIAN SEMUA DAPAT BALASAN, YANG MENGERIKAN DARI GUE!!! KAKAK-NYAAA!!!!" Teriak ilma.


"Hahahaha! Punya nyali juga lu, neng!" Ujar perempuan, meremehkan Ilma.


"Hahahah, dasar bocah ingusan!" Hina, laki-laki yang berada disana.


Semua orang yang berada di markas itu tertawa, terbahak-bahak. Melihat tingkah Ilma, yang nekad. Namun Ilma, terus saja melontar-kan kata-kata yang membuat mereka semua tercengang.


"DASARRRRR, MANUSIA KAGUNA!! SEKARANG RASAIN LU SEMUAAAA!!!!" Teriak Ilma, yang membakar tanah di sekeliling markas itu.


Ternyata bekas-bekas oli, dari tanah yang berada di depan markas itu. Bisa terbakar hebat, saat di dekat-kan dengan obor yang membara. Seketika itu api besar merambat sekeliling markas laba laba hitam, dan membuat para anak aliran hitam ketakutan.


•••

__ADS_1


To be continued 🔥


__ADS_2