
Senja mulai mengguyurkan kota Majalengka, Ahmad Jaelani yang kerap di sapa dengan panggilan Mimi peri itu sudah selesai mengurus kecelakaan truk, dan anak anak itu. Ilma, Friska, dan Khairunnisa. Berlari secepat kilat, menanyakan soal kejadian di rumah sakit, kepada Ahmad Jaelani.
"Gini, Mimi di rumah sakit cuman di mintain keterangan sama pak polisi. Tapi yang lain juga ikut nerangin, sih. Ke-Enam anak punk itu koma, dan kritis di rumah sakit. Kasihan juga sih menurut Mimi, mereka salah pergaulan sampe kayak gini. Pokoknya parah banget, deh!" Ujar Mimi.
"Ohhh, gitu, mi....Hmmmm, kasihan juga ya." Khairunnisa.
"Mi, ada anak laki laki, kelas lima-an gak???" Tanya ilma, khawatir.
"Ohh, ada. Dia kritis, kepalanya bocor! Ihh serem deh, unchung aja kalian gak kaya mereka.." Jawab Mimi.
"Astaga! Fris!" Ilma, mulai ketakutan.
"Kenapa, Ilma?" Tanya Mimi, khawatir.
"Mi, apa anak laki-laki kelas 5 itu, wajahnya gini?" Ujar Ilma, sebari memperlihatkan foto adiknya yang bernama azhar.
"OMG!! Betul! Dia orangnya!" Teriak Mimi, heboh.
Angin seketika berhembus kencang, jantung Ilma nampaknya berdegup dengan sangat kencang, dan lebih cepat dari sebelumnya. Derai deras air mata mulai mengucur dari mata Ilma, yang di seling oleh Friska, dan Khairunnisa. Keringat dingin mulai muncul dari kulit-kulit Ilma. Ilma memegang jantungnya, ia Sangat shock. Sampai sampai badan Ilma sempoyongan, seperti daun yang di tiup oleh angin.
"AZHAAARRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!" Teriak Ilma, yang sangat kaget.
Ahmad Jaelani, terpaku. Ia terdiam, saat Ilma berteriak. Friska memberitahu kepada Ahmad Jaelani, bahwa Azhar adalah adiknya sendiri yang terjerumus ke dalam jurang setan. Lingkup pergaulan bebas. Khairunnisa mencoba mererai bahu ilma, dan mengajaknya untuk duduk di kursi depan meja Ahmad Jaelani, selaku pengurus perpustakaan Ochobot.
"Astaghfirullahalazim.....Ma, kamu tenang, ma...." Khairunnisa, mererai bahu ilma. Yang nampaknya sempoyongan, karena mendengar bahwa Azhar kritis.
Tatapan Ilma kosong, melompong. Seperti tak ada kehidupan di matanya, Ilma Memegang rak buku perpustakaan yang nampaknya akan roboh. Seketika itu mata Ilma terpejam, Tangannya menarik rak buku itu. Dan ia jatuh tergeletak pingsan bersamaan dengan jatuhnya ribuan buku dari rak buku yang di tariknya itu.
"GEDUBBBRAKKKKK.....!!!!!"
Khairunnisa, dan Friska sempat saja tertindih oleh rak buku itu. Namun Ahmad Jaelani, dengan sigapnya melerai Friska, dan Khairunnisa.
"Ilma!!!!!!!!" Teriak Khairunnisa.
•••
Friska menelfon Pak Ujang, untuk menjemput Ilma di rumahnya. Pak Ujang dengan cepatnya datang, dan menjemput Ilma. Friska, Dan Khairunnisa Ikut ke rumah Ilma untuk menjaga Ilma, Karena semua anggota keluarga Ilma, termasuk para pembantu di rumahnya. Berada di rumah sakit, Rumah Ilma benar benar kosong-Melompong.
Di kamar Ilma, Kamar itu penuh dengan boneka Doraemon, Dan aneka pernak pernik Doraemon. Ilma adalah anak dari seorang pengusaha makanan oleh-oleh khas Majalengka, yang membuat rumahnya menjadi sangat besar, dan mewah. Bisa di bilang keluarganya adalah keluarga konglomerat, sehingga semua keinginan Ilma di turuti oleh kedua orang tuanya.
"Kalian disini aja dulu, jagain Ilma. Soalnya kami khawatir banget sama kondisi Azhar! Soalnya azhar kebentur aspal, dengan keras!!! Sampe-sampe kepalanya pecah!! Untung masih selamet! Tapi dia kritis...kalian doain ya!!!" Ujar pak ujang, khawatir.
"Iya!!! Semoga Azhar selamat! Kami akan disini kok, pak!" Ujar Friska.
"Kalau begitu, bapak pergi dulu. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalllam."
Dengan mobilnya, Pak Ujang bergegas menuju rumah sakit Cideres untuk menjumpai Azhar disana. Sementara itu Khairunnisa, dan Friska khawatir akan keadaan Ilma, yang belum siuman sampai sekarang.
__ADS_1
"Astaghfirullahalazim.... Ilma....bangun, dong!! Kita khawatir, hiks hiks hiks..." Tangis Friska.
"Kita berdoa, aja! Semoga aja Ilma siuman, dan Azhar bisa selamat dari masa masa kritisnya!" Ucap Khairunnisa.
"Aamiin....semoga aja. Ya Allah, semoga Ilma siuman....dan Azhar bisa selamat, Ya Allah...Aamiin....." Doa Friska.
Saat Friska berdoa. Air mata Friska bercucuran dengan deras, ia ingin Ilma siuman, dan cepat sadar. Air matanya mulai membasahi tangan Ilma, yang terbujur kaku di ranjang dengan selimut, dan sprai Doraemon itu.
Tangan Ilma mulai bergerak, matanya mulai terbelalak. Dan dia mulai memanggil-mamggil anak laki laki, yang bernama Azhar itu. Friska, dan khairunnisa mencoba menenangkan ilma. Yang sedang sudah bisa duduk di ranjangnya itu.
"Tenang, ma.....Azhar gak apa-apa, kok! Percaya deh!" Ujar Friska, menenangkan Ilma.
"Tapi........."
"Hustttt.....Pasti Allah akan menyelamatkan azhar, dan Azhar bisa menjalankan aktifitasnya sehari-hari." Khairunnisa.
"Ilma....gue mau nanya, kenapa Azhar bisa jadi anak berandal, Kek gitu? Apa Azhar...."
"Jadi begini ceritanya........."
•••
Dahulu, Saat Azhar memasuki bangku sekolah dasar kelas empat semester dua. Perlakuan, dan sikapnya menjadi berubah drastis. Ia malas sekolah, malas belajar, dan malas tinggal di rumah. Entah mengapa waktu itu Azhar sangat bebal, dengan kedua orang tuanya. Padahal sebelumnya Azhar adalah anak yang penurut, pintar, Dan rajin. Ia pun memiliki banyak sekali teman, dan di rumah kakaknya yang bernama Ilma suka bermain dengannya. Namun, saat memasuki bulan mei, sifat azhar berubah drastis. Azhar mulai mengoleksi baju, dan aksesoris hitam. Dimulai dari anting, gelang, jarum, sampai benda benda tajam yang tak pantas di pegang anak seusianya. Sampai di suatu hari temannya menangkap basah Azhar, sedang menaiki sebuah truk tronton, bersama anak-anak aliran hitam, atau yang bisa di bilang anak punk. Dengan memakai anting di hidung, dan di mulutnya. Akhirnya temannya yang selaku ketua kelas di kelasnya itu, memotret azhar. Lalu memberi tahukan soal ini kepada pak Ujang, dan wali kelas. Azhar pun di panggil oleh guru bimbingan konseling, di sekolahnya. Di Satu bulan malu, sudah 5X Azhar mendekapi guru bimbingan konseling.
Sampai sampai Azhar akan di keluarkan dari sekolah, saat kelas lima. Ilma akhirnya menanyakan soal Azhar kepada gengs kalajengking merah, karena geng itu sangat kenal dengan orang orang dari aliran hitam. Meskipun geng itu sombong, dan sangat benci kepada anak anak pintar. Mereka membantu Ilma, dan menarik kesimpulan bahwa azhar sudah tak bisa di selamatkan dari pergaulannya. Ia sudah di pengaruhi oleh aliran hitam, yang mulai merasuk kedalam tubuhnya.
Menurut Rose, Azhar salah pergaulan karena ia dia ajak oleh seseorang ke markas hitam. Namun jeenie berpendapat bahwa azhar bisa seperti ini karena mengonsumsi gambar, dan video yang tak pantas.
Namun entah-lah, itu masih menjadi rahasia Azhar. Mengapa Azhar bisa menjadi seperti sekarang ini.
•••
"Ohhhhh....gitu, Kasihan Azhar. Padahal dia anak yang cukupi pintar..." Khairunnisa, Iba.
"Hmmm...Iya."
"Treengggg....Treengggg" nada dering khusus, terdengar dari laptop yang di bawa Friska di kantongnya. Itu adalah panggilan video dari Irene, dan Bastian. Teman dari kelas 9, yang bergabung dalam organisasi kesiswaan OSIS.
"Gue angkat ya, ma..." Ujar Friska, sebari membawa laptopnya.
"Iya..."
•••
"Haloo...." Ujar Friska.
"Haloooo.....Katanya Adik Ilma, yang namanya Azhar jatuh dari truk? Astaga...kasihan banget, semoga cepet sembuh, ya!" Ujar Irene, yang nampaknya sedang menginap di sekolah karena OSIS.
"Ohh, ya. Mana Ilma? Kita mau ngomong.." ujar Bastian.
__ADS_1
"Ini, ma..katanya Bastian, sama Irene mau ngomong..." Friska, sebari memberikan laptopnya.
"Hai..."
"Ilmaaaaa!!!!" Teriak Irene, dan Bastian.
"Gimana kabar adik, lu?" Tanya Bastian.
"Dia kritis....."
"Apa? Ternyata bener, adik lu yang jatuh dari truk? Astaghfirullahalazim!" Irene, histeris.
"Iya....Ren, tolong izinin gue ke buk mentari ya. Soalnya gue sedih banget, dilema!" Ilma, yang menangis.
"Iya, tenang aja...."
•••
Disisi lain, geng kalajengking merah sedang menjalankan rencananya untuk datang ke markas aliran-hitam. Dengan mobil mewah rose. Jisoo, jeeniee, dan Lisa bisa sampai disana. Tepatnya di pinggir jalan raya, yang sangat sepi.
Tempatnya kumuh, kotor, dan sangat jorok. Sehingga Lisa, Jeenie, dan Jisoo agak jijik kepada tempat itu.
"Nah, ayo kita masuk ke markasnya..." Ujar rose.
"Tapi....gue takut!!!" Jisoo, yang geli.
"Ntar kalo kita menghirup rokok yang penuh sama karbondioksida, sama zat adiktif gimana? Iw tak sehat!!!" Ujar Jeenie.
"Ntar kita kena virus gimanaaa!" Lisa, yang sangat geli.
"Kalian mau geng mereka bubar, GAKKK?" Teriak rose.
"Mau, sih..tapi kita tunggu disini Aja, deh. Gue takut, bener!" Takut Jeenie.
•••
"HEHHH, SIAPA KALIANN!!!" Teriak perempuan tomboi, yang sangat kasar.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!! HANTUUUUUUUUUUUU!!!!! SOOO, YUK KITA MASUK KE MOBILL!!! YOKKKKK!!!" Teriak Lisa, yang ketakutan.
"GUA BUKAN HANTU!!!! GUA ORANG!" Teriak perempuan remaja itu, yang nampaknya marah.
"ROS? NGAPAIN LO?"
"Gue kesini......Ummmmmmm......."
••••
To be continued 💖
__ADS_1