
Api merambat sampai markas besar laba laba hitam, terbakar habis. Rizky nazar sangat amat ketakutan, terlebih dengan para anggota punk laba laba hitam itu. Yang nampaknya mulai menjerit seperti anak-anak perempuan, yang manja terhadap orang tua-nya. Mereka semua berteriak ketakutan, keberanian mereka hancur di kalah-kan oleh api yang sebentar lagi akan melahap markas mereka, terlebih mereka yang berada di lingkaran api itu.
"Astaghfirullah!!! Ilma!!! Sadarrrr!!!!" Teriak baskara, yang keluar dari tempat bersembunyian.
"Astaga! Ilma!!! Kalau mereka semua mati!!! Kamu bisa masuk penjara!!!" Teriak Irene, yang mengikuti baskara. Keluar dari balik semak-semak.
"Kak bas, kak Ir! Sebaik-nya kita bawa Ilma pergi jauh-jauh dari sini!! Takut-nya polisi datang, terus nangkap Ilma!!! Kan, bisa bahaya!" Teriak Friska, panik.
"Ilma!!! Lempar obor-nya!!!! Kalo nggak, kamu bisa jadi tersangka!!!" Teriak baskara, sebari melempar obor dari tangan Ilma, yang masih di genggam Ilma dengan erat.
"Duaaaaarrrrrrr!!!" Suara dentuman besar, memporak porandakan markas geng punk laba-laba hitam. Rizky nazar, amat ketakutan. Karena satu persatu motor dari semua anggota laba laba hitam, meledak. Karena rambatan api, yang terus menerus melahap semua motor di sekeliling-nya.
Ilma hanya bisa tertawa, dan tersenyum. Melihat mereka semua menderita, bagaikan cacing yang kelaparan. Ilma bersorak, bahagia. Atas terbakarnya geng motor yang telah ingin menewaskan adiknya, yang bernama Azhar itu.
"Hahahaha!!! UDAHHH GUE BILANG!!! KALO GUE BISA BERTINDAK NEKAD!!!! MAKANNYA!!! JANGAN BERANI NGERUSAK KELUARGA GUE, KALO NGGAK.....GUE KASIH PELAJARAN LAGI KE LU-LU PADA!!!! HAAAHHAAA!!!" Teriak Ilma, bahagia.
"ILMAAAA!!!!! AWAASSSSS LUUUU!!!!! GUE AKAN BALES LU NANTII!!! LIAT AJA, DASAR ANAK CUPUKKKK!!!! LU UDAH BUAT KITA SEMUA MATII!!!! NANTI LU AKAN KITA GENTAYANGINNN!!!! IDUP LU GAK-AKAN TENANNGGGG!!!!!!" Teriak Rizky nazar, yang terbata-bata.
Untung-nya baskara telah cepat menelfon mobil ambulance, dan beberapa mobil pemadam kebakaran. Yang langsung menyembur, api yang nampaknya agak mengenai Rizky nazar, dan geng-nya. Akhirnya Rizky nazar, dan para anggota punk laba-laba hitam yang salah pergaulan itu selamat. Namun mereka pingsan, karena menghirup udara api, arang, dan ledakan mesin-mesin motor.
Ilma pun ikut pingsan, karena ia belum makan dari pagi hingga malam. Nampak-nya Ilma dehidrasi, dan kekurangan makanan. Hingga Ilma pun, ikut di-bawa ke-rumah sakit. Irene, dan baskara menemani Friska di rumah sakit. Karena Friska benar-benar sendiri, menjaga Azhar, Ilma, dan Khairunnisa. Hanya ada pak Ujang Iskandar, dan Bu Ratna Dewi, Orang tua dari ilma.
Friska terus berdoa di ruang tunggu. Agar Ilma, Khairunnisa, dan Azhar selamat. Pak Ujang iskandar, dan Bu Ratna Dewi pun terus mencari pendonor ginjal. Agar Azhar bisa selamat. Jam menunjukkan pukul 22.30 malam, Orang tua Friska datang ke rumah sakit. Karena khawatir akan keadaan Friska, yang tak pulang dari pagi hari.Bu Yana Tri Oktavia, dan Ahmad Jaelani(Pembantu di rumah Friska, yang dianggap saudara)Datang men-jenguk ilma, Khairunnisa, dan Azhar.
"Ohhh....jadi begitu cerita-nya, toh!" Ujar Yana, yang kaget.
"Ya ampun! Bener-bener gak nyangka! Anak jaman sekarang memang kelakuan-nya nakal-nakal! Ihhh!" Kesal, Ahmad Jaelani.
"Iya, nih! Gak punya etika banget, si Rizky itu!" Sebal, Yana.
"Iya, Tante....Mi..... Pak polisi juga udah berencana untuk menangkap, dan nyidang Rizky, dan kawan-kawannya. Kalo udah sembuh..." Ujar baskara.
"Gitu ya, nak! Huuuh......Gak nyangka banget!" Yana.
"Oh, ya! Donor ginjal-nya udah dapet belum?" Tanya Ahmad Jaelani.
"Hmmm...kayanya belum, deh. Atau mama, n Mimi tanya aja ke pak Ujang, sama Bu Ratna....tuh mereka..." Tunjuk, Friska. Menunjuk ke apotek rumah sakit.
"Ohhh, iya! Mama, n Mimi kesana dulu, ya!" Ujar Yana.
"Eh....Mimi disini aja, mama... Hehe.." Ahmad Jaelani.
"Oh, Yaudah! Mama duluan, ya! Bye!!" Yana.
Yana datang ke apotek rumah sakit, sementara Ahmad Jaelani membicarakan hal yang penting kepada Friska, baskara, dan Irene.
"EHHH...EHHH...! Sini, deh! Mimi ada info penting buat kalian!" Ujar Ahmad Jaelani, yang nampak-nya ada hal yang sangat amat penting.
"Ada apa ya, mi? Kayanya penting banget?" Tanya Irene, penasaran.
"Ada apa, sich?" Tanya friska.
"Gini....tadi kan Mimi gak sengaja ketubruk sama mobil-nya si rose, n kawannya itu. Nah Mimi di bawa ke mobil-nya, karena Mimi pingsan. Mungkin kaget-kali ya! Nah, habis itu Mimi sadar di dalam bagasi si rosek, gesrek itu!! Nah Mimi ngedengerin cerita mereka tuh, ternyata.........ternyata......."
"Apa, mi?" Tanya baskara.
"Ternyata........Rose, Jennie, Jisoo, sama Lisa ngerencanain ngebawa Ilma untuk jatuh ke pergaulan bebas. Dengan cara, si Rizky untuk mengarungi si Ilma! Untuk jadi anak punk!! Terus mereka juga rencananya, mau ngeluarin Ilma. Dengan cara ngejebak dia, ngelakuin hal-hal gak pantesss! Kebayang gak, sih?" Mimi, tegang.
"Apaaaaaa!!!" Teriak merek bertiga, kaget.
"Beneran, mi??? Gak bohong, kan?" Tanya baskara, sekilas tak percaya.
__ADS_1
"Beneran, bas! Mimi gak bohong!" Ujar Mimi, yang menyakin-kan baskara. Agar percaya kepada perkataan-nya.
"Kalo kek gini, gak bisa di biarin! Kita harus bertindak! Sebelum rencana mereka berhasil!" Tekad, Irene.
"Tapi gimana cara-nya?" Cemas, Friska.
"Kita minta bantuan, ke Bastian!" Ide, baskara.
"Hah? Seriusan lu? Mau minta ke si OSIS, judes itu?" Irene, tak percaya.
"Iya, seriusan!" Baskara, menyakin-kan.
"Kita liat aja nanti!" Ahmad Jaelani, tegang.
•••
"Dok.......!" Ucap Khairunnisa, yang nampaknya sudah siuman.
"Eh, adek Khairunnisa. Sudah sadar, ya! Istirahat saja dulu, nak!" Dokter.
Impussan berada di tangan kiri Khairunnisa, dengan bungkusan kain putih di tangan kanan Khairunnisa. Saat sadar Khairunnisa, langsung teringat kepada Azhar yang membutuhkan donor ginjal. Ini adalah kesempatan Khairunnisa untuk membicarakan hal ini, kepad dokter yang nampak-nya berada di samping-nya. Sedang mencatat beberapa kondisi Khairunnisa, yang terkapar lemas di ranjang berwarna biru itu.
"Dok......." Ucap Khairunnisa, kepada dokter.
"Hmmm, iya? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya dokter, yang terdapat bet bernama dokter ripal.
"Dok, saya......."
"Ya?"
"Saya....ingin mendonorkan ginjal saya, kepada pasien yang bernama azhar, apa -kah bisa." Tanya Khairunnisa, polos.
"Apa? Dik, kondisi-mu masih sangat lemas, dan lesu! Kamu tidak boleh melakukan donor, ataupun apapun itu! Biar-kan kondisi-mu pulih, dan 100% total dulu! Baru bisa!" Ujar dokter ripal.
••••
Keesokan harinya. Friska mulai bisa sekolah, karena Ilma, dan Khairunnisa telah sadar. Dan Azhar telah mendapatkan donor ginjal, entah itu dari siapa. Namun, saat jam 00.00 dini hari, ada seorang dermawan yang telah memberikan ginjal-nya kepada Azhar. Prediksi dokter, Azhar akan siuman sore nanti. Karena ginjal akan merespon beberapa jam, setelah operasi.
Di SMP Padang bulan, akan dilakukan doa bersama. Untuk kesembuhan Ilma, dan Azhar. Baskara, memberitahu semua guru untuk melakukan hal ini. Sebari memberikan pengumuman kepada semua siswa-siswi tentang kegiatan KBM(Kegiatan Belajar-Mengajar).
"Yaampun! Kalo gitu, gue bakalan jenguk Ilma deh, fris!" Ujar Asell, teman belakang bangku Friska.
"Hmmm....iya, Alhamdulillah...Ilma udah sadar, tapi kayanya dia harus rawat inap beberapa hari, dech.. karena waktu itu, Ilma bener-bener total ngehadepin si Rizky!" Kesal Friska, yang membeludak.
"Huh, iya, fris! Gue doain deh, supaya si Rizky itu masuk penjara selama-nya!" Asell, terbawa suasana.
•••
"WHATTTTTT??????!!!!! WHA.....WHA.....WHAAA.....WHATTTTT!!!!! SI RIZKY MASUK RUMAH SAKITTTT!!!!" Teriak rose, di bangku-nya.
"Iya! Katanya sih gara gara si Ilma, yang tau kalo si Rizky untuk udah jatuhin Azhar dari truk!" Ujar Lisa.
"BENER-BENER TUH, ANAKKK!!!! GAK BISA DI BIARIN!!!! AWAS YA LOE, ILMA!!!! GUE AKAN BIKIN PERHITUNGANN KE ELUU!!! DASAR BOCAH INGUSANNN!!!!" Kesal rose.
"WADUHHH...GIMANA NIH, KALO ILMA TAU TENTANG RENCANA KITA!!!??? APA KITA MAU DI BAKAR IDUP-IDUP SAMA SI ILMA!!!!!???? HIHHHHHH GUEEE TAKUTTT!!!!" Takut jisso.
"GUEEE jugaaa!!!!" Jennie, mengigil.
"Stop! Tenang aja! Gue punya kenalan anak punk, paling di takuti, dan paling liar di Majalengka!" Rose, menenangkan mereka semua.
"Siapa, Ros?" Tanya Lisa.
__ADS_1
"Bang Kevin!"
"Hah? Bang Kevin? Siapa tuh?" Tanya Jennie, penasaran.
"Hemm! Liat aja nanti, habis pulang sekolah....gue ajak kalian ke markas-nya! Markas bang kevin itu tersembunyi! Jadi gue bakalan lebih hati-hati sekarang!" Rose licik.
Ide rose membuat Jennie kesal. Geng kalajengking merah berasa di ketuai rose seorang, padahal Jennie yang menjadi ketua disana. Tetapi ia malah takut dengan rose, ia mulai sangat marah kepada rose.
•••
"Treeeettttt....Treeeettttt....Treeeetttt....DI HARAP SEMUA SISWA DAN SISWI BERKUMPUL DI LAPANGAN BASKET, KARENA ADA ACARA DOA BERSAMA, DAN PENGUMUMAN KBM....SEKIAN TERIMAKASIH...." Suara pak Erick, petuga sekolah. Terdengar dari speaker yang sangat besar, undangan untuk semua siswa siswi untuk berkumpul telah berbunyi.
•••
Jam pulang pun tiba, siswa siswi SMP Padang bula. Berhamburan keluar dari pintu gerbang untuk pulang kerumah. Lain hal-nya dengan rose, Jisoo, Jennie, dan Lisa yang akan bergegas ke markas besar bang Kevin.
Sementara itu Friska, Baskara, Bastian, dan Irene mengikuti mobil geng kalajengking merah itu. Untuk menangkap basah, mereka ber-empat di dalam markas bang Kevin.
Perjalanan yang jauh, membuat bensin mobil baskara agak sedikit habis. Namun karena takut ketinggalan jejak, mereka teruskan perjalanan. Untuk mengikuti mobil berwarna merah tua, milik rose.
Di jalan sepi, nampak-nya rose menyadari akan kehadiran Baskara,Bastian, Irene, dan Friska yang menumpangi mobil berwarna silver milik Baskara.
"EHHH....Itu Mobilnya si baskara, kan?" Tanya rose, kepada teman-teman-nya yang berada di dalam mobil.
"OMG!!! Iya itu mobil-nya baskara!" Teriak Lisa, panik.
"Kita harus gimana, nih?" Panik, Jisoo.
"Tenang! Gue ada siasat!" Licik, rose.
"Apaan tuh, Ros?" Tanya Jisoo.
"Liat aja!" Rose.
Mobil rose melaju kencang, nampak-nya Baskara sudah kehilangan jejak mobil Rose. Baskara, Bastian, Irene, dan Friska mulai kesal. Akhirnya untuk menenangkan hati, Baskara berhenti di pom bensin.
"Ah, gimana sih lu, Bas? Kenapa, sih.. bisa kehilangan jejak si trio Wek Wek itu!" Kesal, Bastian.
"Enak aja lu ngomong! Lu aja nih yang nyetir, kali lu bisa nemuin si trio Wek Wek itu!" Sebal, Baskara.
"Hadeh, OSIS OSIS aneh! Kita harus kerja sama untuk nyelametin Ilma dari si rosek, berengsek itu! Bukannya berantem!" Friska, kesal.
"Iya, betul tuh! Huhhh! Sekarang jangan dulu keluarin ego kalian, deh! Kita pikirin dulu si Ilma! Kalo lu mau nyetir mobil, ya udah...Sokkk! Tapi yang bener!" Kesal, Irene. Kepada Bastian, dan Baskara.
"Ouhhhhh, Ya!!!! Kita-kan bisa ngeliat mobil-nya si trio Kwek Kwek itu, dari jam hp gue!!!!" Girang, Friska.
"Hah?"
"Ya jadi begini, sebelum kesini gue kan naruh tuh jam tangan hp gue. Di mobilnya si rosek, nah disana gue aktifin GPS. Nah GPS itu terhubung ke hp gue, nahhh sekarang kita jadi tau dimana mobil si rosek berhenti!" Girang, Friska.
"Wowwww!!!! Cerdik banget sih, lu!" Puji, Irene.
"Nah, ayo! Langsung aja buka Hp lu" Bastian, tak sabar.
Friska membuka HP-nya, dan ternyata rose dan teman-teman-nya berada di dekat pom bensin. Tempat mereka berhenti itu, akhirnya Bastian melajukan kendaraannya untuk bergegas ke tempat misteri itu.
•••
Syukurlah keadaan Azhar, dan ilma 100% pilih. Azhar sekarang sudah sadar, dan ingin bertaubat. Ia ingin kembali ke pelukan keluarga hangat-nya, kedua orang tua-nya sebentar lagi akan membawa Azhar ke Medan. Karena pak Ujang akan membuka outlet oleh-oleh khas Majalengka di Medan. Bersamaan dengan istirnya yaitu Ratna Dewi. Sementara Ilma akan tinggal di rumah, bersama bibi Utari Wulandari Pertama Putri. Pak Ujang Iskandar, dan Bu Ratna Dewi akan ke Medan besok pagi. Rencana ini tak-lah mendadak, karena pak Ujang telah merencanakan untuk datang ke Medan tanggal 27 Juni 2019. Sekarang Ilma, dan Azhar boleh untuk pulang, namun harus mengonsumsi obat-obatan untuk memulihkan keadaan.
Disisi lain Khairunnisa kesusahan untuk berjalan, dan berlari. Entah mengapa, hari ini Khairunnisa pulang bersama dengan beberapa santriwati yang menjemput-nya dengan mobil.
__ADS_1
• • • • • 🔥T O B E C O N T I N U E D🔥• • • • •