Cacat Pergaulan

Cacat Pergaulan
Chapter 9 Kelas Diacak!


__ADS_3

Ke-esokan harinya, Friska, dan Khairunnisa di jemput oleh Jennie, Jisoo, Lisa, dan Rose di rumah mereka masing-masing. Khairunnisa terheran-heran mengapa mereka berempat menjadi baik? Apa mereka berempat sedang merencanakan sesuatu? Namun, sesampainya di sekolah Jennie, Jisoo, Lisa, dan rose malah semakin baik kepada mereka berdua. Terlebih Khairunnisa, akhirnya karena Friska melihat wajah Khairunnisa yang sangat kebingungan. Friska menjelaskan kejadian yang terjadi kemarin sore. Sempat Khairunnisa tak menyangka, tetapi ia mengerti.


"Ehh... Si Ilma kemana, yak? Dari tadi belum nongol batang idungnye!" Tanya Friska, pada Khairunnisa.


"Nggak tahu, mungkin dia masih sakit?" Jawab Khairunnisa, sebari menggaruk kepalanya meskipun tak gatal.


"Hmmm.... Dia kemana, sih? Perasaan tadi pagi banget, dia wa gue.... Katanya dia mau sekolah hari ini.." Friska, heran.


"Oh.. Mungkin aja dia sakit lagi... Tapi semoga aja dia cuman istirahat, karena baru pulih dari sakitnya..." Khairunnisa, menenangkan Friska.


"Hmmm.... Eh, Nis! Lu tau gak? Kalo kelas kita bakalan di acak lagi?" Friska.


"Ha? Mosok?" Khairunnisa, tak percaya.


"Iya, semalem bu Mentari ngomong ke gue... Kalo kelas bakalan di acak lagi, kayaknya gara gara kesalahan para guru, n staf kebingungan karena pendaftaran kelas 7 yang tahun ini hampir 800 anak!!! Hmm... Moga aja kita sekelas lagi..." Friska, menghela nafas.


"Iyah, berdoa aja.." Kata Khairunnisa, pasrah.


"PANGGILAN UNTUK SISWA, DAN SISWI KELAS 8, DAN 9!! HARAP SEGERA BERKUMPUL DI LAPANGAN BASKET SEKARANG! KARENA ADA PENGUMUMAN YANG SANGAT PENTING!"


Suara kak Erick(Penjaga Sekolah), menggema. Membuat semua siswa, dan siswi panik. Mereka bingung, mengapa ada pengumuman yang sangat mendadak. Jantung dari siswa-siswi bergema dengan kencang, menantikan pengumuman yang akan di berikan pak guru "Pudin" yang terkenal dengan suaranya yang sangat mengerikan (Killer).


Pak Pudin yang sering di sebut dengan Pak Puding oleh para siswa yang tidak menyukainya, memulai pengumuman dengan nada bicara yang sangat sedih. Tak ada raut wajah senang, ataupun bahagia. Semuanya tampak tegang. Meskipun Pak Pudin terkenal dengan coletehannya saat berbicara mengumumkan banyak hal kepada para siswa-siswi, namun kali ini berbeda. Kali ini ia berbicara dengan raut wajah yang sedih, menandakan berita yang sedih akan datang pada mereka semua.

__ADS_1


Benar saja! Pak Pudin mengumumkan hal yang sangat menyedihkan, ia bukan mengumumkan bahwa kelas akan di acak.. Namun ia mengumumkan bahwa Bu Mentari yang akan pindah bertugas di Cirebon, dan meninggalkan SMP Padang bulan. Berita ini membuat hati Friska, Baskara, Irene, Bastian,Khairunnisa, dan yang lainnya hancur! Mereka tak terima jika Bu guru Mentari akan pindah dari SMP Padang bulan, penolakan demi penolakan di terima Pak Pudin. Baskara melontarkan keterberatan hatinya dengan keputusan Bu Mentari, namun nihil. Bu Guru Mentari sudah pergi dari kota kabupaten Majalengka sejak tadi malam, dan sekarang mungkin Bu guru Mentari menjadi guru pendamping OSIS di masa orientasi siswa-siswi SMP yang berada di Cirebon.


Akan tetapi, pengumuman pak Pudin. Tak sebatas itu saja. Pak Pudin mengumumkan pengacakan kelas, dengan wajah yang sangat ceria. Dan gembira, Pak Pudin juga menyarankan semua siswa siswi tidak bersedih hati. Jika teman mereka berada di kelas lain.


Keesokan harinya, daftar siswa dan siswi kelas 8 sudah tertempel di jendela kelas masing-masing. Friska, Khairunnisa berada di dalam satu kelas. Mereka berdua juga sekelas dengan Jennie, Jisoo, Lisa, dan Rose. Friska sangat senang, karena ia sekelas dengan teman yang berada di taman kanak-kanak. Yang bernama Rafli Nurul Falah, dan Falah Silvia Nanda. Akhirnya bertahun-tahun Friska ingin satu kelas bersama mereka berdua terwujud juga di kelas 8. Akan tetapi, Ilma tidak sekelas dengan mereka kembali. Ilma berada di kelas 8B yang di penuhi oleh beberapa remaja yang terjerumus ke pergaulan bebas. Tercatat banyak sekali remaja berandalan di kelas 8B, sementara hanya Ilma, Jajat, Faiz, dan Aditiya yang tidak terjerumus dalam pergaulan sesat itu. Ilma sempat kecewa tidak bisa satu kelas bersama sahabat karibnya. Namun, Ilma sadar. Bahwa ia harus mandiri. Tak apa jika kelompok belajar mereka bubar, namun di sosial media harus tetap merajut tali persahabatan.


Kedua orang tua Ilma, termasuk adiknya bernama Azhar. Sudah berangkat ke Medan. Ilma sekarang tinggal di rumahnya bersama Bibinya yang bernama Rengganis Eka Putri, Serta Pamannya yang bernama Yanto. Rengganis Eka Putri atau yang kerap disebut bi Eka adalah seorang pedagang gamis, alat alat make up, baju, seragam, dan beberapa miniatur online. Sementara Yanto bekerja sebagai pengusaha masakan Padang di sekitar Majalengka.


Saat jam masuk pelajaran pertama di mulai, kelas 8A di kagetkan dengan masuknya Bu Ajeng Mardiana yang terkenal dengan mata tajamnya yang berada di mana mana. Ia adalah guru Killer IPA yang terkenal di seluruh sekolah, karena siapa saja yang menyebutkan namanya. Para siswa-siswi langsung ketakutan setengah mati, berbeda dengan Bu guru mentari. Bu Ajeng lebih garang dengan Bu Guru Mentari. Bu Ajeng baru datang dari SMP Majalengka kota, karena pertukaran guru. Satu tahun ia pergi, dan sekarang ia kembali mengajar di SMP Padang bulan sebagai wali kelas 8A.


"Astoge..... Gue takut sama Bu Ajeng, OMG!!!!" Friska, berbisik pada Khairunnisa.


"Tenang..tenang... Insya Allah kita akan di lindungi dari guru killer itu! Iih.." Khairunnisa yang bergemetar, menenangkan Friska.


Ia masuk dengan gaya khasnya, mengucapkan salam, dan langsung duduk di bangku yang sudah di sediakan.


"Oke, kalian sekarang di walikelaskan oleh ibu! Jadi kalian harus nurut sama ibu! Untuk upacara, dan kultum kita kebagian Minggu depan, dan sekarang katanya latihan! Hari ini kita belajar sampai jam 17.00, dan untuk latihan upacara yaitu jam 17.00 sampai jam 19.00 di-aula! Peraturan untuk yang di walikelaskan oleh ibu adalah jangan banyak protes! Harus kreatif! Harus jangan pernah ke bimbingan konseling! Dan kalian semua jangan malas belajar? Inget! UN tahun depan! Kalian harus menjadi lulusan dengan nilai yang tertinggi di SMP Padang bulan! Karena apa? Kasihan orang tua kalian! Udah membiayai kalian sekolah, tapi liat kelakuan anaknya di sekolah.. eh... Males-malessan! Kalian semua sekarang sudah kelas 8, seharusnya kalian mengerti sekarang kalian ada di fase apa! Pokoknya gak mau tau, kalian semua jangan 'semau gue' aja, pokoknya kalian harus nurutin apa kata ibu! Oh ya, jangan lupa malam ini latihan! Tau sendiri kan alumni 8A kemarin bagus-bagus tampilnya?? Pas upacara di Puji sama pak kepala hj. Mamat! Pas kultum banyak yang tepuk tangan, sama banyak yang nyawer(Memberi Uang Saat Pentas Sholawatan Di Lapangan)! Nah, ibu mau kalian bisa lebih dari mereka! Tanpa pengenalan!!! Kalian hari ini juga, buat struktur organisasi kelas!! Dimulai dari ketua kelas, wali kelas, bendahara, sekretaris, seksi seksi kelas! Sama jadwal piket, dan jadwal pelajaran di kertas karton, lalu tulisannya pake origami! Sekreatif kalian! Jangan tanya ibu! Pokoknya pagi ini harus selesai!"


"Ettdah... Galak banget, yak? Gue takut jadinya sama Bu Ajeng..." Ujar Rose, pada Jennie berbisik.


"Iya! Gue rasa bakalan banyak kasus nih di kelas ini! Soalnya banyak banget bad boy, sama bad girl! Iwhhh....!" Jennie, jijik pada bad boy, dan bad girl yang berada di kelasnya.


"Ada yang di tanyakan tidak?" Tanya Bu Ajeng, kepada kelas 8A.

__ADS_1


Kelas 8A hening seketika.


"Oh! Yasudah atuh! Kalo gak ada yang di tanyakan, ibu mau ke kantor dulu! Mau buat konsep buat lomba agustusan untuk kelas ini! Assalamualaikum! Bye bye!"


Bu Ajeng Mardiana keluar dari kelas 8A, dan menuju ke kantor. Sementara di kelas 8A, tiba tiba menjadi ribut. Karena bad girl, dan bad boy kembali bercengkrama, berinteraksi satu sama lainnya.


Friska, Khairunnisa, Ripal, Rafli, Jennie, Jisoo, Lisa, dan Rose berkumpul di depan kelas karena kondisi di dalam kelas sangat kacau. Mereka berdiskusi tentang struktur organisasi yang akan di buat pagi ini juga. Friska sudah di putuskan menjadi sekretaris kelas, Khairunnisa sepakat menjadi Seksi Keagamaan, Rose menjadi Bendahara tabungan, Jisoo menjadi Bendahara Infak, Lisa menjadi wakil ketua kelas, sementara Rafli Nurul Falah menjadi ketua kelas. Sisa nya adalah Jennie menjadi Seksi.Pustakawan bersama dengan Ripal. Masih kurang beberapa orang lagi, tiba tiba ada segerombolan siswa,dan siswi yang mendekati mereka semua.


Mereka adalah Romi(Siswa Paling Cerdas), Herna Saputri, Syari, Chandra, Alya saka Putri, dan Nurul Fauziah. Mereka berdiskusi tentang pembuatan struktur, dan mereka juga menawarkan diri untuk menjadi seksi yang kurang. Akhirnya Struktur Organisasi yang di tulis Friska di kertas pun rumpun, dan akan di salin ke kertas karton.


Ilma melihat mereka semua dari jendela kelasnya, Ilma sangat terpukul karena tidak satu kelas bersama Friska. Namun, Ilma yakin bahwa ia bisa berada di kelas yang di penuhi dengan anak-anak yang ia tak sukai. Hampir satu kelas Ilma di jauhi. Karena dahulu Ilma pernah melamporkan setiap anak-anak yang sangat nakal/Berandal ke bimbingan konseling, sehingga tak ada yang mau mendekatinya. Karena bisa saja yang mendekatinya di laporkan ke kantor BK oleh Ilma.


Adit, dan Faiz pun serasa tak menyukainya. Tanpa sebab, air mulai mengalir dari pupil Ilma. Ilma menangis, ia sedih. Karena tidak mempunyai teman yang ia jadikan teman curhat, Ilma akhirnya terpojok disana. Namun, seperti sebelumnya ia bertekad akan bertahan!


• TO BE CONTINUED 💖


"Heh, apaan nih? Kenapa lu buang nasinya? Dasar kagak ngehargain nasi pemberian para dewan penggalang lu!" Teriak Chandra, kepada Ilma.


"Iya, sekarang lu harus makan makanan yang udah lu buang ke tong sampah! Cepetan! Atau kalo nggak.... Gue bakalan laporin lu ke ketua dewan penggalang! Biar lu di usir dari sekolah!" Teriak Iqbal.


Friska, Khairunnisa, dan Geng kalajengking merah. Hanya bisa tercengang melihat kejadian yang ada dihadapan mereka, tak disangka! Ilma yang dahulu seperti perempuan kuat. Sekarang menjadi perempuan yang di tindas! Sangat disayangkan!


.

__ADS_1


__ADS_2