Can I Be Happy?

Can I Be Happy?
part 7


__ADS_3

Aruna pun mulai masuk sekolah, ia langsung di berikan beberapa pertanyaan oleh Lita. Tetapi, jawaban demi jawaban dari Una itu adalah bohong.


Aruna melirik ke arah Deva dan langsung mengacungkan jempolnya yang memberi pertanda kepada Deva, bahwa dia baik-baik saja. Tetapi, Deva tidak mempercayai itu.


Kring.... kring...


Jam istirahat tiba, Deva dan Aruna langsung bergegas menuju perpustakaan. Mereka selalu membaca buku setiap jam istirahat.


Di sela-sela membaca, Deva melirik ke arah pergelangan tangan Aruna yang memar. Aruna tidak menyadari bahwa Deva tengah memperhatikan nya.


"Pergelangan tangan kamu kenapa?" tanya Deva.


"Ah....gapapa kok" jawab Una.


"Yakin?" tanya Deva kembali.


"Iya. Gausah khawatir" jawab Una sambil tersenyum manis.


Mereka tidak menyadari bahwa, ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka dari kejauhan.


"Kayanya, aku tertarik sama dia" gumam orang tersebut.


Tiba-tiba Una merasakan sakit di bagian perut kiri. Tetapi, Una menahan rasa sakit tersebut. Ini sudah terbiasa oleh Una.


Deva menyadari bahwa Una tengah menahan rasa sakit.


"Kenapa?" tanya Deva kepada Una.


"Gapapa hehe" jawab Una.


"Oh iya, nanti pulang sekolah...mau gak ke kafe lagi?" tanya Una.


"Gabisa" jawab Deva.


"Yeah...hidup aku gakan lama lagi loh, masa kamu gamau temani aku?"


Deva pun akhirnya menerima ajakan Una, yang membuat Una bahagia.



Sehabis pulang sekolah, mereka langsung pergi menuju kafe yang mereka datangi minggu lalu.



Aruna dan Deva langsung memesan makanan. Selagi makanan datang, mereka berbincang-bincang.



"Aku mau tanya sama kamu" ucap Deva.



"Apa?"



"Kenapa kamu menyembunyikan penyakit kamu kepada orang lain? Apakah kamu juga menyembunyikan juga dari keluarga kamu?" tanya Deva.



Aruna tersenyum. Ini pertama kalinya seseorang menanyakan hal seperti itu kepadanya.



"Karena aku gamau mereka melihat aku karena kasihan, dan memperlakukan aku secara berlebihan. Aku juga gak memberi tahu keluarga, karena aku yakin. Ibu dan kakak tiri aku pasti akan memperlakukan aku seperti biasanya tidak dengan ayah" jawab Una panjang lebar.



Deva sudah menduga bahwa Aruna di perlakukan tidak baik oleh keluarga nya.


__ADS_1


"Sepulang dari kafe, boleh aku ke rumah kamu?" tanya Deva kepada Una.



"Mau ngapain?" tanya Una balik.



"Ya berkunjung aja" jawab Deva dengan santai.



"Boleh" jawab Una dengan semangat.



Una tidak menyadari, bahwa Deva berkunjung ke rumahnya ada maksud tertentu.



Makanan pun tiba dan mereka langsung menyantap makanan tersebut sambil bercanda ria.



Deva dan Aruna telah sampai di rumah.


Aruna membukakan pintu dan masuk kedalam rumah dan diikuti oleh Deva dari belakang.


"Aku pulang"


"Kenapa baru pulang jam segini?" tanya Sang ibu sambil menghampiri Una.


"Tadi aku ke suatu tempat dulu" jawab Una.


Zoya melirik ke arah Deva dengan tatapan tidak suka.


"Siapa dia?" tanya Zoya sambil menunjuk kepada Deva.


Deva pun menjabatkan tangannya dan diacuhkan oleh ibunya Aruna.


"Kamu udah tau kan siapa saya? Jadi gausah berkenalan" ucap Zoya dengan nada dingin.


Deva pun melihat Zoya dengan malas dan tatapan dingin.


Zoya pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kamu tunggu disini dulu. Aku mau ganti baju dulu" ucap Una.


"Oke"


Una langsung bergegas menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


Bi Siti menghampiri Deva yang tengah melihat poto Una sejak kecil.


"Temannya non Aruna ya?" tanya bi Siti kepada Deva.


Deva pun membalikkan badannya dan menjawab "iya"


"Wah, udah lama non Aruna gak bawa temannya ke rumah. Duduk dulu, mau minum apa?" tanya bi Siti.


"Apa aja deh Bi" jawab Deva sambil tersenyum.


"Yauda, orange jus aja yaa.. " ucap bi Siti.


"Boleh terserah aja" jawab Deva kembali.


Bi Siti pun langsung membuatkan minuman untuk Deva dan Aruna.


Tiba-tiba Angel datang dengan berjalan sempoyongan. Deva tidak menyadari bahwa kakak tirinya Una sudah pulang dengan keadaan mabuk. Ia hanya fokus melihat poto Aruna.


Angel pun langsung memeluk Deva dari belakang dan dengan spontan Deva mendorong Angel dengan kasar.

__ADS_1


"Bren***k, baru pertama kali aku di tolak sama cowo" umpat Angel sambil bangkit dari jatuhnya.


Deva yakin, bahwa dia adalah kakak tirinya Aruna. Deva pun membiarkan Angel ber-umpat kepadanya.


"Deva" panggil Una.


Una menghampiri Deva dan terkejut kalau melihat keadaan Sang kakak.


"Kak Angel? Kakak kenapa?" tanya Una sambil memegang tangan Angel.


Angel pun langsung mendorong Aruna dengan kasar dan langsung menjambak rambut Aruna. Deva dengan segera menolong Aruna dari kegilaan kakak tirinya itu.


"Lepaskan!" bentak Deva kepada Angel, yang membuat Angel dan Aruna terkejut.


Deva langsung melepaskan tangan Angel dari rambut Aruna. Tiba-tiba ibu berlari menuju mereka dan langsung menampar kencang Aruna.


"Anak si*lan! Berani-beraninya kamu kepada Angel hah!?" bentak Zoya kepada Aruna.


Sedangkan Aruna tengah menahan rasa sakitnya. Ketika ibu hendak menampar Aruna kembali, tiba-tiba tangannya di cekal oleh Deva.


"Hentikan" ucap Deva dengan dingin yang membuat Angel dan ibu sedikit ketakutan.


Ibu menepis tangan Deva dan berkata "kamu tidak tau apa-apa! Jadi, gausah ikut campur"


"Jangan jadi sok pahlawan deh" sahut Angel.


"Saya tau semuanya." balas Deva penuh dengan tekanan.


Bruk.


Aruna tiba-tiba tidak sadarkan diri. Deva pun dengan segera menggendong Aruna ala bridal style.


Deva langsung membawa Aruna ke rumah sakit dengan mobilnya.




Sedangkan di tempat lain, Zoya dan Angel tengah menggurutu.



"Merepotkan" kata Zoya



"Caper" kata Angel.



Zoya langsung mengecek keadaan Angel dengan hati-hati.



"Kamu gapapa kan?" tanya Zoya.



"I'm okay mom" jawab Angel sambil tersenyum.



Mereka tidak menyadari, bahwa bi Inah sedari tadi merekam kejadian dimana Aruna di perlakukan kasar oleh ibu dan kakak tirinya itu.



"Ini akan menjadi bukti suatu saat nanti" gumam bi Siti.



(Halo^^ aku bakal usahain setiap minggu akan update yaa^^ikuti aja terus kisahnya^^yang makin kesini makin seru loh.... Jangan lupa vote dan coment)

__ADS_1


__ADS_2