CEO CANTIK Dan DOSEN TAMPAN

CEO CANTIK Dan DOSEN TAMPAN
Episode 17


__ADS_3

...Siapa wanita itu?...


...Dengan cepat Shafar keluar dari restoran dan segera mencari Wulan....


...Shafar mencari hinggga ke area parkiran disamping mall,lalu ia pun berhasil menemukan Wulan yang hendak masuk ke mobilnya....


...Shafar pun mencob mendekati Wulan,namun begitu ia melangkah hatinya tiba-tiba ragu....


...Tunggu!Mengapa aku ingin mengejarnya?...


...Shafar bingung....


...Ada apa denganku? ...


...Shafar pun mengurungkan niatnya dan hanya melihat Wulan pergi meninggalkan area restoran....


...Bayangan mobil itu pun menghilang diantara ramainya kendaraan yang berlalu lalang....


..." Hah...." Shafar menghela napas panjang. " Kurasa aku benar benar sudah gila."...


...Shafar pun teringat kejadian tadi....


...Rasanya ia sangat kesal begitu teringat tangan Wulan yang terluka,setidaknya itu akan menyebabkan luka bakar ringan,pikirnya....


...Karna tahu yang membuat Wulan terluka andalah temannya Riska,spontan ia pun  juga kesal pada Riska.Walau ia tahu itu bukan sepenuhnya salah Riska....


..." Ck," Shafar melepas jaketnya. " Haha,bang Ipul bakalan ngomel ini."...


...Itu adalah jaket kakak laki-lakinya Shafar yang kedua....


...Jaketnya memang bisa menahan siraman kopi tadi hingga tak tembus ke baju kaosnya tapi noda kopi yang tertinggal gak akan bisa langsung hilang karna Shafar mengenakan jaket berwarna putih....


...Shafar pun melipat jaket itu dan membawanya....


...Ia berjalan hendak mengambil motornya yang berada tak jauh dari area parkir restoran....


...Setelah menemukan motornya,...


...Duk! Shafar menyenggol sesorang....


..." Oh? Saya minta maaf," ucap Ilham yang baru saja keluar dari mobilnya....


...Pria tampan dengan wajah sedikit chubby,lesung pipi di pipi kanannya dan sedikit lebih pendek dari Shafar....


..." Tidak apa apa.Saya juga minta maaf." balas Shafar....


..." Kalau begitu,saya permisi dulu." Ilham tersenyum ramah....


...Shafar membalas dengan anggukan lalu Ilham pergi meninggalkan Shafar....


...Shafar pun mengambil motornya lalu pergi meninggalkan area restoran....


...Brummmmm........


...Sesampainya ia di rumah,...


...Shafar langsung merendam jaket kakaknya dengan deterjen....


..." Semoga nodanya hilang," harapnya....


...Setelah itu ia segera masuk ke kamarnya dan berganti pakaian tidur....


...Ia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mencari posisi yang nyaman....


...Kalo diingat,pria itu memanggil Wulan 'nona'.Aku rasa dia tak memiliki hubungan khusus dengan Wulan...


...Sekejab Shafar merasa lega....


...Hm? Mengapa aku merasa lega?...


...Shafar pun menutup kedua matanya dengan lengan yang besarnya....


..." Hah..."sekali lagi ia menghela napas panjang....


..." Apa yang kupikirkan? Hubungannya dengan pria pria itu bukan urusanku."...


...Sebenarnya Shafar masih memikirkan Wulan dengan pria yang ia lihat di pesta itu....


...'' Mengapa aku masih memikirkannya? Apa karna mimpi itu? "...


...Benar juga,semuanya dimulai saat ia memimpikan Wulan lalu  tak sengaja ia melihat  Wulan yang asli....


...Semua itu dimulai dari sana,pikirannya jadi sedikit kacau dan terkadang fokusnya teralihkan....


...Apalagi kemarin malam ia bermimpi,Wulan menikah dengan pria di pesta itu dan meninggalkannya sendiri....


...Karna mimpi itu pun ia merasa kesal dan menyesal....


...Entah apa yang ia sesalkan.Tapi,perasaan itu membuatnya tak nyaman....


...Padahal beberapa tahun belakang ia mulai melupakan rasa bersalah dan penyesalannya terhadap Wulan.Ia mencoba mengalihkan pikirannya dengan tumpukan  pekerjaannya....


...Namun,saat melihat Wulan saat itu membuat semua perasaan yang tadi hampir terkubur malah muncul lagi.Entah mengapa perasaan itu malah berubah menjadi rasa kerinduan terhadap sosok yang tanpa sadar selama ini ia rindukan....


...Penampilan dan sikap Wulan yang sangat berbeda jauh saat ini,membuatnya benar-benar merindukan Wulan ketika mereka smp....


...Shafar pun bangkit dan menyenderkan tubuhnya ke dinding.Lalu ia mengambil buku yang ada di meja samping ranjangnya....


...Siapa tahu ia bisa menjernihkan pikirannya dengan membaca....


...-----...


...Wulan baru saja selesai mandi dan berganti pakaian tidur....

__ADS_1


...Entah mengapa hari ini ia merasa sangat lelah dan mengantuk,padahal biasanya ia sering bergadang dan melakukan pekerjaan lebih dari hari ini....


...Ah,mungkin karna ia habis diomeli oleh Lee dan orang tuanya....


...Setelah pergi dari restoran,Lee segera membawanya ke rumah sakit dan meminta Dimas mengobatinya....


..." Mungkin akan terasa tidak nyaman tapi tolong tahan beberapa hari ya,nona." ucap Dimas setelah mengolesi obat dan memperban tangan Wulan....


...Dimas Arlangga,seorang dokter yang dipekerjakan Wulan sebagai dokter pribadi untuk memantau kesehatan keluarganya terutama orang tuanya....


...Seorang pria tampan dengan tubuh yang bugar bak seorang atletis dan tinggi yang semampai.Sudah lima tahun ia bekerja sebagai dokter spesialis Keluarga dan baru saja menyelesaikan pendidikan S4-nya.Ia juga teman smpnya Wulan sekaligus orang yang pernah diam-diam menyukai Wulan....


...Ya,dia pernah menyukai Wulan tapi itu dulu.Sekarang ia sudah punya tunangan  dan akan menikah tiga bulan lagi....


...Dia adalah pria yang dilihat Shafar waktu itu....


...   ...


..." Memang hanya luka bakar ringan tapi bisa menjadi serius dan meninggalkan    bekas jika anda tidak mengobatinya dengan teratur.Ini resep obat untuk anda minum jika lukanya  terasa berdenyut."...


..." Baiklah..."...


..."...Kamu sudah puas Lee? "...


...Wulan menoleh kearah Lee dari tadi berdiri disampingnya....


...Lee hanya menatap kesal tuannya. " Bagaimana anda bisa bicara seperti itu? " ucapnya khawatir....


..." Itu karna kau berlebihan,Lee."...


..." Nona...Bisakah anda tak menganggap enteng luka ditubuh anda? "...


..." Perkataan sekreataris Lee benar,nona.Luka kecil pun bisa berakibat fatal." sahut Dimas....


..." Jika anda tidak bisa bekerja karna luka kecil itu,bagaimana dengan gaji saya? " candanya....


..." Ternyata kamu hanya mengkhawatirkan uangku saja ya,Dim." Wulan beranjak dari kursinya....


..." Haha,saya bercanda.Tapi,ada baiknya anda mengikuti perkataan sekereatris Lee.Anda terlalu sering mengabaikan keselamatan anda."...


...Wulan menatap tajam Dimas....


..." Sebagai sesama dokter pribadi,bukankah kami harus selalu berhubungan.Dokter Wu hanya memberitahukan kondisi anda secara kasar saja." jelas Dimas sebelum atasannya salah paham....


..." Baiklah,lain kali aku akan lebih berhati hati.Terima kasih Dim,kami pamit."...


...Lee menundukkan kepalanya lalu mengikuti Wulan....


...Ia dan Lee pun pergi.Tak lupa pula Lee menebus resep obat yang diberikan Dimas....


...Selama dalam perjalan pulang,Lee tak henti-hentinya meminta Wulan agar lebih berhati-hati dan menjaga diri....


...Saat-saat seperti inilah,Lee yang biasanya tampak cool berubah menjadi orang tua yang suka mengomeli anaknya....


...Yang benar sih menasehati....


...Setidaknya Lee bisa sedikit menghibur Wulan saat ia sedang sangat lelah....


...Sampai dirumah pun....


...Seakan belum puas menasehati tuannya,Lee segera mengadukan keadaan Wulan pada orang tuanya dan alhasil Wulan segera diinterogasi oleh orang tuanya karna khawatir....


...Cukup sulit untuk menyakinkan orang tuanya kalau ia baik-baiknya....


...Dan setelah membuat kekacauan itu,Lee langsung pamit pulang....


...Lee tinggal di sebuah rumah yang khusus dibangun Wulan untuk tempat tinggal supirnya yang bertugas mengantar-jemput orang tuanya saat hendak berpergian.Jaraknya hanya 100 meter dari rumah Wulan....


...Awalnya Wulan menyuruh Lee tinggal di hotel dekat mall,tapi Lee menolak karna alasan terlalu jauh.Ia mengeluh lelah jika harus bolak-balik menjemput Wulan....


...Karna kebetulan rumah itu memiliki dua kamar,Lee pun tinggal disitu. ...


..." Sepertinya aku terlalu lunak ya,Lee? " ucap Wulan yang masih kesal....


...Ditempat lain,...


...Lee yang hendak memeriksa pekerjaannya,tiba-tiba merinding merasakan hawa dingin berhembus melewati tengkuknya....


..." Aku punya firasat buruk,haha." ucapnya seraya tersenyum canggung....


...Malam semakin larut,...


...Dan Wulan sudah terlelap dalam tidurnya....


...Pemandangan yang tak asing.Dimana ini?...


...Wulan melihat sekelilingnya....


...Ah,ini  sekolah smp....


...'' Wulaannn " panggil seseorang....


...Wulan menoleh kearah suara itu dan melihat seorang gadis dengan semangat berlari kearahnya....


...Pluk! Gadis itu memeluk Wulan....


...Wulan pun membalas pelukan itu....


..." Kau darimana aja sih? Dari tadi aku nungguin loh,"...


..." Maaf Lik,wc-nya ngantri.Aku harus nunggu buat ganti baju.''...


..." Ku kira kau gak jadi ikut."...

__ADS_1


..." Ey,mana mungkin.Ini kan kemah pertama kita diluar.Aku bahkan gak bisa tidur loh,sangking gak sabarnya."...


..." Hehe sama,"...


...Wulan dan gadis itu pun menghampiri teman mereka yang lain....


...Lalu seorang pria memanggil mereka semua untuk bebaris dan mengatakan hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan oleh anak didiknya. ...


..." Kalian semua bawa bontot*  kan? "...


...tanya pembimbing itu....


...* bahasa setempat untuk kata bekal makan pagi,siang atau malam....


..." Iya kak."...


..." Alamak.Aku lupa bawa bontot,gimana nih Lik? " Wulan gelisah.Padahal tadi malam ia sudah mempersiapkan semuanya....


..." Pantesan aja kayak ada ketinggalan,duh gimana dong? "...


..." Kongsi samaku aja,nih aku bawa bekal banyak." ucap temanya,Alika.Sambil menunjukkan sekotak kecil makan siangnya....


..." Hei,kawan.Itu mah gak banyak,untuk makanmu aja pasti kurang."...


..." Ini banyak tahu.Bahkan mungkin bisa sampe untuk makan malam."...


...Wulan geleng-geleng kepala tak percaya porsi makan temannya yang sangat sedikit bahkan porsi itu tak cukup untuk ia makan sekali....


..." Panteslah kau gak tumbuh tumbuh."...


..." Eh aku tumbuh ya,nih liat.Sekarang aku udah lebih tinggi darimu." mengukur tingginya dan Wulan yang berbeda beberapa senti....


..." Tinggimu aja yang bekembang,nih liat badanmu.Kurus kerempeng,"...


..." Hah,daripada kau gemuk.Ni lemak dah berapa kilo." mencubit perut Wulan....


..." Hya! berat badanku normal ya,normal.Aku gak gemuk cuma berisi aja." balas Wulan tak mau kalah....


..." Eh,itu yang ribut dibelakang.Keluar. " teriak pembimbing mereka....


...Wulan dan temannya pun langsung diam lalu keluar dari barisan....


..." Maaf,kak."...


..." Orang lagi ngomong didepan jangan kalian juga ikut ngomong,hormati yang didepan.Kalo gak mau kalian aja sini yang ngomong."...


..." Enggak,kak."...


...'' Belum pergi aja kalian dah buat masalah,gimana nanti disana? "...


...Wulan hanya diam....


..." Kalian berdua langsiri* barang barang kita dari gudang.Cepat! "...


...*pindahkan terus( kira-kira gitu artinya)...


..." Iya,kak! "...


...Dengan cepat Wulan dan temannya berlari kecil ke gudang khusus anak pramuka dan memindahkan barang-barang bawaan mereka....


...Setelah memindahkan semua barang dan pembimbing mereka juga selesai bicara.Saatnya mereka berangkat....


...Dengan bis yang mereka sewa,mereka pun berangkat ketempat perkemahan dengan damai walau jalannya lumayan bergelombang....


...Sesampainya disana...


...Wulan takjub melihat banyaknya tenda tenda yang sudah berdiri dan ramainya anak-anak pramuka yang berlalu lalang....


...Adegan berpindah,...


...Dimana semua teman-teman Wulan berkumpul setelah mendirikan tenda mereka....


...Dengan satu tikar plastik yang lebar mereka duduk melingkar dan mengeluarkan bekal makan mereka....


...Namun,Wulan sendiri yang tangan kosong....


..." Lan," seseorang memanggilnya....


...Wulan berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya....


...Anda?...


..." Kak Shafar? "...


..." Ini,tadi kakak beli untuk kak Rudi tapi dia udah beli duluan.Kau gak bawa bontot kan? Makan ini aja." ucap pria itu sambil memberikan sebungkus nasi padang dengan senyum yang manis dan ramah....


...Allahu Akbar...Allahu Akbar......


...Suara azan subuh membangunkan Wulan. Perlahan ia membuka dan mengerjab-ngerjabkan matanya....


...Ini.....Kamarku...


...Wulan melihat sekelilingnya,kamarnya yang gelap dengan sedikit cahaya dari lampu tidurnya yang ditemplkan di dinding dekat ranjangnya.Kamar yang sederhana dengan lebar dua meter dan panjang satu meter itu terasa sangat nyaman....


...Dulunya ini adalah kamarnya dengan adiknya,Tami.Namun,semenjak adiknya menikah dan pindah ke rumah mertuanya,orang tuanya merombak kamar itu agar bisa ditempati Wulan....


...Ia meraih ponselnya untuk melihat jam berapa ini,...


..." 4.20."...


...Wulan pun bangkit dari tempat tidurnya lalu meletakkan ponselnya kembali....


...Diambilnya handuk yang tergantung di belakang pintu kamarnya lalu  keluar dan berjalan menuju kamar mandi....

__ADS_1


__ADS_2