
Sudah dua minggu ini Niela bekerja di perusahaannya Aufal tanpa di ikuti oleh mata mata priabmisterius itu, Niela yakin jika pria misterius itu sedang sibuk mencari cari keberadaannya, apa lagi Niela tau bahwa perusahaan pria misterius ity sedang tidak baik baik saja.
"Huh, gue rasa keberadaan gue makin gak aman kalau terus seperti ini, para netizen pasti akan mengetahui keberadaan gue, setelah lama menghilang dari dunia maya" Lirih Niela sambil menata berkas berkas di mejanya.
Selain mendapatkan kabar tentang pria misterius itu, Niela juga mendapat kabar bahwa perusahaan Daniel di ambang kehancuran setelah Aufal membatalkan perjodohannya.
Ya, seminggu yang lalu Aufal memutuskan untuk membatalka perjodohan itu dengan dalih tidak ada kecocokan dan Aufal sudah memiliki gadis lain di hatinya.
Flashback On
Seminggu yang lalu.......
*Saat Niela selesai bekerja, Aufal datang dan mengajak Niela untuk makan siang bersama di luar, sebenarnya Niela sudah mengajak kedua sahabatnya untuk makan siang bareng di luar, namun karna yang mengajaknya untuk makan siang bersama adalah Aufal jadi Niela pun menerima ajakannya Aufal dan membatalkan ajakan makan siang bersama dengan kedua sahabatnya.
"Mari mas" Kata Niela.
Aufal menganggukan kepalanya dan berjalan keluar kantor bersama Niela, semua kriawan banyak yang berbisik bisik membicarakan kedekatan sang atasan dengan gadis magang itu, karna baru kali ini CEOnya mau makan bersama seorang gadis setelah bertahun tahun lamanya menyendiri, apa lagi ini adalah gadis magang.
Setibanya di restourant, keduanya langsung masuk dan mencari meja, sebenarnya Niela tidak tau apa tujuannya Aufal mengajak Niela makan siang bersama, namun karna saking seringnya Aufal mengajaknya makan siang bersama saat jam makan siang Niela pun hanya diam saja tanpa berbicara, karna menurut Niela itu hanya hal biasa.
Namun saat Aufal menggandeng tangannya menuju meja yang di isi oleh beberapa orang, barulah Niela menyadari apa yang akan Aufal bicarakan, karna tidak mungkin Aufal mengajaknya makan siang bersama jika tidak ada yang akan di bicarakan.
"Siang semuanya, kenalin ini pacar sekaligus calon istri saya, namanya Putri" Aufal mulai memperkenalkan Niela pada kedua orang tua Niela.
Jelas saja kedua orang tua Niela tidak tau siapa Putri sebenarnya hanya terkejut bukan main, namun karna mereka melihat dari wajah cantiknya Niela merasa Putri tunggalnya itu sangat keterlaluan hingga Aufal pun berpaling darinya.
"Putri" Niela mengulurkan tangan kanannya meski merasa kaku sekaligus gerogi karna ini pertama kalinya Niela berkenalan dengan kedua orang tuanya, bukan hanya itu Niela merasa durhaka karna Niela saat ini seperti tidak kenal terhadap kedua orang tuanya, namun harus bagaimana lagi? Niela harus melakukan semua ini agar misinya berjalan dengan sempurna.
Daniel menerima uluran tangan Niela "Daniel dan ini istri saya, Laila" Kata Daniel sambil melepaskam jabatan tangannya.
Niela menoleh kearah Laila dan mengulurkan tangannya tidak lupa memperkenalkan namanya, sedangkan Laila sendiri menerima uluran tangan tersebut lalu melepaskannya setelah menyebut namanya.
"Apa maksud dari ini semua Rafael?" Tanya Daniel yang tidak mengerti maksud dari teman yang satunya ini.
Rafael melirik Arumi, Arumi hanya menganggukan kepalanya, sedangkan Niela dan Aufal duduk bersebelaha tidak mau ikut campur urusan orang tua, takutnya malah jadi runyam masalahnya.
__ADS_1
"Kami ingin membatalkan perjodohan anak kita Niel, bukan krna apa, tapi kita tidak bisa melanjutkan lagi perjodohan anak anak kita, takutnya nanti malah memperbesar masalah dan bahkan kita akan menyesali perbuatankita karna anak anank kita yang terus memberontak" Rafael manggantung ucapannya "Lagi pula putra sulungku sudah memiliki kekasih" Lanjut Rafael enteng.
Daniel bisa memaklumi ini semua, lagi pula apa yang di katakan Rafael ada benarnya juga, namun yang menjadi masalahnya adalah reputasi perusahaannya yang akan hancur setelah ini, semua orang pasti akan mengira bahwa perjodohan ini batal karna kelakuan bar bar sang anak tunggalnya.
"Aku bisa memaklumi ini semua, lagi pula mereka berdua cocok kok" Sahut Daniel tanpa memberitahu dampak dari batalnya perjodohan sang putri tunggalnya ini.
Niela yang mendengar langsung ucapannya Daniel merasa sangat bahagia, biar bagaimana pun inilah yang di harapkan olehnya, Niela berniat untuk merayakan ini semua nanti malam bersama kedua sahabatnya.
Namun baru saja Niela ingin tersenyum, seorang pelayan datang dan menyapa Niela.
"Nona Muda" kata sang pelayan.
Mata Niela membulat sempurna, oh my god Niela baru menyadari bahwa Niela sekarang berada di salah satu restourantnya.
Niela melototi sang pelayan sambil memberi peringatan supaya tidak mengatakan siapa Niela sebenarnya, Niela tidak mau orang orang yang ada di depannya ini mengetahui bahwa dirinya adalah Niela, jika sampai itu terjadi maka pembatalan perjodohan ini terancam gagal.
"Maaf Nona Muda" Cicit sang pelayan sambil menundukan kepalanya.
"Kanapa minta maaf?" Tanya Niela penuh penakanan seakan tidak mengerti maksud sang pelayan.
Niela menghela nafas lega, Niela hampir saja ketahuan jika tidak dengan cepat mengurus sang pelayan.
"Nona Muda? Jangan bilang kalau restouran ini....." Aufal sengaja tidak meneriskan ucapannya, Aufal yakin Niela mengerti apa maksudnya itu.
"Iya dan tidak" Jawab Niela setengah berbohong.
Lagi lagi Aufal mengerutkan keningnya bingung "Maksudnya?" Tanya Aufal.
Kedua orang tua Aufal dan Kedua orang tua Niela hanya bisa diam menunggu jawaban dari Niela, mereka juga sama terkejut tadi saat sang pelayan menyaoa Niela dengan sebutan 'Nona Muda' namun mereka hanya bisa diam.
"Iya, saya adalah anak dari pemilik restourant ini, dan tidak maksudnya restourant ini tidak akan jatuh ketangan saya karna....." Restourant ini sudah menjadi milik gue dan gak akan pernah berpindah tangan kecuali kepada keturunan gue selanjutnya' tambah Niela dalam hatinya.
Tidak mungkin kan Niela mengatakan bahwa Niela sendiri pemilik restourant ini, biar bagaimana pun Niela tidak bisa mengatakan identitas aslinya, itu akan sangat berbahaya dan mungkin perjodohan ini akan tidak jadi batal kan bisa berabe kalau sampai Aufal tidak mau membatalkan perjodohan ini, sia sia dong perjuangannya selama ini.
"Karna?" Tanya Aufal penasaran.
__ADS_1
"Ya....... karna aja, bukan karna apa apa" Alibi Niela.
Arumi mengelus puncak kepala Niela dengan sayang, Arumi tidak mengerti kenapa di saat situasi seperti ini Arumi malah merasa di depannya ini bukan Putri tapi Niela.
"Jadi ini sudah fix batal kan" Tanya Rafael.
"Fix batal dong, ini semua demi masa depan anak anak" Jawab Daniel pasti.
Dsn semejak saat itu perjodohan di antara Aufal dan Niela resmi batal, dan itu juga berdampak pada perusahaannya Daniel yang mulai menurun, bahkan sangat terlihat dengan jelas jika perusahaannya Daniel sebentar lagi akan bangkrut, banyak infestor yang menarik saham mereka karna nama baik Daniel tercoreng*.
Flashback off
Niela merasa sangat bersalah kepada kedua orang tuanya, Niela yakin sebentar lagi rumahnya akan di sita karna tidak sanggup membayar hutang.
Memikirkan ini saja Niela harus berpura pura sedih untuk saat ini supaya orang orang mengira bahwa dirinya sedang sedih karna orang tuanya baru saja bangkrut, Niela tidak tau haru memakai taktik apa lagi sekarang Niela jadi bingung sendiri saat ini.
"Niela, jangan fikirkan ini, bisa bisa rencanamu gagal" Lirih Niela pelan.
Niela berniat untuk saat ini Niela tidak akan pulang kerumah orang tuanya dulu sebekum Niela menyelesaikan magangnya, biar bagaimana pun kalau Niela pulang le rumah orang tuanya sebelum magang selesai otomatis Niela di haruskan menjalankan rencana selanjutnya,toh besok hari terakhir Niela magang.
...* * *...
"Rasanya hari berjalan dengan sangat cepat" Lirih Aufal.
Aufal baru menyadari bahwa besok adalah hari terakhir Niela dan kedua sahabatnya itu magang yang otomatis Aufal akan jarang bertemu dengan Niela setelah ini, Aufal bingung harus apa kalau pun Aufal mau mengambil Niela dengan dalih Aufal sangat suka kinerjanya maka itu akan membuat Niela harus memeras otaknya.
Aufal tidak mau maembuat Niela semakin sengsara, Aufal tidak boleh egois Niela masih harus sekolah untuk bekal masa depannya.
"Huh, dari pada mikirin itu terus lebih baik ngajak orangnya makan siang bareng sekalian" Kata Aufal sambil beranjak dari tempat kursi kebesarannya.
...T B C...
..._________________________...
...________________...
__ADS_1