
"Selamat datang Nona muda !!!" Sapa para kriawan Niela serempak sambil menundukan kepalanya.
Niela hanya menganggukan kepalanya sambil terus berjalan kearah Lift khusu yang memang di khususkan untuk Niela dan asisten pribadinya, Bintang yang melihat kehadirannya Niela pun menghampiri Niela dan mengekori Niela dari belakang karna memang pada saat itu Bintang sedang berada di lobby.
"Nona muda, ada yang ingin saya sampaikan" Kata Bintang pelan namun masih bisa di dengar oleh Niela.
"Kita bahas ini di ruangan saya saja" Pinta Niela tanpa menoleh kearah Bintang dan mulain masuk kedalam Lift pribadinya bersama Bintang.
Yap, Niela berencana untuk tidak pulang keapart dulu selama beberapa minggu ini, karna biar bagaimana pun Niela harys mengurus perusahaannya Daniel hingga tuntas, belum lagi Niela ada ujian beberapa hari lagi dan itu cukup membuat otak Niela harus bekerja semaksimal mungkin beberapa minggu ini.
Ting
Pintu lift pun terbuka, dengan segera Niela dan Bintang pun keluar dari Lift berjalan melewati ruang Skertaris dan masuk keruangannya Niela, Bintang yang mengekori Niela sedari tadipun ikut masuk keruangannya Niela.
"To the point" Pinta Niela.
"Untuk projeck yang ada di luar negri dan luar kota, saya sudah mengutus beberapa kriawan kita untuk pergi kesana, sedangkan anda hanya akan mengurus projeck yang ada di kota ini" Kata Bintang langsung pada intinya.
"Ok, bagaimana perkembangan perusahaan PERKASA?" Tanya Niela sambil duduk di kursi kebesarannya.
"Untuk itu saya sudah mengurusnya Nona Muda, kapanpun anda turun tangan maka perusahaan itu siap beroperasi kembali" Sahut Bintang.
"Fine, untuk beberapa hari usahakan tidak ada yang tau mengenai perusahaan PERKASA kecuali perusahaan yabg bekerja sama dan beberapa investor" Pinta Niela sambil membuka map yang akan di pelajarinya, karna kebetulan hari ini ada meting kantor.
"Baik Nona Muda" Sahut Bintang lalu keluar dari ruangannya Niela.
...* * *...
Tanpa sepengetahuannya beberapa bawahannya, Mr. X menyuruh AO untuk memasang beberapa CCTV serta alat menyadap untuk menemukan siapa orang yang berani menghianatinya, sebenarnya ini bukan yang pertama kali Mr. X memasang CCTV dan alat penyadap tapi hasilnya selalu saja Mr. X kecolongan entah siapa yang berani membongkar semua rahasianya.
Bahkan tak jarang musuh mengetahui barang barang ilegal apa dan kemana akan di kirim oleh Mr. X, padahal jika AO sendiri yang mengirim langsung maka barang barang itu sudah sangat aman sampai ketujuannya, tapi berbeda jika anak buah yang lain yang mengirim barang barangnya.
Bukan hnya musuh yang akan mengetahui kemana barang barang itu akan dikirim, tapi juga beberapa agent akan melacak keberadaannya dan berakhir di sita semua barang barangnya atau akan di ambil paksa oleh agent tersebut.
Mr. X pun tidak mengerti dari mana semua orang tau kemana akan pergi dan dari mana datangnya semua barang barang tersebut, yang pasti Mr. X dan AO merasa ada orang dalam yang berkhianat pada Mr. X, bahkan tak jarang AO sendiri yang harus turun tangan mengirim barang barang tersebut.
"Bagaimana?" Tanya Mr. X penasaran.
__ADS_1
"Sudah saya pasang Mr. X" Sahut AO sambil menundukan kepalanya.
"Good, Saya harap pengkhianatnya akan segera di temukan" Sahut Mr. X sambil meneguk Wine nya.
"Kita hanya akan menunggu kapan mereka akan beraksi Mr" Sahut AO sambil menyunggingkan senyum misteriusnya.
"Kau benar AO" Sahut Mr. X sambil terkekeh pelan, namun terdengar sangat berat.
Di sisi lain Aufal mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaannya Putri, karna biar bagaimana pun Aufal harus tau keberadaannya Putri, jika Aufal gagal menemukan Putri maka Aufal akan terus terusan menghadapi ibunya yang mengomel ngomel tidak jelas menanyai keberadaannya Niela.
"Bagaimana?" Tanya Aufal penasaran.
"Masih belum ada kabar tentang keberadaannya nona Putri, bahkan di yayasan anda sendiri mereka hanya memberitau identitas nona Niela bukan Nona Putri" Jawab Daren santai.
Aufal mengerutkan keningnya "Apa hubungannya Niela dan Putri?" Tanya Aufal bingung.
"Menurut saya nama Nona Niela dan Nona Putri hampir sama, itu kenapa saya menyimpulkan jika di yayasan orang tua anda tidak ada Nona Putri" Jawab Daren cepat dan lugas.
Aufal mendengus kesal, kenapa lagi lagi Aufal tidak bisa menemukan Putri? Apa karna Putri pindah negara? Tapi mana mungkin? Sedangkan ujian beberapa hari akan di laksanakan belum lagi persiapan kelulusannya akan di gelar tiga minggu setelah ujian, bukankah ini sangat aneh?
"Ok, kabari semua yang kalian ketahui jika ada kabar selanjutnya" Pinta Aufal.
...* * *...
Daniel dan Laila sangat bingung karna sudah beberapa hari ini Niela tidak pulang keapartnya, bahkan beberapa hari ini Laila sering tidur di kamar Niela demi memastikan Niela akan pulang apa tidak, dan jawabannya selalu tidak.
Seperti hari ini Daniel dan Laila menunggu kedatangannya Niela di kamar Niela sambil melihat lihat desain kamar Niela yang berbeda dengan kamar kamar yang lainnya bahkan terlihat sangat elegant namun tidak mengurangi kesan keremajaannya, lumayan luas dan terlihat sangat rapi hanya ranjangnya saja yang sedikit lusuh akibat Laila yang sering tidur di kamar Niela.
"Kesan keremajaannya dapat, dan terkesan elegant" Lirih Daniel.
"Pa, kita kan nunggu Niela datang, bukan menilai kamar putri sematang wayang kita" Sahut Laila kesal.
Daniel hanya menyum senyum tak jelas sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, tanpa basa basi Daniel pun duduk di pinggir ranjang Niela sambil melihat jam yang melingkar di tangannya yang menunjukan angka 16:45, itu berarti mereka berdua menunggu Niela dari tadi siang sampai sore.
Menghela nafas lelah, Daniel pun mengusap puncak kepala Laila yang bersandar di bahunya, bahkan Laila merasa Niela tidak akan pulang lagi hari ini, sudah terhitung hampir satu minggu Niela tidak pulang jika Niela tidak pulang hari ini maka sudah di pastikan Genap satu minggu Niela tidak pulang. Baru saja keduanya merasakan romansa pada saat pacaran dulu, tiba tiba........
Drt, drt, drt.
__ADS_1
Ponsel Daniel berbunyi, dengan segera Daniel mengangkat telponnya sambil beranjak dari duduknya berjalan kebalkon kamar Niela, karna merasa pensaran Laila pun mengekori Daniel dari belakangnya.
"Iya, siapa?" Tanya Daniel karna memang tidak ada nama yang tertera di id ponselnya.
"...."
"Benar, saya sendiri" Sahut Daniel.
"...."
"Ooo begitu, tidak apa apa Rafael, lagi pula kita tinggal di apart Niela" Jawab Daniel saat mengetahui jika yang menelponnya adalah Rafael.
"...."
"Iya, tidak apa apa jangan di fikirkan mengenai perusahaan, semua pasti ada jalannya selagi kita mau berusaha" Kata Daniel pelan.
"...."
"Ok" Sahut Daniel lalu memutuskan telponnya.
"Mas Rafael?" Tanya Laila memastikan.
"Iya, dia bilang ganti card jadi dia hubungin papa" Jawab Daniel.
Baru saja Daniel dan Laila berbalik berniat ingin kembali kekamar Niela, tiba tiba mereka melihat seorang gadis cantik memasuki kamar Niela dan duduk di pinggiran ranjang Niela.
Sedangkan di lain sisi Niela baru saja tiba di apartnya setelah hampir satu minggu mengurus perusahaannya dan perusahaan PERKASA, besok ujian dan Niela tidak ingin mendapat nilai rendah maka dari itu Niela memutuskan untuk pulang keapartnya.
Menghal nafas panjang, ingatannya terbawa pada kejadian tadi di mana Niela sempat melihat Edroo dan beberapa bawahannya sedang membeli bunga kesukaan Niela, dan tiba tiba.........
"Edroo, gue.... AKH !!!" Teriak Niela sambil menjambak rambutnya sendiri.
Bayang bayangan dimana mahkotanya hampir di renggut paksapun terlihat jelas di mata Niela, seseorang yang sangat di cintai olehnya dengan sangat kasar memaksanya merenggut kesuciannya bahkan melecehkannya dengan sangat kasar, kejadian kejadian itu masih teringat jelas dan itu mampu membuat trauma Niela semakin parah, namun karna Niela memiliki banyak kegiatan setiap harinya sehingga secara perlahan lahan ingatan kejadian kelam itu akan menghilang, meski begitu kejadian kelam itu akan secara otomatis kembali di ingat oleh Niela saat tidak sengaja ketemu atau melihat Edroo.
...T B C...
...___________________________________...
__ADS_1
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...