
Rindu? itulah yang saat ini Aufal rasakan kepada Putri atau lebih tepatnya Niela, seorang gadis yang mampu membuat jantungnya berdetak dengan cepat tanpa di suruh, padahal hanya satu minggu saja jauh dari Niela tapi Aufal merasa tidak bertemu selama ribuan tahun, mungkin Aufal lebai tapi itulah yang Aufal rasakan hingga saat ini.
Bahkan Daren asisten pribadi sekaligus teman kuliahnya tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa berdo'a supaya keduanya cepat di pertemukan kembali, meski Daren sendiri tidak memiliki pasangan yang penting Aufal bahagia dulu baru dirinya akan ikut bahagia.
"Ren, masih gak ada kabar tentang Putri?" Tanya Aufal mulai fustesi sambil mengusap rambutnya kasar.
"Belum" Jawab Daren sekenanya.
"Jangan jujur amat napa" Kesal Aufal.
Bukan tanpa sebeb Aufal berkata seperti itu, tapi karna tidak ingin mendengar kata 'TIDAK' atau 'BELUM' itu hanya akan membuat hatinya semakin tersakiti.
"Jujur salah, gak jujur dosa" Sahut Daren tanpa rasa bersalah.
"Laki lo Ren?" Tanya Aufal asal.
"Laki lah bos, kan bukan pria jadi jadian" Jawab Daren kesal.
"Kesal sama bos sendiri bakal di kurangin gajinya" Sahut Aufal santai.
"Seneng banget ngeliat orang sengsara, naikin dikit napa jangan di kurangin lah" Jiwa negosiasi Daren kambuh.
Memang seperti inilah keduanya jika salah satunya sedang di landa kefrustasian, pasti ada ada saja yang tingkah mereka seperti saat ini Aufal di landa kefrustasian karna kepikiran Niela.
"Ah udahlah, mending cari tau lagi tentang keberadaannya Putri" Kesal Aufal.
"Iya iya" Sahut Daren lalu keluar dari ruangan sang atasan.
...* * *...
__ADS_1
"Niela, kamu yakin tuh mas Aufal nggak bakal cari tau tentang kamu?" Tanya Novi merasa tidak yakin dengan semua yang di katakan oleh Niela.
Yap, Novi dan Devi memang sudah mengetahui bahwa di balik batalnya perjodohannya Niela dan Aufal adalah perbuatannya Niela yang menyamar menjadi Putri, sebenarnya jika di bilang menyamar pun kedua sahabatnya ini tidak yakin, pasalnya Niela menggunakan nama awalnya dan penampilannya pun seperti Niela pada dulunya, ya tapi mau bagaimana lagi? Niela yang sekarang bukanlah Niela yang dulu, sangat berbeda jauh.
"Aku tidak peduli, yang penting aku tetap aman dan merasa nyaman" Sahut Niela cuek.
Tidak mau membuka luka lama yang sudah membakas, Niela memutuskan untuk tidak mengungkapkan identitasnya kepada Aufal dan keluarganya, apa lagi di saat saat seperti ini pasti akan membuat banyak sekali rintangan yang akan di hadapinya sendiri.
"Udahlah Nov, lo lupa Niela masih terjebak dengan traumanya? Kalaupun Niela dan mas Aufal berjodoh, seharusnya mas Aufal bisa ngertiin ini semua kan?" Kali ini Devi angkat bicara.
"Masalahnya....."
"Ah udah lah, gue mau balik dulu" Dengan segera Niela memotong ucapannya Novi dan bergegas pergi.
Ada rasa kecewa yang di tunjukan oleh Novi, namun Niela masih tidak mempedukan ini semua dan tetap keukeh pada pendiriannya. Biar bagaimana pun Niela tidak ingin kejadian beberapa tahun yang lalu kembali terjadi di saat dirinya masih belum bisa menutup lukanya yang membekas hingga menjadi trauma terdalam baginya.
Dengan langkah gontai Niela pun pergi keparkiran menunggu supir menjemputnya, karna hari ini Niela ada niatan untuk mampir kerumah pribadinya sebelum keperusahaannya untuk mengurus beberapa projeck dan yang lainnya.
"Nona muda, kita_"
"jangan ke apart, tapi seperti biasa" Jawab Niela cepat memotong ucapannya sang supir.
Seakan mengerti apa yang di katakan sang majikan, supirpun bergegas menyalakan mobilnya dan berangkat menuju tempat yang di maksud Nona mudanya ini, karna memang sang supir sudah tau kemana tujuannya Niela saat ini.
Di lain tempat, Mr. X berjalan mondar mandir layaknya setrika sambil mengetuk ngetuk dagunya dengan jari tangan kanannya seakan memasang pose berfikir, sedangkan AO hanya bisa menundukan kepalanya sambil memikirkan apa yang akan Mr. X rencanakan selanjutnya.
"AO, targer kita kali ini adalah orang dalam yang mencoba untuk memberontak, aku merasa ada banyak sekali yang mencoba untuk memberontak entah apa yang mereka fikirkan" Kata Mr. X tanpa mau menghentikan aksi mondar mandirnya.
"Ada baiknya kita menjalankan rencana plan C Mr. X" Usul AO yang memang sudah mengetahui apa saja yang Mr. X rencanakan.
__ADS_1
Mr. X memandang AO sebentar lalu menganggukan kepalanya, plan C memang jarang di pakai oleh Mr. X dan AO, tapi AO sendiri mengetahui seberapa bahayanya rencana plan C tersebut, dan hanya orang orang ahli saja yang bisa menebak apa saja yang akan terjadi jika rencana plan C itu berjalan, seperti seseorang yang memang mengetahui apa saja yang di rencanakan Mr. X dan AO.
"Kamu benar juga, kenapa saya baru menyadarinya?" Sahut Mr. X dengan wajah berseri seri dan sedikit senyum misteriusnya itu.
...* * *...
seorang gadis berjalan dengan gaya seperti layaknya seorang preman di gudang tua yang terbengkalai, auranya sangat mengintimidasi dan terlihat sangat misterius. Didalam gudang sudah ada beberapa anak buahnya yang siap melaporkan kabar apa saja yang sudah mereka dapatkan, bahkan ada beberapa di antara anak buahnya yang terlihat membersihkan tempat kebesarannya yang sudah di siapkan.
"To the point " Perintah gadis tersebut setelah tiba di depan semua anak buahnya tanpa mau duduk terlebih dahulu.
"Plan C akan di jalankan dan Aufal pun mencari keberadaannya Nona Muda Perkasa" Jawab salah satu bawahannya.
"Edroo sudah kita pancing, dan saat ini sudah masuk keperangkap" Sahut yang lainnya.
"Ok, kita akan bertemu lagi satu minggu dari sekarang" Kata gadis tersebut lalu pergi meninggalkan semua anak buahnya.
"Meski agak misterius tapi aku sangat suka dengan caranya" Kata salah satu anak buahnya yang masih Stay di gudang tua tersebut.
"Iya, aku yakin dengan adanya Dia Mr. X tidak akan bisa berbuat apa apa" Sahut yang lainnya.
Mereka telah bekerja dengan gadis itu lebih dari enam tahun, meski tidak tau asal usulnya namun mereka sangat amat mengetahui kehidupan seperti apa yang di jalani oleh gadis itu, dan gadis itu pun tau seperti apa lika liku kehidupan semua anak buahnya.
Di sisi lain Niela baru saja keluar dari dalam mobilnya dan langsung bergegas masuk kedalam rumah pribadinya, karna biar bagaimana pun Niela harus pintar pintar menggunakan waktunya selagi bisa, karna bagi Niela waktu adalah hal berharga yang tidak bisa di lewatkan.
Tanpa ba bi bu lagi Niela langsung masuk kekamarnya tanpa menghiraukan panggilan telpon yang sedari tadi berdering, setelah beberapa menit lamanya Niela keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sangat jauh berbeda dari yang tadi,selain penampilannya wajah Niela terlihat sangat segar dan tidak cupu bahkan lebih cantik dari pada saat Niela magang di perusahaannya Aufal.
"Let's go" Seru Niela pada dirinya sendiri sambil tersenyum carah.
...T B C...
__ADS_1
...____________________________________...
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...