CEO Tampan Terjebak Dalam Perjodohan

CEO Tampan Terjebak Dalam Perjodohan
22. Trauma Niela


__ADS_3

Daniel dan Laila menutup mulut mereka masing masing, gadis yang ada di kamar putri mereka adalah gadis yang pernah Aufal bawa saat Aufal memutuskan untuk membatalkan perjodohan itu, namun gadis itu terlihat sangat memperihatinkan seakan akan memperlihatkan rasa sakit yang selama ini ia pendam.


"EDROOOO......!!!" Teriak gadis itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Niela.


Daniel dan Laila melihat dengan mata kepala mereka sendiri Niela berteriak histeris sambil menjambak rambutnya seakan akan tidak terima jika kehilangan sesuatu yang berharga, teriakan Niela bahkan terdengar memilukan seakan akan mengeluarkan semua rasa sakitnya, Daniel dan Laila hanya bisa menutul mulut mereka berdua dengan tangan masing masing, bahkan beberapa kali membelalakan mata keduanya saking terkejutnya.


*PRANK...


PRANK....


BRAK*....


Bahkan Niela juga membanting semua barang barang yang ada di kamarnya, melemparkannya kesembarangan arah, yang saat ini ada di dalam fikirannya hanyalah masa kelam yang tidak bisa menghilang begitu saja seakan membelenggu Niela dan menjerat Niela.


"PERGI.....!!!" Teriak Niela histeris sambil menjambak rambutnya dengan kedua tangannya.


Duduk di lantai memeluk kedua kakinya menelungkupkan wajahnya di antara kedua lututnya, Niela bahkan tidak memerdulikan pecahan Vas bunga dan yang lainnya di sekelilingnya, sesak di dadanya terus bergemuruh membuatnya seakan merasa putus asa dengan semua keadaan yang sedang sedang di alaminya.


"Kenapa kau melakukan itu semua ke gue Droo? Kenapa? KENAPA !!!?" Gumaman kecil Niela bahkan di akhiri teriakan yang memilukan.


"Akhhh.......!!!" Teriak Niela lagi sambil mendongakan kepalanya menjambak rambutnya dengan kasar.


Daniel dan Laila yang menyaksikan Niela dari balkon pun mulai merasa tidak tega, ingin menghampiri Niela tapi lantainya hampir di penuhi pacahan pecahan kaca dan lain sebagainya, diam saja di tempatnya membuat hati keduanya menyerit seakan ikut merasakan sakit yang Niela alami saat ini.


BRAK !!!


"NONA NIELA !!!" Teriakan menggema dari Bik Unah mampu mampu membuat Daniel dan Laila membelalakan matanya.


Pasalnya kedua pasutri itu baru saja menyadari jika gadis yang masuk kedalam kamar putri sematang wayang mereka adalah Niela anak mereka sendiri, dan bukan hanya itu pasangan pasutri itu juga baru menyadari jika gadis yang di bawa oleh Aufal saat Aufal dan keluarganya membatalkan perjodohan itu adalah Niela, rasanya saat mengetahui semua kebenaran ini hati keduanya terasa sangat perih apa lagi saat melihat langsung keadaan putri sematang wayangnya yang tidak baik baik saja.


Dengan sangat terpaksa Bik Unak menukul tengkuk Niela dengan kedua jari tentunya lumayan kasar hingga membuat Niela jatuh pingsang, dari sana Daniel dan Laila mulai masuk kekamar Niela dengan tatapan penuh tanda tanya yang di layangkan kearah Bika Unah.

__ADS_1


Bik Unah yang menyadari kedatangannya kedua majikannya itu langsung menundukan kepalanya takut, namun hal mengejutkan terjadi saat tanpa sepatah kata pun Daniel mengambil alih Niela dan menggendong Niela membawa Niela kepembaringannya.


"Saya akan memberekan semua pecahan yang berserakan di lantai ini" Kata Bik Unah dengan sekit ragu sekaligus takut.


"Kita tunggu jawabannya dari Bibik" Sahut Laila dingin.


"Baik" Ujar Bik Unah cepat.


Daniel mengusap lembut surau Niela, menghela nafas berat Daniel pun memejamkan matanya. Daniel kembali teringat dimana Niela berteriak histeris tadi, jika saja Daniel menyadarinya dari awal mungkin Daniel akan melakukan hal yang bisa membuat putrinya melupakan traumanya apa pun itu.


Sedangkan Laila hanya bisa mengusap pundak suaminya dan menatab iba putri kesayangannya, selama itukah Laila dan suaminya meninggalkan putri kesayangannya hingga tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan putri sematang wayangnya? Hati Laila terasa pecah saat melihat keadaan Niela yang sebenarnya tepat di depan matanya, pada akhirnya perusahaan yang mereka perjuangakn hingga maninggalkan putri kesayangannya akan jatuh bangkrut juga.


"Mama janji tidak akan lagi maninggalkan kamu sayang" Lirih Laila dengan deraian air matanya.


Daniel menoleh kearah Laila memegang erat tangan laila yang bertengger manis di pundaknya menggelengkan kepalanya saat kedua tatapan pasutri ini bertemu, Daniel menggelengkan kepalanya memberi isyarat untuk jangan menyalahkannya, karna biar bagaimanapun ini juga salahnya yang sangat terobsesi dengan sebuah harta dan mengira hidup Niela akan terjamin dengan semua harta yang dia miliki tanpa mau melihat seperti apa keadaannya Niela yang sebenarnya.


...* * *...


"Welcom to my self!!!" Teriak seorang pria remaja yang kira kira seumuran dengan Niela.


"Maa...." Rengek pria tersebut.


"Emang gitu kan Yan?" Sahut Arumi tanpa rasa bersalah.


"Abang masih belum pulang Ma?" Tanya pria tersebut mengalihkan pembicaraan.


Yap, dia adalah Ardian Prabu Atmawijaya Rafaella, adik Aufal. Sebenarnya Rafael dan Arumi memiliki tiga anak, anak kedua mereka kembarannya Ardian masih berada di luar negri hanya Ardian yang selalu pulang ke indonesia, anak kedua Arumi dan Refael bernama Adrian Fabiolla Atmawijaya Rafaella.


SEDIKIT INFO: Nama Aufal sebenarnya bukan AUFALLAH KHOIRUN NIZAR, melainkan AUFAL GIORGINO ATMAWIJAYA RAFAELLA, namun karna suatu alasan nama Aufal pun di ubah dan seiring berjalannya waktu semua orang mulai mengenal Aufal dengan nama AUFALLAH KHOIRUN NIZAR bukan AUFAL GIORGINO ATMAWIJAYA RAFAELL.


OK, BACK TO STORY.....

__ADS_1


"Kan Abang kamu penggila kerja, nggak kayak kakak kamu yang penggila belajar" Jawab Arumi santai.


"Kelewat santai nih mama" Kesal Ardian.


"Apa katamu?" Tanya Arumi sambil berkecak pinggang.


"Eh, ampun Ma...!!" Teriak Ardian sambil berlari terbirit birit ke kamarnya.


Sedangkan Arumi hanya bisa tertawa melihat kelakuan anak bungsunya itu yang menurutnya lumayan menghibur, entah bagaimana reaksi Aufal dan Rafael saat melihat Ardian sudah pulang, yang pasti Arumi merasa sangat bahagia dengan kepulangannya sibungsu meski Adrian tidak ikut Ardian pulang.


Rafael pun keluar dari kamarnya menuruni anak tangga menghampiri istrinya yang sedang senyum senyum sendiri, terbersit rasa penasaran di lubuk hati Rafael saat melihat tingkah Arumi yang menurutnya tidak biasa.


"Kenapa ma?" Tanya Rafael lansung pada intinya.


"Anak kita sibungsu sudah pulang Pa, dia lagi di kamarnya" Jawab Arumi dengan senyum yang masih merekah di wajahnya.


"Kapan pulangnya tuh bocah satu?" Kali ini bukan Rafael yang bertanya, melainkan Aufal yang baru pulang dari kantornya.


Arumi menoleh kearah Aufal yang sedang berjalan kearah Arumi "Baru saja pulang langsung teriak teriak dianya, tapi sekarang lagi di kamarnya" Jawab Arumi seadanya.


"Adrian nggak pulang?" Tanya Rafael.


"Maniak belajar nggak bakal pulang, palingan nunggu pengumuman kelulusan baru pulang dianya" Jawab Arumi.


"Padahal mereka kembar, tapi kok beda sekali mereka?" Lirih Aufal.


"Ya, begitulah kembar, tapi ya sudahlah sana kamu siap siap kita makan bareng, oh iya kita bakal berkunjung ke apartnya Om Daniel teman papa dua minggu lagi, so jaga sikap kamu di depan mereka apa lagi kan perjodohan kalian berdua sudah batal" Kata Rafael panjang lebar.


...T B C...


..._______________________________________________...

__ADS_1


...--------------------------------------...


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


__ADS_2