CEO Tampan Terjebak Dalam Perjodohan

CEO Tampan Terjebak Dalam Perjodohan
25. Sahabat


__ADS_3

tinggal satu hari lagi Aufal dan keluarganya akan berkunjung ke kediamannya Daniel, segala persiapannya sudah Aufal siapkan termasuk mentalnya karna Aufal merasa besok Aufal harus serba sesabar mungkin apalagi disana pasti akan bertemu dengan Niela.


Gadis seperti Niela di mata Aufal hanya akan membuat moodnya memburuk, makan dari itu Aufal berusaha agar tidak terpancing oleh Niela, namun yang ada di benaknya saat ini adalah bagaimana caranya agar Aufal tidak bertemu dengan Niela?


"itu semua buat siapa Ma?" Tanya Aufal saat baru keluar dari kamarnya di sambut dengan beberapa kotak di ruang tamunya.


Arumi menoleh kearah Aufal sebentar lalu kembali memilah semua kotak yang ada di depannya "Semua ini hadiah yang akan kita berikan kepada Niela dan keluarganya besok" Jawab Arumi tanpa menoleh kearah Aufal.


"Sebanyak itu?" Tanya Aufal lagi.


Setelah dirasa semuanya cukup, Arumi menyuruh Aufal untuk duduk di dekatnya, dengan patuh Aufal pun duduk didekat Arumi tepat disamping Arumi, tersenyum senang Arumi pun mengelus puncak kepala Aufal.


"Mama dapat kabar bahwa perusahaan PERKASA sebenarnya tidak bangkrut, mama tau kamu juga mengetahui apa yang sebenarnya terjadi" Lirih Arumi.


Yap, setelah beberapa minggu ini kabar tentang berjayanya perusahaan PERKASA tersebar keseluruh penjuru, belum lagi ada kabar yang mengatakan bahwa perusahaan PERKASA saat ini di pegang kendali oleh Niela, bahkan kabar itu sudah sampai di telinga Daniel dan Laila yang saat itu masih menunggu kesembuhan Putri sematang wayang mereka.


Maka dari itu Arumi ingin hubungan persahabatannya dengan Daniel dan Laila semakin erat, karna biar bagaimanapun Arumi, Rafael, Daniel, dan Laila adalah sahabat dari SD hingga sekarang.


"Lalu, ini semua?" Tanya Aufal sambil menunjuk kearah kotak-kotak tersebut.


Arumi menghela nafas pelan "Ini hanya peralatan dapur, mama mbelikan ini siapa tau mereka akan pindah dalam waktu dekat" Jawab Arumi dengan senyum manisnya.


Aufal memicingkan sebelah matanya, ada sesuatu yang menjanggal di hati Aufal tapi Aufal tidak tau apa itu, namun yang pasti ini ada hubungannya dengan keluarganya dengan keluarga Dhaniel, tapi apa itu?


"Mama tidak ada niatan terselubung kan?" Tanya Aufal curiga.


Arumi langsung menoleh kearah Aufal, dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya Arumi pun menjawab pertanyaannya Aufal "Mama dan apa tidak punya niatan terselubung kok, cuma kita ada niatan untuk menjodohkan Ardian dengan Niela, lumayankan"


Terkejut? tentu saja Aufal sangat terkejut mendengar jawaban dari Arumi, dalam hati Aufal bertanya-tanya kenapa keluarganya sangat ingin menjodohkan salah satu anaknya dengan Niela si gadis cubit namun bar-bar itu?

__ADS_1


"Ma_"


"Mama tidak butuh saran dari kamu" Dengan secepat mungkin Arumi memotong ucapannya Aufal karna tau Aufal pasti akan menantang keputusan Arumi dan Rafael.


...* * *...


"Ma...." Rengek Niela saat Laila memaksa Niela untuk menghabiskan bubur yang tersisa setengahnya.


"Ternyata kamu manja juga ya sayang" Kekeh Laila pelan sambil menoel hidung Niela dengan jari telunjuknya.


Karna tidak tega akhirnya Laila menurutinya, yap selama Niela sadar dari pingsan panjangnya Rafael dan Laila membatasi setiap kegiatannya Niela, bahkan Niela sendiri dilarang turun dari ranjangnya bukan hanya itu Niela akhir-akhir ini merasa dirawat layaknya orang sakit keras hingga makanannya pun hanya bubur setiap harinya.


"Ma" Panggil Niela pelan.


"kenapa sayang?" Tanya Laila sambil mengusap puncak kepala Niela.


"Niela pamit keluar kota sore ini boleh? Mama tenang saja, ada bik Unah bersama Niela kok" Niela memberanikan diri meminta izin pada Laila.


"Niela sudah membaik kok, sehat banget malah rasanya. Ayolah ma...., cuma tiga hari saja kok, ma.... " Rengek Niela.


Yap, seperti inilah sifat asli Niela yang sebenarnya, manja, suka merengek, baik, lemah lembut, penyayang, suka tersenyum, dengan segala kebaikan yang tersembunyi selama ini. Dhaniel dan Laila yang baru mengetahui semua sifat Niela selama kurang satu minggu di buat tersentuh hati mereka, bahkan mereka berdua baru menyedari Niela sangat ambisius dalam hal pekerjaannya, setiap harinya selalu berkutat dengan laptop di tangannya meski tidak beranjak dari tempat tidurnya.


"Mama akan bicarakan itu kepada papa nanti ya, sekarang kamu istirahat dulu" Sahut Laila lalu menyuruh Niela beristirahat.


"Niela bosan" Lirih Niela pelan namun masih didengar oleh Laila.


Laila pun mengeluarkan laptop kesayangannya Niela dari dalam lagunya dan memberikannya pada Niela, yap Laila tau cara ampuh mengusir kebosanannya Niela hanyalah perkerjaan.


"Kalau capek istirahat, jangan maksain diri terus berkutat dengan laptop kesayangan mu ini" Pintar Laila lalu berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Siap ma" Sahut Niela dengan senyum manisnya.


sebelum keluar dari kamar Niela, Laila menyempatkan diri mengelus puncak kelapa Niela hingga berantakan, sadar Niela akan berteriak Laila dengan sengaja lari dari kamar Niela dengan tawanya yang pecah begitu saja saat melihat wajah gemas Niela.


Sedangkan di negara yang berbeda seorang lelaki memegang selembar foto Niela yang masih duduk di bangku SMP dengan senyum manis menghiasi wajah cantiknya, pria tersebut mengetahui bahkan menyadari semua kronologi yang menimpa Niela hingga Niela trauma adalah dia, namun pria tersebut tidak mengetahui bahwa saat ini Niela sedang trauma karna kelakuannya.


"Apa kabar Nielaku? Setelah aku bisa menyetarakan kemampuan mu akau akan kembali ke sisimu seperti dulu" Lirih nya dengan nada berat.


Memang dulu dia gagal menjebak Niela, namun kali ini dia tidak akan gagal merebut Niela dari tangan orang yang menjadi kekasihnya Niela, sudah beberapa tahun ini dia tidak mendengar kabar tentang Niela tapi itu semua tidak masalah karna baginya dengan tidak mendengar kabar Niela, dia bisa fokus pada kegiatannya saat ini.


"Tunggu aku Niela, aku akan datang padamu suatu saat ini dimana saat itu kamu tidak akan menganggapku sahabatmu lagi, kamu hanya akan menganggapku sebagai masa depanmu" Ujarnya penuh tekad.


Pria itu adalah sahabat Niela dari kelas 5 SD yang terobsesi pada Niela sejak duduk di bangku SMP, bukan tanpa sebab dia begitu terobsesi pada Niela itu semua karna perhatian, kasih sayang, dan kebaikan Niela selama ini.


Apalagi Niela orangnya ceria dan tidak pernah memilih-milih teman, bukan hanya itu Niela juga mudah akrab dengan orang baru hanya saja Niela saat itu seorang selebgram yang mengharuskan Niela mengubah sedikit sifatnya itu demi masa depannya, apalagi tidak sedikit orang yang mengejar Niela demi menjadi pasangannya Niela.


Namun, dimata pria tersebut Niela adalah sosok sahabat yang harus menjadi miliknya kelak, obsesinya mengalahkan semua sifat yang ada pada dirinya bahkan impiannya menjadi pilot pun diurungkan olehnya hanya karna Niela menginginkan seorang pria pengusaha yang sejajar dengannya.


"Sahabat, kamu akan menjadi masa depanku untuk selama-lamanya" Lirih nya penuh keyakinan sambil mengepalkan tangannya.


...T B C...


...________________________...


...________________...


...__________...


...***see you ***...

__ADS_1


...next part...


__ADS_2