CEO Tampan Terjebak Dalam Perjodohan

CEO Tampan Terjebak Dalam Perjodohan
27. Niat yang di urungkan.


__ADS_3

"khem, Ardiannn... " Tegur Rafael pelan.


Ardian hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedangkan Aufal? Saat ini hanya bisa diam dan menyimak semua percakapan orang-orang yang ada di hadapannya ini, namun seketika suasana berubah menjadi sepi kembali.


Beruntung Bikin Unah keluar dari kamar Dhaniel dan Laila namun dengan dua koper yang di seret oleh Bikin Unah dengan susah payah. Dhaniel langsung berdiri dari tempat duduknya begitu pula Laila yang keheranan melihat tingkah Bik Unah yang sembarangan menyentuh barang majikannya tanpa izin, namun dengan santainya Bik Unah meletakan kedua koper tersebut di samping Dhaniel dan Laila.


"Bik, ada apa ini?" Tanya Dhaniel dengan kekesalannya.


"Ampun Tuan, tapi ini semua perintah nona muda" Jawab Bik Unah sambil menundukan kepalanya.


"Niela?" Tanya Laila kurang yakin.


"Iya Nyonya, Nona muda sudah menyiapkan mansion yang sudah Nona muda beli dengan uang tabungannya selama beberapa tahun ini" Jawab Bik Unah tentunya beralibi.


"Benarkah?" Tanya Dhaniel sambil memicingkan sebelah matanya.


Bik Unah tidak bisa menjawab selain dengan anggukan kepalanya sambil mengingat kejadian tadi malam.


Flashback on.... .


*Saat Bik Unah sedang berada di basement apartement, Tiba-tiba saja Bik Unah di tarik oleh seseorang dari arah samping, dengan sekuat tenaganya Bik Unah memberontak dan hal tersebut mampu membuat si pelaku jengah dan memperlihatkan siapa orang tersebut yang tidak lain adalah* agant one sang agant bawahannya Niela.




"Ada apa?" Tanya Bik Unah sambil menatap jengah si pelaku. *




"Besok keluarga Aufal akan berkunjung ke apart nona muda" Sang Agant menjeda ucapannya, namun belum sampai meneruskan ucapannya Bik Unah malah bertanya. *




"Terus?"*




Dengan jengah Agant one pun menyampaikan perintah nona mudanya itu "Nona ingin membawa keluarga nona muda kesuatu tempat, tugasmu sangat muda hanya tinggal mengajak kedua orang tua nona muda di depan keluarga Rafael" *




"Kenapa harus didepan keluarga tersebut?" Tanya Bik Unah. *



__ADS_1


"Ikuti atau kamu akan dipecat" Ancam Agant one yang mana hal tersebut langsung di angguki oleh Bik Unah lalu pergi.*




Sedangkan Agant one hanya tersenyum senang karna ternyata ada rencana yang di sembunyikan oleh tuannya, dan mungkin rencana tuannya kali ini akan berhasil mengingat tuannya yang sangat pintar dan cerdik itu mampu mengelabui semua orang. *




"Dan pada akhirnya, Edroo akan mengira tuan sudah hilang bak di telan bumi" Lirih Edroo dengan senyum iblisnya. *




Tidak ingin tuannya menunggu jawaban darinya terlalu lama, Agant one langsung menghubungi tuannya dan tidak butuh waktu lama tuannya pun mengangkat telponnya. *




"Tinggal menunggu hari esok" Kata Agant one dengan nada sehormat mungkin. *






"Baik Tuan" Sahut Agant one. *




Sambungan telponnya pun di tutup, lalu tanpa basa-basi lagi Agant one langsung pergi dari basement sebelum ada orang yang melihatnya, dengan segera Agant one pun masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan area basement secepat mungkin*.




Flashback of........ . .


"Tapi kenapa Niela tidak menghubungi ku sebelumnya?" Tanya Dhaniel penasaran.


"Pa, kenapa Niela secara mendadak menyuruh kita pindah tempat tinggal? apa yang sedang di rencanakan anak itu?" Tanya Laila dengan penasaran.


Bik Unah yang mendapatkan banyak sekali pertanyaan dari kedua orang tua majikannya di buat menelan ludahnya kasar, dalam hatinya bertanya-tanya rencana apa saja di buat nona mudanya ini hingga harus menyuruh kedua orang tuanya pindah di saat ada tamu seperti ini.


Jangan lupa di hadapan Dhaniel, Laila, dan Bik Unah saat ini sedang ada Rafael dan keluarganya, apa lagi Aufal yang sedari tadi diam menyimpulkan beberapa peristiwa terjadi.

__ADS_1


"Nona muda sudah menyiapkan semuanya" Kata Bik Unah dengan keringat di wajahnya.


"Apa harus sekarang?" Tanya Dhaniel memastikan.


Sekali lagi Bik Unah menjawab, namun kali ini Bik Unah menjawab dengan anggukan saja namun masih tetap menundukan kepalanya. Dhaniel menganggukkan kepalanya, meski begitu Dhaniel tidak mungkin meninggalkan tamunya saat ini.


Dengan sangat amat terpaksa, Dhaniel menyuruh Laila duduk kembali dengan menggunakan isyaratnya yang langsung di tanggapi dengan anggukan Laila, keduanya pun kembali duduk dan Laila langsung pergi dari hadapan kedua orang tua nona mudanya dan tamu orang tua nona mudanya.


Untuk saat ini Rafael mengurungkan niatnya saat melihat suasananya tidaklah bagus untuk saat ini, di tambah Dhaniel dan Laila sebentar lagi akan pergi dari apart ini.


"Seperti yang kamu lihat saat ini, putriku lagi-lagi membuat masalah" Keluh Dhaniel lalu mendesah pelan.


"Tidak apa-apa, ini bukan masalah besar kok" Rafael menenangkan.


Dhaniel mengangguk membenarkan, karna biar bagaimanapun Niela melakukan semua ini hanya karna Dhaniel dan Laila, Dhaniel merasa Niela sangat tidak ingin kedua orang tuanya di kucilkan karna selama ini bersembunyi diketiak anak gadisnya itu.


...* * *...


"Bagaimana?" Tanya Niela pada bik Unah yang berada di sebrang sana.


"sudah saya laksanakan nona muda" Jawab Bik Unah dengan suara yang sudah di pastiak Bik Unah sedang berbisik.


Yap, Saat ini Niela sedang berada diruang kerjanya dan sedang menghubungi Bik Unah, tentunya kepulangan Niela kemansionnya saat ini karna sudah mendapatkan kabar dari mata-matanya bahwa Rafael dan keluarganya akan datang kerumahnya dengan niat akan menjodohkan Niela dengan salah satu anaknya LAGI.


Dan karna itulah Niela merencakan semua ini agar bisa mengelabui Rafael, tentang dimana Dhaniel dan Laila akan tinggal sudah Niela siapkan mansion dekat apart yang memang milik Niela sendiri dan menjadi incarana banyak banyak orang, termasuk Mr. X.


"Bagus, sebentar lagi akan ada mobil yang akan menjemput kalian semua, aku harap Bik Unah tetap berada di sisi kedua orang tuaku" Pinta Niela lalu menutup telponnya secara sepihak.


Niela meletakkan ponselnya di atas meja, menghela nafas memikirkan apa yang akan Niela lakukan selanjutnya, apa lagi untuk saat ini Niela haruslah sangat berhati-hati karna lawannya sedang memburunya, jika boleh jujur Niela sudah tau bahwa Mr. X hanya menginginkan Niela sebagai pasangannya, namun karna Niela masih belum bisa membuka hati dan masih terjebak dalam trauma nya hingga Niela sulit untuk di dekatkan.


"Tinggal menunggu waktu itu akan di mulai, dan semuanya akan menjadi Booommmmmm dan seketika meledak" Ujar Niela sambil memperagakan ledakan bom dengan kedua tangannya.


Sepertinya rencana Niela saat ini tidaklah mudah seperti kelihatannya, bahkan bisa dilihat Niela sedang merencanakan sesuatu untuk membuat seseorang di balik sana keluar, seseorang yang selama ini tidak pernah mau menampakan wajahnya dihadapan Niela sejak kejadian itu.


Niela tau semuanya, bahkan sangat amat tau dan menyadarinya buktinya pun sudah ada di tangan Niela, namun meski begitu Niela akan bermain cantik terlebih dahulu baru meminta keadilan untuknya karena telah mempermainkan Niela selama ini.


"Aku akan menunggu waktu itu tiba" Lirih Niela pelan.


...T B C...


...**_______________________________________________**...


...__________________________________________...


..._________________________________...


...mentok di 1022 kata 🙏, lagi males ngetik nih...


...tapi kalau nggk nyampek 1000 kata nggk bisa di up...


...huh, 🙇🏻, mana males ngetik lagi. ...


...udh, gitu aja sih...


...see you...

__ADS_1


...next part...


__ADS_2