
Keluar kota adalah alasan utama Niela agar bisa pergi dari apart sebelum Aufal dan keluarganya bisa bertemu dengannya, dan memindahkan kedua orang tuanya ke mansion yang sudah di siapkan oleh Niela di depan Aufal dan keluarganya adalah supaya Aufal dan keluarganya tau bahwa Niela adalah seorang gadis yang tidak bisa di permainkan olehnya.
Dan saat ini setelah mendapatkan semuanya, Niela berencana akan membongjar identitasnya di depan semua orang dengan caranya sendiri, karna tidak mungkin Niela langsung mengungkapkan semuanya di depan umum tanpa bukti yang akurat.
Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan Niela, yang mana tidak hanya Niela namun juga Novi dan Devi, kedua sahabat Niela. Dan wisudanya akan di adakan satu minggu setelah pengumuman kelulusan tersebut, tentunya Niela yang sangat malas untuk melihat hasil kelulusan yang di pajang di majalah dinding pun hanya duduk manis di kelasnya, sedangkan yang akan melihat apakah Niela akan lulus atau tidak itu kedua temannya Niela.
"Tunggu aku beberapa kinggu lagi, maka kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan" Kata Niela dengan suara dinginnya sambil tetap fokus jari-jari lentiknya menari-nari di atas keyboardnya.
"...."
Tersenyum dingin Niela pun menyimpan semua data-data di dalam chipsnya dengan caranya sendiri "Aku sudah memperingati kalian semua, jangan main-main dengan Mr. X, karna itu akan membuat kalian terjebak di jaring kaoian sendiri" Kata Niela sambil menutup laptopnya.
Niela memasang wajah ceria saat mendengar langkah kaki yang begitu tergegasa-gesa menuju kelasnya, yaps saat ini Niela ada di dalam kelasnya seorang diri sambil berbicara dengan orang-orangnya.
"Bagaimana hasilnya?" Tanya Niela dengan tingkah anak-anak di bawab usianya, seakan antusias menunggu jawaban dari kedua sahabatnya ini.
Novi dan Devi menampilan wajah murungnya, sudah di pastikan mereka akan menjailinya dengan berpura-pura mengatakan kalau Niela tidak lulus, dan itu sudah bisa Niela tebak.
Melihat kedua sahabatnya yang tidak kunjung menjawab pertanyaannya, Niela mengubah raut wajahnya menajdi sangat dingin dan datar bahkan kedua aahabat Niela merasakan perubahan wajah Niela saat ini, dsn itu mampu mengubah raut wajah kedua sahabat Niela menjadi ketakutan dan langsung menundukan kepalanya.
"Ka_kamu lulus de_dengan ni_nilai yang sangat bagus" Kata Devi dengan gagap dan gemetaran, jangan lupa Devu juga dengan secara tidak langsung berkata formal.
Niela tersenyum, memang kedua sahabtanya ini tidak pernah melihat ekspresi yang Niela tunjukan tadi, itu di karenakan Niela selalu bersikap hangat pada kedua sahabatnya ini.
"Segugup itu jawabnya?" Tanya Niela enteng.
__ADS_1
Seketika Novi dan Devi mengangkat kepala mereka masing-masing dan melihat raut wajah ceria di sepingi cengiran dari Niela, Novi dan Devi langsung mencebikan bibir mereka masing-masing namun di mata Niela mereka berdua terlihat lucu dengan ekspri seperti itu.
"Niela !!!" Teriak Novi dan Devi secera bersamaan tepat di samping kanan dan kiri Niela. Dan itu mamou membuat Niela menutup kedua telinganya.
...* * *...
"Kenapa mereka pindahnya mendadak sih?" Dengus Ardian saat mengingat kejadian saat di rumah Niela.
Ardian sudah tau rencana kedua orang tuanya keapart Niela, namun Ardian pura-pura bungkam dan ingin tau siapa yang akan di tunjuk oleh papanya untuk di jodohkan dengan Niela, namun semuanya sia-sia saat Niela tiba-tiba menyuruh pelayannya untuk membantu kedua orang tua Niela pindah, bahkan Niela pun menyuruh kedua orang tuanya pindah saat itu juga.
Ardia memang tidak pernah tau seperti apa wajah Niela, namun menurut cerita dari saudara kembarnya itu Ardian menyimpulkan jika Niela adalah seorang selebgram yang di cintai oleh banyak orang, bahkan Ardian juga menyimpulkan jika Niela adalah gadis yang cerdik.
"Harus bagaimana caranya agar papa mau melanjutkan rencananya?" Lirih Ardian sambil memikirkan cara agar Rafael mau melanjutkan niatnya untuk menjodohkan kembali Salah satu anaknya dengan Niela.
Sedangkan di sisi lain Aufal menyuruh saoah satu anak buahnya untuk mencari tau keberandaan keluarga Dhaniel atas perintah Rafael, meski enggan untuk menerima perintah tersebut namun Aufal tetap melakukannya karna menurutnya perintah Rafael adalah sebuah tantangan dari Rafael bahwa Aufal benar-benar tidak mencintai Niela.
"Ini tentang Putri" Sahut Daren pelan.
Seketika Aufalpun mendongakan kepalanya, selama ini Aufal memang menyuruh anak buah Daren untuk mencari tau tentang keberadaannya Putri, tentunya dengan senang hati Daren menerima perintah tersebut karna dengan begitu Aufal akan menggaji anak buahnya sekaligus memberikan bonos pada Daren yang mana bonos tersebut bukan berupa uang, namun berupa barang yang mana barang tersebut sangat berarti bagi Daren.
"Katakan" Perintah Aufal dengan raut wajah cerahnya.
"Ada orang yang menghalangi pencarian kita, orang itu adalah Mr. X yang pernah lo selediki sebelumnya. Tidak hanya itu, Mr. X bahkan menutup akses pencarian kita agar pencarian kita gagal" Jelas Daren.
"****Dia**** lagi?" Tanya Aufal yang langsung mendapatkan anggukan dari Daren.
__ADS_1
Aufal mengerutkan keningnya, bukannya mendengar penjelasan tentang keberadaannya Putri malah mendapatkan penjelasan tentang Mr. X yang menghalangi pencariannya. Siapa sebenarnya Mr. X itu? Kenapa ikut campur urusannya?
"Ada lagi?" Tanya Aufal pelan.
"Mr. X mulai menunjukan taringnya" Sebuah kode bagi para pebisnis legal jika pebisnis ilegal.
Aufal memukul mejanya kasar, kali ini Mr. X berani memberikan kodenya pada perusahaan Aufal, apa Mr. X tidak tau jika saat ini perusahaannya sedang melakukan kerjasama dengan perusahaan PUTRI A.D.A yang terkenal itu? Jika tidak tau maka Mr. X salah sasaran.
"Dia lagi, dia lagi." Geram Aufal.
"Apa kita akan bergerak?" Tanya Daren.
"Jangan, biarkan Mr. X bergerak, selebihkanya kau akan tau apa yang sebenarnya terjadi" Jawab Aufal dengan nada dingin serta mengerikan.
"Masih tidak berubah" Lirih Daren yang mengerti maksud Aufal tadi.
Daren sudah memastikan jika Aufal akan merencanakan suatu hal yang besar, namun tanpa sepengetahuannya Aufal rencananya tidak seberapa ketimbang rencana Dia yang saat ini sedang mengadu domba Mr. X dan Aufal, bahkan setengah rencanya sudah berjalan dengan sangat amat lancar.
Sosok Dia lah yang sedari awal tidak menyukai keberadaannya Mr. X yang selalu mengganggunya, bahkan sosok Dia lah yang selama ini menghancurkan bisnis ilegal Mr. X secara perlahan-lahan dari jarak jauh. Tidak ada yang tau siapa Dia sebenarnya, karna Dia selalu menggunakan banyak cara agar tidak ada yang mengetahui keberadaannya.
Bahkan tidak ada yang menyadari keberadaan Dia saat ini, karna keberadaannya sangat di rahasiakan bahkan semua anak buah Dia hanya mengetahui keberadaan Dia di suatu gudang tempatnya saat memberikan sebuah perintah yang akan di jalankan oleh semua anak buahnya.
...T B C...
..._________________________________________________...
__ADS_1
...____________________________________________...
..._________________________________...