Ceraikan Aku

Ceraikan Aku
apa...


__ADS_3

Andreas masuk kedalam ruang rawat istrinya, dan dia terkejut melihat sosok istrinya itu sudah membuka mata.


"asisten Lucki, panggil dokter!!" teriak Andreas yang perlahan menghampiri istrinya itu.


Azalea yang melihat pria yang sudah bersama dengannya beberapa tahun itu mendekat.


"sayang... kamu sudah bangun," tanya pria itu dengan lirih karena kaget melihat istrinya itu


bagian andreas menangis melihatnya, "ceraikan aku tuan..." lirih Azalea yang melihat suaminya itu.


"tidak..." kata Andreas yang tak ingin menceraikan istrinya itu.


mendengar itu, Azalea langsung membuang muka dari Andreas, tak lama dokter Herman datang.


"tunggu di luar," kata dokter Herman.


dia pun tak bisa membantahnya dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"bagaimana perasaan mu Azalea, kamu membuat suamimu seperti orang gila, saat membawa mu yang overdosis obat tidur, dan kamu hampir mtmbunuh bayi mu," kata om Herman.

__ADS_1


"lebih baik kami meninggal dunia bukan, karena suamiku ini tak pernah mencintai ku,dia hanya tau bekerja, bahkan dia lebih memilih bersama asistennya itu di bandingkan aku yang hanya istri pajangan bukan, lebih baik aku mati bersama putra ku," kata wanita itu yang membuat om Herman kaget.


Ya dia tau apa yang di rasakan oleh Azalea, karena kesibukan dari Andreas


Tapi pria itu tidak buruk, bahkan dia selalu antusias menelpon setelah Azalea melakukan pemeriksaan karena dia tak bisa mengantarnya.


di luar Andreas masih terngiang-giang permintaan itu, dia tak mau kehilangan wanitanya lagi.


dia pun berjalan ke arah ruang bayi, dan melihat putranya yang berada di inkubator.


"papa berjanji untuk berubah demi dirimu dan mama,jadi maafkan papa jika harus membuat mu menjadi alat untuk menahan mama mu," kata Andreas yang langsung menuju ke ruangan istrinya itu.


"bagaimana kondisinya," tanya Andreas.


"semuanya baik, tapi sebaiknya jangan membuatnya syok dulu dan bantu dia untuk berjalan dengan perlahan-lahan karena dia mungkin akan kesulitan untuk melakukannya,"


"Hem.." jawab Andreas yang langsung masuk dan melihat Azalea.


"dasar tak peka, sekarang aku tau kenapa istrimu sampai ingin berpisah, karena punya suami tak peka itu menyebalkan," kata dokter Herman yang langsung pergi dari sana.

__ADS_1


Azalea sedang di bantu duduk oleh suster, "silahkan keluar, aku yang akan mengurusnya,"


mendengar itu, wanita itu pun menoleh karena tak mau melihat sosok Andreas.


"tatap aku,kenapa kamu terus mengalihkan perhatian mu!" kata Andreas yang langsung membuat istrinya itu menoleh melihatnya.


"mau apa!!" teriak Azalea


"aku akan menceraikan mu, tapi putra ku akan tinggal dengan ku, itu syarat ku,"


"tidak, kamu akan membuatnya jadi anak yang tak di penuhi kasih sayang, kamu bahkan terus sibuk dengan rapat, dokumen dan asisten wanita mu itu," marah Azalea.


"cukup!! Aku tak mau mendengarnya lagi, itu perintah, dan kenapa kamu bilang aku tak akan membahagiakan dirinya, dia akan punya dunia di genggamnya, dia bisa memiliki apapun yang dia inginkan karena itu dia tak perlu mama seperti mu,"


"apa.... Aku tak ingin putra ku menjadi orang jahat,tidak boleh aku tak mau meninggalkan putraku,"


"kalau begitu tetaplah jadi nyonya Andreas Gale, jika tak mau silahkan tinggalkan segalanya, termasuk putra ku, jadi pilih saja apa yang kamu butuhkan, toh tugas mu juga sudah selesai saat kamu melahirkan putra ku," kata Andreas yang mencoba menguatkan dirinya saat ini


Dia sudah tak bisa menahan istrinya itu, karena rumah tangga yang dia anggap sempurna ternyata sudah rusak dan hancur hingga tak bisa di perbaiki.

__ADS_1


__ADS_2