Ceraikan Aku

Ceraikan Aku
ikut kerja


__ADS_3

Pesawat yang membawa rombongan dari Andreas sudah mendarat di bandara internasional Tokyo.


"Kita dimana ini," tanya Azalea yang bangun setelah merasa enakan.


"Siapa yang memilihkan baju untuk mu, kenapa malah mengunakan baju seperti ini saat musim gugur,"


"Ya pelayan di rumah," jawab Azalea yang bangun dari kursinya.


Tiba-tiba Andreas memberikan jaket panjang yang dia gunakan, "jangan sampai kamu sakit di negara orang," ketusnya


"Siapa juga yang mau sakit," Kata Azalea lirih.


"Silahkan nyonya," kata asisten Lucki yang menjaga Azalea.


Mereka semua berjalan bersama keluar dari bandara, dan deretan mobil sudah menjemput mereka.


Azalea yang memang jarang keluar negeri karena keluarganya sangat membatasi semua kegiatannya.


Merasa sangat senang dan terus penasaran dengan bandara yang begitu bagus dan sangat terstruktur.


Andreas yang melihat tingkah laku istrinya pun kesal dan segera mengandeng tangan Azalea agar wanita itu tak hilang dari rombongan.


"Aku harus bekerja, asisten Lucki bisa mengajak mu jalan-jalan di kota ini, dan setelah semua urusan ku selesai, kita pindah ke Paris untuk menghadiri acara gala show perancang perusahaan milik ku,"


"Asisten Lucki, sepertinya akan menyukai bulan madu ini dengan ku, ya setidaknya aku tak kesepian saat jalan-jalan,"


"Apa maksudnya bulan madu," tanya Andreas dingin.


"Ya kan sebagai wanita yang sudah menikah menikmati bulan madu tak salah kan, karena kamu sibuk aku jadi menikmatinya dengan asisten mu," kata Azalea yang sebenarnya berniat untuk bercanda.

__ADS_1


Tapi malah di tanggapi berbeda oleh Andreas, "betapa menjijikkan putri keluarga Fernandes," ejek asisten Lilian.


"Ya aku tak mau bosan karna di tinggal bekerja,"


"Sudah tak usah berisik," bentak Andreas yang sudah kesal.


Mobil yang membawa mereka ke rumah tinggal di bagi tiga, Andreas dan Azalea di mobil pertama dengan asisten Ferdi.


Lilian yang terbiasa duduk dengan Andreas, kali ini harus puas duduk bersama asisten Lucki


"Besok jika kamu pintar, bagaimana jika kamu nikmati saja wanita menyebalkan itu," kata Lilian ketus.


"Aku tak sebodoh itu hingga berani menyentuh istri dari bos ku, sedangkan yang mengatakan punya otak paling pintar malah tak punya attitude sana sekali," kata asisten Lucki.


"Tutup mulutmu,"


Mobil pun sampai di rumah villa yang seldlu di gunakan saat ada kunjungan kerja di negara itu.


"Tapi tuan, saya tidak bisa membiarkan anda dalam bahaya,"


"Aku tak selemah itu hingga harus di lindungi seorang wanita, silahkan istirahat, dan besok kita harus mulai bekerja," kata Andreas yang tak bisa di bantah.


Aku merasa heran, tadi saat di pernikahan dia sangat dingin, tapi kenapa tadi saat aku membahas bercandaan dengan asistennya dia marah.


Entahlah tak ada yang tau apa yang sedang di pikirkan oleh-nya, "bantu aku mandi,"


Aku kaget bukan main mendengarnya, "Aku membantu anda mandi,"kata ku lagi memastikan pendengaran ku tak salah.


"Kamu budek, ya aku menyuruh mu membantu ku mandi," ketusnya lagi.

__ADS_1


Aku pun tak bisa menolak karena aku sudah jadi istrinya, tapi di negara ini kan pemandian air panas bebas.


Azalea berjalan mengunakan handuk mendekati kolam air panas, dan membantu Andreas untuk membersihkan diri.


Setelah selesai, keduanya bersiap untuk tidur, tapi tiba-tiba Andreas menindih tubuh Azalea dan mencium aroma tubuh istrinya itu .


"Apa yang ingin anda lakukan."


"Bagaimana menurut mu."


Aku hanya bisa terdiam saat dia mulai menyentuh ku, dia begitu lembut tapi saat memasuki diriku, itu sangat tak nyaman bahkan rasanya sangat sakit.


Tapi dia seperti tak memperdulikannya dan tiba-tiba seperti orang kesetanan, dan aku tak bisa menolak karena aku hanya bisa melayaninya karena dia suamiku.


Keesokan harinya, kami sarapan bersama, dan aku siap untuk jalan-jalan untuk membeli beberapa barang yang pernah di belikan oleh Hans dulu


Karena barang itu sudah cocok saat aku gunakan, jadi nanti aku harus dapat semuanya.


"Apa Nyonya sudah tak tahan untuk menikmati bulan madu mu dengan asisten Lucki," kata Lilian yang membuat ku menoleh ke arahnya.


Ya Tuhan mulut wanita ini begitu beracun, tubuh ku saja rasanya masih tak nyaman karena bos-nya.


Dan sekarang aku malah harus mendengar omong kosongnya, ingin rasanya aku membungkam mulutnya itu.


Tapi aku harus ingat jika aku hanya istri yang di beli,bahkan mungkin status ku tak bisa menggoyahkan keberadaan wanita itu di sisi pria yang sudah menjadi suamiku ini


Saat melihat dua wanita itu bersitegang, Andreas malah terlihat sangat santai dan semringah, dia tak menyangka jika dia menerima wanita yang menjaga dirinya hingga malam kemarin.


"Lilian sudah ku peringatkan berapa kali, jangan mengusik istriku karena jika kamu terus melakukannya, lebih baik kamu tinggal di perusahaan dan tak usah ikut saat ada kunjungan bisnis seperti ini lagi," tegur Andreas

__ADS_1


"Maaf tuan,"


Aku ingin sekali menjambak rambut wanita itu, Dia meminta maaf pada pria ini, padahal dia menyinggung ku, benar-benar hebat ya.


__ADS_2