Ceraikan Aku

Ceraikan Aku
dia berusaha


__ADS_3

Azalea tampak duduk diam sambil melihat suasana di luar jendela.


dia sedang menunggu bayinya yang akan di bawa untuk di susui, saat bayi mungil itu datang.


Ternyata wajah bayi itu begitu tampan, bagaimana tidak, wajah dari Andreas benar-benar menurun pada putranya itu.


"kenapa wajahnya ada pada mu sayang, tapi mama menyukainya nak," kata Azalea yang langsung memberikan asi eksklusif untuk putranya itu.


dia pun sambil memikirkan apa yang di katakan oleh om Herman tadi.


"apa aku salah ..."lirihnya.


Sedang di ruangan lain, Andreas sedang melihat istrinya itu sedang bersama putranya dari CCTV.


dia pun melihat buku harian yang belum sempat dia selesaikan untuk di baca, tapi pekerjaannya benar-benar sudah menumpuk hingga dia harus mulai bekerja.


Bagaimana pun perusahaan miliknya itu tak bisa berjalan sendiri tanpa bos yang menjalankan.


Bahkan dua asistennya saja tak bisa mengatasi beberapa masalah yang memang harus dia selesaikan sendiri.

__ADS_1


terlebih masalah asisten Lilian yang menjadi sumber masalah dari kesalahpahaman yang terjadi.


Dia menandatangani beberapa dokumen, dan jika di ingat lagi, asisten wanitanya itu memang sudah sangat keterlaluan.


Bahkan asisten Lilian memang sering membuatnya marah, karena dia pernah memergoki wanita itu yang dengan lancang mengangkat telpon dari ponsel pribadinya.


Saat Andreas sedang melamun, di ruangan Azalea, wanita itu mendapatkan telpon dari seseorang.


Terlihat raut wajah Azalea sangat bahagia, "halo nyonya, apa kabar," sapa wanita itu dengan ramah.


"kabar ku baik, aku sedang ada di Canada, apa kita bisa bertemu? Aku sangat ingin menyapa mu," kata nyonya Ayumi.


"benarkah itu, tak masalah, kita bisa bersama cukup lama karena aku dan suamiku akan di negara ini cukup lama sekitar dua bulan, karena juga sedang melakukan pemeriksaan rutin,dan terlebih suamiku sedang mengerjakan kerjasama dengan suamimu juga, ya sudah nanti aku akan menjenguk mu," kata wanita itu.


"baiklah nyonya, terima kasih," kata Azalea yang langsung menutup telpon.


Dia pun bangkit dan mencari pelayan yang selama ini menjadi pelayan pribadinya.


Dia keluar dan hanya melihat pak Sam yang baru datang, "nyonya sudah sadar, kenapa mau keluar, dan tuan muda kecil juga?" tanya pria itu panik.

__ADS_1


"ah aku ingin bertemu Jill, karena aku mendapatkan telpon dari nyonya Tanaka,dan aku ingin meminta jill membantu ku bersiap, setidaknya aku tak ingin membuat malu suamiku," kata Azalea yang memang terlihat sedikit berantakan.


"saya akan menelponnya dan menyiapkan semua hal, lebih baik nyonya kembali kedalam dan menunggu di dalam, dan tolong jaga kondisi anda ya nyonya,"


"baiklah aku mengerti," jawab Azalea.


Dokter Herman mengunjungi Azalea untuk melihat kondisi bayi dan mamanya.


"selamat siang Azalea, bagaimana keadaan mu dan putra mu?"


"seperti dia sangat suka tidur, karena dia bangun hanya ingin minum dan setelah kenyang akan tidur lagi, tapi apa tak masalah dengan kondisinya, karena om bilang jika dia sempat berada dalam bahaya," tanya Azalea yang khawatir.


"tidak masalah, tapi kamu harus lihat bagaimana Andreas yang rela menjadi penghangat alami untuk bayi kalian, bahkan dia terus mengusap air matanya saat memeluk bayi kalian, dan terus mengatakan maaf karena tak bisa menjaga mu,apa kamu sudah memikirkan apa yang om katakan sebelumnya Azalea," kata dokter Herman.


"aku tak tau harus mengatakan apa, tapi aku akan melihatnya dulu om,jika dia memang mencintai ku seperti yang bicarakan, seharusnya sekarang dia harus menyingkirkan wanita itu," kata Azalea yang membuat dokter Herman tersenyum.


"tentu itu sudah di lakukan,"


Ya asisten Lilian sudah di pindah tugaskan ke perusahaan cabang di asia.

__ADS_1


__ADS_2