Ceraikan Aku

Ceraikan Aku
isi hati Azalea


__ADS_3

Apa arti pernikahan, aku sendiri tidak mengerti apa itu. Bayangan dalam benak ku adalah pernikahan sakral, pengantin pria tersenyum di depan pendeta sambil menunggu pengantin wanita yang berjalan bersama sang ayah.


Kami akan bergandengan tangan, mengucapkan janji setia seumur hidup kami dengan penuh haru.


Dan yang paling di tunggu setiap orang adalah ciuman sebagai tanda resminya ikatan kami.


Tapi semua itu hanya mimpi, aku tak melihat seorang pengantin pria di altar, tapi sedetik kemudian pria itu berdiri dengan tergesa-gesa.


Jika memang tak menyukai pernikahan ini, kenapa memintanya sebagai syarat.


Kami memang mengucapkan janji setia, tapi dia meninggalkan diriku setelah itu karena dia harus berangkat keluar negri untuk bisnis.


Seorang pengantin wanita di tinggalkan setelah pernikahan apa itu pantas


"Tak usah sedih, sekarang kamu sudah jadi nyonya Gale, dan kamu harus mengikuti ucapan ayah atau aku akan menghancurkan segalanya," bisik pak Adi Fernandes.


Azalea hanya bisa mengangguk, dia mengikuti asisten Lucki dan pak Sam menuju ke rumah besar keluarga Gale.


"Silahkan turun nyonya,"


"Terima kasih pak,"


Ya aku tak keberatan tanpa adanya pesta,tapi penyambutan ku seperti di istana.


Saat kaki ku ingin melangkah masuk kedalam, tiba-tiba seorang wanita keluar dari dalam rumah dengan angkuhnya.


"Selamat datang nyonya, nikmati hidup ku di rumah ini sebelum anda di buang, dan jangan pernah mencoba untuk mengusirku, karena suamimu itu tak akan melakukannya," kata wanita itu dengan sombongnya.


"Asisten Lilian tolong jaga sikap anda pada nyonya, bagaimana pun dia istri dari tuan Andreas," tegur kepala pelayan rumah itu.


"Kenapa, aku adalah orang yang berjasa di hidup Andreas, anda cuma kepala pelayan, jadi tak usah sibuk mengurusi kami, urus saja pekerjaan rumah dan nyonya baru yang di beli dari keluarga materialistis dan tamak itu, dasar wanita kampung," ejeknya lagi.

__ADS_1


"Aku memang tak tau apa hubungannya dengan mu, tapi jangan pernah berani menginjak ku," kata Azalea yang menegakkan kepalanya.


"Hei nyonya tolong sadar diri, kamu itu cuma wanita yang di beli, sedang aku wanita yang berjasa,"


"Benarkah, kalau begitu kenapa dia menikahiku dan bukan dirimu, dasar asisten tak sadar diri," kata Azalea yang langsung bergegas masuk kedalam rumah.


Ya itu membuat semua pelayan tau jika nyonya baru di rumah itu tak bisa di ganggu.


Setelah berganti baju, ternyata dia harus ikut melakukan perjalanan bisnis ke luar negri.


"Siapkan koper mu, dan kita berangkat sore ini,"


Aku tak menjawabnya, aku fokus membersihkan wajah dari make up menyebalkan ini yang bisa merusak wajah.


Setelah itu, aku mengantikan baju ku sendiri dengan kaos oblong dan celana jeans, "berdoa lama?"


Pria yang baru menikahiku pun merasa heran melihat penampilan ku, "kamu ingin aku jadi bahan lelucon karena gaya mu itu, rubah cara pakaian mu, ingat aku memilih mu bukan karena kamu bisa bertingkah, tapi karena orang tua mu menjual mu padaku," marah pria itu dengan keras


Dua pelayan datang untuk membantuku bersiap, aku kembali harus memoles wajah ku dengan make up.


"Bisakah jangan mengunakan itu terlalu tebal, kulit ku sensitif dan bisa berjerawat parah jika aku terlalu lama mengunakan make up,"


"Tentu nyonya," jawab keduanya.


Koper milik ku sudah berubah dan entah di dalamnya berisi apa, aku hanya bisa pergi dengan mengandeng lengan suami yang bahkan tak ingin melihat ku.


"Jangan sampai berulah di bandara, karena setiap mata akan melihat kita, karena aku selalu jadi pusat perhatian, jadi jaga tingkah laku mu,"


"Baik suamiku,"


Aku tersenyum seperti orang bodoh, ya kehidupan mewah, mobil mewah, kartu berjejer di dompet ku, serta ponsel keluaran terbaru di genggaman tangan.

__ADS_1


Tapi aku tak bahagia, karena pria yang di sisiku, bukan orang yang aku cintai.


Tapi aku harus selalu menunjukkan pada dunia jika aku tergila-gila karena menjadi istri pengusaha sukses, bahkan aku menjadi istri paling bahagia karena suamiku sangat memanjakan diriku.


Meski aku harus melihat tatapan kebencian dari asisten wanita yang selalu mencoba mendekati pria di samping ku ini.


"Permisi boleh aku minta permen asam," tanya Azalea pada pramugari yang sedang bertugas.


"Maaf Nyonya, tidak ada permen asam seperti itu di pesawat, adanya hanya permen mint, anda mau?" tawar pramugari cantik itu.


"Boleh berikan padaku, dan tolong berikan nona itu camilan, sepertinya gula darahnya turun karena dari tadi dia melotot ke arah ku," kata Azalea lagi.


"Tentu nyonya,"


Mendengar Ucapan Azalea, asisten Lucki dan asisten Ferdi menahan tawa, bagaimana bisa ada seorang wanita yang seberani ini.


"Kalian tidak bisa diam," ketus Andreas.


"Maafkan aku, kepala ju pusing, boleh aku tidur di bagian belakang," Pamit Azalea.


"Duduklah di kursi mu, kamu bisa menaruh kepala mu di pundak ku, karena kita akan segera mendarat," kata Andreas yang langsung menyandarkan kepala Azalea ke bahunya.


Tentu saja Azalea pun merangkul lengan suaminya dan tak menghiraukan tatapan tajam dari asisten wanita itu.


"Dan untuk mu Lilian, jangan menatap istriku seperti itu, jika memang kamu tak suka, seharusnya tak usah ikut karena Lucki dan Ferdi sudah cukup untuk membantuku," kata Andreas yang melihat tingkah asistennya itu.


"Maaf bos, aku hanya tak menyangka jika kulit Nyonya begitu sehat dan bersih,"


"Sepertinya dia rabun, karena kulit ku sensitif dan sulit untuk membuatnya tetap mulus seperti kulitnya," lirih Azalea yang menyahut.


Lagi-lagi asisten Lucki dan asisten Ferdi tertawa kecil mendengar jawaban Azalea.

__ADS_1


Ya kali ini asisten Lilian benar-benar mendapatkan musuh yang layak, karena wanita itu sekarang tak bisa seenaknya terhadap Andreas.


__ADS_2