
Azalea sedang berjalan bersama dengan asisten Lucki yang akan menemaninya selama di negara sakura itu.
"asisten Lucki, apa kamu tak merasa ini lucu, dia punya sekertaris perempuan, tapi kenapa memilih mu yang seorang pria untuk menemaniku, apa dia tak takut jika aku mengajak mu kabur,"
"di dunia ini tak akan ada tempat yang bisa di gunakan untuk bersembunyi dari tuan besar Nyonya, bahkan aku lebih baik membuat anda mati dari pada anda harus melarikan diri," kata asisten Lucki dingin.
"apa... baru kali ini seorang pria ingin membunuh istri bos-nya dengan mudah.
Tapi aku setuju akan hal itu, dari pada aku yang seperti ini hidup dengan suami yang tak mencintai ku,lebih baik aku mati bukan.
sudahlah lebih baik aku membeli barang yang aku butuhkan, mumpung aku ada di sini," batin Azalea
mereka berhenti di sebuah toko kosmetik yang memiliki barang-barang yang terkenal di seluruh dunia.
Azalea membeli beberapa krim wajah, dan asisten Lucki tak banyak bicara selama menemani wanita itu.
saat asisten Lucki sedang membayar, Azalea melihat keluar jendela toko.
Dia melihat seorang wanita yang tampak kebingungan, "permisi nyonya,apa anda tersesat," tanya Azalea.
"aku ingin ke kuil, dan ternyata mobilku mogok jadi aku sedang mencari taksi," jawab wanita itu dengan sopan.
"mau bersama kami,aku juga tak ada kegiatan, mau di antar sekalian," tawar Azalea
"baiklah jika kamu tak keberatan mengantarkan wanita tua ini," jawab Azalea
"ngomong-ngomong siapa nama mu?" tanya wanita itu.
__ADS_1
"nama saya Azalea, kalau nyonya?"
"Ayumi," jawab wanita itu yang tampak cantik khas wanita asia.
asisten Lucki pun mengantar kedua wanita itu ke kuil yang cukup terkenal di negara itu.
Tak hanya itu, mereka juga berdoa bersama, dan ternyata saat mencoba meramal.
Azalea mendapatkan semua hal baik di dunia, bahkan seorang pendeta bilang jika dia akan menerima anugerah terindah yang akan membantunya bahagia.
"apa ini bisa di percaya," kata ku yang melihat kertas yang dku terima.
sedang nyonya yang ada di samping ku itu terus tersenyum dan mengatakan jika semua itu benar.
Aku berpisah dengannya dan dia bahkan mengajak ku untuk ikut ke pesta ulang tahun pernikahannya.
"tapi suami saya sangat sibuk, di tambah dia tak akan bisa hadir ke pesta,"jawab ku yang mencoba menalar segalanya.
"mau bisa atau tidak,aku akan mengirimkan baju dan tolong di gunakan ya, karena kami mengadakan pesta dengan konsep tradisional," katanya lagi.
Aku harus bagaimana mengajak pria yang bahkan lebih memilih wanita lain di bandingkan diriku.
Andreas pun melihat pangkal hidungnya, dia tak mengira jika istrinya itu salah paham padanya.
dia melihat wajah Azalea yang masih belum sadarkan diri, "apa itu yang kamu pikirkan sayang, dan baju kimono itu pemberian istri tuan Tanaka, kamu sudah membuat ku memiliki rekan bisnis dengan keuntungan sangat besar," kata Andreas yang merasa sedih.
Dia tak menyangka jika istrinya itu begitu ingin di lihat olehnya, tapi bagi Andreas kebahagiaan dan kenyamanan Azalea itu yang utama.
__ADS_1
Itulah kenapa dia berusaha keras untuk meraih seluruh dunia di genggamannya, untuk membuat Azalea bisa hidup bahagia di penuhi harta.
"permisi tuan, dokter ingin membicarakan sesuatu pada anda," kata asisten Ferdi yang mengejutkan Andreas yang sedang bersedih.
"baiklah," jawab pria itu menghapus air matanya.
bahkan sebelum pergi,dia memberikan kecupan di kening istrinya.
"tolong segera sadar, aku akan membuat mu menjadi istri paling beruntung di dunia, dan maafkan aku ..." lirih Andreas yang membuat asisten Ferdi pun merasa tersentuh.
keduanya keluar kamar VIP itu, dan Andreas meminta para bodyguard mengamankan area itu
Tak ada yang di izinkan masuk selain orang-orang yang memegang kartu khusus, terutama asisten Lilian yang masuk daftar merah
Andreas masuk kedalam ruang dokter Herman, "ada apa om mencariku, apa ada masalah dengan putra dan istriku?" tanya Andreas yang terlihat cukup kacau.
"tidak ada, keduanya dalam kondisi baik, tapi ada hal besar yang harus aku beritahu padamu, istrimu kemungkinan besar akan mengalami sedikit masalah dalam kesadarannya,karena obat penenang yang dia minum menganggu beberapa sarafnya, dan aku juga belum tau pasti,tapi aku sedang berusaha untuk menghubungi temanku untuk segera datang dan menerima kondisinya," kata dokter Herman.
"baiklah om,aku akan selalu menunggu kabar baik darimu," jawab Andreas yang sedikit frustasi.
di depan kamar Azalea, asisten Lilian sedang mengamuk karena tak du izinkan masuk.
kebetulan Andreas baru akan ke kamar istrinya itu, "tuan anda di luar, tuan aku tak di izinkan masuk kedalam sana, padahal aku ingin menemui nyonya,"
"pulanglah tak usah bersikap baik,aku muak!"bentak Andreas yang memilih masuk begitu saja.
Asisten Ferdi menahan wanita itu dan mempersilahkan dia untuk pergi dari tempat itu.
__ADS_1