Ceraikan Aku

Ceraikan Aku
diam tak bicara


__ADS_3

Berita itu seperti angin tornado yang membuat keributan di seluruh kota, bagaimana tidak terjadi, istri dari seorang pengusaha jatuh pingsan di tengah jalan.


Tapi hanya beberapa jam, setelah itu berita itu menghilang beserta para pembuat beritanya sekalian.


"Bagaimana kondisinya paman?" tanya Andreas pada dokter Herman yang sudah cukup lama menjadi dokter keluarga Gale.


"Dia terkena serangan panik, syok dan sepertinya dia menolak untuk bicara atau apapun itu, bahkan pertanyaan ku pun tak dia jawab," kata dokter Herman yang masih belum menyerah.


Pasalnya setelah sadar dari kejadian itu, Azalea seperti patung, dia tak bicara dan tak mau menatap semua orang yang bersangkutan dengan Andreas.


Tapi hanya satu orang yang bisa mendekatinya dan memintanya untuk makan yaitu Jill, dia adalah pelayan yang dekat dan selalu menjadi pelayan pribadi Azalea.


"Jill tolong pastikan nyonya makan, karena aku harus ke Jepang untuk urusan bisnis penting," kata Andreas yang masih tak bisa mendekati istrinya yang tampak duduk diam sambil melihat keluar jendela.


"Tuan, nyonya mengatakan jika tuan masih ingin melihat nyonya hidup, tuan harus memecat sekertaris itu, atau-"


"Aku tdk bisa, karena dia yang membantu ku saat aku kesulitan, dan tak mungkin aku memecatnya, Lucki dan Ferdi juga tau itu," kata Andreas yang masih kekeh.


Bagaimana pun asisten Lilian adakah salah satu orang yang membantunya bisa berada di puncak tertinggi saat ini.


Jadi mustahil dia membuang orang terbaiknya, dan Azalea harus tau jika semua pikiran buruknya itu salah.


Azalea yang mendekat itu pun hanya bisa tersenyum pahit mendengarnya, "seharusnya aku sadar diri dan tak usah berpikir memiliki anak dengan mu," lirihnya yang melihat kotak obat di kamarnya.


dia bergegas lari dan mengambil obat tidur di dalam botol, dia pun memilih jalan yang paling tak di inginkan.


"maafkan aku sayang, lebih baik kamu dan mama meninggalkan dunia ini, dari pada aku harus menyaksikan papa ku tidur dan memadu kasih dengan wanita lain," kata Azalea yang langsung menenggak obat itu.

__ADS_1


setelah itu, dia pun berjalan sambil sempoyongan dan mengambil botol anggur milik Andreas yang berada di kamar itu.


tapi belum sempat meminumnya, Azalea sudah terjatuh tak sadarkan diri dengan busa putih keluar dari mulutnya.


Pyar..


Mendengar suara pecah,Jill bergegas masuk dan kaget melihat Azalea sudah tergletak dengan busa putih.


"Nyonya!!!" teriak Jill yang langsung berusaha menolong wanita hamil itu.


Mendengar teriakan dari pelayan kepercayaan istrinya, Andreas lari ke kamarnya dan melihat Azalea yang sudah tak sadarkan diri.


"Tidak!!"


Wanita itu di bawa ke rumah sakit dengan pengawalan ketat, "dia keracunan, kita harus segera sampai ke rumah sakit, cepat!!" teriak dokter Herman.


"Tidak... Selamatkan istriku!" panik Andreas yang melihat wajah Azalea yang begitu pucat.


"Kami akan berusahalah sebaik mungkin tuan,tolong tenang," kata dokter yang langsung menangani kasus itu.


"Kenapa semua terjadi, aku tak mengira jika dia nekat ingin mengakhiri hidupnya," lirih Andreas.


"Tuan... Maafkan saya, tapi yang saya ucapkan tadi bukan ancaman, tapi keinginan Nyonya, karena nyonya sudah frustasi dengan hidupnya dan segalanya," kata Jill yang sudah tak bisa lagi menahan kesedihannya.


"Apa maksud mu," tanya Andreas marah.


"Tuan, di rumah besar itu, nyonya merasa menjadi tahanan, setiap geraknya di batasi, jika bukan dua asisten anda pasti pak Sam, dan setiap malam nyonya harus jadi wanita yang melayani suami yang bahkan tak pernah bertanya, apa dia sakit, apa dia butuh sesuatu, jika tuan ingin tau lebih jelas, saya menyimpan ini tuan," kata Jill memberikan sebuah buku pada Andreas.

__ADS_1


Buku yang tampaknya sudah kusam dan ada bekas terbakar di bagian bawahnya.


"Nyonya ingin membakar buku itu, karena semua isi hati nyonya ada di dalamnya, dan tak ingin siapapun tau akan hal itu,"


Andreas gemetar, dia tak menyangka jika dia salah memperlakukan istrinya selama ini.


〰️〰️〰️


Di restoran, Habibi merasa tak semangat karena sedang menunggu Hans.


"Kemana iris itu, dasar bocah sialan, aku punya berita besar dia malah tak muncul," gumamnya.


Tiba-tiba pria yang di tunggu datang, "bos minta kopi biasanya satu ya," kata pria muda itu.


"Hei tolong buatkan kopi untuk teman ku," kata Habibi pada karyawan di restorannya itu.


"Kamu dari mana, aku menunggu mu dari kemarin," kata Habibi.


"Aku Baru pulang dari dinas luar kota,ada apa,kenapa wajah mu begitu panik," kata Hans tersenyum belum tau apa yang terjadi.


Tiba-tiba Habibi mengeluarkan ponselnya, dan terlihat jelas ada foto Azalea, dan seseorang tergletak di tengah jalanan.


"Apa maksudnya ini," kaget Hana membaca berita itu.


"Sepertinya dia memergoki suaminya berselingkuh, hingga ingin bunuh diri, aku tau gebar dis itu sangat kesepian dan terluka,bahkan saat terakhir kali dia kesini, dia terus menunggu mu, dan ya dengan kekuatan uang suaminya, berita besar itu hilang dalam beberapa jam, untungnya aku sempat menyimpannya sebelum hilang," kata Habibi dengan bisik-bisik.


Hans sangat marah, dia mengira jika Azalea sudah bahagia karena Anna mengatakan jika kakaknya itu selalu berpesta

__ADS_1


Tapi nyatanya, semuanya bohong dan dia tak ingin melanjutkan pernikahan yang menyebalkan itu.


__ADS_2