Ceraikan Aku

Ceraikan Aku
keluarga setan


__ADS_3

Setelah menikmati sandwich miliknya, Azalea pun bangun dan akdn membawa piring itu je dapur.


Tapi pak Sam langsung mengambilnya, "lebih baik nyonya dan tuan istirahat saja,"


"Baiklah pak, dan Besok tolong buatkan aku bakso untuk sarapan ya," kata wanita itu dengan senyum.


"Baik nyonya," jawab pak Sam.


"Ayo kita istirahat, dan jangan banyak melakukan pekerjaan yang bisa membahayakan calon anak kita,"


"Iya suamiku," jawab Azalea.


Dia berjalan menuju lift dengan mengandeng lengan kekar suaminya itu.


Sedang Andreas merasa begitu tenang saat merasa Azalea begitu mengandalkan dirinya, terlihat dari cara wanita itu bersandar saat ini.


Sesampainya di kamar, Azalea memilih sikat gigi dulu sebelum istirahat, dan tentu dia mengenakan baju tidur yang nyaman.


Sedang Andreas masih memilih untuk membaca buku karena dia belum bisa tidur.


Tak butuh waktu lama untuk Azalea tidur, dan dia pun memberikan ciuman mesra untuk istrinya itu.


Dia menuju ke balkon dan mulai menikmati anggur yang ada di kamarnya.


Dia menggoyang gelas miliknya yang terisi anggur berumur puluhan tahun itu.


"Kita lihat, pergerakan apa yang akan di lakukan oleh para pengecut itu," lirihnya.


Ya dia bukan pria bodoh, dia tentu tau apa yang di lakukan oleh paman dan para sepupunya yang ingin merebut hatinya.


Tapi sayangnya mereka tak mempertimbangkan istrinya itu, karena jika Azalea yang memintanya dengan senang hati Andreas untuk menurutinya.


"Kalian ingin memiliki semua uang dan hartaku, tapi dengan udang itu kalian melakukan hal yang sangat mustahil, karena bagiku hanya satu orang yang berharga, dan dia akan aku lindungi apapun yang terjadi padaku nantinya," kata Andreas mengangkat gelas untuk Azalea yang terlelap di kamar.


Setelah puas minum dia pun segera menuju ke ranjang dan tidur, dan Azalea merasa sangat nyaman dengan pelukan suaminya itu.


Keesokan harinya, bagian dapur sudah heboh karena permintaan dari nyonya rumah yang ingin makan bakso.


Bahkan koki itu membuat bakso dengan daging sapi terbaik karena di rumah itu tak ada daging lain selain daging steak.

__ADS_1


Di kamar, Azalea sudah cantik mengenakan gaun di bawah lutut dengan lengan pendek.


Tak lupa dia juga menguncir rambutnya hingga rapi, dan tak suka rambut panjangnya itu tergerai selama masa kehamilan ini.


"Bisa tolong aku sayang," panggil Andreas yang berada di walk in closed milik mereka.


"Kalian bisa pergi," usir Azalea yang tak ingin para pelayan wanita melihat suaminya itu.


Dia segera ke tempat suaminya untuk membantu memakaikan dadi, dan tentu saja Andreas tak menyia-nyiakan itu, dia terus mencuri kecup di kening, pipi atau bahkan bibir istrinya itu.


"Hentikan mas, nanti anda bisa telat ke kantor, ayo Kita segera turun untuk sarapan bersama," ajak Azalea yang turun bersama Andreas.


Keduanya sudah di nantikan oleh dua asistennya, bahkan pak Sam sudah menata semuanya di meja


Andreas menarik kursi untuk istrinya setelah itu baru dia duduk sendiri, dan mereka menikmati sarapan sesuai permintaan dari Azalea.


"Suamiku, bolehkah aku je rumah orang tua ku untuk bertemu adikku," tanya wanita itu dengan sopan.


"Untuk apa kamu kesana, apa untuk di hina lagi," tanya Andreas dingin.


Karena terakhir kali istrinya berkunjung ke rumah itu, Azalea hampir keguguran dan mengalami stress berat.


"Aku akan menjaga diri, lagi pula aku tak datang sendiri, anda bisa memberikan banyak bodyguard atau mungkin jika anda tak sibuk ikutlah dengan ku,"


"Aku hanya ingin memberikan kado, itu saja, jadi aku mohon..."


Melihat istrinya yang sampai memohon pun membuat Andreas tidak tega.


"Kalau begitu ajak Ferdi dengan mu dan juga dua bodyguard lain, dan pak Sam ikut juga, dan untuk kalian berdua pastikan nyonya tak mengalami apa yang terakhir terjadi," kata Andreas


"Baik kaki mengerti tuan," jawab keduanya.


Sedang Azalea mengatakan hal yang membuat semua orang terkejut.


"Dan untuk mu asisten Lucki, pastikan suamiku tak berduaan saja dengan asisten wanitanya itu, dan jika sampai itu terjadi, aku tak akan ragu membunuh diriku dan alasannya karena kamu tak melakukan tugas mu dengan baik," kata Azalea sambil tertawa.


"apa yang kamu katakan," kaget Andreas yang mendengarnya.


"Ikuti saja, kita impas bukan," kata Azalea yang langsung bangkit dari kursinya dan mengambil semua barang yang akan di bawa di bantu para pelayan

__ADS_1


Sedang Andreas terus mengatur wajahnya yang kesenangan karena istrinya mulai menunjukkan tanda-tanda cemburu.


Sedang dia asisten itu kini mengalami dilema besar, karena mereka akan serba salah jadinya.


Akhirnya Azalea mengantar suaminya pergi terlebih dahulu dengan asisten Lucki.


Dan tak lama, mobil berjenis Limosin itu datang dan dia masuk kedalam mobil di ikuti semua orang.


Ya Andreas selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan istrinya di atas segalanya.


Tapi bagi Azalea perlakuan itu berlebihan, bagian dia merasa jika dia di jadikan pajangan cantik oleh suaminya.


Rumah Keluarga Fernandes kedatangan tamu agung, kepala pelayan di rumah itu menyambut kedatangan Azalea.


"selamat datang nyonya Gale," sapa wanita sepuh itu dengan sopan.


"Bagaimana kabar mu bu Maya," tanya Azalea yang memeluk wanita yang sudah menjaganya dari kecil.


"Saya Baik Nyonya, tapi tolong jaga tingkah laku anda, karena kita berbeda status sekarang," kata Bu Maya yang tak ingin membuat putri asuhnya itu di rendahkan lagi oleh keluarga menyebalkan itu.


"Maafkan aku, aku hanya merindukan mu ibu pengasuh," lirih Azalea.


"Silahkan masuk," kata Bu Maya yang berusaha tenang karena dia tak boleh membuat wanita hamil itu sedih.


Mereka masuk kedalam rumah, dan terlihat tiga orang di rumah itu sudah menunggu di ruang tamu sambil memberikan tatapan tajam.


"Sepertinya kalian lupa siapa yang datang ke sini, dia bukan putri kalian, tapi Nyonya keluarga Gale, jadi jaga sopan santun itu," marah asisten Ferdi yang membuat ketiganya bangun.


"Selamat datang Nyonya Gale, ada gerangan apa hingga kamu repot-repot datang kesini," kata Bu Sonya ibu tiri Azalea.


"Saya datang untuk mengantarkan hadiah dari pihak keluarga kakak pada adiknya yang akan menikah," kata Azalea yang begitu datar.


"Seharusnya itu tak perlu, cukup berikan uang tunai saja," jawab Anna yang membuat asisten Ferdi dan pak Sam marah.


Tapi dengan kode dari Azalea, keduanya pun tak berani bertindak, "seharusnya aku memberikan cek ini pada papa, ini adalah uang yang kamu butuhkan untuk perusahaan mu, nikmatilah tapi ini hal terakhir yang bisa aku bantu, sekali lagi kalian ingin mengancam ku, aku akan melakukan hal yang tak pernah terbayangkan oleh kalian," kata Azalea melemparkan cek di meja.


Di sana tertulis satu juta dolar AS, yang setara dengan lima belas milyar rupiah.


Kemudian mereka pergi dari rumah itu karena tak ingin memperlama kunjungannya.

__ADS_1


"Seharusnya kamu memberikan kami lebih," kata pak Adi yang membuat langkah dari Azalea terhenti


"Apa yang anda katakan tuan Adi Fernandes, bukankah suamiku sudah memberikan dua puluh juta dolar AS padamu saat pernikahan ku, apa itu masih kurang, bahkan nilai tukar putri mu yang tak tak pernah kau peluk ini tak sebanding dengan uang itu, kenapa kamu begitu serakah," kata Azalea yang tak bisa menahan lagi air matanya.


__ADS_2