Cerita Bercyanda

Cerita Bercyanda
5. Martini


__ADS_3

Namanya Martini. Gadis SMA yang punya sabuk hitam juijutsu. Olahraga yang digandrunginya juga ada panjat tebing, parkour, dan skateboard. Dia sudah menargetkan akan mengejar lisensi paralayang waktu masuk kuliah nanti, saat umurnya sudah cukup.


Ini bukan hal baru.


Sejak SMP, Martini sudah aktif di lomba debat dan pidato. Waktu SD dia selalu mengikuti cerdas cermat dan lomba lainnya.


Intinya, Martini bukan anak yang penakut.


Namun beberapa malam lalu, dekat pos ronda, Martini lari ketakutan. Bahkan air matanya jatuh berderaia-derai.


Penyebabnya tak lain tak bukan adalah sebuah tengkorak melayang yang menyapanya dari kegelapan. Siapa lagi kalau bukan abang tongkrongan kita, Skul. Namun saat itu, Martini belum tahu.


Saat tiba di rumah, seperti kebiasaannya dia langsung melepas sepatu dahulu."Kamu ada latihan malam ya, Tini? Perasaan Sensei Mizuno nggak pernah ngabarin, deh." Terdengar suara seorang pria menegur Martini.


"Hah? Oh. Enggak koq, Pa." Sapaan itu sempat mengagetkan Martini.


"Oh, tapi koq nafas kamu ngos-ngosan?" Pak Rafael bertanya penasaran.


"Tadi Tini habis lari-lari kecil, Pa. Sepulang dari rumahnya Dita. Sekalian latihan cardio, hehe". Martini menjawab ngeles.

__ADS_1


"Oh gitu. Ya udah buruan ganti baju sana. Kayaknya kamu sakit, masuk angin kali. Mukamu sampai pucat begitu. Kayak habis dikerjar hantu aja. Hahaha." Pak Rafael lalu mematikan tivi. Dia tak tahu apa yang baru saja terjadi pada Martini.


"Iya pa. Papa nungguin Tini lagi ya? Kan aku udah bilang gak usah. Tini bisa jaga diri, Koq." Sebenarnya, Martini khawatir dengan kesehatan ayahnya. Meski baru berumur 40 an, ayahnya sering terlihat lebih tua di matanya.


"Iya, iya. Anak papa emang jagoan. Ya udah, Papa tinggal masuk kamar ya..." Pak Rafael lalu masuk ke kamar tidurnya. Martini hanya mengangguk.


>>>


Setelah mengenakan piyamanya, Martini pergi ke dapur dan membuka kulkas. Dia mengambil jus jeruk dan menuangkan satu gelas, lalu membawanya ke kamar.


Sebelum tidur, seperti biasa Martini menyempatkan diri untuk menonton hape selama 15 menit. Ini adalah sedikit waktu yang dia gunakan sebagai hiburan dalam harinya yang padat dan penuh aktivitas menantang.


Dia masih tak percaya dengan kejadian yang tadi dia alami. Apakah itu hanya khayalannya saja yang sedang kelelahan, atau memang kejadian nyata.


Apapun itu, Martini tidak mau takut lagi jika harus kembali mengalaminya.


>>>


Bukannya jawaban, kotak itu malah menambahkan lebih banyak pertanyaan baru di benak Skul.

__ADS_1


Namun itu tak menjadi masalah, konten yang mereka upload, viral! Sangat jarang terjadi pada content creator yang baru, bahkan pada video pertamanya!


Setelah beberapa saat berunding bertiga dengan Bod dan Bu Sinta, merek sepakat akun yutub mereka dikelola oleh Aben, yang ternyata adalah sarjana teknik informatika di sebuah kampus ternama.


Bos Aben di situs bersejarah yang kemarin tidak keberatan Aben menghandel akun yutub Skul dan Bod, selama tidak mengganggu pekerjaan utamanya.


Aben merangkap editor juga pencetus ide-ide konten.


Ditambah Imas sebagai peneliti lapangan, lengkaplah tim kreatif chanel yutub Skul 'n Bod.


Imas yang sarjana fisika, ternyata memiliki grup wa yang berisi para ilmuwan muda dari berbagai disiplin ilmu. Ada yang berasal dari geografi, sosiologi, kimia, biologi bahkan ekonomi dan banyak lagi.


Salah satu dari anggota wa itulah yang mengusulkan serial "perburuan anggota tubuh". Kebetulan dia adalah seorang geolog, yang juga sempat bersinggungan dengan ilmu arkeologi, ilmu yang mempelajari situs-situs bersejarah dan fosil-fosil.


Berkat bantuannya, Tim berhasil menemukan petunjuk pertama yang mengantarkan pada peti itu.


Sekarang, mereka sedang berdiskusi tentang konten selanjutnya.


.

__ADS_1


__ADS_2