Cerita Cinta Rasya Dan Raina

Cerita Cinta Rasya Dan Raina
Bab.1 Perkenalan


__ADS_3

Namanya Raina Ayu. Saat ini usia nya 23 tahun. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Raina berkewajiban tinggal bersama orang tua nya. Dua kakak Raina sudah menikah, dan mereka memilih mengikuti pasangan mereka masingmasing. Bapak nya, Dharma Atmadja, seorang pensiunan PNS di lingkungan kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu.


Ibu nya bernama Inahati sudah lama menderita sakit tepatnya setelah kakak kedua Raina, Hamdan Atmadja menikah. Ibu sakit karena tidak tahan melihat putra kesayangannya itu menikah dengan wanita yang bukan pilihan nya,karna wanita tersebut sering memaksa putranya untuk di belanjakan barang-barang mahal. Awalnya ibu Raina hanya sakit biasa, lama lama oleh dokter divonis Gula darah stadium dua dan Stroke berat.


Raina bekerja sebagai pelayan toko di dekat rumahnya, karna Raina harus merawat ibunya yang sakit.


"Bu Raina berangkat ke toko ya Bu , assalamualaikum", Pamit Raina.


hanya di balas anggukan oleh ibu Raina .


Tepat pukul 07.00 Raina sampai di toko hanya dengan berjalan kaki, sampai di toko Raina merasa haus dan dia buka kulkas pendingin minuman di ambilah satu teh cup kemasan dan langsung meminumnya .


"Berapa hutang mu! Tiap minum main ambil! Mana catatan hutangmu biar saya tulis!!", Sarkas pemilik toko tersebut.


"Maaf Bu, iya nanti ibu potong saja upahku Bu untuk membayar hutangku ", Jawab Raina sambil menunduk dan memberikan catatan hutangnya.


Dia adalah pemilik toko tempatku bekerja, namanya Ibu Ria, dia sangat membenci Raina entah apa itu alasannya sejak dulu ibu Ria ingin memecat Raina tapi Raina memohon untuk tidak di pecat karna satu satunya kerjaan yang dekat dengan rumah itu hanya toko milik ibu Ria .


"Neng beli beras 1kg ya ", ujar Pembeli.


"Iya pak ini , jadi totalnya 12ribu ya pak".

__ADS_1


" Ini neng uangnya, kembalinya buat Eneng aja ya".


Raina tersenyum dan mengangguk "Terimakasih ya pak" , Ucap Raina.


"Iya sama sama neng", Jawab.


"Alhamdulillah...Lumayan 3ribu hihi ", Batin Raina.


Menjelang siang Raina izin pulang untuk memberi makan ibu, tidak lupa membeli lauk di warteg dekat toko .


"Bu sayur sop 3 ribu saja, bolehkah saya meminta bonus sambel nya Bu hehe". Ucap Raina.


"Kamu ini Neng .. Neng ... mending nikah, ada yang ngasih makan ada yang ngasih duit.


kerja di Ibu Ria makan hati mulu ", Ucap Ibu warteg sambil membungkus sayur sop pesanan Raina.


Raina hanya tersenyum tipis mendapat wejangan untuk menikah.


Menurut Raina prioritas nya saat ini ialah ibu tercintanya. Raina ingin sekali menikah seperti teman-temannya bahkan adapula yang sudah memiliki momongan .


Tapi untuk saat ini keinginan Raina harus di kubur dalam dalam karna Raina tidak ingin egois, ada ibunya yang masih membutuhkan bantuan dia.

__ADS_1


Dia tau hidup seperti saat ini berat, harus bekerja sekaligus merawat ibunya, sedangkan ayah Raina sudah lama telah tiada. Kakak Raina pun sudah jarang melihat kondisi ibunya, jangankan melihat merawatpun juga sudah tidak pernah. Hanya Raina yang tulus merawat ibunya .


kadang Raina pun kesulitan untuk makan sehari-hari, mengandalkan gaji pensiunan dari ayahnya saja, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ibunya yang sakit ini.


.


.


.


.Terimakasih yang sudah membaca ☺️☺️


#karya_pertama


#likelike


#mohonNasehat🥰☺️☺️


#MohonBimbingan Kaka 🥰🥰


#Maaf banyak typo 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2