
RAINA POV
Aku benar-benar bahagia ketika orang yang selama ini aku tunggu datang menemui ku untuk menepati janjinya, tapi kenapa harus seperti ini, ibu pergi untuk selama-lamanya di saat dia mengajakku menikah, membuatku menjadi bingung untuk menerima.
Aku belum bisa menerimanya karna ibupun baru saja di makamkan, aku tidak mungkin menikah sedang makam ibu saja belum kering . Aku butuh waktu untuk menikah dengan kondisiku yg baru di tinggal ibu. Mungkin satu bulan atau mungkin satu tahun, entahlah tapi aku tidak ingin sekarng .
Belum lagi masalahku dengan kakak-kakakku yang seperti itu, membuatku malas bertemu dengan mereka , bahkan acara tahlil pun aku khusyuk dengan Yassin ku tidak peduli dengan kehadiran kakak-kakakku.
Ketika aku ingin berjalan ke dapur terdengar suara orang sedang berdiskusi di kamar Ibu tetapi pintunya tertutup, ku dekati pintu itu dan kutempelkan telingaku. Betapa terkejut nya aku mendengar suara kak Hamdan dan Kak Dina sedang menyusun rencana ingin mengusirku. Salah aku apa sehingga mereka tega mengusir adiknya. Ya Tuhan masalah apalagi ini, bahkan masalahku dengan Rasya saja belum kelar sudah tambah masalah lagi .
Pintu itu perlahan terbuka dan mereka terkejut melihat ku berdiri di ambang pintu.
Aku menatap mereka dengan penuh selidik dan rasa penasaran.
"Raina! Sejak kapan kamu berdiri disini?" Ucap kak Dina dengan terkejut.
"Sejak kakak-kakak ku merencanakan akan mengusirku", Tegasku.
Dan yah akhirnya mereka salah tingkah seperti kepergok ketahuan membawa narkoba, lucu bukan mereka hahaha .
"Oke Raina jadi sekarang kamu sudah tau bukan maksud kak hamdan?" Tanya kak Hamdan.
"Atas dasar apa kak Hamdan berani mengusirku?", jawab Raina
"Aku anak laki-laki satu-satunya jadi aku berhak mendapat warisan rumah ini, kamu berhak hanya 20% dari penjualan rumah ini begitupun Kak Dina dan dia juga setuju", jawab Kak Hamdan.
"Gila kalian !! Lantas aku tinggal dimana?! aku gamau pergi dari rumah ini!! titik!!", Tegas Raina.
Kak Dina keluar dari kamarku dengan banyaknya tas di tangannya, tunggu dulu itu seperti tasku.
"Kak ini tasku mau di bawa kemana?!", Tanya Raina dengan penuh penekanan.
"Raina silahkan angkat kaki dari rumah ini", Ucap kak Dina.
"Dan ini tas berisi baju baju mu ",
"Besok rumah ini sudah ada yg ingin membeli , jadi kamu harus pergi secepatnya dari sini". Ucap Kak Dina dengan tega.
Aku hanya diam tak berkutik masih syok dengan semua ini, kenapa dunia ini begitu kejam terhadapku. Lalu aku tinggal dimana setelah ini .
Akhirnya aku sadar dengan lamunanku .
"Kak bisakah kita berbicara baik baik kak ,
"Tolong jangan jual rumah ini kak ,
"Ini rumah satu satu nya peninggalan Bapak kak, lantas aku tinggal dimana kak aku gatau harus kemana kak tolong jangan jual rumah ini.",Ucapku memohon sambil memegang kaki mereka berdua.
"Tidak bisa Raina , pembeli itu sudah memberi uang muka"
Ku lihat kak Hamdan merogoh tas selempang nya dan mengeluarkan uang yg jumlahnya aku juga tidak tau .
__ADS_1
"Ini bagianmu ada 5 juta , terserah untuk apa , dan sisa nya nanti kalo pembeli itu melunasinya" Ucap kak Hamdan.
"Dan maaf kakak tidak bisa menapungmu di rumah kakak",
"Begitupun kak Dina". Ucapnya lagi
Akhirnya aku menerima uang itu karna aku tidak bisa berbuat apalagi, aku hanya bisa pasrah mungkin ini ujian hidupku aku harus menjalaninya dengan ikhlas dan tabah.
Aku keluar rumah dengan keadaan tas menempel di punggungku dan tas yang aku jinjing, lumayan berat tapi aku harus kuat.
Ku susuri jalanan yg ramai ini banyak yg memandangku aneh ada pula yg iba dan ada pula yang penasaran bahkan bertanya pula huft melelahkan .
Akhirnya kaki ku sudah tidak bisa di ajak kerjasama untuk berjalan, aku duduk di tepi trotoar memijat kakiku yg sakit akibat jalan terlalu jauh tanpa arah .
Fokusku memijit kaki buyar ketika ada ibu-ibu menepuk bahuku,
"Nak sedang apa di sini malem-malem?", Tanya ibu tersebut.
Ku dongakkan kepalaku dan tersenyum manis
"Aku sedang cari kontrakan Bu", Jawabku.
"Waahh ... kebetulan di dekat tempat tinggal ibu ada kontrakan , kalo kamu mau bisa ikut ibu pulang" ajak ibu.
"Boleh Bu boleh " ucapku lega .
Akhirnya ada orng baik juga , trimakasih ya Allah sudah mengirim pahlawan seperti ibu ini .
Apa jadinya jika sampe pagi aku di sini aku tidak bisa membayang kan pasti mengerikan .
"Nak kita belum kenalan, Nama ibu Murni nah rumah ibu sebelah kontrakan kamu ini , di sebelah rumah ibu ini kosong belum ada yg menempati dan kebetulan ibu pemilik kontrakan ini " ujar Ibu Murni cengengesan.
Oalahh.. Pantesan ternyata ibu Murni pemiliknya pantas tau ada kamar kosong .
Aku tersenyum melihat Ibu Murni yg seperti itu menurutku sangat lucu .
"Namaku Raina Bu , yasudah aku mau Bu untuk beberapa bulan saja dulu ya Bu uang nya belum cukup Bu" Ucapku.
"Oh iya nak Raina ini perbulannya Rp.700.000, silahkan bayar untuk satu bulannya dulu nak ", Ujar ibu Murni.
"Baik Bu , saya bayar untuk dua bulan ya Bu ", Ucapku.
"Wahh.. apa ga kebanyakan nak, apa ada uang nya nak untuk makan kedepan?", Tanya ibu Murni.
"Insyaallah ada Bu , saya juga mau cari kerja Bu sebagai apa saja yang penting dapet duit buat biaya hidup ", Ucapku sambil bercanda .
"Hehe.. iya ya nak , ibu doa kan supaya dapet kerjaan ya nak, Aamiin.", doa Ibu Murni.
"Nah.. Ini kuncinya silahkan masuk sudah malam nak ", Ucap Ibu Murni sambil memberi kunci kontrakan.
Akupun setuju dengan perkataan ibu Murni , aku memang sudah lelah kaki ku berteriak ingin minta selonjoran di kasur . Ku terima kunci rumah kontrakan ku dan kemudian membuka pintunya.
__ADS_1
CEKLEKK
"Assalamualaikum.." Adab masuk rumah baru yang ingin di huni.
Kulihat ke sekeliling rumah itu nampak kecil tapi nyaman hanya ada satu kamar , ruang tamu dan dapur itu pun tanpa penyekat dan beruntungnya aku kamar mandinya ada di dalam kamar tidurku.
Kucari benda panjang yang di ujungnya ada sedikit serabut buah kelapa, sapu Duk namanya. Dan Alhamdulillah ketemu ada di pojok pintu belakang, ku sapu ruangan demi ruangan agar bersih dan nyaman, tapi sayang tidak ada kain pel oke tidak masalah ada bajuku yg sudah tidak ku pakai. Dan selesai , bersih rapi dan nyaman .
Tidak terasa mataku mulai berat dan akhirnya tertidur di atas kasur kapuk yang lumayan keras buatku itu tak masalah, yang paling penting itu ada kipas angin yg menyala, udara disini begitu panas .
********POV end*********
Pagi-pagi sekali Raina sudah berangkat untuk mencari pekerjaan, Namun nihil sampai pukul 12.00 siang belum juga mendapatkannya. Dia berteduh di sebuah warung kecil pinggir jalan untuk membeli minum, sudah berkeliling sambil membawa map coklat tetapi tetap saja di tolak. Menulis lamaran pekerjaan dengan sebagus mungkin menyiapkan pakaian yang begitu rapi, kemeja putih panjang dan celana bahan berwarna nitam, sepatu tidak ketinggalan untuk menunjang penampilannya ketika melamar nanti dan sedikit polesan makeup, rambutnya di kucir kuda dengan sedikit poni menutupi jidatnya .
Berakhir dengan kemeja yang basah karna keringat, Rambut yg acak-acakan, makeup yg memudar.
"Lagi cari kerjaan ya mbak?", Tanya penjual warung.
"Iya pak, susah sekali ya kalo cuma lulusan SMA", Jawab Raina.
"Mbak yang sabar yah, insya Allah pasti ada jalan Allah selalu bersama orang-orang yang sabar mbak", Ujar penjual warung.
"Aamiin, makasih ya pak saya permisi dulu", Pamit Raina.
Kakinya melangkah dengan pelan menyusuri tepi jalan sambil tengak-tengok untuk melihat tulisan "DI SINI ADA LOWONGAN PEKERJAAN" tapi belum juga ada, hingga suara mobil mengagetkanku.
TIIiiinnnnn
Tiinnnnn
mobil pun berhenti dan keluarlah seorang lelaki yang Raina kenal .
"Raina sedang apa kamu disini? Dan kamu pakai baju seperti ini mau melamar pekerjaan?" ,Tanya Rasya.
"Iya Ras aku sedang mencari pekerjaan, tapi belum dapet juga", Jawab Raina lesu.
"Yasudah ikut denganku yuk , kita ke rumah sakit tempatku bekerja", Ajak Rasya.
"Emang mau apa kesana?" , Tanya Raina.
"Sudah ayo masuk mobil, nanti juga tau kok", Ajak Rasya lagi.
Akhirnya mereka berdua menaiki mobil, Rasya mengemudikan mobil dengan sangat santai sambil tangannya terus menggenggam tangan Raina. Senyum mereka berdua terus mengembang sampai mobil pun berhenti tepat di parkiran Rumah Sakit Umum Daerah Indramayu, Dimana Rasya bekerja sebagai Dokter.
.
.Maaf banyak Typo 🙏
.Maaf kalo ga dapet feel nya ya kak😂
Selamat membaca☺️
__ADS_1
Jangan lupa LIKE
Salam Hangat dari orang Indramayu 🥰