
Keesokan harinya Raina bersiap untuk melamar pekerjaan lagi.
Tidak memakai baju yang seperti kemarin hari ini lebih santai, celana levis hitam dan blouse kotak-kotak dipadukan dengan sepatu .
Pikirnya mungkin di warteg atau di caffe pun it's ok tidak masalah asal dapet duit .
Seperti biasa Raina pergi menggunakan angkutan umum dia pergi dengan perut kosong karna harus berhemat tidak lupa membawa air minum dalam botol .
Di ingatannya uang yang kemarin tersisa 500 ribu berarti cukup untuk dua mingguan syukurlah masih bisa nyambung hidup.
Angkot melaju dengan cepat membelah jalanan yang sedikit ramai.
"Kiri pak" , seru Raina.
Angkot pun berhenti tepat di depan caffe, Raina pun turun dan mengambil uang lima ribu untuk membayar ongkos dari tasnya.
"Ini pak", ucap Raina sambil mengulurkan tangannya yang berisi uang .
"Neng ga ada kembaliannya, uang pas saja ada ? " , tanya si sopir angkot tersebut.
"Tidak ada pak, kalo begitu ambil saja kembaliannya pak saya ikhlas" , jawab Raina tersenyum.
"Trimakasih ya neng, yasudah bapak jalan lagi" , ucap si sopir angkot tersebut.
Di jawab anggukan oleh Raina.
Raina melihat caffe yang baru saja di buka melihat lihat banyak orang yg sedang bersih bersih. Langsung mendekat ke arah pintu masuk dan menuju karyawan yg ada di balik meja kasir.
" Maaf mas apa disini ada lowongan pekerjaan ?", tanya Raina.
Karyawan tersebut mendongakkan kepalanya.
"Maaf mba tadi nanya apa ya?", tanya si mas karyawan itu.
__ADS_1
"Disini ada loker mas?" , tanya Raina lagi .
" Oh ..ada mba kebetulan bagian cuci piring , mau?", tanya si mas karyawan itu.
"Mau mas " , ucap Raina yakin.
"Sebentar saya tanyakan lagi sama bos kami ya mbak , mbak tunggu aja di sini ya.", ucap mas karyawan.
Mas itu pun pergi meninggalkan Raina yang harap harap cemas .
Dan mas tersebut kembli lagi dengan wajah tak enak di pandang .
"Mbak maaf sudah ada yg mengisi", ucap mas tersebut.
"Oh tidak apa mas", jawab Raina tersenyum manis.
"Yasudah saya permisi", ucap nya lagi.
Duduk di tempat yg teduh sambil meminum botol mineral yang di isi air dari galon rumahnya.
GLUKK
GLUKk
GLuukk
"Alhamdulillah.." , ucap Raina.
"Perut harap sabar ya.. Nanti kita makan ko tapi tidak sekarang ya kita harus hemat " , ucap Raina sambil mengelus lembut perutnya.
"Uang ku menipis, gapapa ya makan sehari sekali" , celoteh Raina sambil mengelus dan memandang perutnya yang rata.
"Oke sekarang kita lanjut.. Cari kerja supaya dapet duit" , ucap nya lagi.
__ADS_1
Raina pun bangun dan kembali berjalan, hingga pukul 16.00 dia tidak mendapat kerjaan berkeliling berhenti di setiap toko, caffe, salon, dll nya tetap saja nihil hasilnya.
Akhirnya Raina putuskan untuk pulang saja .
********************
Di rumah Rasya.
"Bunda apa apaan jodohin aku sama anak temen bunda?!" tanya Rasya dengan emosi.
"Kamu itu sudah harus menikah Rasya, ga pengen kasih cucu apa kamu tuh", jawab bunda dengan santay.
"Ya tapi bukan gini caranya Bun, aku punya pilihan sendiri" , ucap Rasya.
"Mana pilihanmu? Bawa kesini!" , ucap Bunda.
"Ok akan Rasya bawa, tapi bukan sekarang" , ucap Rasya .
Lalu meninggalkan bundanya yang sedang menonton tv .
Akankah Rasya berhasil membawa Raina???
Maaf kak up nya sedikit dulu ya ..
*author nya lagi drop 🤭
*Doakan supaya cepet sembuh ya kak..
Love you kakak 🥰
Jangan lupa like and komentar nya ya kak 🙏🙏
#Jaga kesehatan semuanya..
__ADS_1