
Sudah lima hari lamanya Rasya membujuk Raina untuk menemui bundanya tapi slalu saja di tolak oleh Raina .
Pikir Raina pasti akan di tanya tanya tentang kerjaan dan kehidupannya. Bagaimana menjawabnya sedangkan Raina belum memiliki kerjaan apalagi tentang kehidupannya yang berantakan pasti bundanya sudah menolak duluan.
Lama melamun di taman kota membuat Raina sadar ada seseorang yg memperhatikannya dari belakang pohon Ketapang.
"Hei siapa disana?" , ucap Raina dengan nada tingginya.
Pemuda itu berlari kencang Raina ingin mengejar pun sudah kehabisan tenaga gara gara keliling mencari kerjaan . Huft semoga saja orang itu tidak mengganggu pikir Raina.
Akhirnya Raina pulang ke kontrakan tepat jam 15.00 . Lelah yang di dapat membuat Raina menangis di depan pintu dengan sesenggukan begitu berat jalan hidupnya uang menipis beras hampir habis mie dan telor jangan di tanya padahal dia juga berhemat.
Raina membersihkan tubuhnya dengan air dingin yang di ambil dengan gayung bukan sower ya, menangis sampai terbatuk batuk Karna airnya tertelan.
Nasib sial memang sedang dia alami. Raina keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk berwarna pink yang menutupi bagian dada nya sampai di atas lututnya, Duh kalo Rasya tau pasti ileren deh .
Tidak putih tapi tidak hitam pula sangat manis memiliki tahi lalat di dagu, hidung yang mungil tapi enk di lihat mata yang bulat dan bulu mata yang lentik, memiliki body bak gitar spanyol kulit nya mulus tanpa ada bekas luka.
Sungguh luar biasa ciptaan Tuhan tapi sayang dia selalu merasa paling jelek di antara yang lainnya, selalu merasa tidak percaya diri dan satu lagi dia paling anti dengan cowok waktu jaman sekolah dulu, kecuali Rasya teman masa kecilnya sekaligus kekasihnya.
Selesai berganti pakaian rumah Raina menuju dapur untuk mengisi perutnya karna seharian belum di isi, menu nya sederhana hanya nasi putih dan telor ceplok extra saos hhmmmm lezaatt.
Raina memakan dengan lahap, selesai makan Raina mencuci piring bekas makan tadi dan menaruhnya di rak .
Begitu selesai Raina ingin pergi ke warung membeli sampo dan sabun yang habis.
Tiba tiba perutnya melilit dengan hebat sampai Raina pingsan di depan warung tersebut padahal Raina baru saja sampai belum memesan apa-apa.
GEDEBUUGGG...
Ibu Cucu sang pemilik warung pun kaget dengan bunyi itu, langsung keluar dari warung melihat ada apa sebenarnya dan.
"Ya Allah Neng Raina!!" , ucap ibu Cucu
"Tuuluuunngggg sadayana tulunggggg" , teriak Ibu Cucu.
Warga pun berdatangan.
"Kenapa itu Bu si Raina?" , ucap salah satu warga.
__ADS_1
Ya para warga sudah mengenal Raina .
"gausah banyak tanya mending langsung ke rumah sakit!" , tegas Ibu Cucu.
Warga pun akhirnya membawa tubuh Raina ke rumah sakit menggunakan mobil pak RT. Sesampainya di depan pintu masuk IGD tubuh Raina di angkat dan di letakan di atas bed .
Para warga semuanya pulang karna di usir oleh satpam karna tidak memakai masker, ya maklum pak wong buru buru mbo ya di kasih masker pak maen usir saja.
Dokter yang memeriksa Raina tersenyum melihat Raina yang tergeletak di atas bed itu lalu segera memeriksanya dengan teliti .
"Akhirnya kita bertemu lagi. Semoga kita berjodoh ya mbak" , batin dokter tersebut.
Akhirnya Raina sadar dan membuka matanya, alangkah kagetnya di tatap dokter .
"Ada dimana aku ini?" , ucap Raina dan segera bangun untuk duduk .
"Kamu di rumah sakit mba, tadi pingsan tetanggamu yg antar kesini", ucap dokter dengan tersenyum ramah.
Raina mengingat- ngingat kenapa dia ada disini ohh ternyata dia sakit perut tadi sampe pingsan begini.
"Hmm.. Dok sebenarnya saya sakit apa ya?", tanya Raina.
"Kamu suka makan pedas?", di jawab dengan pertanyaan oleh sang dokter.
"Iya aku suka pedes", di jawab juga .
"Nah itu permasalahannya , karna kamu suka konsumsi makanan pedas jadi lambung kamu tuh banyak luka", ucap dokter tersebut tanpa mengalihkan pandangannya ke wajah Raina.
"Bisa ga sih gausah liat muka!" , bentak Raina.
"Hehe kamu manis saya suka", ucap dokter tersebut .
"Saya ambil obat dulu ya, inget jangan rindu" , ucap dokter sambil mencolek dagu Raina.
Langsung di tepis oleh tangan Raina. Apa-apaan dasar dokter gila ngerayu ngerayu sama pasien, sama aku aja dok author nya jomblo nih hahaha.
***********************
"Dokter Rasya" , sapa perempuan cantik berjas putih .
__ADS_1
"Ada apa?!" , ketus Rasya.
"Jangan ketus gitu dong, kan kita udah di jodohin masa iya sama cewek sendiri kaya gitu" , ucap dokter Lisa.
Dia adalah Lisa wanita yang akan di jodohkan dengan Rasya atas permintaan bundanya, tapi Rasya menolak mentah mentah perjodohan ini, Dia menjabat sebagai Dokter spesialis anak sesuai kriteria bunda Rasya.
"Cukup Lisa! saya tidak akan menerima perjodohan gila itu titik!"
"Dan ingat saya sudah memiliki kekasih! tidak usah menggangguku paham!" , bentak Rasya seraya pergi meninggalkan Lisa .
"Kurang ajar! siapa sih cewek kampungan itu awas saja aku akan cari tau!! siap siap kau Rasya!" , batin Lisa.
Sesampainya di rumah, Rasya langsung mencari bundanya.
"Bundaa....."
"Bundaaa..."
"Duh kamu itu dokter bukan sih teriak - teriak kaya di hutan aja!! budeg kuping bunda nih" , gerutu bunda.
"Aku kan sudah bilang aku gamau di jodohin kenapa bunda slalu maksa!" , ucap Rasya.
"Lah wong salah sendiri ga bawa bawa cewek kamu ya bunda jodohin lah ", cuek bunda.
"Besok Rasya bawa! tapi batalin dulu perjodohan itu!", ucap Rasya.
Bunda hanya diam tidak perduli omongan Rasya.
Ayah Rasya turun dari tangga mendengar ada keributan langsung mendekati arah tersebut.
"Ada apa ini ribut ribut?", tanya Ayah.
"Tanya tuh sama bunda aku capek debat", ucap Rasya langsung pergi menuju kamarnya.
selamat membaca kakak 🥰
like dan komentar jangan lupa
jaga kesehatan semua
__ADS_1
patuhi prokes ya kak
doain author ya biar terbebas dari sakit ini aamiin...