Cerita Pendek

Cerita Pendek
Ikut atau Tidak (Part 1)


__ADS_3

Namaku Kasih, seorang remaja yang tumbuh menjadi wanita cantik. Umurku sekarang sudah mantap untuk menikah tapi aku belum mendapatkan yang terbaik..


Aku tinggal bersama Ayah dan Kaka laki laki ku disebuah rumah mewah dikawasan elit dikota A. Sedangkan Ibu ku telah meninggal saat melahirkan ku.


Cukup perkenalannya bukan??


----------------------------------------------------------------


Ditempat kerja.


Hari yang melelahkan, aku mengerjakan banyak sekali pekerjaan. Teman teman sekantor sudah akan pulang. sedangkan aku? Masih banyak pekerjaan. Karena beberapa hari ini aku cuti bekerja karena ayah yang sedang sakit.


"Huffttt .. lelah sekali.. semangattt💪" kata Kasih menyemangati dirinya sendiri yang hampir menyelesaikan pekerjaan.


"Kasih .. Belum selesai." Kata Pa Hendri Bos dikantor yang memang akan memeriksa karyawannya disetiap ruangan.


"Emm .. belum pa sebentar lagi selesai." Kata Kasih


"Oh baiklah.. jaga kesehatan. Saya duluan." Kata Pa Hendri.


Bos yang tampan tapi bersikap dingin setiap saat. hanya akan bicara ketika diperlukan saja. tersenyum pun sangat jarang.


"Sudahlah aku tidak memperdulikannya. Aku harus cepat. pulang dan tidur diranjang yang empuk." Kata Kasih bergumam lagi


---------------------------------------------------------


Hari berikutnya.


Kasih hari ini terlambat bangun, Dia segera menyikat giginya dan segera pergi ke kantor tanpa mandi..


Dia mencium kedua ketiaknya..


"Emmm.. Emmm Wangi, tambahkan Farfume saja lah.." Kata Kasih yang menyemprotkan farfume dan segera pergi ke kantornya


Untung saja dia sudah hafal jalan tikus dikota ini, hingga dia akan bisa sampai kantor dalam waktu kurang dari 15 menit..


"Huftttt.. Tepat waktu." Kata Kasih


Dia segera bergegas pergi keruangan nya segera duduk dikursi nya..


"Huftttt.. Cape sekali." Kata Kasih


Tanpa dia sadari ternyata Karyawan lain tidak ada ditempat.


"Ehh ko masih kosong.." Kata Kasih


"Biarlah, akan ku kerjakan tugas ku saja" Kata Kasih


Dia mencoba Melihat Kotak masuk di e-mailnya.


"Tidak ada pesan?" Kata Kasih yang heran larena biasanya akan ada Tugas yang di kirim lewat e-mailnya setiap hari


"Hmmm,,, Aku cek hp dulu deh." Kata Kasih yang segera mengambil hpnya


"10 panggilan tidak terjawab dan 30 pesan."


"What?" Kata Kasih


Dia segera membuka pesan dari "Wulan".


" Dimana?


Dimana?


Kasih lo dimana?


Rapat woyyy!!! Gak buka grup apa?


5 menit lagi lo gak dateng Kena loh sama Pa Hendri!!!!


Kasihhhh!!!! *******! Dimana?"


Kurang lebih seperti itu pesannya..


"*****.. Rapat mati gw." Kata Kasih yang beranjak pergi keruang rapat yang beranjak di lantai 5.


"Lift? Tangga?" Kata Kasih


"Lift biar cepet" Kata Kasih, dia memencet warna merah arah atas.


"Lamaaa.." Kata Kasih Gelisah karena pa Hendri pasti akan marah


"Ahhh buka..." Kata Kasih


Dia terus melihat menit dijamnya yang terasa begitu lama sekali.


Akhirnya dia tiba di depan pintu ruangan.


Dia mengusap rambut nya,,


"Okkk...Hufttt tenang tenang." Kata Kasih

__ADS_1


Tokk..Tokk...


Kasih membuka pintu nya..


Kasih menundukan kepala merasa bersalah..


"Selamat pagi pak,, Maaf saya terlambat.. Tadi saya terjebak macet pak... Maaf" Kata Kasih yang terpotong karena mendengar semua karyawan menertawakannya


Kasih mengangkat kepalanya melihat ke meja rapat semua karyawan tertawa..


"Hah? mana Pa Hendrinya?" Kata Kasih Bingung


Kasih melihat ke arah Wulan yang tadi menunjuk ke arah belakang,


"Belakang" Kata Wulan mengisyaratkan dengan bibirnya


Kasih memalingkan muka dengan sangat hati hati karena takut dia melakukan kesalahan..


"Duhhh.." Kata Kasih deg deg kan


"Emmmm Bapak. Bapak maaf saya gak sengaja..." Kata Kasih yang merasa bersalah karena ternyata saat dia mengetuk pintu Pa Hendri hendak membukakan pintu sehingga Pa Hendri terkena benturan pintu.


Pa Hendri memelototi Kasih yang datang terlambat dan masuk ke ruangan malah membuatnya terbentur...


"Ma..Maaf Pa Handri." Kata Kasih


Pa Hendri mendekati Kasihh.. mendekatkan wajahnya ke wajah Kasih...


"Maaf?" Kata Hendri


"Iya,, Pa Maaf" Kata Kasih


"Apa dengan meminta maaf, kening saya akan kembali kebentuk semula?" Kata Hendri


"Saya tidak sengaja Pa." Kata Kasih


"Matilah kau kasih,, Pa Hendri marah." Kata salah satu karyawan


"Pecat saja pa." Kata karyawan yang lain


Disusul karyawan yang lain juga membicarakannya..


"Hufffttt... Baiklah saya maafkan.. Duduk" Kata Hendri


"Baik pak, Terima kasih..." Kata Kasih yang berjalan menunduk karena malu ke arah kursinya


"Ah elu sihhh.." Kata Wulan berbisikk


"Stttttt..." Kata Kasih menempelkan jari telunjuknya didepan bibirnya.


----------------


Sepulang Kerja


"Hufffttt... Beres. Mudah mudahan gara gara kejadian tadi Pa Hendri gak inget lagi terus gak mempersulit gw kerja." Kata Kasih yang memohon dengan sangat amat kepada Tuhan yang Maha Esa.


"Heh Kasih mau lo kedengeran sama Pa Hendri, Hayu cepet Cabut." Kata Wulan


Kasih segera mematikan Komputernya beranjak untuk pergi bersama Wulan kesuatu Caffe untuk sekedar meminum kopi. Tapi setiba disana.


"Duh, Mati gw.. Wulan liat itu siapa?" Kata Kasih


"******, Pa Hendri. Ngapain dia disini. mana udah pesen lagi. Udah lah Pura pura gak liat aja." Kata Wulan


"Emmm.. Ok" Kata Kasih yang memalingkan muka ke arah luar jendela pura pura melihat pemandangan diluar sana


"Permisii.." Kata Hendri


Kasih dan Wulan saling menatap, kemudian melihaf ke arah Hendri


"Ehh Pa Hendri." Kata Kasih


"Ada keperluan apa pa disini? Eh? Maksudnya ada yang bisa kami bantu?" Kata Wulan terbata bata


"Kenapa kalian melihat saya seperti melihat Hantu?" Kata Hendri


"Tidak Pa, Kasih masih merasa bersalah jadi dia takut sama Bapa. Eh Aduh." Kata Wulan yang menutup mulutnya sambil melihat Kasih


"Emm.. Iya gitu Pa." Kata Kasih yang tersenyum kepada Hendri


"Sudah, saya tidak akan mengingatnya.. Kalau begitu saya permisi." Kata Hendri


"Eh baik Pa Silahkan." Kata Wulan dan Kasih


"Lo ya bilang gitu." Kata Kasih


"Keceplosan, sorry.." Kata Wulan tersenyum


Mereka menghabiskan coffe setelah berbincang panjang lebar sampai hampir caffe tersebut tutup.. Segera lah mereka pulang..


Kasih berjalan memasuki mobil dan bergegas untuk pulang kerumahnya...

__ADS_1


-----------------


Tiba dirumah...


"Hufftttt Cape.." Kata Kasih yang melemparkan diri kekasur setelah membersihkan badannya


"Semoga Pa Hendri tidak membahas atau mengingatnya kembali. sehingga tidak akan mempersulit pekerjaanku." Kata Kasih yang berdoa sambil melihat langit langit kamarnya


"Aamiin." Kata Kasih


Kringgg... Kringgg... Kringgg


Hp kasih berbunyi..


"Hi Cantik!"


"Siapa?" Kata Kasih


"Penggemar rahasia Dirimu." Suara itu sangat menakutkan


"Sii..Siapa?" Kata Kasih


"Siapa saja, Kita bermain game bagaimana?"


"Game? Game apa?" Kata Kasih


"Ikut atau tidak?"


"Tidak." Kata Kasih


"Maka Ayah mu. Akan mati."


Kasih menggigil ketakutan, apakah game ini hanya game lelucon atau kenyataan. tapi jika ayahnya mati. Dia adalah harta paling berharga dalam hidupnya.


"Ikut." Kata Kasih


"Terlambat, Ayah mu sudah Mati."


Suara menyeramkan itu menutup teleponnya


Tutt... Tuttt..Tuuttt


"Tenang kasih, Dia hanya orang iseng.. Jangan percaya." Kata Kasih menyakinkan hatinya...


Tokk... Tokkkk...Tokkkkkkk


Suara ketukan pintu yang begitu nyaring


"Kasihh, Kasihhhh.. Ayah Kasihhhh." Kata Rendra (Kaka Kasih)


Kasih segera membuka pintunya...


"Kasih, Ikut aku. Ayah Ayah meninggal." Kata Rendra


"Hah? Tidak mungkin Ka. Ayah kan baik baik saja." Kata Kasih


"Ayah kena serangan jantung." Kata Rendra


Benar saja, Ayahnya sudah terbujur kaku di atas kursi yang biasa untuk bekerja..


Bertapa terkejutnya Kasih, Apa yang dikata suara itu menjadi kenyataan. Tapi mungkin ini hanya kebetulan saja.. Mungkin ini Takdir Tuhan yang harus diterima.. Kasih dan Rendra segera mengurus pemakaman ayah nya ke esokan harinya.. Hari itu Dia tidak datang ke kantor.. Tapi dia masih mengingat suara itu... Dia mengurung diri Dikamar setelah pemakaman...


Selama 2 hari Kasih tidak masuk untuk bekerja...


---------------------


Hari bekerja lagi


"Kasih ikut berduka cita ya..." Kata semua karyawan di perusahaan milik keluarga Pa Hendri ini


"Terima kasih, Aku akan kembali bekerja." Kata Kasih


"Kasih... Dipanggil Pa Hendri." Kata Yuli


Kasih segera menemui Pa Hendri....


"Selamat pagi Pa!" Kata Kasih Sopan


"Duduk.." Kata Hendri


"Saya Turut berduka Cita atas kepergian Ayah kamu beberapa hari yang lalu, Maaf saya tidak bisa datang." Kata Hendri


"Tidak apa apa Pa, Saya mengerti." Kata Kasih


"Mengenai pekerjaan, saya rasa kamu berbakat menjadi sekertaris saya diperusahaan dibandingkan menggurus Administrasi Perusahaan ini. Jadi mulai besok kamu boleh pindah keruang sekertaris. Hari ini kamu bereskan barang dan pindahkan keruang sekertaris." Kata Hendri


"Tapi pa saya tidak merasa pantas diposisi ini." Kata Kasih


"Jika tidak pantas untuk apa saya yang memindahkan. Silahkan boleh keluar. Masih banyak pekerjaan yang saya lakukan." Kata Hendri


"Baik Pa Terima Kasih." Kata Kasih yang bingung dengan keputusan Bos nya itu.

__ADS_1


Saat makan siang, Kasih membicaran masalahnya dan Pa Hendri. Dia berpamitan juga kepada Wulan dan teman temannya di ruangan biasa mereka berkumpul..


Bersambung...


__ADS_2