
Hari ini, Juna dan Gilang pergi ke rumah Pa Ustadz untuk melihat kontrakan yang akan mereka tinggali.. Mereka sangat senangg.
Mereka tiba dirumah Pa Ustadz, Pa Ustadz pun mengantarkan mereka ke kontrakan yang akan ditinggali oleh Gilang dan Juna.
Setibanya di kontrakan, Gilang dan Juna tampak sangat bahagia.
"Masyaallah bagus banget kontrakan nya Jun. Makasih Pa Ustadz." Kata Gilang
"Sama sama.. Alhamdulillah kalau suka." Kata Pa Ustadz
"Pa Ustadz Ko lengkap banget ada kasur dan lemari segala. Apa gak terlalu mahal. Apa lagi Bapa bilang ini gratis." Kata Juna
"Tidak apa apa nak Juna, Nak Gilang.. Kalian sudah Bapa anggap sebagai anak sendiri, sering membantu warga disini. Di mushola juga.. Dari pada Bapa melihat kalian luntang lantung di jalan, kemudian Pa Dewa juga khawatir lebih baik tinggal disini saja. Ya?" Kata Pa Ustadz
"Masyaallah.. Bapak saya sangat sangat berterima kasih atas kebaikan bapa kepada saya dan Gilang." Kata Juna
"Sama sama.. Kalau begitu Bapak Pamit dulu. Kalian istirahat saja. Assalamm'ualaikum." Kata Pa Ustadz Pamit meninggalkan mereka
Gilang dan Juna menikmati rumah baru mereka seharian. Hingga mereka tidak mengamen dijalanan hari ini.
"Lang, Laper gue. Makan yuk? kan masih ada uang sisa kemaren." Kata Juna
"Hayu!" Kata Gilang
"Bang, Nasi rames pake ayam ya." Kata Gilang
"Esttt tumben pake ayam biasanya tempe tahu." Kata Abang Warung
"Lagi ada rezeki lebih Bang." Kata Juna
"Ok! siap bos!" Kata Abang warung
Juna melihat ke arah Gilang.
"Ko pesen ayam sih, kan lebih mahal walau ada apa gak sebaiknya ditabung?" Kata Juna serius
"Pleasee kali ini aja deh ya Kaka Juna ku sayang." Kata Gilang yang merayu Juna
"Kaka,, Kaka.. Oke hari ini aja ya. Agap syukuran punya tempat tinggal." Kata Juna Tegas
"Siap kaka Juna." Kata Gilang sambil tersenyum dan mengangkat Alisnya
Makanan pun datang..
"Eh Jun, Nih ada selembaran Audisi nyanyi. Lu kan sama si Gilang Suka nyanyi tuh. Cobain." Kata Abang Warung
"Wahhhhh... Keren tuh Jun, Kita kesana yuk!" Kata Gilang semangat
"Formulirnya pasti beli kan bang?" Kata Juna
"Formulir? Bayar. Tapi gak mahal 50k doang." Kata Abang Warung
"Pake Tabungan dulu lah ka." Kata Gilang memasang wajah memelas
"Ya nanti gw pikirin." Kata Juna
---------------
2Hari berlalu
"Lang.. Hayuk! Nanti telat katanya mau ikut Audisi." Kata Juna memerintah teman yang dia anggap sebagai adik sendiri padahal mereka seumuran
"Bentar! Hayuk!" Kata Gilang
Juna memutuskan untuk ikut Audisi pencarian bakat agar Juna dapat menemukan siapa orang tua yang tega membuang anaknya itu...
Mereka pergi ke tempat Audisi, mengisi Formulir hingga menunggu nomber antrian...
"Masih lama ka?" Kata Gilang
"Bentar lagi! Bawel lu." Kata Juna kesal karena Gilang yang tidak sabaran
"Nomber Antrian 112" Kata Panitia
"Hayu Lang, nomber kita tuh!" Kata Juna
"Yes! Hayu! Semangat!!!!" Kata Gilang
Gilang dan Juna masuk ke ruang audisi...
Seperti biasa Gilang memainkan Gitar, sedang kan Juna bernyanyi!
*Ceritanya lagi nyanyiiiiii*
"Stop! Stop!" Kata juri 2
"Kenapa stop, orang enak suaranya. Gitar nya juga keren!" Kata Juri 1
__ADS_1
"Yang gini mau ikut Audisi, yang bener aja dong." Kata Juri 2 terlihat kesal
"Apa salahnya? Suaranya bagus!" Kata Juri 3
Semua juri berdebat dengan Juri 2 ..
"Gak.. Gak usah Audisi, kalian Langsung masuk ke management aku aja. Udah titik!" Kata Ridwan Setiawan (ngasal nama! inget cuma cerita! jangan dicari namanya!)
"Hah? Serius? Lo mau bimbing mereka?" Kata Juri 1
"Iya, Salah emang? Udah gak usah Audisi. Besok dateng. Besok dateng. Nih kartu nama saya ditunggu jam 10 pagi!" Kata Ridwan
Gilang dan Juna hanya berdiam diri tidak berkata apa apa. Dia merasa tadinya mereka akan diusir oleh Pak Ridwan. Ternyata dia memberikan Kartu namanya untuk Kami. Sungguh bahagia. Sampe akhirnya Juna dan Gilang tersadar.
"Ehh.. Apakah benar pak?" Kata Juna
"Ya benar, dateng ya!" Kata Ridwan
"Serius Pak?" Kata Gilang semangat
"Ya, Ya! sekarang kalian pulang siap siap ya!" Kata Pa Ridwan
Dengan wajah sumringah, dan rasa tak percaya Gilang dan Juna pulang kerumah dengan Bahagia.. Gilang dan Juna memberi tahu Pa Ustadz, Pa Dewa dan Abang Warung Buru buru...
"Pak, saya bahagia sekali..." Kata Juna yang bertemu dengan ketiga nya di mushola
"Serius, Gilang juga gak percaya Pak, Bang!" Kata Gilang yang Antusias
"Iya, jangan lupa bersyukur kepada Allah." Kata Pa Ustadz
"Alhamdulillah" Kompak Gilang dan Juna
------------------------
Besok harinya, Gilang dan Juna datang untuk audisi ditempat dan benar benar terpilih.. Dalam waktu kurang dari 2 tahun mereka berdua terkenal, juga menjadi Penyanyi dan Pemain Gitar terbaik...
"Alhamdulillah ya, Kita Jadi terkenal.. Ini saatnya Gw cari Orang tua gw. Lo juga bener gak akan pulang?" Kata Juna serius
"Lo udah gak butuh gw?" Kata Gilang Marah
"Bukan gitu, Lo kan sekarang udah terkenal. Masa lo gak mau ketemu orang tua lo. Gw aja yang dibuang walau benci banget sama orang tua. Tapi gw masih mau ketemu mereka. Masa Lo enggak?" Kata Juna menjelaskan
"Males gw! Jangan Bahas! Lo aja yang cari orang tua lo!" Kata Gilang ketus
"Ok!Ok! Sekarang kita ke apartement dulu ya!" Kata Juna.
"Gw besok ke kantor polisi ya!" Kata Juna
"Ngapain?" Kata Gilang yang memainlan telepon genggamnya
"Main kartu! Ya bikin laporan lah! minta dicariin orang tua gw!" Kata Juna kesal
"Gw ikut lah!" Kata Gilang menatap mata Kaka nya itu
"Hee" Kata Juna
"Naha kitu ngawarona?" Kata Gilang lebih kesal
(kenapa kaya gitu ngejawabnya?)
"Hmm.. Adik ku sayang." Mata Juna meledeki Gilang
-------------
ke esokan harinya.
Gilang dan Juna pergi ke Kantor polisi..
"Ada yang bisa saya bantu?" Kata Pak Guslan (Itu nama yang ada dibajunya)
"Saya mau melapor pak! Saya sudah terpisah dengan orang tua saya cukup lama kurang lebih 17 tahun yang lalu. Saya mau mencari Ibu dan Ayah saya." Kata Juna menjelaskan
"Dimana kamu berpisah dengan orang tua mu?" Kata Pa Guslan
"Di Kota Bandung, sekitar Gasibu!" Kata Juna tegas
"Namamu siapa?" Kata Pak Guslan
"Juna, Juna Ramadhan." Kata Juna
"Lahir bulan Ramadhan?" Kata Pa Guslan
"Saya ditemukan orang tua angkat saya, bulan Ramadhan." Kata Juna
"Kamu ingat nama orang tua kandung mu?" Kata Guslan
"Tidak, dulu saya masih 2 tahun." Kata Juna
__ADS_1
"Kamu berasal dari Jakarta?" Kata Pak Guslan
"Iya Pak!" Kata Juna
"Ok! Ini akan segera kami proses, Kami juga akan mencari kasus kasus yang terjadi sekitar 17 tahun yang lalu di Jakarta ataupun Di Bandung. Kami akan menghubungi kepolisian disana." Kata Pak Guslan
"Terima kasih banyak Pak! Terima kasih. Saya tunggu!" Kata Juna yang melangkah pergi meninggalkan Kantor polisi
"Makan dong Jun! Laper!" Kata Gilang merengek
"Makan mulu, tadi aja diem duduk manis!" Kata Juna
"Ya kan gw gak tau kejadiannya. Masa iya gw ngomong!" Kata Gilang
"Makan ya?" Kata Gilang memohon
"Iya Gilang Prakarsa." Kata Juna Kesal
Mereka pun makan siang, sesudah itu melakukan aktifitasnya sepeeti biasa . Datang ke perusahaan atau Berlatih di studio dan tampil disalah satu stasiun tv.
---------------------
Berhari hari Juna menunggu kabar dari pihak kepolisian tapi belum ada yang mengabarinya tentang kejadian 17 tahun yang lalu. Apa mungkin Polisi tidak menyelidiki atau Belum menemukan titik terang.
Sedangkan diluaran sana, sudah beredar berita bahwa Juna Penyanyi terkenal sedang mencari orang tuanya, Banyak juga yang mengaku sebagai orang tua kandung dari Juna. Sampai sampai ada saja yang memalsukan DNA dan foto bukti... Untung nya kejahatan mereka dengan mudah diketahui Juna ataupun orang orang disekitarnya..
kringgg... kringgg... kringgg
"Hallo! Assalamm'ualaikum." Kata Juna
"Waalaikumsalam, Apa benar ini dengan saudara Juna Ramadhan?" Kata Pa Guslan
"Ya saya sendiri." Kata Juna
"Boleh ke kantor sekarang? saya ada berita tentang Orang tua anda." Kata Pa Guslan
Tanpa basa basi Juna pergi dari Studio latihan dan pergi ke kantor polisi!
"Juna? kemana?" Kata Gilang berteriak
sayangnya teriakan nya tidak di dengar oleh Juna.
"Gw pulang gimana?" Kata Gilang meracau
diiringi suara tertawa rekan Gilang dan Juna yang selalu menemani disamping mereka
------------------
kantor polisi
Juna segera masuk dan menghampiri Pa Guslan.
"Pak bagaimana?" Kata Juna
"Tenang nak Juna, yang pertama anda harus tenang, sabar, dan Ikhlas." Kata Pak Guslan
"Maksudnya?" Kata Juna
"Dibulan Ramadhan tahun itu, DiBandung. Ditemukan sepasang mayat suami istri disekitaran daerah Gasibu.. Diduga mereka dibunuh oleh perampok yang mencuri mobil mereka.. Pada tahun yang sama Keluarga korban juga melaporkan bahwa anak dari korban tidak ada bersama kedua jenazah itu. Besar kemungkinan Anak tersebut adalah anda." Kata Pak Guslan
"Heh? Apa? Jadi selama ini orang tua say sudah meninggal?" Kata Juna mengeluarkan air mata
Orang tua yang dibenci nya selama hidupnya, Orang tua yang dia anggap meninggalkan nya saat dia berusia 2 tahun bukan sengaja. Tapi justru mereka menyelamatkan anaknya.. mereka dibunuh.. Dia menangis.. Air mata tidak terbendung. merasa bersalah membenci kedua orang tua nya padahal apa yang selama ini dia fikir bukan kenyataannya..
"Astagfirllah al Azim Ya Allah maafkan hamba." Kata Juna menutup kedua matanya dengan tangan
"Astagfirllah... Astagfirllah" Kata Juna berulang kali ber istigfar dan meminta pengampunan pada Tuhanya.
"Korban juga diduga melakukan perjalan dari jakarta ke Bandung.. Sebagai bukti ini koran tahun itu dan data yang ada dikepolisian.. Disini juga ada keluarga dari korban yang mengaku sebagai adik kandung mama anda." Kata Pa Guslan
Sambil terus menangis, Juna melihat orang yang disebutnya sebagai bibi.. Dia mengingat wajah Almarhum Ibunya saat melihat wajah Bibi nya tersebut... mereka kembar identik
"Ibu.. Ibu..." Kata Juna Sambil menangis
"Fadlan? Kamu Fadlan Ponakan saya yang hilang selama 17 tahun." Kata Tante Juna
"Ibu.. Ibuu" Kata Juna memegang kedua pipi orang yang sangat mirip dengan Ibunya
"Kita tes dna ya Juna? Sekarang namamu Juna kan. Aku bibimu.. Bukan ibumu." Kata Tante Juna
"Ya,, Bibi ya.. Besok.. Besok ya Bibi." Kata Juna Menggenggam Kedua tangan tante nya yang sudah mulai menua
Sambil terus menangis Juna berterima kasih kepada kepolisian dan orang orang yang terlibat. Walaupun kenyataan nya tidak seperti apa yang diharapkan tapi, setidaknya Dia dapat menemukan keluarga nya sekarang..
-Tamat-
Jangan tanya nasib Gilang gimana! Gilang gak mau ketemu mama atau papanya karena trauma...
__ADS_1