
Sejak Mariska pergi dari sekolah, Dia berpindah kesekolah yang lebih baik dari sekolahnya yang lama. Disana dia merasa bahagia karena banyak teman yang justru lebih menerima Mariska apa adanya.. Bahkan hal tidak terduga banyak laki laki yang menyukainya. Karena kepribadian Mariska yang baik hati dan Jujur, bukan fisik yang mereka melihat..
Sejalan dengan hari harinya, Dia perlahan melupakan Ketua basket di sekolah Nusa Bangsa. Tapi dia tidak melupakan Siska yang selalu menindasnya, perlahan tapi pasti Mariska sudah mempersiapkan cara untuk menghadapi Siska.. Dia memang sudah pindah, tapi dia masih bisa untuk datang bukan?
-----------------
Nusa Bangsa!
Siska berjalan gemulai, mencari perhatian semua orang yang melihatnya.. Mencoba untuk menjadi wanita paling cantik dan menarik, apa lagi saingan cintanya telah pergi selama satu bulan lamanya.. walau Rizky masih tidak menganggapnya ada. Tapi setidaknya orang orang disekelilingnya mencoba untuk mendekatkan mereka.
"Ehh Siska, tuh tuh SiPangeran tampan lagi diem ditaman sendiri. Samperin sanah!" Kata Vika sahabat Siska
"Oh tentu!" Dengan percaya diri memainkan rambutnya berjalan mendekati rizky
"Rizky." Kata Siska memeluk Rizky dari belakang lalu duduk disebelahnya
"Rizky,, ko diem aja! Baca apa sih?" Kata Siska berusaha untuk melakukan pendekatan menempelkan kepala pada pundak Rizky
Rizky yang risih segera pergi meninggalkan Siska tanpa mengatakan apapun..
Siska yang tak percaya dengan apa yang dilakukan Rizky berlari menghalangi jalan agar Rizky tidak bisa melewatinya...
Rizky menatap mata Siska dengan tatapan tajam dan dingin, tanda Siska harus pergi tidak menghalangi jalannya lagi.
"Oh my gad! Aku ditatap Rizky ganteng bangett" Kata Siska didalam hati
"Lo gak mau minggir?" Kata Rizky Datar tapi kena banget dihati Siska
"Gak!" Kata Siska
"Gw itung sampai 3!" Kata Rizky
"Emang kenapa kalau gw gak mau?" Kata Siska
"1" Kata Rizky
"Apa sih Rizky, gw cuma mau lo jadi pacar gw." Kata Siska
"2" Kqta Rizky
"Apa sih yang kurang dari gw? gw model Rizky kita cocok!" Kata Siska tanpa rasa malu
"gw kasih kesempatan ya! minggir atau gw timpuk pake bola basket?" Kata Rizky dingin
"Gw bilang gak! ya enggak!" Kata Siska
"Japar! Lempar bolanya sini. gw pinjem!" Kata Rizky berteriak pada rekan timnya yang bermain dilapangan
"Ok! Ok gw minggir!" Kata Siska menyerah
__ADS_1
"Gitu dari tadi susah!" Kata Rizky berjalan melewati Siska dengan memutar matanya
Ya sejak Mariska mengatakan kata putus pada Rizky dihadapan banyak orang Dia menjadi pendiam dan tidak banya tingkah.. Dulu dia akan menjadi orang paling humoris ketika berada di dekat Mariska.. Tapi saat dilapangan Rizky benar benar bingung harus melakukan apa. Dia merasa bersalah atas perlakuan orang orang kepadanya.. Mungkin memang Rizky harus melepaskan Mariska agar dia tidak lagi menjadi bahan Bully an disekolah.. Tidak disangka ternyata Mariska malah memutuskan untuk pindah kesekolah lain.. Benar benar meninggalkannya sendirian disini...
--------------------
Mariska sudah menunggu kepulangan Siska didepan Gerbang sekolahnya yang lama bersama dengan 2 sahabat barunya di Sekolah baru yang mendukung Mariska atas sikapnya..
"Yang mana sih Ris? Banyak banget muridnya" Kata Rinjani
"Nanti lo berdua juga tau, Orang yang paling gak tau malu disini siapa! Dia orangnya!" Kata Mariska menyunggingkan bibirnya
"Haha gw tau, itu kan? yang tinggi dibawah gw tapi So Cantik!" Kata Felis menujuk satu orang Siska
"100 contoh si Felis!" Kata Mariska kepada Rinjani
"Yuk!" Kata Rinjani berjalan menuju arah Siska yang sedang berjalan bersama Vika bak seorang model
"Hai Siska!" Kata Mariska berdiri tepat didepan Mariska
"Elo! ngapain lo kesini, lo bukan lagi murid Nusa Bangsa ngapain lo kesini?" Kata Mariska memaki Mariska
"Apa Nusa Bangsa? Sorry ya level gw udah diatas lo.. Dan lagi gw bukan di dalem sekolah.. Tapi gw berdiri diluar sekolah, emang ada larangan???" Kata Mariska menatap Siska dengan jiji
"Sama aja kurcaci, Lo masih dilingkungan sekolah gw." Kata Siska Kesal
"Aduh princess Model, Plis deh ya otak tuh dipake bukan disimpen.. Emang lo pikir lingkungan ini milik nene moyang lo? Bisa seenak jidat nentuin siapa yang boleh dateng kesini. Dari Dulu sampe sekarang, gak pernah ada aturan Orang yang bukan Siswa di Nusa Bangsa Dilarang berada dilingkungan Nusa Bangsa.. Ini juga daerah komplek ******!" Kata Mariska yang Memutar rambut pendeknya
(Karena perlu kalian ketahui, Mariska orang nya tinggi seperti model tetapi Mariska hanya tinggi 140 cm tapi cantik dan baik kepada semua orang)
"Dasar Cewe murahan, Masa nyodorin Dada ke temen kita." Kata Rinjani
"Biasa Sombong mentang mentang tinggi berdada besar." Kata Mariska datar
Siska yang geram dengan Mariska dan teman temannya mengepal kedua tangannya hendak memukul wajah Mariska..
"Mariskaaaa lo ya!" Kata Siska
Tangannya dihentikan oleh Felis yang berada di dekat Mariska
"Heh *****! Nyari gara gara lo ya sama temen gw!" Kata Felis yang mendorong Mariska mundur dan berdiri di depan Siska
Rizky yang melihat Siska yang sedang berbicara dengan Mariska dan temannya dengan nada marah mendekati mereka..
"Mariska!" Kata Rizky berteriak
Mariska yang sadar dengan kehadiran Rizky bersembunyi dibelakang punggung kedua temannya..
Rinjani dan Felis mengerti dengan sikap Temannya..
__ADS_1
"Rizky aku dibully sama mereka, belain aku." Kata Siska
"Mariska, kamu apa apa sih ngebully orang." Kata Rizky
"Bully?" Kata Rinjani menatap Rizky
"Udahlah Cabut aja." Kata Mariska yang menarik kedua tangan sahabatnya..
Mariska sedang tidak ingin bertemu ataupun bernicara kepada Rizky..
"Mariskaaa!" Kata Rizky memanggil Mariska
"Rizky anterin aku pulang, aku takut!" Kata Siska memegang tangan Rizky yang langsung di lepaskan oleh Rizky
Rizky tak menghiraukan Siska, Dia langsung pergi menuju mobilnya karena Marah...
Sedangkan Siska justru kesal dengan sikap Rizky yang acuh kepadanya...
"Kenapa Mariska berubah?" Kata Rizky yang meninju ninju klakson mobil nya hingga berulang kali berbunyi
"Brisik Oi!" Kata Orang yang ada tidak jauh dari mobil Rizky
---------------------
"Gw salah ya?" Kata Mariska
"Salah?? Maksudnya?" Kata Rinjani yang duduk disebalah Mariska dan Felis disebuah Caffe
"Gak, Gak apa apa." Kata Mariska menggelengkan kepalanya
Rinjani dan Felis saling menatap satu sama lain, mereka menduga duga apa yang sedang dipikirkan sahabat baru nya tentang kata "Salah."
"kalau lo masih sayang, kenapa lo gak kejar?" Kata Felis
Mariska yang sadar dari lamunannya menatap wajah Felis.
"Sayang??? Sayang siapa?" Kata Mariska tersenyum memalingkan wajahnya
"Ya kali sayang mantan." Kata Rinjani menyindir Mariska
"Secara 5 tahun ya gak beb?" Kata Felis melihat Rinjani menganggukan kepala
"Gak! Gak gw udah lupa! gw cuma benci sama Siska!" Kata Mariska tegas
"Tapi lo kayanya gak ada niatan balas dendam, liat dan denger Rizky nyamperin lo bilang gitu doang lo luluh." Kata Rinjani menyindir
"Gw males ketemu Rizky." Kata Mariska berteriak sampai orang yang berada dimeja lain melihatnya.. Mengetahui Mariska bereaksi dengan berlebihan dia meminta maaf kepada orang lain..
"Males apa males?" Kata Rinjani tertawa bersama dengan Rinjani
__ADS_1
Bersambungg...