
Semua siswa sedang menikmati pesta malam kelulusan di sebuah kafe malam,semua asik bergoyang menikmati musik yang menggema di seluruh penjuru kafe.
"Ayok pulang"Vernon yang sudah tidak nyaman dengan suasana malam itu segera mengajak Safira untuk pulang.
Safira Ayu Antasia adalah anak dari pengusaha yang cukup kaya di jakarta,sudah dua tahun dia menjalin hubungan dengan Vernon Chwe Hansol,Vernon juga terlahir dari keluarga yang tak kalah kaya raya,mereka berdua sama-sama terlahir dari keluarga pembisnis yang handal.
"Ihh bentar lagi ahh,kamu mah ngajak pulang terus"Safira menekuk wajahnya,pasalnya dari pertama datang,Vernon sudah mengajaknya untuk pulang.
"Ini udah malem,ayok sekarang pulang,nanti papa marah"Vernon memang tidak suka dengan suasana seperti ini,walaupun dirinya terlahir dari keluarga kaya,tapi Vernon sama sekali tidak pernah tertarik dalam dunia seperti itu,padahal di dalam keluarganya dunia malam bukanlah hal yang tabu.
"Ihh papa sama mama kan gak ada di rumah,kamu gak usah khawatir,kita bisa pulang malem,pokoknya malem ini kita bebas"Safira kembali berjoget mengikuti irama musik,dirinya memang hobby pergi ke klub malam,sejak memasuki bangku SMA,pergaulan Safira semakin meluas,banyak teman-teman sekelasnya yang hobby datang ke klub malam,sehingga safira pun ikut terjun ke dunia itu,tapi berbeda dengan temannya,yang melakukan hubungan **** bebas,Safira tidak sampai kesana,dia hanya hobby menikmati minuman alkohol dan musik DJ yang erotis,Safira benar-benar menjaga kesuciannya dia berjanji akan memberikan kesuciannya hanya kepada suaminya kelak.
"Setengah jam lagi"Vernon berbicara tegas dan langsung kembali ke tempat duduk yang ada di ujung kafe tersebut.
"Haiss nyebelin,gak bisa liat orang seneng"gerutu Safira kesal.
"Pacar lo kenapa?"teriak Alisa yang merupakan sahabat Safira.
"Biasalah ngajak balik Mulu,lo kan tau dia emang gak suka sama acara ginian".
"Hahaha,padahal muka pacar lo keliatan bad boy gitu,tapi keren dia gak suka sama dunia ginian".
"Anak mami kayaknya dia"sahut keysia yang juga merupakan sahabat Safira.
"Enggak tau tuh, padahal kakaknya dia juga suka datang ke klub malam,dia doang yang begitu.
"Beruntung dong ya Lo,punya ayang yang masih polos"goda Alisa.
Safira hanya mengangkat bahunya dan tersenyum meledek seolah-olah dirinya memang sangat beruntung memiliki kekasih yang tidak tau dunia malam di zaman yang sudah maju seperti sekarang.
Safira sedang asik mengobrol dan menengguk alkohol dengan kedua sahabatnya,tapi tiba-tiba Vernon datang dan menarik Safira untuk keluar dari kafe tersebut.
"Ihh Hansol,apa-apaan sih kamu,acaranya kan masih belum selesai,aku mau balik lagi"safira mencoba melepaskan cengkraman lengan Vernon dan ingin kembali masuk kedalam kafe tersebut.
"Pulang sekarang,jangan buat aku marah"ucap Vernon dengan penuh penakan.
Membuat Safira seketika mematung,pasalnya selama dua tahun ini Vernon tidak pernah berbicara sekeras ini,vernon terkenal dingin dan cuek,tapi saat bersamanya Vernon akan bersikap sangat manis.
Tiba-tiba Safira meneteskan air matanya,membuat Vernon menjadi sangat merasa bersalah.
"Maaf,aku gak bermaksud buat marah-marah sama kamu"Vernon menarik tubuh Safira kedalam pelukannya"sekali lagi maafin aku ya,aku cuma gak suka liat kamu di liatin laki-laki lain di kafe itu,apalagi tadi Mario sempet godain kamu" Vernon benar-benar merasa bersalah karena sudah membentak Safira.
Safira kembali teringat kejadian tadi,saat dia sedang asik minum dan mengobrol dengan kedua sahabatnya,tiba-tiba sama Mario datang dan mengajak Safira untuk berdansa,tapi safira dengan tegas menolak ajakin Mario.
"Fir dansa sama gue yuk"Mario langsung menggenggam lengan Safira,Mario sudah mengincar Safira sejak mereka duduk di kelas 1 SMA,Mario selalu menyatakan perasaanya pada Safira,tapi Safira selalu menolak Mario,karena dia memang tidak memiliki perasaan apa-apa pada Mario.
Belum sempat Safira menjawab ajakan Mario,Vernon sudah muncul dan menarik lengan Safira dengan sedikit kasar,untuk mengajak Safira keluar dari kafe tersebut,sontak perlakuannya membuat Safira benar-benar terkejut.
__ADS_1
Safira masih terus menangis di pelukan Vernon,membuat Vernon semakin merasa sangat bersalah.
"Maaf"gumam Vernon pelan sembari mengelus-elus punggung Safira,ternyata perlakuan Vernon lama-lama membuat Safira mengantuk dan tertidur di pelukan Vernon,kebiasaan Safira memang akan mengantuk jika sudah kebanyakan minum alkohol.
Menyadari tangis Safira yang sudah mereda,Vernon merenggangkan pelukannya,dia melihat ke wajah Safira dan ternyata Safira sudah tertidur pulas,membuat Vernon hanya menggelengkan kepalanya.
"Gemes banget sihh"gumam Vernon,lalu dia mengangkat tubuh Safira ala bridal style dan membawa Safira menuju mobil,Vernon melajukan mobilnya untuk mengantar Safira pulang.
"Fira bangun,kita udah Sampek rumah kamu"Vernon menggoyangkan pelan tubuh Safira,dan sudah berkali-kali membangunkan Safira tapi Safira belum juga bangun.
Lama Vernon menatap wajah Safira,justru tatapannya kini menuju ke arah bibir Safira yang sangat menggodanya,bibir kecil merah muda alami itu sedang terbuka terlihat seperti menantang Vernon untuk menyentuhnya.
Saat vernon berniat ingin mencium bibir Safira,tiba-tiba saja Safira terbangun.
"Emmhh",tiba-tiba Safira melenguh,membuat Vernon merasakan gelenyar aneh dalam tubuhnya,tapi Vernon sadar dan berusaha mengendalikan dirinya agar tidak melakukan hal-hal yang lain,dan kembali membangunkan Safira.
"Fir,ayok bangun"Vernon meguncangkan pelan tubuh Safira.
"Ahh iyaa,kita dimana?" tanya Safira bingung,diapun mengucek-ngucek kedua matanya dan mencoba mengumpulkan kembali nyawanya,menerawang kesekitar untuk mengetahui saat ini dirinya ada dimana.
"Kita di rumah kamu,ayok cepet kamu masuk,ini udah malem".
"Ah ya ampun,kamu udah anterin aku pulang,aku pules banget ya tidurnya?"tanya Safira penasaran,pasalnya memang dirinya akan seperti mayat jika sudah tertidur,dia akan sangat sulit di bangunkan.
"Enggak kok,cuma hampir satu jam doang"
Vernon hanya menganggukan kepalanya
"Ya ampun,maafin aku ya beb,jadi bikin kamu nunggu lama".merasa bersalah dan memasang wajah imut agar Vernon tidak kesal padanya.
Sontak tingkah Safira membuat Vernon menjadi sangat gemas,diapun mencubit pelan pipi Safira karena saking gemasnya.
"ihh Chwe Hansol sakit tau"mengelus pelan pipinya.
Dari awal Safira mendekati Vernon,Safira memang lebih suka memanggil Vernon dengan nama belakangnya yaitu Hansol,alasanya simpel,karena dia tidak nama panggilan dirinya untuk vernon sama seperti orang lain.
Vernonpun tidak keberatan dengan itu,karena di rumah bundanya juga manggil dirinya dengan nama belakangnya,yaitu Hansol.
"Maaf,sakit banget ya"mengelus pipi Safira dengan merasa bersalah.
"Iya sakit banget tau"Safira tambah memasang wajah sedihnya,sebenernya dia sama sekali tidak merasa sakit,tapi Safira sengaja berpura-pura untuk mengerjai Vernon.
"Terus gimana dong biar gak sakit"tanya Vernon bingung
"Gendong aku kedalam rumah"rengek safira.
"Dih kenapa jadi minta gendong,emang yang sakit kakinya"tanya Vernon heran dengan permintaan Safira.
__ADS_1
"Jadi gak mau nihh,yaudah gak usah kalok gitu",Safira membuka pintu mobil dan akan keluar.
"Ok ok,stop,aku gendong kamu Sampek kedalam".Vernon segera turun dan menghampiri safira,sementara Safira langsung melompat ke tubuh Vernon,Safira meminta di gendong dari depan ala koala.
"Anter Sampek kamar ya"Safira memohon.
"Enggak fir,turun sekarang"Vernon berusaha menurunkan Safira dari gendongannya.
Sementara Safira menggeleng dan malah semakin mengeratkan pelukannya
"Please fir,turun sekarang,ini udah malem,kamu harus tidur".
"Aku masih kangen Chwe Hansol,sebentar aja yaa"Safira semakin manja dan menelusupkan wajahnya pada leher Vernon.
Vernon akhirnya pasrah dan membiarkan Safira tetep berada di gendongan ya.
"Hansol"panggil Savira pelan.
"hmmm"
"Anter ke kamar yaa"pinta Safira.
"Kamu bisa jalan sendiri fir".
"Please,gak tau kenapa perasaan aku tiba-tiba aja gak enak,please ya.
"Itu efek alkohol yang kamu minum tadi"setelah mengucapkan itu,bukan menurunkan Safira,justru Vernon langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Safira yang berada di lantai dua.
"Udah sekarang turun"Vernon menurunkan Safira di atas ranjang,"sekarang kamu tidur ya,aku pulang dulu,salamat malam"vernon mengecup pucuk kepala Safira,
"Tunggu"Safira menarik kuat lengan Vernon,karena tanpa persiapan akhirnya Vernon jauh ke atas tubuh Safira.
Seketika mereka berdua mematung dan saling menatap,nafas keduanya saling memburu,Safira dapat merasakan nafas hangat dan berat Vernon yang menerpa wajahnya,adegan seperti ini merupakan hal pertama kali yang mereka alami,selama ini gaya pacaran mereka termasuk yang biasa-biasa saja,hanya sekedar berpelukan dan berciuman,itupun mereka lakukan di dalam mobil.
Tidak lama mereka dalam posisi seperti ini tiba-tiba Vernon langsung memangut bibir Safira,Safira yang dari tadi memang sudah di kuasai nafsu langsung membalas tautan Vernon,keduanya saling bertukar Saliva dan menyesap satu sama lain.
Walaupun hal ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka berdua,tapi dengan mengikuti naluri dan insting,malam itu menjadi malam yang panas untuk Safira dan Vernon,walaupun tanpa pengalaman, tetapi mereka berdua melakukan hal ini dengan baik,Vernon melakukan itu dengan sangat lembut dan hati-hati,biasanya gaya mereka berpacaran tidak sampai sejauh itu,tapi ntah kenapa malam ini,mereka bisa melakukan sampai sejauh itu.
"Maaf"gumam Vernon pelan,dia terus mengecup pucuk kepala Safira yang kini berada di pelukannya,sedangkan Safira semakin menenggelamkan wajahnya di dada Vernon.
Cukup lama keduanya terdiam,bergelut dengan fikiran mereka masing-masing,sampai Safira mulai membuka suara.
"Gak perlu minta maaf,kita sama-sama mau dan kita sama suka,toh kita juga pacaran".
"Kalok kamu hamil,aku langsung tanggung jawab"Vernon mengelus-elus lembut punggung Safira.
"Hmmm iyaa,aku percaya sama kamu"gumam Safira pelan,Safira menikmati sentuhan lembut Vernon di punggungnya,sehingga membuat dirinya tertidur pulas.
__ADS_1