
Selesai makan malam,Safira,Keysia dan Alisa berkeliling dan berjalan santai,menikmati negara singa tersebut di malam hari.
"Wahh indah ya disini,kehidupan negara maju,luar biasa"puji Alisa.
"Kamu jadi mau kuliah disini Sa"tanya Safira,karena keinginan Alisa menjadi dokter Onkologi dia ingin membantu para penderita kanker agar bisa sembuh walaupun kemungkinanya terlalu sulit.
"Hmmm gak tau deh gue Fir,nanti gue pikirin lagi,kayaknya gue gak bisa jauh dari bunda gue".
"Hmmm gitu,ya sih mending lo pikirin mateng-mateng dulu,apalagi kan lo anak bunda banget,lagian lo bisa juga kuliah di Jakarta dengan ambil jurusan yang sama.kalok lo gimana key,lo jadi kuliah di LA?".
Keysia menggeleng lalu diam beberapa saat"gue gak bisa biarin lo sendiri fir"(batin Keysia
"Kenapa Key,bukanya lo pengen banget kuliah disana"tanya Alisa.
"Sekarang udah enggak,kayaknya gue pilih kuliah di jakarta aja,kalok enggak di bandung mungkin".
"Gue juga pengen tuh tinggal di bandung,nikmatin suasana kota kembang tiap hari,apalagi tinggal di rumah yang punya pemandangan alam yang bagus,pasti enak banget"cicit Alisa,"oh iya Fir kalok lo gimana?apa lo bisa kuliah dengan keadaan lo yang lagi hamil? lanjutnya.
Safira menarik nafas yang cukup dalam lalu menghembuskanya perlahan.
"Kayaknya gue ambil kuliah online aja deh,gue juga harus belajar buat mimpin perusahaan bokap gue,cuma gue satu-satunya yang bokap gue punya,dan gue harus turun tangan buat mimpin perusahaan itu mulai sekarang,kalok enggak mau perusahan bokap gue tutup itu juga satunya-satunya peninggalan bokap gue buat masa depan gue sama calon anak gue nanti,ya mau gak mau gue harus ambil alih mimpin perusahaan".
"Gue setuju fir,nanti gue bantu lo ya"Keysia memeluk safira di ikutin oleh Alisa.
"Semangat fira"ucap Alisa.
Keesokan harinya
"Sa ayok cepetan"teriak Safira,Safira dan Keysia sudah siap,dan hanya tinggal menunggu Alisa yang masih sibuk memilih pakaian.
Sementara Keysia hanya menggeleng memperhatikan satu sahabatnya yang menurutnya sangat merepotkan.
"Lima belas menit,kalok gak selesai gue tinggal" teriak keysia,lalu dia pergi ke balkon untuk merokok sebari menunggu Alisa.
__ADS_1
"Iya bawell"sahut Alisa dari dalam kamar.
Sedangkan Safira sibuk mengecek akun sosial medianya yang cukup banyak memiliki pengikut.
"Yuk Fir gue udah siap"ajak Alisa "Oh iya mana Keysia".
"Tuhh"Safira menunjuk ke arah balkon,"panggil sana gue gak bisa kena asep rokok"titah Safira.
"key ayok cepetan gue udah siap"teriak Alisa.
Keysia langsung mematikan rokoknya dan menyemprotkan parfume ke tubuhnya,agar menghilangkan bau rokok yang menempel di bajunya,yang bisa menganggu penciuman Safira yang sensitif setelah Hamil.
"Lo nanti gak boleh naek wahana yang ekstrim ya Fir"
"iya Sa,gak mungkin gue bahayain janin yang ada di perut gue,paling gue naek wahana yang biasa-biasa aja"
Mereka bertiga masuk kedalam lift,Safira dan Alisa sibuk mengobrol sedangkan Keysia yang menekan tombol lift,sebelum keysia menekan tombol lift agar tertutup,tiba-tiba padangnya bertemu dengan seseorang yang dari kemarin dia cari.
Keysia langsung keluar dari lift "bentar ya barang gue ada yang ketinggalan di kamar,kalian berdua ke resto aja duluan"belum sempat Safira dan Alisa menjawab,pintu lift sudah tertutup dan lift bergerak turun ke bawah.
Keysia langsung berlari mengejar orang yang dari kemaren dia cari.
"Tunggu"orang tersebut langsung menghentikan langkahnya "gue rasa ada yang perlu kita omongin,ikut gue sekarang"keysia langsung mengajak orang itu ke rooftop apartemen.
"Ternyata dugaan gue kemaren gak salah"Keysia kembali menyalakan 1 batang rokok dan menyesapnya lalu menghembuskan asapnya ke udara,sementara orang tersebut hanya memperhatikan Keysia.
"Ngapain lo disini,Ada Safira sama Alisa juga"orang itu membuka suara.
"Kita bertiga liburan disini,gue gak bisa lama-lama disini,to the point aja kenapa lo ninggalin Safira"Keysia bertanya tanpa menatap ke arah orang tersebut.
"Gue gak ada niat ninggalin dia Key,malem itu gue juga gak niat pulang dari rumah Safira,tapi tiba-tiba kakak gue nelfon gue,ngabarin kalok nyokap gue kecelakaan, akhirnya gue langsung pergi ke rumah sakit".
"Nyokap gue habis mergokin bokap gue yang selingkuh,dalam keadaan kacau nyokap gue nyetir sendiri,dan ternyata mobil dia juga udah di sabotase sama selingkuhan bokap gue,keadaan nyokap gue parah banget Key,kemungkinan hidup nyokap gue cuma 20%,rumah sakit di jkt gak bisa ngobatin nyokap gue,di tambah selingkuhan bokap gue terkenal kejam dia punya banyak pembunuh bayaran,dia emang berencana mau bunuh gue,nyokap gue sama kakak gue,biar dia bisa milikin bokap gue dan nguasain semua harta bokap gue,makanya kakak gue kirim gue keSingapura.
__ADS_1
"Cuma disini nyokap gue bisa di obatin dan gue juga aman dari selingkuhan bokap gue,kepergian gue kesini gak ada yang tau,kakak gue bener-bener rahasiain semuanya,biar gak bisa di lacak sama selingkuhan bokap gue".Vernon menceritakan secara detail mengapa dia tiba-tiba menghilang dari kehidupan Safira.
Keysia mendengarkan cerita vernon tanpa memotong sedikitpun,dia selalu bisa menjadi pendengar yang baik untuk siapapun yang bercerita padanya.
"Terus kenapa lo gak kasih tau Safira,lo tau kan di hari itu juga safira kehilangan kedua orang tuanya".
"Iya gue tau Key,gue yakin pasti hari itu Safira hancur banget,tapi di hari itu juga gue udah gak ada di indo,tepat tengah malem itu gue langsung terbang ke singapura,karena nyokap gue juga udah kritis dan butuh pertolongan secepet mungkin,handphone gue di ambil kakak gue,biar keberadaan gue gak bisa di lacak sama selingkuhan bokap gue".
"Gue gak bisa balik ke indo lagi key,kalok nyokap gue udah sembuh,kakak gue nyuruh gue pergi ke LA,gue di suruh tinggal disana,karena nyokap gue juga lahir disana ada beberapa keluarga nyokap gue yang ada disana juga".
"Terus apa susahnya lo kasih tau Fira soal masalah ini"?.
"Gue gak bisa Key,kalok ngasih tau dia,pasti dia maksa buat ikut gue,lo tau dia kan,kalok udah punya keinginan gak bisa di tolak,dia punya tugas di Jakarta harus nerusin perusahan bokapnya,gue pikir lebih baik gue pergi tanpa kasih tau dia".
"Gue rasa pergi tanpa pamit itu gak semenyakitkan kalok gue pamit,biar Safira taunya gue ninggalin dia,biar dia benci sama gue,dari pada dia tau kepergian gue dan maksa ikut gue,gua gak bisa jamin masa depan dia bakalan bahagia,kondisi gue sekarang belum punya apa-apa gue gak bisa biayain hidup safira kalok dia ngikut gue,jadi lebih baik dia tetep di jakarta,nerusin bisnis bokapnya,nanti kalok waktunya udah tepat gue bakalan balik,tapi gak tau dia masih mau nerima gue apa enggak,gue iklas kalok nanti dia nemuin pengganti gue,tapi satu harapan gue,semoga dia gak ngehalangin gue buat ketemu sama anak kita kalok nanti dia udah lahir.
"Ok,gue paham penjelasan lo,gue juga gak bisa bantu apa-apa,semoga lo gak nyesel sama keputusan lo ini"
"Gue titip Safira Key,tolong jaga dia,gue yakin lo pasti bisa jaga dia".
"Hmmm,tanpa lo minta,gue pasti bakalan jagain dia,dia itu sahabat gue,apapun keadaanya gue bakalan tetep jaga dia,yaudah kalok gitu gue cabut dulu".
Sebelum pergi Keysia dan Vernon sempat bertukar nomor ponsel,keysia sedikit berlari kecil menuju tangga darurat,sebelum benar-benar menghilang Keysia kembali melihat ke arah Vernon dan berteriak"Oh iya satu lagi,semoga nyokap lo cepet sembuh" Keysia langsung berbalik dan pergi meninggalkan Vernon.
Sementara Vernon hanya terdiam menatap sendu kearah langit"Safira aku kangen banget sama kamu,tadi kamu cantik banget,kamu selalu cantik setiap hari,rasanya tadi aku pengen lari kearah kamu terus peluk kamu,aku bener-bener kangen banget"Gumam vernon,vernon masih menatap ke arah langit yang nampak terlihat mendung,air matanya kini mulai terjatuh di iringi dengan rintik gerimis yang mulai turun,nampaknya cuaca hari ini sangat mendukung suasana hati Vernon yang sangat hancur dan pedih.
Ingin rasanya dia menemui Safira,membawa Safira kepelukanya seerat mungkin,saat ini dirinya benar-benar rapuh,tak ada tempat bersandar untuknya,orang yang paling dia sayang saat ini sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit,tak ada yang menjadi penguat untuknya,hanya bundanya dan Safiralah sumber kekuatan untuk Vernon selama ini,tapi keduanya Saat ini tidak bisa menjadi sandaran untuknya,Vernon harus bisa berdiri di atas kakinya sendiri,sampai nanti dia memiliki kekuatan untuk bisa kembali menemui orang yang dia cintai.
VISUAL VERNON
__ADS_1