CERITA SAFIRA

CERITA SAFIRA
10.kehebohan pagi


__ADS_3

setelah kepulangan om andi,Safira dan Alex duduk di ruang tamu,keduanya tampak diam karena merasa canggung.


"Kamu beneran orang kepercayaan papaku"Safira membuka suara.


"iyaa,seperti yang pengacara papa kamu bilang".


"Tapi kayaknya aku belum pernah liat kamu,selama ini aku selalu tau siapa aja orang-orang yang papa aku percaya,pasti papaku selalu cerita sama aku,tapi kayaknya papaku belum pernah ceritain soal kamu"Alisa merasa tidak percaya pada Alex,tapi yang membawa Aliex kerumah ini adalah om andi,orang yang paling di percaya oleh mendiang papanya


"Ya memang saya belum lama jadi orang kepercayaan papa kamu,awalnya emang saya cuma keryawan biasa aja,sampek ada satu kasus dimana saya ngelakuin sesuatu yang bikin papamu jadiin saya orang kepercayaannya"Alex terlihat berbicara serius,tidak terlihat ada kebohongan di wajahnya hingga bisa membuat Safira percaya dengan penuturanya.


"Hmmm gitu"safir mengangguk paham"tapi kayaknya kita mulai kerjaan kita besok aja deh,soalnya hari ini aku juga capek banget,aku butuh istirahat dulu"walaupun perjalanan dari singapura tidak terlalu jauh,tapi karena Safira sedang hamil muda dia merasa tubuhnya terasa sangat lelah dan buruh istirahat.


"oh ok gak papa,ini juga hari pertama kita ketemu,kita bisa mulai besok,saya akan jemput kamu besok pagi,kaloa begitu saya permisi"Alex keluar dari rumah Safira dan sebagai rasa sopan Safira mengantar alex sampai kedepan rumah.


sebelum Alex masuk ke dalam mobil Safira berpesan"Gak usah jemput aku besok,aku bisa pergi sendiri"ucap safira


"saya akan tetep jemput kamu besok,saya gak suka penolakan"belum sampet safira menjawab Alex langsung masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya.


"ih kenapa jadi kayak gue sih,bilang gak suka penolakan,Ah bodo ah mending gue tidur,capek banget"safira merenggakan otot tanganya dan berjalan kembali kedalam rumah.


keesokan hari Safira masih berada di dalam balutan selimut,Safira masih bermalas-malasan,dia meminta agar bi Sri tidak menggangu tidurnya,saat ini waktu sudah menunjukan pukul tujuh pagi,tapi safira merasa tubuhnya berat dan malas untuk bangun.


Tapi tiba-tiba ada suara bising yang menganggu tidurnya.


Tinnn tiiiinnnn.


Terdengar suara tlakson mobil yang berkali-kali berbunyi dan sangat menganggu pendengaran Safira.


"oh shitt! siapa sih pagi-pagi gini berisik bangett,Safira dengan kesal turun dari ranjang dan berlari menuju halaman rumah,untuk mengecek siapa yang membuat kebisingan di pagi hari.


"Bii siapa sihh yang berisik"Safira bertanya pada bi Sri dengan suara sedikit keras,bi Sri pun tidak tau karena dia baru dari halaman belakang menyiram tanaman


"Gak tau non,bibi juga baru mau liat"jawab bi Sri


"Ihh ganggu banget awas aja ya"safira bergegas keluar.


"ehh tunggu sebentar non,itu non Fira bajunya"belum selesai bi Sri berbicara Safira yang emosi sudah keburu pergi keluar rumah.


"aduhh non Fira gawat nih"bi sri berlari ke kamar mengambil sesuatu dan langsung berlari menyusul Safira


Saat tiba di luar Safira melihat Alex sayang sedang bersandar di samping mobilnya dan tengah menatap Layar ponsel.

__ADS_1


"Alex"gumam Safira"Heh ngapain sih pagi-pagi berisik banget,ganggu orang tidur aja"teriak Safira pada Alex,Mendengar suara cempreng Safira Alex langsung menoleh ke arah sumber suara,tapi tiba-tiba pandangan Alex bukan tertuju pada wajah Safira,melainkan sesuatu yang menonjol di bagian dada Safira yang hanya tertutup gaun tidur berbahan Satin yang sangat tipis.


GLEKK,Alex menelan berat Salivanya"Oh Shiitt"batin Alex karena pemandangan saat ini membangunkan miliknya yang sedari tadi tertidur dengan baik.


"Hey di tanyain malah diem aja,ngapain pagi-pagi udah berisik di rumah orang"Safira kembali bertanya dengan nada suara sedikit tinggi,membuat Alex tersadar dari lamunannya.


sebelum Alex menjawab tiba-tiba bi Sri muncul dengan berlari tergopoh-gopoh.


"Ya ampun non,kok bisa sih keluar rumah kayak gini,bi Sri langsung membalutkan kain di tubuh Safira.


Safira yang sedikit terkejut langsung mengintip sedikit tubuhnya yang terbalut kain tersebut.


"What!!" gumam Safira tapi dapat terdengar jelas oleh bi Sri dan Alex.


"Bi sri kenapa gak ingetin Fira dari tadi sihh,kan Fira malu bi"Safira perontes pada bi Sri.


"tadikan bibi udah panggil non Fira,tapi malah non Fira udah keburu lari gak dengarin bibi".


"Ih bibi mah"Safira lalu menatap tajam ke arah Alex,sementara Alex juga menatap padanya dengan tatapan sulit di artikan.


"Cepet siap-siap,kita kekantor hari ini"titah Alex.


"Silahkan masuk dulu den Alex,tunggu di dalam aja"ajak bi Sri.


"oh iya bi,terimakasih"Alex mengekor bi Sri menuju ruang tamu.


"tunggu disini aja Den,bi Sri ke dapur dulu mau siapin sarapan buat non Safira


"Iya bi,terimakasih"Alex kembali mengucapkan terimakasih dengan sopan


"Astaga Safira,kenapa bisa gini sih,bisa-bisanya keluar rumah pake baju tidur gini,Aaaaaa bikin malu aja"Safira merutuki dirinya sendiri di dalam Kamar.


"Gimana kalok Alex berfikiran yang enggak-enggak,aaaaa Firaa bodohhh bangett kamuuu"Safira terus saja mengomeli dirinya sendiri bahkan selama melakukan ritual mandipun,mulutnya tidak berhenti mengomeli dirinya sendiri.


setelah tiga puluh menit akhir Sarifa turun dia sudah mengunakan pakaian Formal dan cukup sangat sopan.


Sementara Alex yang sedang fokus dengan pekerjaan di dalam tablet dia menoleh kearah suara langkah kaki Safira yang sedang menuruni anak tangga,Alex terpesona dengan penampilan Safira yang terlihat sangat dewasa.


"Cantik"gumam Alex,lalu dia pura-pura kembali fokus melihat ke layar tabletnya agar tidak di pergoki oleh Safira karena dia terpukau oleh kecantikannya.


"Udah sarapan??"tanya Safira.

__ADS_1


Alex mematikan tabletnya dan meletakanya di atas meja "belum"


"yaudah kita sarapan dulu,habis itu baru jalan ke kantor"Alex mengekor Safira menuju dapur.


"duduk aja dulu,aku mau cuci tangan"Safira mencuci tangan dengan posisi membelakangi Alex.


"Boleh aku minum susu ini"tanya Alex saat melihat segelas susu yang berada di atas meja.


"minum aja,ambil aja apa yang kamu mau gak usah sungkan"jawab Safira tanpa menoleh.


Alexpun langsung meminum susu yang ada di atas meja hingga hampir setengah gelas.


"enak susunya tapi kok rasanya agak asingnya"ucap Alex.


"Astaga Alex,itukan susu ibu hamil,kenapa diminum sih"Safira sedikit terkejut sedangkan Alex lebih terkejut dan menjadi panik,tiba-tiba juga dia merasa mual.


"hueekk"Alex berlari menuju wastafel dan ingin memuntahkan susu yang sudah masuk kedalam perutnya,tapi sia-sia karena dia tidak bisa memuntahkan susu tersebut.


"Gimana dong,aku udah terlanjur minum susunya"tanya Alex panik,wajahnya kini menjadi merahh karena menahan rasa mual,tapi sayangnya dia tidak bisa memuntahkan susunya .


Sedangkan safira yang tadinya terkejut kini dia tidak bisa menahan tawanya saat melihat wajah Alex yang memerah,Safira tertawa terbahak-bahaknya sampai terbatuk-batuk.


"kok malah ketawa sih,emang ada yang lucu"kesal Alex


"Sory-sory,aku gak bisa nahan ketawa aku,habisnya muka kamu lucu banget sihh,sampek merah gitu"Safira kembali tertawa.


"apanya yang lucu coba,terus gimana aku udah terlanjur minum susunya,kenapa ada susu ibu hamil sih disini,siapa yang hamil"tanya Alex pura-pura tidak tahu.


Sementara karena Safira terlalu kebanyakan tertawa tiba-tiba saja Safira merasa perutnya menjadi keram.


"Awww sakit"Safira langsung menghentikan tawanya dan memegang perutnya karena terasa sangat keram,dan Safira baru pertama kali merasakan ini.


"kamu kenapa,kamu baik-baik aja kan"tanya Alex panik,lalu menuntun Safira menuju tempat duduk.


"Gak tau kenapa,perutku tiba-tiba aja keram,aww sakitt"Safira meringis menahan Sakit.


"Aduhh gimana dong,aku bingung soalnya gak pernah nanganin kejadian gini"Alex hanya mentapbSafira dengan bingung.


"tolong panggilin bi Sri aja di halaman belakang"pinta Safira


"Ok tunggu bentar"Alex langsung menuju kehalaman belakang dan kembali lagi dengan bi Sri yang berjalan sedikit berlari kerena panik.

__ADS_1


__ADS_2