CERITA SAFIRA

CERITA SAFIRA
Orang kepercayaan papa safira.


__ADS_3

"wahh akhirnya sampek rumah juga".Safira merasa senang sudah kembali ke rumah,dia merasa tubuhnya lelah dan butuh istirahat karena selama di pesawat Safira tidak bisa istrihat,karena dirinya kembali teringat pada vernon.


pemandangan dari ketinggian selalu mengingat dirinya pada vernon,karena mereka berdua sering pergi ke puncak untuk menaiki paragliding,dan menikmati keindahan alam dari ketinggian,sehingga saat melihat pemandangan dari atas ketingian,jelas ingatan bernostalgia.


Terbang ke masalalu,pikiran Safira seolah mengulang kembali,kenangan-kenangan dirinya dengan Vernon.


"mang ujang makasih ya udah jemput Fira,sama Fira minta tolong nanti bawain koper Fira ke dalem"


"baik non,nanti mamang angkat ke dalem"


"makasih mang,kalok gitu fira masuk dulu ya"safira melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah,dia berniat ingin segera beristirahat tapi ternyata di dalam rumah sudah ada pengacara Papa safira dan bersama seorang laki-laki muda yang safira belum pernah lihat sebelumya.


"eh non Safira udah dateng,itu non udah di tunggu sama pengacara papanya non Fira.


"iya bi,kalok gitu Fira temuin mereka dulu ya".


"iya non,bibi pamit ke belakang dulu".


"selamat siang om"sapa Safira pada Om Andi yang merupakan pengacara sekaligus orang kepercayaan Papa Safira.


"Siang Fir,gimana liburanya".tanya om Andi.


"cukup menyenangkan om,om ada perlu apa kesini?"tanya safira basa basi,karena dia sudah tau,pasti om andi akan membahas soal warisan dan perusahaan peninggalan papany.


"Om mau nyampein pesen-pesen Papa kamu semasa beliau masih hidup,disini kamu jadi ahli waris tunggal,karena papa kamu gak punya siapa-siapa lagi selain kamu,tugas kamu sekarang,kamu harus ngurus perusahan yang di tinggalin papa kamu,siap gak siap kamu tetep harus turun tangan kalok kamu gak mau hasil kerja keras papa kamu jadi sia-sia karena gak ada yang ngelanjutin mimpin perusahaan ini" om andi berusaha berbicara santai


"iya om,safira akan coba buat mimpin perusahaan,tapi safira gak punya bekel apa-apa om,safira harus belajar dulu tentang dunia bisnis"


"tenang,kenalin ini orang yang bakal bantu kamu buat ngurus perusahaan papa kamu,namanya Alex"om Andi menunjuk pada orang yang dari tadi duduk sebari menatap hangat ke arah safira,"kamu bisa kuliah terus sambil belajar buat ngurus perusahaan sama Alex".


"Dia siapanya papa om,kok fira baru liat".


"Dia salah satu orang kepercayaan papa kamu"jelas om Andi.

__ADS_1


"Alexio"alex mengulurkan tanganya kearah safira.


"Eh iya,Safira"safira menyambut uluran tangan Alex dengan gugup.


"Salam kenal,semoga kita bisa jadi patner kerja yang baik"ucap Alex dengan suara yang terdengar smooth di telinga Safira.


"hmm iyaa"jawab Safira kikuk.


"Kalok gitu Om bisa pamit sekarang,om masih ada kerjaan lain"om Andi hendak pergi dari rumah Safira.


"Tunggu om,ada hal penting yang perlu Fira bicarain"


"tentang apa?,kalok soal perusahan kamu bisa bicarain sama Alex,dia tau semuanya dan dia pasti bisa bantu kamu".


"Bukan soal itu om"sebenarnya Safira bingung,haruskah dia memberitahukan soal kehamilannya pada om Andi atau tidak,tapi om andi adalah satu-satu orang yang di percaya oleh Papa safira bahkan sudah di anggap seperti keluarga,dan mungkin Safira kedepanya juga akan banyak merepotkan Om Andi jadi Safira pikir dirinya harus memberitahukan om Andi soal kehamilanya.


"terus soal apa"tanya om andi penasaran.


"Ada apa fir"tanya om Andi,dia dapat melihat kesedihan yang ada di wajah Safira.


Bukan menjawab justru safira mulai meneteskan air matanya,terdengar suara isak tangis Safira yang terdengar memilukan.


"Are you okey Fir"om Andi mencoba mengelus pundak Safira.


Safira hanya mengangguk pelan,dan menghapus Air matanya,dia mencoba mengatur nafasnya agar suaranya bisa terdengar jelas saat berbicara.


"Safira baik-baik aja kok om,Cuma ada satu hal yang perlu Fira sampein ke Om"


"tentang apa"tanya om andi penasaran.


"Aku hamil om"ucap Safira pelan.


Om Andi hanya memejamkan matanya saat mendengar ucapan Safira,dia cukup terkejut mendengar ini,karena yang dia tau Safira tidak pernah macam-macam selama dua tahun berpacaran,Papanya selalu menceritakan Gaya pacaran Safira padanya,dia tau Safira selalu menjaga dirinya dengan baik saat berpacaran.

__ADS_1


"Vernon yang hamilin kamu"tanya om Andi memastikan.


"Iya om"jawab safira gugup,saat ini dia sama sekali tidak berani menatap wajah om andi


"terus dia mau tanggung jawab sama kamu"tanya om Andi lagi


Safira menggeleng pelan"dia pergi om,aku gak tau dia kemana,setelah malam kejadian itu,aku tidur om dan pas bangun Hansol udah gak ada,Fira kira dia cuma pulang,tapi ternyata dia gak pernah muncul lagi sampek sekarang,Fira cari kerumahnya dia gak ada juga di rumahnya,orang taunya juga gak ada"


"Terus gimana,kamu mau terusin kehamilan kamu?",om Andi juga bing harus melakukan apa dirinya tidak terlalu mengenal keluarga Vernon,terakhir yang dia tau,keluarga itu mengalami kasus sekandal perselingkuhan,dan setelah itu dirinya tidak pernah bertemu lagi dengan keluarga itu.


"Iya om,ini konsekuensi dari perbuatan Fira om,Fira harus tanggung jawab".


"kamu yakin fir,saat ini kamu lagi ngambil sebuah keputusan terbesar,punya anak itu bakal mempengaruhi sebagian besar hidup kamu,gak mudah fir,apalagi kamu bakal jadi orang tua tunggal,kamu pikirin baik-baik ya soal ini?"


"tapi Fira udah yakin om,Fira tetep mau lanjutin kehamilan Fira,kasian bayi ini kalok harus di buang,dia gak bersalah om,yang salah perbuatan Fira sama Hansol,jadi Fira tetep yakin buat besarin dia".ucap Safira mantap tanpa ada keraguan.


"Terus kuliah kamu gimana?"tanya om andi bingung,dia tau jika Safira sudah menetapkan sesuatu semuakan tidak akan bisa di bantah,baik itu oleh Papanya sendiri.


"Aku mau kuliah online aja om,dan aku juga bisa pergi ke kantor setiap hari,aku yakin aku bisa om,om tau kan aku ini termasuk anak genius"Safira malah menyombongkan dirinya membuat om andi menggelengkan kepalanya.


"Huh dasar kamu"om andi mengusap pucuk kepala safira,"yaudah kalok emang itu keputusan kamu,om cuma bisa dukung,om juga yakin kamu bisa gantiin posisi papa kamu,kalok ada apa-apa kamu bisa hubungin om atau tante winda ya,dia juga pasti siap bantu kamu,temuin tante winda buat periksa kandungan kamu"winda adalah istri dari om andi yang berprofesi sebagai dokter kandungan di sebuah rumah sakit terbesar di Jakarta.


"Iya om,besok aku kerumah sakit buat ketemu tante winda,sekalian periksain kandungan aku".


"Yaudah kalok gitu om pamit dulu yaa,om harus balik ke kantor,masih banyak kerjaan


Tanpa Safira dan om Andi ketahui ternyata Alex menguping percakapan mereka berdua didalam,mengetahui safira dan om andi telah selesai berbicara Alexpun dengan cepat langsung kembali ke ruang tamu.


Maaf lex bikin kamu nunggu lama,tapi saya masih banyak urusan di kantor,kamu saya tinggal ya,kamu juga bisa ngobrol-ngobrol dulu sama Safira,soal kerja sama kalian"


Iya gak papa pak Andi,saya emang perlu ngobrol berdua sama Safira,Alex menoleh ke arah safira dan mengedipkan sebelah matanya.


Sedangkan Safira hanya menatap heran ke arah alex"cacingan tuh orang"gumam Safira..

__ADS_1


__ADS_2