
Dering ponsel membangunkan tidur Safira,membuat Safira menggeliat di bawah selimut tebalnya.
"Emmhhh"Safira merenggangkan otot lengannya yang terasa pegal".
sementara ponselnya masih terus berdering.
"Aduhh siapa sihh",Safira hendak turun dari ranjang,untuk mengambilnya ponselnya"whatt kok aku gak pake baju"pekik safira
"Awww,aduhh ituku sakit banget,kenapa yaa"mencoba mengingat-ingat kejadian semalam,"ahh iya,ya ampun aku lupa semalem aku sama Hansolkan habis begituan,astaga Safira,kenapa bisa sampek gitu sihh,pantes aja aku gak pake baju dan ituku sakit banget".
Safira terus meringis karena merasakan sakit yang cukup menggangunya.
"ehh tapi Hansol dimana,kok dia gak ada disini"Laura mencoba bangkit berjalan menuju kamar mandi,dia tidak jadi mengambil ponselnya karena sudah berhenti berbunyi.
"Di kamar mandi gak ada,gumam safira,Cwhe Hansol"teriak Safira keras,Safira belum memakai baju,dia hanya mengenakan bathrop dan menuju ke bawah untuk mencarinya keberadaan Vernon.
Laura menuju dapur dan kembali memangil Vernon,tapi nihil ternyata Vernon juga tidak ada di dapur.
"Cwhe Hansol kamu dimana?oh iya kenapa aku gak cek mobilnya aja"Safira membuka pintu dan melihat keluar "mobilnya gak ada,berarti dia udah pulang,kok gak bangunin aku sih,awas aja ya nanti kapok ketemu"Safira terus menggerutu sebari kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.
"wahh seger banget yaa habis mandi"Safira mengeringkan rambutnya di depan cermin,lalu dia memakain skincare Routin hariannya.
tiba-tiba ponselnya kembali berdering
"ihh siapa sihh"Safira beranjak dari duduknya dan meraih ponselnya yang terletak di atas sofa.
"Alisa,ngapain dia nelfon pagi-pagi gini,tumben banget"gumam Safira
"Haaall"belum sempet Safira mengucapkan halo,Alisa langsung heboh.
"Astaga Safira,Lo kemana aja sihh gue telfonin dari tadi,Lo udah tau berita tentang kedua orang tua Lo kan".
"Hah ada apa sihh sa,coba jelasin yang bener,kenapa,ada apa sama orang tua gue",tanya Safira heran.
"Gue gak sanggup kasih taunya,mending sekarang Lo cek berita hari ini,sabar ya fir,gue sama Keysia lagi otw ke rumah lo,bentar lagi kita sampek.
Tut...Alisa langsung mematikan sambungan telfonya.
"Cepet Key,gue takit Safira kenapa-kenapa pas liat berita"titah Alisa pada keysia yang sedang mengemudi.
Alisa dan keysia tidak langsung pulang setelah acara semalam,mereka pergi ke puncak bersama pasangan mereka dan teman-teman yang lainya,berniat ingin menikmati sunrise di atas puncak.
Tapi belum berapa lama mereka sampai disana,sekitar pukul 03.00 pagi dini hari,Keysia mengecek ponsel dan ternyata ada berita kecelakaan pesawat menuju London malam itu dan Keysia langsung mencek data penumpang disana.
Mendapat data kedua orang tua Safira ada disana membuat mereka berdua memutuskan langsung kembali ke Jakarta,karena mereka berdua tau pasti Safira butuh mereka berdua ada di sisinya untuk saat ini.
"Ih apaan sih ni orang,malah di matiin lagi teflonnya,bikin kesel aja"safira menyalakan televisi seketika safira diam mematung,saat melihat tayangan yang ada di televisi tersebut.
"Gak,gak,ini gak mungkin,pasti ini cuma berita hoaks aja"Safira mengelengkan kepalanya tidak percaya,dia mencoba memindahkan ke chanel lain,dan hasilnya sama,semuanya menampilkan sebuah berita kecelakan pesawat penerbangan dari Idonesia ke London,di pastikan tidak ada yang selamat dalam tragedi tersebut,karena pesawat tersebut jatuh ke dalam laut,bahkan lokasi jatuhnya pesawat tersebut belum di temukan.
"ENGGAK MUNGKIIINNN"safira teriak sekeras mungkin,tubuhnya kini merosot lemah ke lantai,air matanya sudah tidak terbendung lagi,jatuh begitu saja dengan derasnya.
__ADS_1
Safira teruss saja meraung frustasi,dia melempar semua benda yang ada di kamarnya ketembok,kini keadaan kamar safira sangat berantakan dan memprihatinkan.
sama seperti keadaan safira saat ini,rambutnya sudah lusuh dan acak-acaknya,matanya mulai membengkak,bahkan dia dapat merasakan rahang dan tenggorokannya yang mulai sakit,karena dia terus berteriak.
"MAMAAA,PAPAAAAA,itu bukan pesawat kalian kan,pasti itu salah,kalian pasti selamatkann,aaaaaa gak mungkiinnn......"
safira terus saja berteriak-teriak di kamar.
Berharap bahwa pesawat yang mengalami tragedi tersebut bukan pesawat yang di tumpangi oleh kedua orang tuanya.
"Firr kamu dimana"teriak Alisa dan Keysia yang baru memasuki rumah safira.
PRANKKK...
Terdengar suara beda pecah dari lantai dua.
"Pasti Fira dikamar,ayok sa kita ke atas"ajak Keysha pada Alisa
Alisa mengangguk,mereka berduapun segera berlari menuju kearah sumber suara,yang di pastikan berasal dari kamar Safira.
"Astaga firaa"Alisa dan Keysia di buat terkejut dengan keadaan kamar Safira,mereka berdua lansung berlari ke arah Safira dan memeluk tubuh lemah Safira.
"Sa,Sey,berita itu gak benerkan"ucap safira lemah.
"Sabar ya firr"hanya kata-kata itu yang dapat di ucapkan oleh Alisa dan Keysia.
"Enggak Key,itu gak mungkin,pasti itu bukan pesawat yang di naekin sama papa mama aku,pasti itu pesawat lain"safira masih berusaha berfikir positif walau hatinya sudah benar-benar yakin,kalau itu memang pesawat yang di tumpangi oleh kedua orang tuanya.
"Ia fir,kita berdua bakal jagain lo terus,mending sekarang kita turun yaa,di kamar lo terlalu bahaya banyak pecahan kaca".
Safira hanya mengangguk,safira berjalan gontai di bantu kedua sahabatnya untuk menuju kebawah,tiba-tiba pikiranya saat ini menjadi kosong,rahang dan tenggoroannya semakin terasa sakit,bahkan air matanya kini sudah tidak mau keluar lagi.
"Firr minum dulu ya"alisa menuangkan air putih ke dalam gelas,dan membantu safira untuk minum.
"lo udah sarapan fir"?
safira hanya menggeleng.
"Bi sri kemana,kok gak keliatan"tanya alisa sebari celingukan.
"Bi sri gue suruh balik kemaren biar dia istirahat selama mama papa gue lagi di London".
"Kalok gitu,telfon vernon aja ya buat minta tolong beliin lo makan fir,vernon juga perlu tau berita inikan,kayaknya dia belum tau makanya dia gak kesini"keysia meraih ponselnya dan mencoba menghubungi vernon.
operator:nomor yang anda tuju sedang tidak aktif dan berada di luar jangkauan,silahkan tinggalkan pesan suara.
tut......tut....tut..
suara operatorpun menghilang.
"kenapa key,gak di anggat" tanya Alisa penasaran
__ADS_1
keysia menggeleng,sudah 4 kali dia menelfon nomor vernon,tapi nihil,ponsel vernon tampaknya memang sedang tidak aktif
"gak aktif hpnya"ucap keysia pelan"kalok gitu kita pesen makanan oline aja ya"keysia langsung memesan beberapa menu makanan untuk safira.
safira hanya mengangguk lemah,"kamu kemana Cwhe Hansol,kok kamu gak kesini,kenapa ponselmu mati"gumam Safira dengan pikiranya yang masih kosong.
Tidak lama pesanan yang mereka pesan sudah sampai.
"Kenapa banyak banget sih Key makanannya,gue gak mau makan,safira kembali meneteskan air matanya"dirinya saat ini benar-benar merasa sangat hancur.
"Lo harus makan Fir,kalok gini terus nanti malah jadi sakit,pasti mama papa lo bakalan sedih,jadi lo makan sekarang ya"Keysia mencoba membujuk safira agar mau makan dan membatu menyuapkan makanan ke mulut safira.
Akhirnya safira pasrah dan menerima suapan makanan yang di berikan oleh Keysia.
"Nh gitu dong makan yang banyak,anak pinter"puji Keysia.
"Lo cocok tuh jadi mamanya safira key"celetuk alisa.
"hussttt"keysa menatap tajam ke arah alisa,karena dirinya tidak bisa menahan ucapanya.
"memang di antara mereka,alisa lah yang paling bar-bar dan suka bercanda dalam hal apapun,bahkan saat pelajaran di sekolah,dia selalu saja banyak bercanda.
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dan semua orang menengkok ke arah pintu tersebut.
"ya ampuunm nonnn",bi Si lari tergopoh-gopoh mengampiri Safira
"Bibi kok udah balik"tanya safira agak sedikit terkejut karena melihat kehadiran bibinya yang tiba-tiba.
"pas bibi liat berita di tv,bibi langsung ke inget sama non,makanya bibi langsung cepet lari-lari kesini,non gak papa kan?" tanya bi Sri penuh ke khawatiran.
"gak apa-apa kok bi,makasih ya bibi udah kesini",jawab Safira dengan kondisi masih lemah.
"Syukur kalok non gak papa,bibi bener-bener panik,dan nangis sepanjang jalan,karena inget sama tuan dan nyonya,apalagi sama non Fira,non udah kayak anak bibi sendiri dari kecil bibi urusin non.
"Makasih ya bi,aku juga udah anggep bi sri sebagai ibu aku sendiri.
Safira memeluk erat pembantunya itu,wanita paruh baya yang selalu merawatnya dengan penuh cinta dan kasih sayang sedari safira kecil.
"aaa jadi mellow"Alisa dan Keysiapun ikut memeluk Safira dan bi Sri.
"non gak boleh sedih ya,ada bibi disini,bibi akan selalu jagain non terus,selamanya,sampek ajal menjemput bibi.
" Iya bi,Safira akan berusaha kuat,makasihh banyak ya bi,aku gak tau harus pake cara apa buat balas jasa bibi"safira kembali memeluk bi sri.
"makasih juga ya buat kalian berdua,kalian udah jadi sahabat yang terbaik buat gue.".
"iya fir,kita berdua sayang sama lo,iyakan Sa"
"betul kata keysia,kita sayang banget sama Lo,kalok ada apa-apa,Lo gak perlu sungkan ya buat cerita sama kita.
safira mengangguk,akhirnya mereka bertigapun,kembali saling berpelukan.
__ADS_1