CERITA SAFIRA

CERITA SAFIRA
11.batal ke kantor.


__ADS_3

"Non Fira kenapa"tanya bi Sri panik.


"Gak tau bi,tiba-tiba aja pas Fira ketawa perut Fira jadi keram,sakit bi"kini bibir Safira terlihat pucat karena menahan sakit dan keringat dinginpun mulai keluar.


"Pasti non gak ngontrol ketawanyanyakan,kan non udah tau kandungan non Fira itu agak lemah,Den Alex bisa tolong angkat non Fira ke kamarnya,bibi mau telfon dokter dulu"pinta bi Sri


"baik bi,saya anter Fira ke kamar"Alex langsung menggendong Safira ala bridal style menuju kamar Safira yang berada di lantai dua,Alex langsung meletakan Safira di atas ranjang dengan Hati-hati.


"Masih sakit"tanya Alex khawatir.


Safira hanya mengangguk pelan,terlihat keringan mengalur di dari Safira,dengan lembut Alex mengusap keringaj Safira menggukakan tissu


"Sabar ya,bi Sri langi manggul dokter kesini"Tanpa sadar Alex mengusap lembut pucuk kepala Safira,dirinya merasa sangat khawatir pada Safira.


Tidak lama tante Winda datang, dia turun dari mobil dan berjalan terburu-buru untuk segera mengecek keadaan Safira"Safira dimana bi"tanya winda pada bi Sri yang memang sudah menunggu kedatangannya di depan rumah.


"Safira ada di kamarnya dok,ayok bibi anter"


Winda mengangguk dan lekas pergi menuju kamar Safira bersama bi Sri.


"Safira kenapa"tanya tante winda yang sudah datang.


"gak tau nih tante tiba-tiba perut aku keram banget tan pas tadi aku ketawa"jelas Safira.


"Ok coba tante cek dulu ya,boleh saya permisi sebentar"tanya tante winda pada Alex yang sedang mengenggam tangan Safira karena merasa sangat khawatir,Safira juga tidak menolak karena dirinya saat ini memang sedang merasa sangat sakit.


"Oh iya silahkan"Alex segera melepas ganggaman tanganya pada Safira dan segera beranjak dari samping Safira.


"Coba di bawa rilex ya,otot Rahim kamu tegang tadi,kamu juga janga terlalu banyak bergerak ya Fir,kandungan kamukan emang termasuk lemah,jadi kamu harus hati-hati lagi ya"Ucap tante winda.


Safirapun mengganguk paham" tapi gak papakan sama babynya tan"


"Gak papa kok,pasti anak kamu ini calon anak yang kuat sama kayak ibunya".


Safira tersenyum haru,"makasih ya tante udah sempetin periksa Safira,maaf kalok Fira ngerepotin tante".


"iya sayang,kamu gak ngerepotin Fir,tante tadi justru khawatir banget pas denger kabar kamu,jadi tante langsung cepet-cepet kesini,kamu harus lebih hati-hati ya sampek sekitar dua bulan kedepan,usia segitu emang masih rawan banget,jangan lupa vitaminnya di minum terus"tante winda banyak memberi nasehat pada Safira


"iya tante,Fira akan lebih hati-hati lagi lain kali".

__ADS_1


"yaudah kalok gitu tante pamit ya,tante mau kerumah sakit".


"Iya tan,Makasih yaa".


"Mari saya antar"Tawar Alex.


"Tolong jaga Safira,dia gak punya siapa-siapa lagi,Saya harap kamu bisa jaga dia dengan baik"ucap tante winda pada Alex sebelum pergi.


"baik tan,saya memang ada disini untuk jagain Safira"ucap Alex.


"jangan kecewakan Saya dan mas Andi,kalok gitu saya permisi"tante winda langsung masuk mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"Itu buat Safira bi"Tanya Alex saat melihat bi Sri sedang membawa nampan berisi makanan dan vitamin.


"Iya deh Alex ini buat non Safira".


"Biar saya aja yang bawa bi"Pinta Alex pada bi Sri.


"Baik den,silahkan,kalok gitu bibi permisi kebelakang dulu".


"Iya bi"Alex lalu pergi lagi ke kamar Safira,untuk mengantarkan sarapan.


Ceklek.


"Eh Alex,kamu masih disini,kamu gak ke kantor".


"Enggak,sekarang kamu sarapan dulu yaa"Alex membantu Safira untuk duduk bersandar di tepi ranjang.


Alex mengambil satu sendok bubur dan meyuapkan pada Safira "aaa"ucap Alex agar Safira membuka mulut.


"Aku bisa sendiri Lex,biar aku aja"Tolak Safira.


"Aku gak suka penolakan,cepet buka mulut sekarang",ucap Alex dingin dan langsung di turuti oleh Safira.


"Makan yang banyak,habis itu istirahat"Alex dengan telaten menyuapi makanan untuk Safira dan membantu Safira untuk minum vitamin.


perlakuan manis dari Alex seketika meluluhkan hari Safira yang saat ini keadaanya masih dalam keadaan rapuh.Walaupun dia mencoba untuk tegar,tapi tidak bisa di pungkiri bahwa dirinya masih merasa hancur atas kepergian kedua orang tuanya dan juga kepergian Vernon yang tidak jelas kemana dia pergi.


"Makasih"ucap Safira pelan.

__ADS_1


"Sekarang lebih baik kamu tidur,saya akan tunggu kamu disinu"Alex menarik selimut untuk menutupi tubuh Safira.


"Kamu gak ke kantor".


"Enggak"


"Emang gak ada kerjaan".


"Kerjaan kantor bisa di kerjain dari rumah,lebih baik kamu sekarang istirahat,gak usah bawel".


"Ih siapa yang bawel sih",gerutu Safira,Lalu Safira langsung mencoba untuk memejamkan matanya,sementara Alex duduk di kursi yang ada di kamar Safira,dan mengecek kembali pekerjaanya di tablet.


Drerrttt


Drerrtt


Ponsel Alex bergetar,dia lantas mengamil ponselnya dan pergi ke balkon untuk mengankat telfon.


"Hallo" Ucap Alex seraya menempelkan ponselnya ke telinga.


"Gimana kabar dia"Tanya seseorang di sebrang telfon to the point.


Tidak langsung menjawab Alex malah menoleh ke arah Safira,lalu Alex tersenyum saat melihat Safira yang sedang tertidur lelap dan terlihat tenang.


"woy,jawab"bentak seseorang dari sebrang telfon.


"Sopan sedikit sama kakak sendiri,gak usah bentak-bentak"kesal Alex pada lawan bicaranya yang ada di sebrang telfon"dia baik-baik aja,gue bakal jagain dia disini,mending lo Fokus di sana rawat bunda,nanti kalok bunda udah sehat lo bisa balik".


Tutt...


Alex langsung mematikan ponselnya dan memasukanya kedalam saku celana.


"Sialan,seenaknya aja dia matiin telfonku,Awas nanti kalok ketemu"gerutu Vernon lalu dia meletakan ponselnya di atas nakas kecil di samping ranjang rumah sakit bundanya.


"Bundaa"panggil Vernon pelan,lalu vernon meraih tangan bundanya,dia menggenm tangan yang masih lemas tersebut,dan mengecupnya,air matanya tak bisa terbendung lagi,tatkala memperhatikan kondisi ibunya yang sangat memprihatinkan.


Sudah satu bulan lebih,bundanya masih dalam keadaan koma,banyak berbagai peralatan medis yang masih menempel di tubuh sang bunda,membuat Bundanya benar-benar terlihat memprihatinkan,di tambah wajahnya yang terlihat pucat dan tumbuh tampak terlihat semakin kurus,membuat hati Vernon terasa ngilu dan perih,setiap kali dia memandang kondisi bundanya.


"Bunda cepet sembuh ya,Hansol gak kuat liat bunda tidur terus disini,Emang bunda gak mau kita jalan-jalan lagi berdua,Hansol kangen banget loh saat-saat kita jalan berdua,apalagi jalan bertiga sama Safira,dulu Hansol suka kesel kalok Bunda udah jalan sama Safira,pasti Hansol yang jadi obat nyamuk,padahalkan yang pacaran Hansol sama Fira,tapi malah kalian yang nempel terus,Hansol cuma ngekor di belakang"lagi-lagi air mata vernon terjatuh,karena mehana luka yang terlalu menyakitkan baginya.

__ADS_1


"Bunda,pleasee bunda cepet bangun yaa,kasian Fira di Jakarta sendirian bun,dan sekarang Fira juga lagi hamil,hamil anaknya Hansol bun,kasian dia harus ngelawatin masa-masa ini sendirian,pasti dia butuh Hansol buat ada disisinya,tapikan Hansol harus tetep ada disini buat jagain bunda,Hansol juga di larang balik ke jakarta dulu sama Kak Alex,katanya terlalu berbahaya disana.


"Andai papa gak selingkuh,pasti sekarang bunda gak ada disini,Hansol juga pasti udah nikahin Fira,bunda ingetkan janji bunda,kalok bunda bakalan jadi ibu mertua yang paling baik di seluruh dunia,dan pasti bunda seneng karena sekarang Fira lagi hamil,bundakan seneng banget sama anak kecil"Vernon terus saja mengajak bundanya untuk berbicara Sehingga lama kelamaan dia merasa ngantuk dan tertidur di samping bundanya.


__ADS_2