
"Lo hamil sama vernon"tanya Alisa hati-hati.
Safira hanya mengangguk pelan,wajahnya nampak masih terlihat pucat.
"Udah nanyanya nanti aja,sekarang lo makan ya Fir,habis itu minum vitamin yang dokter kasih tadi,biar babynya sehat"Keysia langsung menyiapkan makanan dan vintamin untuk Safira.
"Makasih yaa,kalian udah perhatian sama gue,maaf gue malah jadi ngacauin acara liburan kita".ucap Safira sedih.
"Udah gak usah pikirin soal liburan kita,sekarang lo fokus sama kesehatan lo sama baby lo,baby lo butuh banyak nutrisi di usia segini,jadi lo harus cukupin nutrisinya,lo harus makan makanan yang sehat"dengan telaten Keysia membantu menyuapi makanan untuk safira.
Selesai makan dan minum vitamin Keysia menyuruh safira untuk beristirahat.
"Lo mau kemana Key"tanya Alisa heran karena melihat Keysia sudah berpenampilan rapi.
"Gue ada urusan sebentar,lo jaga Safira di sini,jangan kemana-mana,sebelum malem gue balik,nanti kita makan di luar".
Belum sempat Alisa menjawab,Keysia sudah keluar dari apartemen.
"Ih buru-buru banget sih,ada urusan apa emangnya dia disini,apa jangan-jangan dia ada gebetan lagi disini,tapi dia gak pernah cerita selama ini,ahh tau ahh pusing"alih-alih memikirkan kemana Keysia pergi,Alisa lebih memilih kembali fokus pada buku yang sedang dia baca.
Sementara Keysia kembali ke rumah sakit tempat Safira tadi melakukan pemeriksaan kandungan tadi.
"Gue yakin, tadi gue gak salah liat,dia beneran ada di rumah sakit ini,gue harus cari dia lagi"gumam Keysia.
Keysia berkeliling ke seluruh rumah sakit tersebut,untuk memastikan kebenaran apa yang tadi dia lihat,tapi sudah hampir dua jam Keysia berkeliling dia belum menemukan orang yang dia cari.
sementara di apartemen Safira sudah terbangun dia keluar menuju ruang tamu.
"Eh fir lo udah bangun,sini duduk"Alisa menepuk kursi yang berada di sebelahnya.
"Hmm iyaa"Safira menjatuhkan bokongnya di sofa samping Alisa.
"Gimana,lo udah baikan"Alisa masih khawatir melihat Safira yang masih terlihat lesu.
"Udah lebih baik kok Sa,oh iya dimana Keysia".tanya safira karena tidak melihat tanda-tanda keberadaan Keysia.
"Oh tadi dia keluar sebentar,katanya sih ada urusan,nanti dia balik sebelum makan malem,dia ngajak kita makan malem di luar".
"hmm gitu,yaudah kita siap-siap yuk,sebentar lagikan malem"ajak Safira
"Tapi beneran lo udah ok,kalok lo masih kurang sehat mending kita makan di apartemen aja,Keysia juga pasti gak setuju kalok lo makan di luar,kalok lo masih kurang fit.
"gue udah ok kok Sa,ini karena gak make up aja makanya pucet".
"Yaudah kalok gitu lo mandi duluan sana,gue mau pilih baju dulu"Alisa meletakan buku bacaannya dan langsung menuju kamarnya,dia memang terkenal lama jika memilih pakaian untuk pergi keluar.
sementara Safira langsung pergi kemar mandi,dia memilih berendam di bathup mengunakan aroma terapi agar tubuhnya terasa relax.
__ADS_1
"Hansol,ternyata aku hamil,hamil anak kita,tapi kamu pergi kemana? kenapa kamu ninggalin aku gitu aja"Safira kembali teringat pada Vernon.
"Malam itu kamu janji bakalan tanggung jawab kalok aku hamil,sekarang aku beneran hamil,tapi kamu malah udah pergi sebelum tau aku hamil".
"Aku tau kamu tipe orang yang akan tanggung jawab sama hasil perbuatan kamu,aku akan tunggu kamu pulang,aku janji bakal jagain baby kita,aku percaya kamu bakalan pulang buat tanggung jawab". Safira tidak bisa lagi membendung air matanya,dia merasa bingung apakah dirinya sanggup melanjutkan kehamilannya tanpa Vernon disisinya,di tambah dia harus berkuliah dan sudah pasti harus melanjutkan memimpin perusahaan Papanya.
Sudah setengah jam Safira berendam di bath up,tiba-tiba pintu kamar mandi di ketok dari luar,membhat Safira tersadar dari lamunannya.
"Safira,lo baik-baik aja kan,terak Keysia yang ternyata sudah pulang dari luar.
"Ehh iya key gue baik-baik aja"safira segera keluar dari bathup dan membilas tubuhnya,lalu keluar kamar mandi "maaf yaa gue lama".Safira merasa bersalah.
"Lo ngapain aja di dalem sih fir sampek setengah jam,bikin panik aja"omel Keysia
"Maaf key,tadi gue berendem di bathup biar badan gue relax".
"Gue panik tau Fir,lo tuh udah gue ketok-ketok dari tadi,tapi gak di buka-buka,untung Keysia dateng,pas dia yang ketok lo baru nyaut,bikin panik aja" oceh Alisa.
"Iya maaf Sa,sumpah gue gak denger sama sekali pas lo ngetuk pintu.
"Pasti lo ngelamun lagi deh"tebak Alisa.
"Dikit doang"jawab Safira sebari nyengir kuda.
"Huh dasar,mana ada orang ngelamun dikit,udah sana pake baju nanti masuk angin,sekarang gue mau mandi juga"Alisa langsung masuk ke kamar mandi.
Sudah selesai berpakaian dan bersiap untuk makan malam safira keluar menghampiri Keysia.
"Lo tadi dari mana Key",tanya Safira penasaran.
"Itu tadi gue ketemu sama sodara gue"bohong Keysia.
"Lo ada sodara disini?"
"Iya ada,sodara dari bokap gue,seumuran kita juga"bohong Keysia tapi terlihat sangat meyakinkan.
"Ohh gitu"safira mengangguk percaya.
"Lo tetep mau lanjutin kehamilan lo kan?tanya Keysia hati-hati.
"Kayaknya iya key,ini adalah konsekuensi yang harus gue tanggung dari perbuatan gue,gak mungkin gue buang dia,ucap safira sebari mengelus perutnya yang masih rata.
"Walaupun tanpa vernon"tanya keysia lagi.
"hmmm,ya iya,kalok emang harus gitu jalanya,gue yakin gue bisa kok ngebesarin dia sendirian"Safira mulai mengingat kembali kebersamaan dia dan Vernon,momen manis saat mereka bersama selalu terlintas di benak safira.
flash back on
__ADS_1
"Hansol"
"hmm,kenapa Fir?".
"Kalok kita nikah nanti,kamu mau kita punya anak berapa?".
Pletakk!!!
"Aww"pekik safira "sakit tau"
Bukan menjawab pertanyaan safira,justru Vernon malah menyentil kening Safira.
"Lagian kamu,masih SMA gini,pikiranya udah ke anak aja,kejauhan tau".Omel Vernon
"Ihh emangnya kenapa,emang ada yang salah,banyak kali orang yang kepikiran kesana,bahkan bocah SMP aja bisa punya pikiran kesana".
"itu orang yang pemikiranya pendek,masih kecil ngapain mikirin hal sejauh itu,yang bener itu pikiran gimana caranya biar kita itu jadi orang sukses dan berprestasi,baru mikirin punya anak,lebih tepatnya nikah dulu sih".
"Iya deh iyaa,salah nih aku ngomong ginian sama kamu"gerutu safira,sebari mengerucutkan bibirnya karena kesal.
"Gemes banget sih kalok lagi ngambek gitu"puji vernon sebari tanganya jahil mengacak rambut safira.
"Ihh cwhe hansol,kebiasaan deh ah ngacak-ngacak rambut aku,ini aku bela-belain catokan dari pagi buta tau,malah di acak-acak,gurutu safira.
"Maaf yaa,aku bikin rambut kamu berantakan"vernon membantu safira merapikan kembali rambutnya yang berantakan karena ulahnya.
"Hmm lain kali jangan gitu lagi ya"Safira masih sedikit cemberut.
"Iya sayang,maaf ya"vernon merasa menyesal dan kembali meminta maaf.
flashback off.
"Gue dukung apapun itu keputusan lo Fir,gue yakin pasti itu pilihan yang tepat buat lo"Keysia mengelus lembut pundak Safira,"kalok lo butuh apa-apa,jangan sungkan ya lo bisa minta tolong ke gue,atau ke Alisa,kita berdua pasti akan bantu lo"
"Iya Fir,kalok ada apa-apa lo hubungin gue ya,sahut Alisa yang tiba-tiba sudah muncul di belakang mereka berdua.
"Kalian berdua ya ngobrol gak ngajak-ngajak gue"oceh Alisa.
"Lo lama sih siap-siapnya,udah yuk ah jalan,gue udah laper"keysia langsung bangun dan mengandeng lengan safira.
"Heyy tunggu gue,ihh maen tinggal-tinggal aja"Alisa mengikuti langkah safira dan keysia.
"Nih kunci pintunya"Keysia melemparkan kunci ke Alisa dan langsung di tangkap oleh Alisa.
"Uhh Fira,kebiasaan deh,bikin orang jadi beraktrasi,kan bisa di kasih baik-baik.
Keysia dan Safira hanya terawa melihat wajah sahabat mereka yang nampak kesal.
__ADS_1