![CHANGE THE BAD BOY [•Blackbangtan•]](https://asset.asean.biz.id/change-the-bad-boy---blackbangtan--.webp)
Beberapa minggu kemudian...
Kini para siswa-siswi tengah sibuk dengan ujian mereka. Namun tidak dengan Xiaoyu yang santai. Ia bahkan tidak belajar sama sekali untuk menghadapi ujian ini.
"Xiaoyu, lo gak belajar?" tanya TianYi sambil melahap makanannya.
"Gak, males" jawab Xiaoyu singkat.
"Males? Astaga dek! Kalo nilai lo turun gimana?" tanya Moxie terbelalak.
"Eee... Ya udah. Lagian percuma kalo gue belajar terus ada yang ganggu"
"Siapa yang ganggu?" tanya Xiaoye mengerutkan alisnya.
"Siapa lagi kalo bukan BaoLian?" Xiaoyu mengangkat bahunya bodo amat dengan keadaan.
"Astaga! Tuh anak masih mau berulah?" geram TianYi melahap ganas makanannya.
"Biarin dia berulah, itu hak dia, gak ada yang bisa melawan sama dia" tutur Xiaoyu dengan santai.
Xiaoye, Moxie, dan TianYi terdiam dengan tuturan Xiaoyu yang santai itu. Itu terdengar seolah-olah Xiaoyu memiliki rencana. Namun aslinya tidak sama sekali. Untuk apa membuat rencana? Sekolah saja nilai masih berantakan...
• • •
Moxi berjalan keluar dari kelasnya ditemani oleh Xiaoming dan ManMan. Moxi lebih memilih untuk bersama dengan kedua budak cinta itu dibanding dengan orang lain, bahkan kakaknya.
"Mau kemana?" tanya ManMan datar sambil memainkan ponselnya.
"Kantin?"
"Oke, kalian traktir kan?"
"Biar aku aja yang traktir kamu... Kalo Moxi nanti minta balasan" sahut Xiaoming membuat ManMan tersenyum cerah lalu menggandengnya.
Namun Moxi malah merotasi matanya malas.
"Oh iya, gue liat lo lagi deketin Xiaoye. Lo suka sama dia?" tanya ManMan membuat Moxi terkejut.
"Gu-Gue gak pernah suka sama orang. Gue cuma... Mau temenan aja sama dia" jawab Moxi tersenyum canggung.
Xiaoming dan ManMan yang melihat reaksi Moxi pun tertawa.
"Kalo cuma mau temenan, kenapa setiap hari lo kejar dia?" tanya Xiaoming meledek Moxi.
__ADS_1
"Heh! Gue emang gak tau caranya temenan!" ketus Moxi kesal.
"Tapi sekarang lo punya temen" ucap ManMan datar namun tatapannya sedang meledek Moxi.
"Sekarang punya itu wajar. Gue kagak mau kejadian di SMP terulang di SMA" ujar Moxi dengan pandangan dan nada dingin.
"Emang di SMP dulu... Lo gak punya temen?" tanya Xiaoming heran.
"Hm... Makanya gue cari SMA disini biar Cici bisa kenalin temennya ke gue" jelas Moxi singkat.
"Miris juga sih... Sekarang gue gak terlalu suka dengan lingkup pertemanan" ujar ManMan tersenyum kecut.
"Udah... Jangan dipikirin" ucap Xiaoming menepuk bahu ManMan untuk menenangkannya.
Ketiganya kini sudah sampai dikantin yang lumayan sepi. Mata Moxi melekat pada 4 remaja yang duduk disudut kantin sambil bercanda.
"Eh? Itu Moxie sama TianYi kan?" tanya ManMan menyipitkan matanya.
"Kita gabung?" tanya Xiaoming pada ManMan.
"Oke aja sih" jawab ManMan langsung berjalan meninggalkan kedua lelaki itu.
"Disana ada Xiaoye, jaga image lo" ucap Xiaoming merangkul Moxi.
"Lah? Maksud lo apaan?"
Moxi duduk tepat disamping Moxie. Xiaoming duduk disamping TianYi dan tepat didepan kekasihnya yang duduk disamping Xiaoyu.
Xiaoyu membeku. ManMan yang menyadarinya mengerutkan keningnya karena heran dan bingung.
"Lo kenapa?" tanya ManMan bingung.
Xiaoye menoleh dan melihat Xiaoyu yang membeku. Xiaoye juga baru menyadari kehadiran Moxi, Xiaoming dan ManMan.
"Astaga... Xiaoyu kan belum dekat sama Moxi dan Xiaoming.." ujar Moxie mulai cemas.
"Biar gue bawa Xiaoyu kekelasnya aja" ucap Xiaoye lalu menarik lembut tangan Xiaoyu.
"Biarin aja disini. Kalo terbiasa dekat dengan semua orang pasti phobianya hilang" titah TianYi menahan Xiaoye.
"Koko... Ini sekolah, kalo dia pingsan gimana?" tanya Moxie cemas.
"Berarti ada peluang buat gue untuk bolos" jawab TianYi cengengesan.
__ADS_1
"Udah deh, Ko.. Biar gue anterin Xiaoyu kekelasnya" ucap Xiaoye lalu pergi dengan Xiaoyu.
"Satoan! Adeknya Androphobia? Kan gue gak bisa temenan ama Xiaoye lagi!" gerutu Moxi dalam hati karena kesal.
Xiaoming dan ManMan melirik Moxi yang tengah berekspresi kesal itu dengan tatapan usil dan bahagia. Memang... Penderitaan seseorang hanya bisa ditertawai oleh sahabat sendiri.
"Eh! Ko, ajarin gue dong!" pinta Moxie pada TianYi.
"Ajarin lo? Gue juga lagi belajar njir! Biar lo tau... Waktu kelas 10 dulu gue selalu gak dapat nilai" ujar TianYi menolak permintaan Moxie.
"Tapi Ko, kan kalo belajar bareng kita bisa saling membantu" bujuk Moxie memelas.
"Haih... Iya deh" pasrah TianYi tidak ingin memperpanjang masalah.
"Sama gue ya?" pinta Moxi mengambil makanan Moxie.
"Enak ajeh lo ambil makanan gue seenak jidat!" ketus Moxie menepis tangan Moxi.
"Belajar bareng gue sama ManMan boleh?" tanya Xiaoming.
"Boleh aja deh... Nanti bawa Xiaoye sama Xiaoyu" ujar TianYi.
• • •
"Ci" panggil Xiaoyu.
"Hm?"
"Kenapa gak ngumpul sama yang lain?" tanya Xiaoyu.
"Gak ah! Males..." jawab Xiaoye menidurkan kepalanya diatas meja.
"Atau... Gue harus deket sama Koko juga ya?"
"Koko siapa?" heran Xiaoye.
"Moxi Koko. Kayaknya Moxi pengen deket sama Cici" Xiaoyu menatap kakaknya dalam.
"Haih..! Gak lo, gak Jiu Er, dan gak ManMan, sama aja dah! Belum lagi si Bei Bei!" gerutu Xiaoye kesal pada Xiaoyu membuat Xiaoyu tertawa pelan.
"Ketawa? Wah! Adek durjana lo! Awas kena karma" sinis Xiaoye memukul lengan Xiaoyu.
"Cici baperan!" ledek Xiaoyu menjulurkan lidahnya pada sang kakak.
__ADS_1
"Awas aja lo! Jajan lo bakal gua habisin!" ancam Xiaoye melotot.
"Hahaha! Coba aja. Jajan gue masih ditoko semua!" tawa Xiaoyu pecah membuat Xiaoye berdecak kesal.