![CHANGE THE BAD BOY [•Blackbangtan•]](https://asset.asean.biz.id/change-the-bad-boy---blackbangtan--.webp)
Rose melemparkan tubuhnya diatas kasur lalu memainkan ponselnya.
"Gile... Dia tau Gue mau fotoin dia? Wah! Imutnya..!" Rose bermonolog dengan gemas.
"Besok Gue pamer dulu cuy! Ahaha!" Rose tertawa jahat.
...🌻🌻🌻...
Keesokan harinya...
Rose berlari menuju Jennie yang sedang duduk didepan kelasnya. Ada beberapa siswa siswi yang menyapanya karena mengenalnya.
"Jennie! Jennie! Jennie!" panggil Rose tidak peduli dengan sekitar.
Jennie menoleh lalu menatap Rose datar.
"Apa?"
"Wuih! Gue gak nyangka!" seru Rose gembira sambil melompat seperti anak kecil.
Jennie yang merasakan ada ratusan tatapan menatap mereka itu pun langsung menarik Rose untuk duduk disampingnya.
"Kenapa? Hah?" tanya Jennie to the point.
"Kemarin Gue liat cogan.. KYAAA!" teriak Rose bahagia. Rasanya ada ribuan kupu-kupu sedang terbang diperutnya.
"Lah? Gebetan lo begimane?" heran Jennie. Gadis itu bingung, bukankah Rose menyukai Jaehyun?
"Itu gak penting lagi sekarang... Gue ada fotonya" ucap Rose sombong lalu menunjukan sebuah foto.
"I-Ini... Kayak anak SMA bukan sih?" tanya Jennie menatap Rose.
"Gue gak peduli soal itu, You know? Dia ganteng banget, kiyowo lagi" puji Rose sambil memeluk ponselnya.
Jennie hanya diam menatap Rose dengan roll eyes, khasnya. Sedangkan Rose, Rose terus tersenyum hingga mengundang ratusan pasang mata kembali.
...🌻🌻🌻...
[Rose Pov]
Gue seneng banget gengs! Pamerin cogan ke Jennie yang bilang "Jomblo itu lebih baik, kayak Gua.. JoPy, Jomblo Happy". Aaaa! Rasanya Gue udah ketemu sama future Gue astaga...!
"Rose..."
Suara lembut itu buat mood Gue lari kealam bawah sadar. Kamplang emang! Gue lagi happy malah diganggu! _-
Gue menoleh karena Gue tau siapa yang meng'calling' My name. Siapa lagi kalo bukan si dongo ramah itu? Oke, itu panggilan buat dia dari Gue sekarang.
"Hm?" Gue jawab dengan nada santai, walaupun Gue masih rasa sakit hati sih.
"Itu... Soal kemarin-" si Jaehyun mau ngomong tapi Gue potong pakai garpu.
"Kemarin? Apanya?"
"Jeongyeon bilang... Lo suka Gue" jawab Jaehyun.
'Deg!'
Rasanya ada ribuan bola melenting didalam jantung Gue. Gue diam. Diam sambil natap si Jaehyun dengan dua alis cantik Gue terangkat.
"Jeongyeon?" ulang Gue. Masih memastikan telinga Gue berfungsi dengan baik atau kagak.
"Hm... Dia kesel karena kemarin lo.. Mau ungkapin kalo lo suka Gue. Tapi malah dapat kabar Gue punya pacar" jelas Jamal yang membosankan.
__ADS_1
"Lo tau? Gue... Perasaan Gue itu kayak duit. Cuma sebentar aja, kalo udah dipake ya ilang, habis, gak ada lagi" jelas Gue sedikit nyelekit.
Biarin aja MakJleb disono! Ora peduli Aing teh! Tapi weh.. Kok dia malah senyum seh? Dia kenapa coba? Kerasukan?
"Kayak duit? Wahh..." ledek Jamal buat Gue serasa MakJleb.
Harusnya dia yang kena mental... Tapi kenapa Gue yang kena mental, bajigur! Asem emang si Jamal jamet. Ganteng-ganteng dongo!
"Oh iya... Gue denger dari Lisa, SMA nanti lo di SMA HayoMhaju. Beneran?" Jaehyun memastikan.
"Gak ada untung dan sial buat lo" jawab Gue asal ceplas-ceplos. Tapi emang benerkan?
Jaehyun senyum tipis. Senyum tipis aja bisa buat Gue melayang karena lesung pipi nya yang... WOAH! Gak bisa move on Gue yang ada.
...🌹🌹🌹...
[Author Pov]
Kembali kemasa kini. Masa dimana Rose sebenarnya sudah berada. Gadis berambut pirang itu sudah berdiri didepan gerbang SMA HayoMhaju.
Tiga episode sebelumnya adalah secuil ingatan buruk bagi Rose. Dan kini, gadis itu akan memulai kehidupan baru di SMA. Semoga tidak ada kesialan semacam itu di SMA nanti.
"Masuk kelas berapa?" tanya Jisoo pada 3 temannya.
"Gue masuk 10 IPA 2" jawab Lisa sambil memberikan wink.
"Gue sekelas ama Lalisa" sahut Jennie santai.
"Omoo! Sekelas sama Jennie? Mimpi buruk" ujar Lisa memeluk lengan Rose hingga Jennie merotasi matanya.
"Gue kelas 10 IPA 1"
"Iya? Kita sekelas dong!" seru Jisoo bahagia.
Disela-sela kebahagiaan keempat gadis itu, seorang kakak kelas mendekat.
"Anak baru!" panggilnya.
Jisoo dan teman-temannya sontak menoleh karena merasa panggilan itu untuk mereka, karena mereka anak baru.
"Siapa yang kelas 10 IPA 1?" tanya kakak kelas itu.
Dia keren. Jaket kulit, rambut disisir dengan baik, gayanya juga mantap. Itu adalah tipe bagi Jennie dan Lisa, pecinta Bad Boy.
"Gue sama dia" jawab Jisoo sambil menunjuk Rose.
"Haih... Semoga aman ya? Sohib Gue sekelas sama kalian berdua, dia Bad Boy, sering bolos, selalu kena marah dari Guru, dan banyak hal"
"Iya kah?" Jennie terpesona.
"Hm... Kalau bisa.. Tolong bantu dia. Gue yang gak ada malu disini karena minta tolong sama adik kelas, kalian gak perlu malu"
Jisoo dan Rose hanya menganggukkan kepala mereka, menyanggupi permintaan kakak kelas itu.
"Oh iya... Kalian ingat muka Gue kan? Nama Gue Kim Taehyung" ucap lelaki itu ramah lalu tersenyum manis dan pergi.
"Wah! Dia Bad Boy juga kah? Kalo iya Gue kejar" ujar Lisa menatap kepergian kakak kelas mereka.
"Gak! Gue yang bakal kejar, mau dia Bad Boy atau Good Boy" ungkap Jennie dengan jantung berdebar-debar.
Rose dan Jisoo hanya diam sambil memandang kedua pecinta Bad Boy itu dengan senyum miring. Mungkin mereka punya rencana?
"Yang bisa dapetin Kak Taehyung, Gue traktir selama sebulan" tantang Rose dengan dagu terangkat, sombong.
__ADS_1
"Gue terima!" seru Lisa semangat.
"Bukan nyerah atau gak mau... Tapi Gue gak terima sama tawaran manis lo" tolak Jennie sambil tersenyum.
"Lo beneran senyum, Jen?" tanya Jisoo tak percaya.
"Gue bakalan senyum lebih lebar kalau Gue dapetin dia" ujar Jennie seolah memiliki rencana matang.
Lisa mendengus pelan. Sepertinya ia akan kalah atau mengalah.
"Gue cari yang seangkatan aja" ujar Lisa menyerah.
Ketiga sahabatnya menatapnya heran dan terkejut.
"Kalau emang Jennie bisa senyum lebih lebar, apa boleh buat?" Lisa tersenyum.
"Tumben mau ngalah!" seru ketiga teman Lisa senang lalu merangkul Lisa.
"Pulang nanti Happy happy.. Mau?" tawar Lisa.
"Selalu tidak dapat ditolak" sahut Rose membuat gelak tawa keempatnya.
...🌻🌻🌻...
Rose memilih tempat duduk yang tidak terlalu jauh dengan Jisoo. Rose suka tempat duduk yang ada dibarisan kedua, sedangkan Jisoo suka barisan ketiga.
"Duduk bareng?"
"Gak ah! Nanti lo nyontek!" Rose menjulurkan lidahnya pada Jisoo.
"Yang ada lo yang nyontek, bege!" umpat Jisoo kesal.
Rose tertawa karena umpatan Jisoo. Gadis itu segera duduk dengan benar untuk menerima pelajaran pertama.
Sang Guru memasuki kelas. Seluruh siswa siswi langsung duduk dengan rapi ditempat mereka, siap menerima pelajaran.
"Baik.. Perkenalkan, saya-"
'Cklek'
Pintu kelas dibuka oleh seorang lelaki dengan gaya yang sangat cool and Bad.
"Park Jimin?" sang Guru terkejut.
"Iya... Saya tahan kelas" ujar lelaki itu santai dan terus berdiri didepan pintu kelas.
"Silakan cari tempat duduk, bocah" sang Guru mengumpat cukup kasar.
Lelaki dengan nama Jimin itu hanya diam sambil mencari tempat duduk. Sayangnya, semua tempat penuh selain disudut kelas.
"Ada yang bisa mengalah? Biarkan Jimin duduk didepan" pinta sang Guru lembut.
"Ihh! Saya udah ketemu tempat dibelakang, Buk" Jimin menolak.
"Jimin..!"
"Aih... Kalian jangan ada yang mau mengalah"
"Jangan macam-macam! Nilai sikap kamu yang menjadi taruhan disini!"
"Silakan, Buk... Saya juga bisa apa lagi?"
Sang Guru menghela nafas kasar. Seisi kelas hanya bisa diam dan memperhatikan. Entah mereka takut atau mereka malas menanggapi.
__ADS_1
Rose memperhatikan lelaki itu dengan seksama. Rasanya... Tidak asing sama sekali. Tunggu! Bukankah.. Dia yang dihalte bus tahun lalu?